alexa-tracking

Mengetuk Hati Para Peternak Dolar

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b98a314902cfe910b8b4575/mengetuk-hati-para-peternak-dolar
Mengetuk Hati Para Peternak Dolar
REPUBLIKA.CO.ID, oleh Ichsan Emrald Alamsyah*

Rupiah tidak jadi jatuh ke angka Rp 15 ribu. Kabar gembira itu datang jelang akhir pekan, dan tak lagi membuat rupiah menjadi headline media massa.

Sayangnya, pada pembukaan Senin ini (10/9) rupiah kembali melemah. Pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin pagi bergerak melemah sebesar 15 poin menjadi Rp 14.843 dibandingkan posisi sebelumnya Rp 14.828 per dolar AS.

Meskipun kejatuhannya tak seperti Rabu, (5/9) dimana rupiah turun ke titik terendah dalam dua puluh tahun terakhir yaitu 14.972. Malah di beberapa lokasi money changer, seperti yang Republika beritakan, telah 'dijual' dengan angka Rp 15 ribu.

Pemerintah dan Bank Indonesia langsung bergerak cepat mengatasi kejatuhan rupiah. Alasannya tentu jelas, soal kepercayaan investor dan ketahanan APBN.

Pemerintah menerbitkan penyesuaian tarif Pajak Penghasilan (PPh) terhadap 1.147 barang konsumsi dari luar negeri. Kebijakan ini menaikkan tarif PPh Pasal 22 sebesar 2,5 persen hingga 7,5 persen. Harapannya masyarakat bisa mengerem pembelian barang konsumsi impor karena harganya juga bisa menjulang tinggi.

Bank Indonesia pekan lalu juga melakukan intervensi di pasar sekunder dan valuta asing. Total selama empat hari Bank Indonesia mengeluarkan Rp 11,9 triliun. Sebuah upaya yang cukup berhasil mengerek rupiah namun harus dibayar malah karena menggerogoti cadangan devisa.

Upaya ini memang tak sia-sia, karena rupiah kembali bisa terangkat sedikit ke level Rp 14.820 pada penutupan, Jumat (7/9). Sayangnya rupiah kembali loyo dan harus mewaspadai kemungkinan semakin turun kembali ke level Rp 15 ribu.


Berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk menguatkan kembali nilai tukar rupiah. Masyarakat pun dapat berkontribusi menolong rupiah.
Alasannya karena dolar AS memang sedang perkasa di hampir seluruh dunia. Data tenaga kerja di Amerika Serikat untuk rata-rata upah per jam mengalami kenaikan menjadi 2,9 persen (year on year/yoy) di atas ekspektasi sebesar 2,7 persen.

Selain itu, tingkat pengangguran juga stabil di level 3,9 persen pada Agustus. Hal ini pun memperkuat ekspektasi kalangan investor bahwa The Fed akan menaikkan tingkat suku bunga pada bulan ini.

Di tengah kondisi penurunan rupiah, ternyata di sebagian kalangan masyarakat masih ada yang tetap menahan dolar AS. Seperti salah satu kawan Republika yang bekerja di bidang IT, E yang merasa tak perlu segera menukar uangnya.

Sebagai kelompok usia milenial arus informasi amat mudah ia dapat. Ia mengaku bahkan sering mendengar ada kemungkinan rupiah turun ke angka terendah. Ketika Republika berhubungan lewat aplikasi berbagi pesan, pekan lalu ia mengaku menahan dolarnya.

Ketika ditanya soal patriotisme untuk menjual dolar AS agar menyelamatkan rupiah. Ia hanya mengatakan "nggak ada hubungannya bro, antara jual dolar sama patriotisme,"

Kawan lain, sebut saja namanya Ag, pria yang bekerja di media, mengaku tak sempat menjual dolarnya karena kesibukan. Di sela pembicaraan, dengan terkekeh-kekeh ia menyebut kalau misalnya dolar terus turun ya mungkin mau ambil keuntungan. Padahal baru 17 Agustus lalu, ia menampilkan foto yang disandingkan dengan merah putih melalui media sosial.

Peternak dolar

Sebenarnya apa yang dilakukan dua kawan penulis tidak ada yang salah. Namun, bila mengutip tulisan ekonom Faisal Basri keduanya dikategorikan kepada peternak dolar. Sebenarnya tulisan Faisal ditujukan kepada para pengampu pemerintahan, namun menurut penulis layak juga diberikan kepada warga biasa yang hobi mengumpulkan dolar AS.

