alexa-tracking

Ari Ashkara, dari Pelindo kembali ke Garuda Indonesia

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b99e2a56208812d508b4592/ari-ashkara-dari-pelindo-kembali-ke-garuda-indonesia
Ari Ashkara, dari Pelindo kembali ke Garuda Indonesia
Ari Ashkara, dari Pelindo kembali ke Garuda Indonesia
Direktur Utama Garuda Indonesia yang baru I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra memberikan keterangan pers usai pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk di Garuda Centre, Tangerang, Banten, Rabu (12/9/2018).
Ada perubahan struktur manajemen di tubuh maskapai pelat merah, Garuda Indonesia. Mulai Rabu (12/9/2018), Pahala Nugraha Mansury tak lagi menjabat sebagai Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk.

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) sepakat mengangkat I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau yang lebih dikenal dengan panggilan Ari Askhara sebagai pengganti Pahala.

Ari bukan orang baru bagi Garuda Indonesia. Pada 2014, Ari pernah menjabat sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Garuda Indonesia. Namun, jabatan itu diakhirinya pada 2017 ketika RUPSLB PT Pelindo III (Persero) sepakat mengangkatnya sebagai orang nomor satu di perusahaan pemegang otoritas pelabuhan itu.

Pengangkatan Ari sebagai bos Pelindo III dikukuhkan dengan Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) No:SK-89/MBU/5/2017 tertanggal 4 Mei 2017.

Karier pria kelahiran 13 Oktober 1971 ini memang berputar-putar antara Garuda Indonesia dan Pelindo III. Sebab, tepat sebelum menjabat sebagai Direktur Keuangan Garuda, Ari adalah Direktur Keuangan Pelindo III.

Kendati begitu, perbankan adalah dunia pertama Ari setelah meraih gelar sarjana ekonomi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 1994. Ketika itu, Ari diterima kerja di Bank Ekspor Impor Indonesia (Eksim) yang kini telah berganti nama menjadi Bank Mandiri.

Setelah 11 tahun berdedikasi di Mandiri dengan jabatan terakhir sebagai Assistant Vice President, Ari memutuskan hengkang dan berkarier di perusahaan multinasional.

Posisi-posisi tinggi berhasil didapatnya, seperti Wakil Direktur Utama untuk Deutsche Bank, Direktur untuk Barclays Investment Bank, Direktur Keuangan PetroSand Indonesia, dan Direktur Sumber Daya Alam (SDA) ANZ Bank Indonesia.

Setelah puas di perusahaan multinasional, Ari kembali mengamalkan ilmunya ke perusahaan pelat merah. Laman UGM menyebut, Ari pernah menjabat sebagai Direktur Pengembangan Bisnis dan Sumber Daya Manusia di PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. Dari WIKA, Ari mulai berkarier di Pelindo III dan Garuda Indonesia.

Ada satu program yang menjadi target utama Ari sebagai orang nomor satu di Garuda. Dirinya ingin membuat karyawan Garuda bahagia dengan harapan bisa menjadi pemicu dalam peningkatan layanan kepada masyarakat.

“Fokus kami kepada satu transformasi human capital, karena itu yang paling penting dari jasa pelayanan,” kata Ari yang ditemui Tribunnews di Kantor Garuda, Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Rabu (12/9/2018).

Beragam persoalan karyawan yang berujung pada ancaman mogok kerja memang menjadi isu besar yang mendera maskapai anggota Sky Team ini. Untuk itu, Ari menjanjikan pertemuan berkala dengan karyawan demi meningkatkan komunikasi dengan para pekerja.

“Komunikasi dengan hati bersama pegawai dan serikat akan berhasil daripada komunikasi biasa,” tuturnya.

Terkait dengan mogok kerja, salah satu tuntutan karyawan kepada Menteri BUMN awal Mei 2018 adalah merombak direksi dengan mengutamakan profesional di bidang penerbangan, utamanya yang berasal dari internal Garuda karena dianggap lebih mengetahui urusan perusahaan.
Reformasi birokrasi dan keuangan
Selain Pahala, ada sejumlah jajaran direksi Garuda Indonesia yang ikut dirombak. Ada tujuh jabatan lain di jajaran direksi yang kini dipegang oleh orang baru.

