alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Intervensi BI Stabilkan Rupiah Berimbas ke Cadangan Devisa
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b990298d44f9f086b8b4571/intervensi-bi-stabilkan-rupiah-berimbas-ke-cadangan-devisa

Intervensi BI Stabilkan Rupiah Berimbas ke Cadangan Devisa

POJOKSATU.id – Upaya BI (Bank Indonesia) menstabilkan nilai tukar rupiah dengan melakukan intervensi ganda berimbas pada jumlah cadangan devisa (cadev). Hingga akhir Agustus 2018, posisi cadangan devisa Indonesia sebesar USD 117,9 miliar. Lebih rendah daripada posisi akhir Juli sebesar USD 118,3 miliar.

Direktur Eksekutif-Kepala Departemen Komunikasi BI Agusman Zainal mengungkapkan, penurunan cadangan devisa pada Agustus terutama dipengaruhi pembayaran utang luar negeri pemerintah. ’’Selain itu, dipengaruhi (upaya) stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang meningkat,’’ kata Agusman akhir pekan lalu.

Meski demikian, Agusman memastikan, posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 6,8 bulan impor atau 6,6 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Dia juga meyakinkan bahwa besaran cadangan devisa tersebut berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.

Dia menilai, cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

’’Ke depan, Bank Indonesia memandang cadangan devisa tetap memadai didukung keyakinan terhadap stabilitas dan prospek perekonomian domestik yang tetap baik serta kinerja ekspor yang tetap positif,’’ paparnya

Pengamat ekonomi Indef Bhima Yudhistira mengatakan, posisi cadev per akhir Agustus tersebut harus diwaspadai. Posisi itu merupakan yang terendah sejak Januari tahun lalu. Sentimen cadangan devisa juga akan berpengaruh terhadap perilaku pasar.

’’Perlu dicatat, cadev dibandingkan dengan PDB Indonesia hanya 14 persen, jauh di bawah negara peers, Filipina 26 persen, dan Thailand 58 persen,’’ ujarnya.

Bhima menegaskan, BI maupun pemerintah harus mencermati pergerakan rupiah. Tren pelemahan rupiah diprediksi terus berlanjut hingga akhir September. Itu dipicu rencana kenaikan Fed rate sebesar 25 basis points (bps). Sebelumnya, bunga acuan The Fed yang naik berkebalikan dengan yield treasury bond 10 tahun yang turun menjadi 2,88 persen per 6 September 2018.

Prediksi tersebut sesuai dengan teori inverted yield curves, yaitu yield surat utang AS jangka panjang menurun, sedangkan yield jangka pendek naik. ’’Artinya, ekspektasi investor dalam jangka pendek khawatir adanya market crash dan lebih memilih membeli surat utang yang bertenor jangka panjang,’’ ulasnya.

Dalam negeri, lanjut Bhima, berbanding terbalik dengan yield treasury bond. Yield SBN 10 tahun terus mengalami kenaikan menjadi 8,69 persen. Yield yang naik di negara berkembang mencerminkan tingkat risiko berinvestasi semakin besar. Apalagi, Indonesia masuk fragile five atau lima negara paling rentan terpapar krisis.

Konsekuensinya, pelaku pasar masih melanjutkan flight to quality dan beralih ke aset yang lebih aman. Salah satunya greenback (dolar). ’’Indikator US dollar index berada pada level 95,3 atau naik 3,5 persen sejak awal 2018. Kenaikan dollar index jadi indikasi tren superdolar akan berlanjut hingga akhir tahun,’’ katanya.


http://pojoksatu.id/pojok-bisnis/2018/09/12/intervensi-bi-stabilkan-rupiah-berimbas-cadangan-devisa/amp/
Urutan Terlama
Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:
Diubah oleh 54m5u4d183

Pengamat Sebut Krisis Ekonomi Sekarang Alami Kondisi yang Serius

Aktual.com – Pengamat Ekonomi Unand Padang, Profesor Elfindri mengatakan krisis ekonomi sekarang mengalami kondisi yang serius dengan indikator utama antara lain transaksi berjalan (current account) menunjukkan bahwa kondisi tahun 1997 masih lebih baik dari tahun 2018.

“Pada tahun 1997 tercatat defisit transaksi berjalan sebesar 4,89 miliar dolar AS dan nilai tersebut lebih kecil dari defisit transaksi berjalan tahun 2018, yang mencapai 8 miliar dolar AS,” kata Elfindri dihubungi dari Pekanbaru, Jumat (7/9).

