alexa-tracking

Gie

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b989d6cddd77027208b456a/gie
Gie
emoticon-Shakehand2Pertama-tama ijinkan nubie sungkeman dulu sama Momod & suhu-suhu sekalian yang karyanya bagus-bagus emoticon-Matabelo



Cerita ini sebelumnya udah pernah diposting 5 tahun yang lalu kira-kira dan berhubung banyak yang dirubah, ya ane bikin baru lagi aja. General rules udah ane baca dikit-dikit, terkait BB17 ane serahin ke momod sekalian. Sok atuh kalau mau ditutup, karna batasannya sampai mana ane juga gak ngerti.emoticon-Bingung (S)

Ini merupakan karya pertama dan kemungkinan terakhir, lantaran bagian dari ceritanya ane alamin sendiri. Pastinya dengan nama-nama karakter yang disamarkan. 
Langsung aja ya agan-sista, gak nolak kalau dapet cendol ataupun bintang kejora.emoticon-Betty 

Mohon kritik dan saran buat kelanjutan penulisan.emoticon-Imlek
Terkait update, tergantung mood dan respon ya gan, gak menutup kemungkinan mingguan atau bulanan.

Nuhun

emoticon-Hai


Quote:


Spoiler for Bag I:


Gie

Quote:
gelar tenda dulu gan,, prospek bagus kayaknya nihemoticon-Ngakak (S)
KASKUS Ads
image-url-apps
segini dulu ya gan/sis. lepi lagi dibawa adek, kemungkinan entar malem atau besok update bag 2
image-url-apps
ijin buka lapak bre
sekalian nyumbang cover emoticon-Ngakak (S)
Gie
image-url-apps
Quote:


wakwakwak,, emang namanya terinspirasi dari situ gan.. sama presiden soekarno sih.. kalau baca otobiografi karangan cindy adam
Spoiler for Bag II:


