alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Gadis Penjual Tuak Menangis: Mama Saya Diarak Warga
3.29 stars - based on 7 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b99ae44dac13ea9728b4567/gadis-penjual-tuak-menangis-mama-saya-diarak-warga

Gadis Penjual Tuak Menangis: Mama Saya Diarak Warga



Gadis Penjual Tuak Menangis: Mama Saya Diarak Warga

Seorang perempuan muda, Siliyana Angelita Manurung, meluapkan jeritan hati melalui media sosial dan mengaku dianiaya bersama ibunya oleh warga di wilayah tempat tinggalnya.

Angelita yang tinggal di daerah Medan Estate, Deliserdang ini, meminta tolong kepada warganet, lembaga bantuan hukum (LBH), dan para jurnalis untuk menolong ia dan ibunya yang menurutnya telah menjadi korban persekusi.

Melalui video yang diunggah di akun Facebooknya, Rabu (12/8/2018), Angelita dengan bekas lebam masih nampak di wajahnya, menceritakan kejadian sambil menangis.

Menurutnya, Selasa (11/9/2018) malam, dua orang pemuda datang ke rumah mereka ingin menjual sepatu kepada ibunya yang dikenal di daerah itu sebagai penjual tuak dan memiliki lapo.

"Awalnya ibu saya menolak, tapi anak itu memaksa karena dengan alasan ingin membeli nasi, belum makan."

'Akhirnya mamakku membelinya," tuturnya.

Baca: Viral Penjual Ombus-Ombus Nyanyi Lagu Jokowi di Pasar, Liriknya Mulai dari BPJS Sampai Gempa Lombok

Baca: Polisi Sambangi Juru Parkir Viral yang Pamer Celana Dalam dan Telanjang Dada, Warganet Kecewa

Baca: Diseret Mobil setelah Pergoki Suami dan Selingkuhan, Pegawai di Pemko Tebingtinggi Lapor Polisi

Rabu pagi, Angelita dibangunkan oleh pekerja di lapo milik ibunya.

"Tadi pagi, saya juga tidak tahu bagaimana ceritanya, saya masih tidur di kamar, pekerja disini membangunkan saya (mengatakan) 'Kak, mama di arak-arak sama orang kampung sini. Gara-gara mama beli sepatu dari si Basir," ujarnya.

Angelita pun langsung bergegas keluar rumah untuk mendapatkan ibunya.

Begitu sampai di lokasi dimana banyak warga berkumpul, ia mengaku melihat ibunya diikat di sebuah pohon.

"Hati seorang anak begitu sampai di TKP melihat kondisi ibunya diikat layaknya seperti binatang, hanya menggunakan baju dalam dikalungkan karton dikalungkan sepatu yang dia beli."

"Hati saya sebagai seorang anak sangat teriris," katanya sambil menangis.

Saat hendak menolong ibunya, Angelita mengaku dianiaya oleh seorang pria, MP, yang menurutnya adalah pimpinan sebuah ormas.

Awalnya, Angelita berkata bahwa pria itu tidak berhak menghakimi ibunya.

Ternyata setelah itu pukulan MP melayang ke wajahnya dua kali.

"Lalu saya ingin maju lagi, tetapi masyarakat memegang saya sampai saya terjatuh di tanah. Kemudian mama saya diarak-arak lagi sampai di lapangan bola samping rumah saya," kata Angelita yang yatim dan tinggal berdua dengan ibunya.

Setelah diarak-arak, warga pun memberikan dua pilihan kepada ibu dan anak itu; mereka angkat kaki dari wilayah itu atau jika tidak warga akan menghancurkan kedai tuak mereka.

Kenyataannya, kedai tuak semi permanen milik ibunya dibuat hancur porak-poranda.

Selain itu, menurut Angelita, warga juga mengambil paksa dua sepeda motor dari rumahnya dan menuduh bahwa motor itu juga adalah barang curian.

Angelita mengaku setelah kejadian itu, ia telah melapor ke Polrestabes Medan dan sudah ke rumah sakit untuk visum.

Angelita mengaku bahwa ia dan ibunya bukanlah orang yang sempurna, namun ia berharap mendapatkan keadilan.