Ada baiknya saat ini, sebagai langkah penyelamatan para peternak segera ambil langkah seribu untuk menukarkan dolar AS. Kalaupun hobi berpelesir keluar negeri, coba tahan sebentarlah sampai rupiah kembali kuat.

Mencoba membayangkan diri menjadi motivator, penulis akan mengatakan kepada mereka, "Jangan hanya melihat ke atas para selebgram yang menghabiskan banyak waktu ke Kepulauan Maladewa, tapi lihatlah orang-orang emak-emak menghabiskan waktu dirumah ke Alfamart pun jarang,"

Selain itu, seperti pesan poster Bank Indonesia, ada baiknya masyarakat menahan membeli barang elektronik. Alasannya karena memang barang elektronik banyak seperti ponsel misalnya kebanyakan produk impor.

Lebih dari itu patut diakui, Indonesia bisa saja mengalami tekanan baru khususnya di akhir September nanti. Bank Sentral AS sering disebut The Fed akan menggelar pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC). Berkaca pada data Senin, dimana tenaga kerja di Amerika Serikat untuk rata-rata upah per jam mengalami kenaikan menjadi 2,9 persen (year on year/yoy) di atas ekspektasi sebesar 2,7 persen. Selain itu, tingkat pengangguran juga stabil di level 3,9 persen pada Agustus.

Maka bukan tak mungkin The Fed akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin. Misalnya saja, mudah-mudahan tak terjadi, rupiah kembali tertekan, segeralah menjual ternak dolar anda.

https://m.republika.co.id/berita/kolom/fokus/18/09/12/peu5kp349-mengetuk-hati-para-peternak-dolar


Para Pejabat dan Politikus, Jual Dolarmu!


tirto.id - “Para peternak dollar, terutama para pejabat dan politisi, jual dollar-mu”.

Seruan yang ditulis oleh Faisal Basri di akun twitternya tertanggal 3 September 2018 pukul 19.45 WIB seolah jadi sentilan keras. Rupiah pada hari itu memang melemah. Kurs acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) di situs Bank Indonesia mencatat, kurs mencapai Rp14.767 per dolar AS, lebih rendah 0,38 persen dibanding akhir Agustus 2018.

Mengutip Bloomberg, kurs rupiah menyentuh Rp14.815 per dolar AS di periode yang sama. Nilai tukar mata uang Garuda menyentuh Rp14.935 per dolar AS pada Selasa (4/9) dan menjadi Rp14.933 per dolar AS pada Rabu (5/9) sore.

Apa yang disampaikan oleh Faisal, kembali memantik ingatan publik soal ‘Gerakan Cinta Rupiah’ saat Indonesia dilanda krisis moneter dua dekade lalu. Pada Desember 1997, advokat senior Amir Syamsuddin dan kawan-kawan mencetuskan gerakan tersebut di Jakarta. Gerakan kian populer saat putri Presiden Soeharto sekaligus Menteri Sosial kala itu, Siti Hardiyanti Rukmana menukarkan dolarnya. Simpanan senilai $50 ribu dirupiahkan Tutut di Bank Bumi Daya (BBD) Jakarta.

Baca juga:
Gerakan Aku Cinta Rupiah yang Gagal Atasi Krisis Ekonomi 1998
BI Incar Spekulan Valas, Efektifkah untuk Perbaikan Kurs Rupiah?
Upaya pejabat pemerintah menukarkan simpanan dolar yang belum tentu jumlahnya signifikan, seolah menjadi contoh baik bagi masyarakat agar juga melepaskan kepemilikan valuta asing agar rupiah menguat. Namun, langkah demikian memang jadi tanggung jawab moral, tapi ada juga yang menariknya ke persoalan nasionalisme.

“Itu bukti nasionalisme yang baik,” kata ekonom INDEF Bhima Yudhistira Adhinegara.

Dalam konteks kekinian, khususnya pejabat negara di internal pemerintah pusat, dolar memang seakan menjadi simpanan wajib bagi mereka. Catatan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), mayoritas menteri dan mantan menteri ‘mengoleksi’ dolar AS. Umumnya LHKPN yang diserahkan adalah pada periode 2014 hingga 2016. Selama periode itu hingga kini memang ada potensi dolar-dolar yang mereka miliki bisa berkurang hingga sudah dijual, atau bahkan bisa jadi makin bertambah nilainya.

Kepala BKPM Thomas Trikasih Lembong misalnya, punya dolar senilai $7,87 juta pada LHKPN 2016. Mendag Enggartiasto Lukita juga punya $4 juta lebih dalam LHKPN 2017.Sekretaris Kabinet Pramono Anung juga tercatat punya $7,5 juta pada LHKPN empat tahun lalu.