Gie



Winda Wulandari, berbicara bidadari yang satu ini tidak akan ada habisnya. Dia adalah anak bungsu dari Bapak Insinyur yang terkenal kreatifitasnya,,kecantikannya. Lekukan tubuhnya yang sangat simetris membuat kaum Adam berangan-angan memilikinya. Bagaimana tidak?? lekukan badannya,, bagian-bagian dari dirinya yang menonjol...Uhhhh,,, membayangkannya saja sudah tidak KUAT!!!
(Mohon maaf,,yang lelaki mesum tolong dibuang pikiran-pikirannya yang aneh-aneh,, maksud penulis disini yang MENONJOL itu K-E-P-R-I-B-A-D-I-A-N-N-N-Y-A!!!!)
Keesokan harinya pagi-pagi sekali Winda datang ke sekolah, berharap Gie datang lebih awal dari biasanya supaya tidak ada seorang pun yang melihat dirinya saat meminta maaf ke Gie. Tapi apa daya, sudah 30 menit dia menunggu di dalam kelas seorang diri, tak terdengar satu pijakan kaki pun dari luar kelas. Karna sudah lelah menunggu, Winda pun beranjak turun menuju kantin memesan bubur ayam langganannya jika ia lupa sarapan di rumah.
Pagi yang cerah menambah keseruan anak-anak XII-IPS 2, guru pendek dengan perut bucit memasuki kelas dan menyuruh masuk anak-anak dan membuka buku latihannya.
“Ah bapak!! Masa pagi-pagi gini mainan sama rumus pak!! teriak salah saeorang murid di ujung barisan depan
Dengan lagak seperti orang berwibawa guru itu berkacak pinggang. “Ehh,, Titis ngomong apa kamu Tiss!! Inget, 5 bulan lagi kalian ujian. Masa mau jadi Veteran di sini?? Mau kamu?? Sudah buka buku semuanya, kita mulai pelajarannya sekarang!
“Yahh,, bapak masa tega sih sama kita-kita?” goda beberapa murid perempuan dengan muka memelas “Ehh,, Frisca,, Utha,, Shakinah!! Godaan kalian sudah nggak mempan lagi sama bapak” balas Pak Durmid
* * * *
“Win, ayo dong godain Pak Durmid, tolongin kita please” bisik Frisca
Tidak ada respon dari Winda, Frisca mencoba melambaikan tangan tepat di depan muka Winda. “Win...HALOOOO!! Ah yaudahlah, mungkin lagi ada masalah”. Melihat Winda yang masih saja kebingungan, Frisca mencoba mencari akal. “Eh Tis, nggak ada ide lagi apa buat jinakin Pak Durmid? tanya Frisca sambil menyikut lengan Titis
“Bentar bol!! masih cari siasat juga gue!! Gue juga nggak pengen lah belajar matematika hari ini. Kasih gue waktu 5 menit, oke?” balas Titis sambil menggaruk-garuk kepala mencari ide
Titis yang menggaruk-garuk kepala sendiri, ternyata telah mengundang perhatian Pak Durmid yang sudah memperhatikan gerak-geriknya dari tadi. Dikeluarkannya kaki dari kolong meja, diangkatnya gesper dan perut buncitnya lalu berjalan menuju tempat Titis yang masih menggaruk-garuk kepalanya.
“Titis, kamu ngapain garuk-garuk kepala?” tanya Pak Durmid “Oh,,enggak pak. Heran aja sama bapak, tumben pakai dasi sama kemeja hari ini? Biasanya kan bapak pakai baju guru. Ada yang spesial ya pak hari ini!!” “Kamu!!!Bukannya ngerjain soal malah merhatiin bapak!!Sholat tahajud TITIS!! Istighfar!!”
Tanpa mempedulikan omelan gurunya, Titis tetap gencar mencari celah. “Ulang tahun pernikahan ya pak sama istrinya?”
“Enggak kok, emangnya keliatan ganteng ya tis?” tanya pak Durmid seraya tebarpesona “DORR!!” teriak Titis dalam hati. Umpannya sudah disambar “Ganteng pak!! Tapi masih gantengan saya sih” jawab Titis setelah hening beberapasaat. “WOOOOOO!!! teriak anak-anak dalam kelas memecahkan kesunyian “Apa lu..??” tunjuk Titis ke semua teman sekelasnya. “Kalau enggak suka, keluar”
Tanpa rasa belaskasihan lagi, Pak Durmid langsung memukul kepala Titis menggunakan penggaris yang terletak di atas meja Frisca.
“Bapak GURUNYA, kamu yang keluar!!” gertak pak Durmid “Duhh!!Ampun pak. Habisnya pada nggak setuju sih pak kalau saya ganteng” jawab Titis sambil memegang kepalanya yang kesakitan akibat penggaris yang diarahkan ke kepalanya “Jangankan mereka, bapak saja TIDAK SETUJU!” teriak pak Durmid
Saat itu juga meledaklah tawa seisi kelas, melihat guru dan muridnya yang sedang bertengkar layaknya Tom and Jerry. Sebuah tontonan baru yang tak kalah menarik dari jajaran BOX OFFICE MOVIES di bioskop.
“Eh iya pak, coba metode pembelajaran terbaru lah. Masa zaman sudah modern kayak gini cara belajarnya masih kuno aja pak” bujuk Titis “Bapak kan punya laptop, kita belajar aja pak dari CD Latihan Ujian Nasional yang kemarin dikasih sama Binus” lanjut Titis menjelaskan “Tapi, kamu yang atur ya. Bapak belum tahu cara pakainya, baru belajar ngetik biasa saja” “Don’t worry lah pak” Tanpa menunggu komando lagi, Titis mohon izin ke pak Durmid untuk mengambil proyektor di ruang Tata Usaha. Sekembalinya dari ruang Tata Usaha, Titis langsung menyambungkan kabel proyektor ke laptop milik pak Durmid.
“Ada yang bawa CD nya gak?” tanya Titis “Gue bawa nih Tis!!” teriak Fabil
Seusai menerima CD, Titis langsung memasukkan CDnya ke dalam laptop. Bukannya membuka materi, Titis malah sibuk mencari suatu file di dalam data milik pak Durmid. Teman-teman Titis yang kebingungan memandangi LCD Proyektor di depannya, mencari tahu apa yang dicari Titis. Diketiknya di kolom pencarian “.3gp” sebuah format video.
“Pak,,??” panggil Titis “Ini apa ya pak? Kok judulnya “Young Mother?”
Seketika itu juga meledaklah lagi gelak tawa seisi kelas saat semuanya melihat ke arah LCD Proyektor
“Wahhh,, apaan tuh pak??” tanya seorang Ojan sambil tertawa terbahak-bahak diikuti Fabil, Roni, dkk “Wahhh,, bapak simpenannya yang kayak gini?? lanjut seorang murid yang lainnya “Ya ampun!!Bapak, apa kata istrinya nanti??” tanya Utha
Pak Durmid yang kebingungan, melirik ke arah laptopnya. “Heh!!!Titis nakal kamu ya” teriak pak Durmid sambil menjewer kuping kanan Titis dan menutup langsung laptopnya.
Tanpa disadari bunyi tanda pelajaran Matematika sudah berakhir. Murid XII-IPS pun bersorak gembira diikuti kelas sebelahnya. Murid-murid berhamburan keluar kelas, langsung menuju kantin untuk berlomba mendapatkan jatah makanan, tempat duduk, dan tidak lupa oksigen juga tentunya.