Menurut dia, secara persentase terhadap Gross Domestic Product (GDP), defisit transaksi berjalan tahun 1997 tercatat sebesar 2,2 persen dari GDP, juga lebih kecil dari tahun 2018 yang tercatat sebesar 3,04 persen dari GDP.

Di indikator berikutnya, katanya menyebutkan, neraca perdagangan, malah dapat dilihat bahwa ternyata tahun 1997 terjadi surplus sebesar 410 juta dolar AS atau berbanding terbalik dari tahun 2018 yang neraca perdagangan (kumulatif Januari-Juli 2018) mencatat defisit sebesar 3,02 miliar dolar AS.

“Beberapa indikator, seperti rasio cadangan devisa dan inflasi, pada tahun 1997 memang lebih buruk dari 2018. Tercatat cadangan devisa tahun 1997 hanya sebesar 2,9 bulan impor, lebih buruk dari cadangan devisa tahun 2018 yang mencapai 6,9 bulan impor. Inflasi tahun 1997 sebesar 6,2 persen juga lebih tinggi dari tahun 2018 yang hanya sebesar 3,2 persen,” katanya.


Sementara, indikator-indikator lainnya nyaris setara yakni Debt service ratio (DSR) tahun 1997 sebesar 30 persen, hanya sedikit lebih tinggi dari tahun 2018 yang tercatat sebesar 26,2 persen.

Untuk rasio investasi asing langsung (foreign direct investment/FDI) terhadap GDP pada tahun 1997 tercatat sebesar 1,48 persen sementara tahun 2018 tercatat sebesar 1,5 persen.

“Dan yang terakhir, peringkat surat utang (bond) dari lembaga internasional semacam Standard & Poor’s pada tahun 1997 dan 2018 ternyata sama-sama BBB,” katanya.

Oleh karena itu untuk menahan penurunan nilai tukar rupaih tersebut Pemerintah perlu melakukan gerakan kemandirian, untuk memastikan dalam enam bulan ke depan tersedia pangan dan keperluan pokok lainnya.

Selain itu, katanya, Pemerintah perlu menunda proyek-proyek yang memerlukan kebutuhan impor, berikutnya upayakan untuk menggarap secara mikro peningkatan ekspor yang bahan-bahannya sudah jadi, lakukan penghematan dan “consumption thrift” terhadap produk impor.

“Presiden Jokowi harus mempelajari kesalahan menteri perdagangan tentang impor-impor yang sudah dilakukan, agar bisa menahan penurunan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS itu,” katanya.
Pantes turun jd 14.800..
bakso beranak isi 7 bayi baso kok tetap lima belas rebu yah emoticon-Traveller
sampai kapan harus intervensi . lebih bagus klo semua lapisan masyarakat terutama pihak pemerintah jangan pegang dolar . berikan contoh kepada rakyat . Canangkan gerakan cinta rupiah . Dimulai dari para pemimpin .
Diubah oleh ART7
ini prestasi bukan ? emoticon-Big Grin
Ancrit caddev turun jauh amat emoticon-Big Grin
Balasan post adoeka
Quote:


Bakso beranak tikus masih 10rebu emoticon-Imlek
BI bisa dibilang begok...kagak bisa kerja...buang2 cad devisa... mainnya cuma reaktif doang.. banyak orang pinter tapi caranya guoblok... Cuma bikin kaya pemain valas emoticon-Angkat Beer

Padahal mau rupiah stabil di goceng aja ngak susah...guoblok tenan cara mainnya
Balasan post pdt.henderson
Quote:


Intervensi BI Stabilkan Rupiah Berimbas ke Cadangan Devisa

mana ada baso beranak tikus , nih yang terbaru bakso buaya beranak agak mahalan dikit karena biaya modif nya ribet emoticon-Imlek
Diubah oleh adoeka
Quote:


Gua kira kuda nilemoticon-Leh Uga

Saya tak paham, belom belajar makro ekonomiemoticon-Mewek
15 M dollar cadev nguap , goblok emoticon-Cool
wah sumbernya mau makar ini,

berani2nya bilang indo masuk fragile 5,
padahal ada artikel indonesia termasuk 5 yang kokoh terhadap krisis (lupa gua artikelnya, coba tanya nastak)


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di