Selain menteri, kepala negara dan wakilnya juga memiliki simpanan valuta asing. LHKPN November 2014 mencatat mantan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono punya $1,7 juta.

LHKPN tertanggal 31 Desember 2014 mencatat Joko Widodo (Jokowi) memiliki simpanan $27.633 dan dolar Hong Kong senilai NHK 42.822. Wakil Presiden Jusuf Kalla menyimpan valas berupa dolar Hong Kong senilai NHK 7.036 pada periode LHKPN yang sama. Bakal calon presiden Prabowo Subianto juga punya simpanan $7,5 juta berdasarkan LHKPN 2018.

Bila seandainya dolar-dolar para pejabat negara itu sampai kini masih disimpan, dan mereka menukarkannya dengan rupiah, tentu akan jadi catatan positif. Upaya menukar dolar oleh pejabat pemerintah hingga politikus bisa jadi kekuatan moral bagi masyarakat luas untuk melakukan hal yang sama. Upaya mengajak keterlibatan publik dalam membantu negara keluar dari krisis juga pernah dipraktikkan oleh beberapa negara.

Melibatkan Rakyat Saat Krisis

Belum lama, seruan yang sama untuk menjual koleksi dolar AS maupun mata uang asing lainnya sempat diserukan oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan kepada para pendukungnya. Gaung ajakan bertujuan mengangkat kembali kurs lira yang sempat terjerembab 40 persen terhadap dolar AS sejak awal tahun, mencatatkan rekor terendah.

Erdogan juga mengumumkan untuk melakukan transaksi non-dolar dalam perdagangan internasional seperti dengan Rusia maupun negara lainnya. “Bersama rakyat, kami secara tegas menentang dolar, tarif forex, inflasi dan suku bunga. Kami akan melindungi kemandirian ekonomi Turki dengan merajutnya bersama-sama,” tegas Erdogan.

Selain persoalan valas, mengajak rakyat mendonasikan uang untuk membantu pemerintah juga pernah berlaku di beberapa negara. Pemerintah Malaysia mulai 31 Mei 2018 pernah melakukannya. Dalam tempo 24 jam pertama sejak penggalangan dana massal atau crowdfunding, terkumpul donasi $1,76 juta. Rakyat Malaysia melalui Malaysia Hope Fund atau Tabung Harapan Malaysia, harus berjibaku untuk melunasi utang negara senilai RM1 triliun sekira $251 miliar atau mencapai 80 persen PDB.

“Rakyat secara sukarela ingin berbagi pendapatan mereka dengan pemerintah untuk membantu meringankan beban melunasi utang,” kata Menteri Keuangan Malaysia, Lim Guan Eng, yang memastikan kontribusi dan donasi rakyat dikelola dan diatur baik oleh pemerintah.

Baca juga:
Dolar Tembus Rp15.000 pada 1998, Beda Kondisi dengan 2018
Siasat Pemerintah Hadapi Dolar AS Yang Terus Menguat
Utang pemerintah telah membuat bayi Malaysia yang baru lahir harus menanggung beban RM33.000. Untuk lunas, gaji para menteri harus dipotong 10 persen, pemecatan 17 ribu pegawai kontrak serta mengenakan pajak terhadap barang dan jasa. Malaysia juga harus menunda pembangunan sejumlah proyek infrastruktur untuk melunasi utang. Sebagai bentuk keprihatinan, Sultan Muhammad V membatalkan upacara resmi dan resepsi hari ulang tahun. Rumah Tangga Kerajaan mengumumkan, dana ulang tahun sang raja Malaysia dialokasikan untuk membayar utang negara. Raja Malaysia juga menyumbang 10 persen gajinya kepada Hope Malaysia Fund.

Gerakan melibatkan rakyat untuk menyelamatkan keuangan negara berupa pemulihan nilai tukar mata uang ataupun pelunasan utang, berawal dari Korea Selatan 21 tahun silam. Saat itu, rumah tangga di Korea Selatan diperkirakan menyimpan $20 miliar emas.

Perhiasan, koin, emas batangan, patung, medali, liontin, lambang militer dan sebagainya, adalah bentuk simpanan emas rumah tangga Korea Selatan. Simpanan emas inilah yang memainkan peran besar dalam pemulihan ekonomi negeri ginseng.

Sebanyak 3,5 juta rakyat Korea Selatan atau hampir seperempat jumlah penduduk menyumbangkan emas mereka untuk membantu negara. Rata-rata masyarakat negeri ginseng menyumbang 65 gram emas sekira $640 berdasarkan harga di tahun itu. Dalam waktu dua bulan, terkumpul 226 metrik ton emas sekira $2,2 miliar untuk dibayarkan kepada IMF. Kampanye pengumpulan emas menjadi titik awal penting kebangkitan ekonomi Korea Selatan.

