alexa-tracking

Para Pelajar Natuna Rela Meniti Jembatan Rapuh, Demi Bisa Bersekolah

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b9886e8d44f9f5a508b4567/para-pelajar-natuna-rela-meniti-jembatan-rapuh-demi-bisa-bersekolah
Para Pelajar Natuna Rela Meniti Jembatan Rapuh, Demi Bisa Bersekolah
Para Pelajar Natuna Rela Meniti Jembatan Rapuh, Demi Bisa Bersekolah

Natuna-Puluhan siswa di Desa Sedanau Timur, Kecamatan Bunguran Batubi, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepri, harus bertaruh nyawa jika hendak berangkat ke sekolah.Sebab kondisi jembatan kayu mereka titi sangat memrihatinkan demi mengenyam pendidikan para pelajar daerah kepulauan tersebut.

Jembatan kayu sepanjang 800 meter, merupakan satu-satunya akses menuju Setungkuk melalui jalur darat. Sedangkan perjalanan jalur laut masih sulit, karena ketidak tersediaan armada reguler.

Jembatan inilah yang dipergunakan masyarakat untuk menjalankan aktifitas sehari-hari, baik dari Setungkuk ke Tanjung Sebauk, begitu juga sebaliknya.

Ari, seorang tokoh masyarakat Kampung Tanjung Sebauk mengatakan, kondisi jembatan tersebut sudah sejak beberapa tahun lalu kondisinya rusak parah, bahkan papan jembatan telah rapuh dan busuk akibat kontruksi yang lama tidak pernah di ganti.

Titian jembatan berusia 30 tahun sebagai akses utama warga menuju wilayah lain dan setiap harinya dilalui anak-anak berangkat sekolah. Bahkan sebagai penunjang ekonomi warga untuk menjual hasil tani.

Ketiadaan akses alternatif, membuat masyarakat dusun Setungkuk terpaksa melaluinya. Padahal bahayanya sudah jelas didepan mata, sewaktu-waktu bisa saja roboh ketika sedang dilalui.

"Kami hanya prihatin namun terus berusaha merespon namun belum hasil padahal oleh pemerintah,puluhan anak sekolah dari kampung harus melalui rintangan ini setiap harinya. Sepertinya mereka tidak memperdulikan keselamatan demi menuntut ilmu dibangku sekolah,"sambung Ari.

Para Pelajar Natuna Rela Meniti Jembatan Rapuh, Demi Bisa Bersekolah

Lanjut Ari,Tahun ke tahun, kondisi kekuatan jembatan penghubung itu terus terkikis. Bukan tidak mungkin suatu saat akan roboh jika tidak dilakukan perbaikan.

" Apabila ini terjadi korban terus biarkan, maka warga Setungkuk bakal terisolir,"ucapnya.

Terpisah,Kepala Desa Sedanau Timur, Edi Cahyadi ditemui, jembatan itu dibangun pada tahun 1988. Kemudian pernah diperbaiki pada tahun 2006 melaluo dan konpensasi BBM, selanjutnya tahun 2016 dan 2017.

“Kami juga pernah melakukan perbaikan dengan menggunakan Dana Desa (DD). Namun ditahun berikutnya kami tidak mampu lagi untuk menganggarkannya, baik melalui DD maupun ADD,"sebutnya.

Dijelaskan Edi, pada tahun 2017 lalu, pihaknya sudah pernah melayangkan proposal ke Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Kepri, agar jembatan tersebut segera direnovasi atau dibangun ulang secara permanen. Namun kenyataannya hingga sampai detik ini, hasilnya masih nihil.

“Bahkan tim dari Dinas PU Provinsi sempat turun langsung kelapangan dan mengukur jembatan tersebut, sebagai perencanaan awal pembangunan. Kami pun sempat membuat berita acara bersama mereka, untuk diteruskan ke Gubernur,"sebutnya.

Sambung Edi, di Kampung Setungkuk sama sekali tidak tersedia sarana dan prasarana umum bagi penduduknya. Baik fasilitas kesehatan, pendidikan maupun fasilitas umum lainnya. Alhasil, jika warga setempat ingin mendapatkan layanan umum, terpaksa harus hijrah ke kampung tetangganya.

“Karena segala fasilitas umumnya ada di Kampung Tanjung Sebauk. Di Kampung Setungkuk sama sekali tidak ada fasilitas umum,” katanya.

Bahkan lanjut Edi, tim dari Dinas PU Provinsi sempat turun langsung kelapangan dan mengukur jembatan tersebut, sebagai perencanaan awal pembangunan.

Edi bersama warganya mengaku sudah sering menyampaikan permasalahan ini kepada Pemerintah Daerah, melalui aspirasi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten maupun Provinsi.

Namun hingga saat ini, belum ada kepastian apapun dari pemangku negeri ini, untuk melakukan perbaikan maupun pembangunan baru jembatan Trans Setungkuk-Tanjung Sebauk, yang siap mengancam keselamatan warga.

Warga berharap dari Pemerintah Daerah Natuna, melalui Instansi terkait, untuk merenovasi maupun membangun ulang jembatan tersebut secara permanen.

“Kita berharap pemerintah bisa melakukan perbaikan pada jembatan ini,  sehingga bisa digunakan kembali oleh masyarakat baik untuk pergi sekolah ataupun ke kebun,” pungkasnya.(*)
×