alexa-tracking

Benarkah haji turut melemahkan rupiah

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b98928f1cbfaa411e8b459e/benarkah-haji-turut-melemahkan-rupiah
Benarkah haji turut melemahkan rupiah
Benarkah haji turut melemahkan rupiah
Jemaah haji kloter pertama embarkasi Palembang tiba di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Sumatera Selatan, Senin (27/8/2018) malam. Kebutuhan valas untuk haji jauh lebih kecil dibanding untuk impor migas.
Besarnya jumlah jemaah haji Indonesia dituding sebagai salah satu penyebab melemahnya rupiah. Ekonom Senior yang juga mantan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Anwar Nasution menilai, jumlah jemaah haji yang banyak ini menggerus devisa negara.

"Indonesia mengirim jemaah umrah dan haji terbesar. Habis devisa untuk itu," kata Anwar Nasution, dalam diskusi di Jakarta, Sabtu, (8/9/2018) seperti dinukil dari Tempo.co.

Tapi besarnya jemaah yang datang ke Arab Saudi itu menurut Anwar tak dimanfaatkan untuk memperkuat ekonomi Indonesia di Mekah dan Madinah. Anwar menyebut, devisa pada yang dikeluarkan oleh para jemaah hanya akan mengalir ke luar negeri.

Jika banyak warung makan Indonesia di Mekah dan Madinah, maka devisa itu diharapkan bisa kembali lagi ke Indonesia.

"Emang ada restoran padang di Mekah, misalnya? Enggak ada, kan? Paling warung-warung kecil. Ini yang salah, tidak dimanfaatkan dengan baik," kata dia. Jumlah jemaah haji Indonesia tahun ini, sesuai kuota, mencapai 221 ribu orang.

Penilaian Anwar ditentang Direktur Pengelolaan Dana Haji dan Siskohat, Kementerian Agama Ramadhan Harisman. Menurut Ramadhan penilaian Anwar tidak tepat dan berlebihan.

Ramadhan menyatakan, kebutuhan valas (valuta asing) untuk operasional haji lebih kecil ketimbang valas untuk impor minyak dan gas (migas). Selain itu, banyak faktor yang mempengaruhi melemahnya rupiah terhadap US $.

Ramadhan memaparkan, total biaya operasional penyelenggaraan ibadah haji reguler tahun ini sebesar Rp14,1 triliun. Biaya ini berupa mata uang rupiah dan riyal (SAR). Dari total angka tersebut, pembiayaan dalam Saudi Arabiya Riyal sebesar SA R2,1 miliar atau US $560 juta.

Uang sebesar itu juga tak digelontorkan langsung, tapi bertahap selama 4-5 bulan masa operasional haji. Sedangkan sisanya dibayar dalam bentuk rupiah, termasuk ongkos penerbangan haji.

“Dengan demikian, pada saat pembayarannya tidak berpengaruh terhadap kebutuhan SAR maupun US $ dalam negeri,” kata Ramadhan, di Jakarta, Senin (10/9/2018) seperti dikutip dari situs Kemenag.

Calon jemaah haji juga membayar menggunakan rupiah. Sehingga tak memperbanyak permintaan terhadap US $.

Jika dibandingkan dengan nilai impor migas, kebutuhan haji lebih kecil. Impor migas, menurut Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) yang dilansir Bank Indonesia, untuk triwulan II tahun 2018, mencapai US $6,5 miliar, atau sekitar Rp96,6 triliun (kurs Rp14.860).

Nilai ini naik 11,1 persen dibanding triwulan I, atau dari sebesar US $5,88 miliar. Sedangkan jika dibanding dengan triwulan II 2017, melonjak 46,8 persen, dari US $4,4 miliar.

Soal kehadiran warung di Mekah dan Madinah, menurut Ramadhan tak banyak berpengaruh. "Restoran Turki menjamur di Mekah dan Madinah, tapi buktinya tak bisa juga membantu mengurangi depresiasi mata uang lira Turki terhadap US $,” kata Ramadhan membandingkan.

Pada hari ini, Rabu (12/9/2018) menurut pantauan Bloomberg, rupiah dipedagangkan di angka 14.850 per US $. Sepanjang tahun ini, Rupiah melemah 9,55 persen. Sedangkan Lira (TRY) sejak tahun baru hingga hari ini sudah melemah 69,22 persen.
Benarkah haji turut melemahkan rupiah


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...emahkan-rupiah

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Benarkah haji turut melemahkan rupiah Terbanglah polisiku

- Benarkah haji turut melemahkan rupiah Bangunan Asian Games bakal disewakan untuk umum

- Benarkah haji turut melemahkan rupiah Dispensasi politik dua kaki Demokrat

×