"Hari ini saya sebagai warga indonesia menanyakan dimana kedilan itu.. saya hanya anak dari keluarga tidak mampu yg di aniaya.. kemana masyarakat indonesia yang cinta kedamaian.." katanya.

"lihat si pemilik mobil putih yg menganggarkan harta dan premanisme nya menganiaya seorang anak gadis yg hanya ingin membela seorg ibu nya .. bagaimana mereka yg memakan uang rakyat ??"

"lalu apa bedanya kami yg justru melakukan sebuah kekeliruan kecil yg di besar2kan kami, dan menambah fitnah."

"saya harap buat saudara2 smua yg melihat postingan saya , meluangkan waktu untuk menshare kisah seorang anak yg ingin menyelamatkan ibu nya," kata Angelita.

Tribun Medan masih mencoba menghubungi pihak-pihak terkait dalam kasus ini.

(ton/tribun-medan.com)

Sumber:

http://medan.tribunnews.com/2018/09/13/anak-gadis-penjual-tuak-menangis-mama-saya-diarak-warga-dan-diikat-di-pohon-seperti-binatang?page=all


Komen:

Sungguh kasihan nasib penadah yg diperkusi akustik di medan estate yg sudah terkenal sangat rawan emoticon-Frown

Coba kalau ane yg perkusi, pasti engga ane suruh ikat di pohon, ane minta warga selesaikan dengan cara kekeluargaan saja........



























...cukup dikulitin hidup hidup sajo emoticon-Malu
Halaman 1 dari 5
hanya manusia BARBAR yang gagal berevolusi yang suka persekusi DISERTAI KEKERASAN

emoticon-DP emoticon-DP emoticon-DP

Nadah itu pasti

Cuma warganya juga jgn barbar bgt lah masa cewe dipukul
"Gadis Penjual Tuak"


nunggu komen SJW homok ahh
Gini amat ya kota Gotham. emoticon-Takut
Selain itu, menurut Angelita, warga juga mengambil paksa dua sepeda motor dari rumahnya dan menuduh bahwa motor itu juga adalah barang curian.


Cari kesempatan bisa gondol motor.

emoticon-Traveller
layaknya medan ini merdeka sajalah.. biar gembong premannya gantian jadi presiden wakakakakak
makanya pindah dari detroit indonesia.
gw pengin liat itu kota jadi kota mati isinya zombie semua macam detroit emoticon-Leh Uga:
Polkis payah
Sesuai manual book emoticon-Imlek emoticon-Christmas

Gadis Penjual Tuak Menangis: Mama Saya Diarak Warga

Quote:


hanya manusia gagal berevolusi yg masi suka minum tuak..
emoticon-Nohope kalo dikit-dikit main hakim sendiri bakal ancur dah...

lapor aparat saja tuh!
Balasan post biaozi
Quote:


itu kata2 lu ya
bukan aku loh

Gadis Penjual Tuak Menangis: Mama Saya Diarak Warga

emoticon-Traveller
Mslhnya beli sepatu org apa?penadah barang curian apa dituduh?

Selagi belum terbukti ya pasti dituduh....barbar bgt jd manusia apa2 main hakim sendiri
Bagaimana cara membuktikan bahwa penadah memang bukan sumber penghasilan keluarga gadis itu?

Terlepas dari memang penadah atau bukan,
Makin emoticon-Takut baca berita dari kota itu

emoticon-Traveller
Baca nya aja ane ga tega emoticon-Frown
Bani taktak minta di azab emoticon-fuck
kasus aneh, masa gara gara sepatu sampai gitu, ini kayanya ada yg dendam
apakah ibu ini dipersekusi layaknya nemo warismoy?
Tragis bgt.usut tuntas...... pelaku main hakim sendiri dijedotin biar pinter.
Diubah oleh ableseaman
si gadis ngaku, kekeliruan kecil, ya mungkin penadah.

tp ya mengarak dan mukul wanita.. salah banget..coba lapor polisi aja.

Ga beli diancurin sama maling yang jual sepatu, giliran beli diancurin sama yang jadi korban si maling emoticon-Big Grin

Ada pilihan apa hidup ditempat begitu?
emoticon-Ngakak

Kalo diliat ada okp yang ikut terlibat kayaknya ni orang ga mau bayar uang keamanan
emoticon-Leh Uga

Diubah oleh unicorn.phenex
Halaman 1 dari 5


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di