* * * *

“Pe, Gie kemana ya kok gak masuk sekolah? tanya Winda sembari membawa mangkuk bakso ke meja tempat Ape dan Caesar makan
“Loh, kenapanya kau Win?” tanya Ape kembali
“Ya, ada urusan lah. Kok lu malah gak jawab pertanyaan gue sih?”
“Oh iya lupa,,kau tanya Caesar lah” lanjut Ape
“Palingan dia kecapean Win, dia kan gak cuma sekolah.. Dia kerja di cafe daerah Tanjung Duren, emang kenapa sih lu nyariin dia?” sambung Caesar
“Ohh,, lu temenin gue ketemu dia dong, gue ada urusan yang mau dibicarain” jelas Winda
“Eitttssss,, gak bisa gue Win, ada urusan. Kalau mau lu sama ape aja, dia juga tau kok tempatnya” balas Caesar
“Yaahhhh,,terus gimana pe? Pliss kali ini aja!!” pinta Winda
“Nanti lah ya, lagi makan aku” jawab ape santai
“Nanti gue yang bayarin nasi goreng sama es teh nya deh”
“MANTAP!! Terus kekmana temenin kau ke Cafe nya? Nanti sore??
“Yaaa,, boleh juga sih. Tapi nanti gue pulang dulu ya. Mau ganti baju sekalian, kita ketemu jam 5 aja di depan gerbang” kata Winda mengakhiri dan kembali bersama teman-temannya yang tidak jauh dari meja tempat Caesar dan Ape yang sedang makan.

* * * *

Di kamar mandi, sudah setengah jam Winda berendam di dalam bak mandi, diambilnya handuk dari gantungan. Dikeringkan dan ditutupi badannya beranjaklah ia ke kamar. Dibukanya lemari pakaian, ditariknya satu baju blus berwarna putih tanpa lengan dengan renda-renda di sekitar kerahnya. 1 jam sudah berlalu, Winda pun turun ke bawah dan mengambil sepatu high heels nya berwarna perak. Tidak berapa lama kemudian datang juga taksi pesanannya dan langsung menuju SMA Negeri 16.
“Biii!!” teriak Winda sambil menarik pintu gerbang rumahnya. “Ya non?? ada apa? tanya bibi keluar dari pintu parkir mobil. “Nanti tolong bilang ke Mama, Winda pergi ke Cafe daerah Tanjung Duren mau ketemu temen” jawab Winda “Iya non, nanti Bibi sampaikan. Hati-hati non” balas Bibi “Makasih ya bi”