Ketujuhnya adalah Direktur Niaga Pikri Ilham Kurniansyah, Direktur Kargo dan Pengembangan Usaha Muhammad Iqbal, Direktur Operasi Bambang Adisurya Angkasa, Direktur Keuangan Fuad Rizal, Direktur Human Capital Heri Akhyar, Direktur Teknik I Wayan Susena, dan Direktur Layanan Nicodemus Panarung Lampe.

Menteri BUMN Rini Soemarno enggan menyebut alasan perombakan manajemen itu. Menurutnya, perubahan direksi adalah hal biasa di sebuah perusahaan.

“Itu tidak terlepas dari operasional yang kita lihat selama satu tahun. Kita analisis secara total. Tujuannya untuk tingkatkan kinerja BUMN, kerja lebih erat antara dewan komisaris dan direksi,” katanya dalam tempo.co.

Di luar dari klaim Rini, Garuda memang sudah sakit menahun. Manajemen karyawan menjadi salah satunya. Tapi, hal lain yang paling tampak dan genting adalah persoalan keuangan.

Sepanjang semester I/2018, emiten berkode GIAA itu kembali membukukan kerugian sebesar $113,9 juta AS (sekitar Rp1,6 triliun). Kerugian itu memang lebih baik dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya dengan posisi $283,75 juta (sekitar Rp4,2 triliun).

Namun, jika ditarik mundur ke periode semester I/2017, kerugian yang ditanggung Garuda tidaklah lebih baik. Sebab, pada periode itu kerugian yang dialami maskapai ini naik 349 persen dibandingkan periode tahun sebelumnya.

Ketika itu Pahala menuding harga bahan bakar (avtur) yang meningkat 36,5 persen sebagai penyebabnya. Dari kenaikan biaya avtur, total biaya operasional Garuda disebut meningkat 21,3 persen dari $840,1 juta menjadi $1,01 miliar.

Garuda sebenarnya punya pola yang mudah terbaca. Sepanjang sejarahnya, Garuda akan dipimpin bankir ketika sedang mengalami krisis.

Mulai dari mantan direktur utama Bank Mandiri Robby Djohan (1998-1999), mantan direktur utama Bank Duta Abdul Gani (1999-2002), mantan direktur utama Bank Danamon Emirsyah Satar (2005-2014), dan terakhir Direktur Keuangan Mandiri Pahala Mansury (2017-2018). Tapi pada kenyataannya, keuangan Garuda tak kunjung pulih.

Pengamat kebijakan publik Agus Pambagio dulu pernah berujar, gejolak yang dialami Garuda adalah masalah klasik perusahaan pelat merah. Garuda bakal sulit berkembang jika terlalu banyak regulasi yang membelenggunya. Hal ini berbeda dengan maskapai swasta yang lebih leluasa melakukan perombakan kebijakan.

Salah satu upaya yang saat ini dikejar maskapai demi mengefisiensikan pengeluaran adalah merestrukturisasi rute-rute penerbangan yang tidak menguntungkan. Menurut rencana, ada 11 rute penerbangan yang bakal ditutup.

Namun dari rencana penutupan 11 rute yang ditutup itu, yang lebih dulu dilakukan justru penghentian rute penerbangan langsung Jakarta-London.
Ari Ashkara, dari Pelindo kembali ke Garuda Indonesia


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...ruda-indonesia

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Ari Ashkara, dari Pelindo kembali ke Garuda Indonesia Kebakaran gunung Sindoro-Sumbing dan perkakas misterius

- Ari Ashkara, dari Pelindo kembali ke Garuda Indonesia Risiko terjadinya krisis mata uang di Indonesia dinilai kecil

- Ari Ashkara, dari Pelindo kembali ke Garuda Indonesia Ancaman bui 15 tahun untuk pembunuh dalam tawuran pelajar

×