alexa-tracking

37 Santri Positif Rubella, Ini Tanggapan Pengelola Pesantren di Banjarbaru

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b98d510d675d4e1528b456a/37-santri-positif-rubella-ini-tanggapan-pengelola-pesantren-di-banjarbaru
37 Santri Positif Rubella, Ini Tanggapan Pengelola Pesantren di Banjarbaru
BAJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Dinkes Banjarbaru telah menyatakan 37 darah penderita campak di Banjarbaru terdapat virus rubella di dalamnya, namun hingga kini belum ada bukti hasil laboratorium yang diperlihatkan Dinkes ke sekolah yang diambil sampel darahnya.

Sebelumnya 37 sampel darah yang dinyatakan mengandung virus rubela diambil dari sampel darah pelajar yang dinyatakan positif campak di dua pesantren yang tak disebutkan namanya oleh Dinkes.

Dinkes Banjarbaru menemukan 52 kasus campak di dua pesantren. Namun kemudian hanya 40 sampel yanh dikirim. Hasilnya 37 dinyatakan positif campak yang mengandung virus rubela dan tiga dinyatakan campak yang mengandung virus morbili atau kerumut.

Ketua Pokja Pesantren Kota Banjarbaru, Syamsuni mengatakan hingga kini pondok pesantren tak menerima hasil laboratorium yang menyatakan bahwa sampel darah pelajar mengandung virus rubela.

"Sampai kini belum ada pesantren yang menerima bukti itu," ujarnya, Selasa (11/09/2018).

Padahal dengan adanya bukti itu terangnya maka semakin meyakinkan. Namun Dinkes tak juga bisa memberikan bukti.

"Hanya melalui lisan saja disampaikan ke media tapi tidak ada bukti hasil laboratorium," ujarnya kepada Banjarmasinpost.co.id.

Termasuk Pondok Pesantren Al Falah Banjarbaru terangnya yang juga pimpinan pondok pesantren Al Falah Putra ini mengatakan belum menerima bukti dan tidak mendapatkan kunjungan dari Dinkes setelah pengambilan sampel darah.

" Kalau dikatakan pondok pesantren yang kena pasti Al Falah, dan memang benar ada kejadian campak di Al Falah Puteri, tapi kemarin dokter Agus menyatakan bahwa itu campak kerumut bukan rubela, informasi dari Dinkes yang kami dapat juga masih Simpang siur, "jelasnya.

Saat ini terangnya Al Falah juga masih bingung harus melakukan apa karena tak ada kelanjutan kasus campak yang terjadi di Al Falah.

"Sama dengan kasus difteri dulu dikatakan Al Falah juga tapi tidak ada penanganan, selesai begitu saja dan ternyata tidak ada difteri hanya indikasi saja," ujarnya.

Saat ini sebutnya santriwati yang disebut terserang campak sudah sehat dan kembali belajar. Orangtua santriwati pun juga masih menolak diimunisasi MR.

Pondok pesantren terangnya tak menolak vaksin MR namun karena orangtua santri menolak anaknya di imunisasi maka pihak sekolah tak bisa mengijinkan imunisasi MR di pondok pesantren.

Ponpes Al Falah Putera sendiri ujarnya 98 persen santri menolak imunisasi MR namun ada satu orang santri yang yang melakukan imunisasi secara mandiri karena orang tua santri tersebut berasal dari Dinkes.

"Kami sudah melayangkan surat bahwa Ponpes Al Falah Putera menolak imunisasi MR karena 98 persen orangtua menolak, tapi bagi orangtua yang mau anaknya diimunisasi silakan diimunisasi sendiri di fasilitas kesehatan,"ujarnya.

Sementara di pondok pesantren al-falah putri terangnya sudah dilakukan imunisasi namun dilakukan secara terpaksa karena pondok pesantren al-falah putri dinyatakan positif ada virus rubella.

"Terpaksa karena dinyatakan ada campak rubella,"ujarnya.

Tak hanya Al Falah, pondok pesantren lain di Banjarbaru juga menolak imunisasi MR hal itu dikarenakan vaksin ini dinilai belum darurat.

"Kami mencari yang halal walaupun MUI mengatakan itu boleh dan darurat tapi bagi kami belum darurat kami masih menunggunya vaksin yang halal,"ujarnya.

Ia juga menyesalkan jika demi mengejar target pencapaian imunisasi MR di Banjarbaru, pondok pesantren dijadikan tumbal dengan mengatakan sudah ada santri yang positif campak rubella tanpa ada bukti hasil laboratorium diserahkan ke pondok pesantren.

37 santri yang dinyatakan campaknya positif mengandung virus rubella dinyatakan Dinkes Banjarbaru telah sembuh kecuali 15 orang yang dipulangkan oleh pihak sekolah dan belum diketahui kesembuhannya. (Banjarmasinpost.co.id /milna)

Sumber

37 Santri Positif Rubella, Ini Tanggapan Pengelola Pesantren di Banjarbaru
pertamax gan !
image-url-apps
Quote:


harap bersabar, para peneliti kafir sedang berusaha membuat vaksin halal... butuh riset yg lama...

doakan saja semoga segera terealisasi...

emoticon-Salaman
KASKUS Ads
Quote:


tunggu yang halal,
kalo sudah sampe pada terjangkit apa masih mau menunggu ? emoticon-Bingung (S)
kentjing oenta lebih moejarab nampaknya emoticon-Ultah
image-url-apps
Belum darurat kalau belum terkena sendiri.emoticon-Nyepi
image-url-apps
ANAK DIBIARKAN MENDERITA ..

cuma karena gini aja..

makan tuh agama
image-url-apps
Ribet bener sih
image-url-apps
Modaro kabeh kono
Bagi yg pro imunisasi, anda jangan kawatir karena anda udah kebal atas kedunguan emoticon-Traveller
image-url-apps
Quote:


bisa aja emoticon-Ngakak
Quote:


37 Santri Positif Rubella, Ini Tanggapan Pengelola Pesantren di Banjarbaru

emoticon-Salaman
image-url-apps
S@ntri jaman purba ini

Jaman sekarang kalo mo jadi s@ntri udah kagak perlu mondok lagi

Kudet lo pada ..
image-url-apps
anak ane semuanya sekolah di sdit.. dan udah vaksin rubela.. emoticon-Big Grin
Quote:


Rubella itu yang biasanya disebut gabag ya?
Kalo itu sih, gw waktu kecil sudah pernah kena ........................................ emoticon-Ngacir
Reply to madhvan's post
Quote:

37 Santri Positif Rubella, Ini Tanggapan Pengelola Pesantren di Banjarbaru

Tunggu si botak eh... pak dokter ini aja bikin.
Reply to khayalan's post
image-url-apps
Quote:


37 Santri Positif Rubella, Ini Tanggapan Pengelola Pesantren di Banjarbaru

antum serius? emoticon-Kagets
image-url-apps
resiko sumber penularan buat yg laennya ini
Quote:


pak dokter yg sering nongol di tv emoticon-Belo
ya sudah... anggap aja nasib..
kan kemaren gak mau di vaksin..
gak usah protes...
gak usah nyalah2in...

emoticon-Traveller
Quote:


Yang kasian bayi-bayi.

Bayi di bawah 9 bulan masih belum boleh divaksinasi, jadi sangat rentan tertular campak.
×