* * * *

Sementara itu, di lain tempat Rafael sudah lama menunggu di depan gerbang. Orang yang ditunggu-tunggunya belum juga datang. “Mampus dah ini gue! Kenapa sih jadi cewek repot banget! Harus dandan lah, mandi susu lah” umpatnya dalam hati. Di rogohnya saku mencari-cari permen lolipopnya, dengan santai ia mengemut permen, sesekali dia melihat ke ujung komplek sekolah. Karna sudah merasa bosan, dirogohnya kocek beberapa lembar uang ribuan dan membeli sebotol minuman. Baru beberapa teguk saja, tiba-tiba seseorang menepuk pundaknya dari belakang, dengan sikap antisipasi Ape langsung melompat jauh ke depan dan memasang kuda-kuda tanda siap bertarung.
“Oh.. My.. God” bisik Rafael dalam hati. Baru kali ini ia lihat Winda dengan busana selain seragam sekolah. “Pe, sorry ya telat. Macet soalnya di jalanan Binus” sapa Winda sambil meminta maaf “Pe?” panggil Winda “Pe?” panggil Winda lagi sambil melambaikan tangan. “WOOIII!!!” teriak Winda mencoba menyadarkan temannya yang masih melamun. Ditepuknya kedua tangan di depan muka Ape sehingga Cumiakkan telinga. Ape yang dari tadi melamun akhirnya sadar juga.
“Eh, Win. Kapan dateng..??” tanya Ape “Daritadi gue panggil-panggil sama gue tepokin masih nggak sadar juga?” tanya Winda kembali yang masih heran sama satu monyet arab ini. “Mendingan lu ke dokter hewan deh, periksa kuping lu!” lanjut Winda. “Weehhh,, belum pernah ngeliat orang Batak makan orang kau??” balas Ape sambil mengepalkan kedua tangannya ke depan dada. “Lama kali kau datang” lanjut Ape penasaran “Kan udah gue bilang kejebak macet di Binus!!! Tapi pas gue keluar dari gerbang rumah juga udah telat sih. Namanya juga cewek. Maklum ya!! Peace.”
Dilihatnya kembali setelan blus putih yang dipakai Winda kala itu, sangat cocok dengan warna kulitnya, sebuah ikat pinggang, dan high heels berwarna putih menghiasi kaki kecilnya. Mau tidak mau Ape terjebak lagi dalam lamunannya di sore hari.
“WOI!!!Ampun deh!!! teriak Winda yang sudah capek melihat tingkah temannya sambil menepuk-nepuk dahinya sendiri.
Hiruk-pikuk suasana murid yang mengikuti ekskul di dalam sekolah mengagetkan Rafael yang sedang asik sendiri menikmati sosok bidadari di depannya.
“Oh iya Win, sorry-sorry. Buat bidadari apa sih yang enggak??” goda Ape
“Apaan sih lu??udah deh buruan jalan. Malu nih gue diliatin anak-anak 16!!”
“Siap ibu Komandan!! yok ke tempat motor ku” ajak Ape