Baca juga artikel terkait NILAI RUPIAH atau tulisan menarik lainnya Dea Chadiza Syafina
(tirto.id - dcs/dra)

https://amp.tirto.id/para-pejabat-dan-politikus-jual-dolarmu-cXeX


pejabat aja masih berternak dolar kog rakyat yg disuruh jual dolar? emoticon-Gila
image-url-apps
Para peternak dollar kan biasanya cebong, para pejabat bosnye yang dibayar buat giring opini biar sesuatu berkuasa 2 periode yang gajinya $300-400/bulan dan para konglomerat naga2 kubu sebelah yang pada pelit ngeluarin dollar.

Kalo nasbung mah rata2 kismin mana kenal ama dollar.
emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak
Quote:


Nasbung mana mungkin jadi peternak dollar. Gaji masih umr gitu
Bedalah ama nastak, yang pakak per hari aja 8jt
KASKUS Ads
image-url-apps
Gk nyaruh klo lo yg gmg emoticon-Cool
Reply to mupengx's post
image-url-apps
Quote:


emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak

Tulisan di atas mengetuk hati para nastak sebetulnya.

Rupiah melemah terhadap dollar eh malah dollarnya dikekepin aja tuh sama para nastak nastaik.
Bukannya dijual. Katanya setia dan bela bangsa dan negara, tapi bisanya cuman nyuruh orang wajib bela bangsa dan negara doang, lah dianya malah kabur gak tanggung jawab bawa dollar dan ngekepin dengan berjuta alasan.

emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak
Mengetuk Hati Para Peternak Dolar

Tenang wae le ... aku yo numpak Herliii......


Mengetuk Hati Para Peternak Dolar

Aku yo ngarit

xixixixixi.......

emoticon-Wakaka
Quote:


kodok aja masi simpen uang asing kog
Mengetuk Hati Para Peternak Dolar

https://www.merdeka.com/uang/faisal-...nak-dolar.html
image-url-apps
Quote:


Quote:
Quote:


Kalo kata agama mah nyuruh2 tapi gak ngerjain namanya apa ya gan.... Muna...

Aslinya mereka juga gak peduli sama rupiah yang terpuruh mereka cuman peduli asal bisa jabat 2 periode.
emoticon-Cape d... emoticon-Cape d...
Mengetuk Hati Para Peternak Dolar

https://www.merdeka.com/uang/faisal-...nak-dolar.html
Quote:


siapa?
ada brapa?
link sumber mana?

Quote:


tapi om luhut malah nuduh pengusaha ga nasionalis krn ogah convert hasil ekspor ke rupiah emoticon-Cape d...
Quote:


Mengetuk Hati Para Peternak Dolar

Mengetuk Hati Para Peternak Dolar

emoticon-Ultah emoticon-Ultah emoticon-Ultah
image-url-apps
Cuan kagak mengenal patr1otisme

Quote:


lhkpn kan udh jelas blog
Quote:


Ya gitu deh. Si om luhut juga pengusaha sebenernya, cuman dia lupa aja...
Lupa gak ngasih contoh dan lupa gak ngajak temen2 menteri dan sesama pengusaha lainnya.
emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak
Quote:

Gw mah EGP bre toh bukan pendukung gerandong, fekashit atopun fantat.
Mereka gerandong cs mau gitu ya itu gali kubur mereka sendiri.
Bodo amat
Ada yang punya gambar keluarga bodo amat gak
emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak
Quote:


siapa mksdnya kodok emoticon-Bingung
pertanyaan gw 3
di jawab 1
tanpa mengetahui itu siapa
gimana cari blog?
PARODI NASTAK DAN DOLAR

- Sebelum Dolar naek -
Nastak : Nasbung kismin2 mana punya dolar
(sambil nimbun dolar)

- Setelah Dolar naek -
Nastak : Nasbung tukang makar, sana tukerin dolarnya, dilarang kritik, kasih solusi.
(nastak tetep nyimpen dolarnya)

- Begitu ada yang nuker dolar -
Nastak : Pencitraan, Ngambil keuntungan, Kardus...
(nastak tetep nyimpen dolarnya)

- Begitu dolar turun -
Nastak : Puja dan puji jokowi, Nikmat jokowi mana yang kamu dustakan,...
(sambil nimbun dolar lagi)

emoticon-Wakaka
×