* * * *

Sepanjang perjalanan menuju cafe, kaki Winda terasa pegal karena harus duduk menyamping. “Ah, nanti minta pijitin aja sama bibi” umpatnya dalam hati. Winda sibuk menahan blusnya agar tidak terbang ke sana kemari melawan terpaan angin sore. Dilihatnya beberapa ibu membawa kereta bayi sambil mengelilingi taman yang terletak di pinggir jalan, terlihat juga beberapa anak kecil sedang bermain layang-layang di taman itu. “Tumben motor lu bersih Pe? biasanya juga dekil kayak yang punya” ejek Winda waktu melihat ada sesuatu yang beda dengan motor Ape.
“Yee,, jangankan menghadap Tuhan, bawa bidadari juga harus KINCLONG motor ku” balas Ape santai. “Ngomong-ngomong kenapanya kau sama Gie? Macam penting kali” tanya Ape “Itu lho Pe, lu inget kan tempo hari gue ribut sama dia gara-gara pel’an doang?” jawab Winda dengan suara agak keras. “Ohhh,, yang itu!! Baru minta maafnya kau sekarang?” tanya Ape lagi. “Kau pun, nyantainya sama Gie, ku rasa pun ga ada dipikirinnya lagi itu” lanjut Ape “Tapi kan rasa bersalahnya masih ada Pe” balas Winda
Mendengar penjelasan Winda, Rafael mencoba mencerna dan mencari solusi sambil mempercepat laju motornya.
“Baik-baiknya lah kau. Kekmana ya ngomongnya, dia malas kali pun kalau ada orang minta maaf padahal kejadiannya udah kelewat lama” lanjut Rafael
Setelah mendengar penjelasan semacam itu, Winda mendadak menjadi sedikit takut dan sempat mengurungkan niatnya untuk meminta maaf. Tapi mana mungkin bisa?mubazir sudah ditolongin orang malah takut kenapa-kenapa yang padahal belum tentu saja terjadi nantinya.
“Ya,,tapi nanti kau coba lah, siapa tau moodnya pun lagi bagus??” kata Ape “Yaahhh,, gue jadi takut gini Pe! Apa kita balik aja ya?” balas Winda “Ohh,, inang-inang. Udah jalan ini argonya!” balas Ape dengan muka geram “Kau santai lah, nanti biar ku jinakin kalau kenapa-napa” “Yaa,, tapi gimana?? Lu sih pakai ngomong segala! Lu nanti bantuin gue ngomong ya!” pinta Winda “Ada syaratnya!” pungkas Ape “Apa?” tanya Winda
Dengan hati-hati Rafael meminta kepada Winda “Bayarin parkir, bensin, sama milkshake” “Itu lu MERAS atau apa?” bentak Winda “Kalau enggak mau ya udah, puter haluan motorku” balas Ape “Ahh,, lu kok tega sih sama gue!!Yaudah,, tapi kali ini aja ya!” kata Winda
Beberapa lama kemudian, terlihat sebuah café di persimpangan jalan. Begitu rindang dengan pohon-pohon di tepi jalan. “Ah, tidak begitu ramai juga ternyata” pikirku. “Semoga saja Gie lagi goodmood”. Lalu diparkirnya motor, persis di sebelah Cafe tempat Gie bekerja. Dicabutnya kunci dan beranjak mencari tempat duduk yang kosong. Tanpa berpikir panjang Ape langsung mengajak Winda masuk dan mempersilahkannya duduk.
“Win, jadi gini rencananya! Kau duduk di sini, aku duduk di sebelah sana” sambil menunjuk bangku yang dimaksud. “Nanti ku panggilkan orangnya, nah sisanya suka-suka mu lah?” kata Ape menjelaskan rencananya “Oke. Gue tunggu di sini ya!” balas Winda

* * * *

“Wah!!Boleh juga nih cafenya, unik, lucu lagi desainnya” pikir Winda. “Kok gue baru tau ada cafe kayak gini”. Diambilnya daftar menu dan melihat-lihat daftar minuman yang tersedia. “Minum apa ya? mau pesen coklat tapi takut gendut! Pesen pancake? Apalagi pancake!!bisa-bisa nggak ada cowok yang ngelirik gue nanti!! Yaudah lah, pesen lemon tea aja” gerutu Winda yang pasrah melihat daftar menunya. Dilihatnya di meja tempat Ape duduk, dia melambaikan tangan memanggil waitress.
“Mbak!!” sahut Ape “Iya mas, mau pesan apa?” tanya Caren “Bisa minta tolong panggilin Gie?” kata Rafael “Oke, nanti saya panggilin. Tapi masnya mau pesen apa?minuman atau makanan gitu?” tanya Caren kembali “Numpang wifi aku” balas Ape santai
* * * *
“Gie, si Gondrong nyariin kamu tuh!” teriak Caren dari balik pintu dapur
Gie yang penasaran, langsung mencuci tangan dan melepas celemeknya. Dibukanya pintu dapur, tanpa sadar kepala Caren terbentur pintu dapur yang terbuka tiba-tiba.
DUG!!
“Eh Caren!! sorry gue gak sengaja” kata Gie sambil menjulurkan tangan “Iyaa,, gapapa kok. Cuma kebentur dikit aja” kata Caren “beneran gapapa?” kata Gie seraya menyingkirkan rambut Caren mencari luka yang mungkin saja ada. Diperhatikannya seluruh muka Caren sampai-sampai membuat muka Caren memerah. “Untung aja gak kenapa-kenapa” Gie bernafas lega “Sekali lagi gue minta maaf ya!”
“Iya!! Buruan gih, kasian temen kamu nungguin” “Emangnya dia gak pesen makanan atau minuman sama kamu?” tanya Gie “Enggak tuh, dia minta dipanggilin kamu aja sama numpang wifi’an” jelas Caren “Emang dasar orang kaya udik!!” pikir Gie mempunyai teman seperti Ape. “Yaudah, aku tinggal dulu ya!”

* * * *

“Woi Gie!!! panggil Ape
Gie yang keluar dari pintu Cafe langsung mencari-cari darimana suara cempreng itu berasal. Didapatinya Rafael yang sedang meneguk milkshake seorang diri, berjalanlah perlahan ia menuju meja di luar cafe dimana Ape duduk. Gie yang penasaran langsung menanyakan maksud kedatangannya dan mengambil kursi di dekatnya.
“Maaf mas mbak, saya pinjam ya kursinya” kata Gie “Oh iya silahkan mas” jawab pemuda itu “Terimakasih” balas Gie tersenyum sopan
Seketika itu juga gadis yang bersama dengan pemuda itu terpana melihat senyuman Gie yang tulus. Jarang-jarang ada pemuda sopan seperti Gie, pikirnya. Andai saja pacarnya seperti Gie. Tidak tersadar, pacar wanita itu mulai memperhatikan tatapan wanitanya ke Gie.
“Sayang?” kata pemuda itu
Selama beberapa detik terdiam terpaku memandang Gie, akhirnya wanita itu sadar juga pacarnya memanggil dia. “Tau gini sih, gak bawa pacar deh!” rutuk wanita itu dalam hati
“Hei men, kenapa? Tumben dateng ke sini terus?” tanya Gie “Numpang wifi’an gratis, mau nanya kabar, sama ada satu hal lagi.” jawab Ape sambil menghabiskan milkshakenya “Kau dicariin sama Ibu Sri. Kenapanya kau?” tanya Ape “Oh itu. Gue gak enak badan Pe tadi pagi gara-gara lembur kemarin.” jelas Gie. “Terus satu hal nya apa?” tanya Gie penasaran “Itu cewek yang pakai blus warna putih” bisik Ape sambil menyampingkan bola matanya ke arah kanan “Dia??” tanya Gie memastikan orang yang ditunjuk Ape “Iya! Udah kau samper lah” jawab Ape “Eh iya Gie,, bolehnya minta milkshake lah, kau pun pelit kali?” kata Ape “Oke, lu minta aja sama abang-abang yang di sana” balas Gie, lalu beranjak ke arah gadis itu
Tidak ingin melewatkan moment langka ini, Ape langsung mengambil secarik kertas dan spidol dari dalam tasnya. Ditulisnya beberapa kata dengan ukuran yang cukup besar supaya bisa terbaca dari tempat duduk Winda.
“Permisi, katanya mbak mencari saya?” tanya Gie sopan “... kenapa?” tanya Gie
Tidak terlihat sedikitpun bibir Winda bergerak. Takut bukan main ia dibuatnya, diliriknya Ape di ujung barisan meja.
KEEP CALM WIN!! lirik Winda yang heran melihat Rafael mengacungkan jempol sambil menegakkan kertas agar bisa dibaca Winda
“Duh,,gimana nih!! Mana Ape gak ngebantu sama sekali!!” kata Winda dalam hati dengan kepala menunduk
JUST DO IT!! Kali ini tulisannya berbeda. Tapi tetap saja tidak membuat bibir mungilnya berbicara
“Maaf ya Win, kalau emang ada urusan mending selesain sekarang, gue masih banyak pekerjaan” kata Gie menyudahi pembicaraan Melihat Gie yang beranjak dari tempat duduk, Winda berusaha mengumpulkan semua keberaniannya untuk berbicara dengan Gie.
“Gie tunggu!!” teriak Winda sambil menarik tangan Gie “Oh, punya mulut juga ternyata!” kata Gie “Gue,,gue,,gue” kata Winda dengan nada gugup “Gue apa?” tanya Gie “Ehhhmmm, yang masalah tempo hari itu” kata Winda “Masalah yang mana?” tanya Gie “Yang,,gue,,gue,,nginjek lantai habis lu pel” bisik Winda kecil, sampai-sampai ia bisa mendengar sendiri degup jantungnya yang cepat “Gue gak ambil pusing kok” balas Gie “Ada lagi?” tanya Gie “Yaaa,,gue mau minta maaf. Gue tau gue salah. Makanya gue mau minta maaf sama lu” kata Winda dengan suara kecil “Gini ya,, gue cuma gak suka orang yang gak ngehargain pekerjaan orang” jawab Gie santai “Masih ada lagi? lanjut Gie berusaha mengakhiri pembicaraan yang tidak penting buatnya “EH!! SUMPAH YA!! Tau gini gue gak usah capek-capek ke sini buat minta maaf. Lu kira waktu gue cuma buat lu doang gitu?” teriak Winda di luar cafe
Dengan muka kesal Winda beranjak dari tempat duduknya, diambilnya tas kecil dan dompet lalu menuju kasir membayar tagihannya.
“Maaf mbak berapa tagihan saya sama teman saya yang gondrong di sebelah sana?” tanya Winda di meja kasir
“Dua puluh empat ribu mbak” jawab wanita kasir itu dengan ramah “Ini mbak, makasih ya”
Berpalinglah Winda keluar pintu dan berjalan ke arah jalan raya mencari taksi.
UP MALAM!!!emoticon-Sundul
Spoiler for Bag III - I:


Gie


Quote:
Spoiler for Bag III-II:


Gie



Quote:
emoticon-Sundul UPDATE BAG III!!!!
image-url-apps
Masuk thread ini krn penasaran
Soalnya judul thread nya sama dg nama kecil My Hero emoticon-Wowcantik
image-url-apps
Quote:


hero jugaaa ini aku.. pahlawan mamah papah kalau nugas rumah. cukup diumpanin jatah rokok
soe hok gie wa kira
image-url-apps
Quote:


Iya kah emoticon-Belo

Baca dulu ah sama ga ceritanya dg karakter My Hero emoticon-Wowcantik
image-url-apps
Quote:


maaf gan gak sesuai harapan. Nama karakter udah ane pikirin dari 5 tahun yg lalu dan nyatanya ane terinspirasi sosok muda Soe Hok Gie, Ir Soekarno (disebut putra sang fajar dalam buku otobiography Soekarno by Cindy Adams
image-url-apps
Quote:


sok atuh, semoga berkenan. emoticon-Malu (S)
image-url-apps
ijin bakar jagung dulu
image-url-apps
tembus 500 viewer, ane update bag 4.1
emoticon-Sundul Up

Btw makasih buat yang udah mampir gan/sis
image-url-apps
Judulnya kaya Idol aku
Tapi kelakuannya jauh beda😀😀😀
×