alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Pantaskah Esports Menjadi Cabang Olahraga di Olimpiade?
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b9867b31a99759c2b8b4569/pantaskah-esports-menjadi-cabang-olahraga-di-olimpiade

Pantaskah Esports Menjadi Cabang Olahraga di Olimpiade?

Pantaskah Esports Menjadi Cabang Olahraga di Olimpiade?


Gaung kehadiran esports sebagai cabang olahraga dalam Olimpiade semakin besar setelah esports masuk sebagai cabor yang didemonstrasikan pada Asian Games 2018 di Indonesia. Terlebih lagi, diskusi antara Alisports dengan Olympics Council of Asia (OCA) melahirkan keputusan bahwa esports akan masuk sebagai cabang olahraga medali dalam Asian Games tahun 2022 di Hangzhou, Tiongkok.

Sejauh ini, kabar kehadiran esports dalam Olimpiade 2024 di Paris sudah mulai menunjukkan sinyal positif. Perkembangan pesat industri esports turut menguatkan pertimbangan co-president dari Paris Olympic Bid, Tony Estanguate, untuk mengajukan kepada International Olympics Committee (IOC) agar memasukkan esports sebagai cabang olahraga baru yang akan diperlombakan pada Olimpiade 2024 Paris.

Untuk dapat tetap relevan di generasi muda, IOC mulai membuka kesempatan bagi olahraga popular masa kini untuk masuk sebagai cabang olahraga Olimpiade. IOC bahkan telah menambahkan 5 cabang olahraga baru untuk diperlombakan pada Olimpiade 2020 di Tokyo. Olahraga seperti baseball/softball, karate, skateboarding, sports climbing dan surfing juga ditambahkan dengan harapan dapat membangkitan semangat partisipasi dan popularitas Olimpiade di kalangan kawula muda.

Apa saja pertimbangan yang ada dalam menjadikan esports sebagai salah satu cabang olahraga Olimpiade?

Pertimbangan untuk menerima esports

Pantaskah Esports Menjadi Cabang Olahraga di Olimpiade?


Menurut Thomas Bach sendiri, Komite Olimpiade Internasional adalah sebuah organisasi yang berbasis peraturan, sehingga kegiatan aktivitas fisik saja tidak cukup untuk dapat diakui sebagai bagian dari Olimpiade. Olahraga yang ingin menjadi bagian dari Olimpiade harus popular dan memiliki federasi yang menaunginya.

Federasi tersebut kemudian harus sejalan dengan prinsip dan nilai Olimpiade serta mengikuti aturan IOC. Terutama aturan yang berkaitan dengan masalah doping, matches-fixing, dan taruhan.

Dalam hal popularitas, esports tentunya sudah tidak diragukan lagi. Penghasilan yang didapatkan dari industri esports terus meningkat yakni £400m pada tahun 2016 dengan 320 juta penonton, sedangkan di tahun 2017 pendapatan yang diperoleh mencapai £565m dengan 385 juta penonton.

Walaupun tidak dapat dijadikan sebagai justifikasi, namun tidak dapat dipungkiri bahwa seiring dengan meningkatnya popularitas esports dan jumlah hadiah yang dapat dimenangkan, atlet esports mulai mencoba berbagai cara untuk dapat memenangkan pertandingan.

Pantaskah Esports Menjadi Cabang Olahraga di Olimpiade?


Bila pada olahraga tradisional popular dengan penggunaan PED (performance enhancing drug) yang dapat meningkatkan stamina, maka obat-obatan yang popular di kalangan atlet esports adalah yang dapat meningkatkan konsentrasi dan refleks, seperti Adderal dan Ritalin.

ESL (Electronic Sport League), organisasi turnamen game terbesar di dunia, mendaftarkan beberapa obat-obatan yang dilarang dalam kompetisi esport kepada WADA (World Anti-Doping Agency) dan NADA (National Anti-Doping Agency). Bila ada peserta yang menggunakan obat-obatan tersebut tanpa indikasi medis, maka akan dikurangi poin ataupun hadiah, didiskualifikasi, hingga dilarang mengikuti turnamen yang diadakan oleh ESL selama 2 tahun.

Pertimbangan untuk tidak memasukkan esports sebagai cabang olahraga Olimpiade.

Debat tentang apakah esports adalah olahraga biasanya selalu mengarah ke minimnya aktifitas fisik dalam esports. Namun ternyata yang menjadi pertimbangan Komite Olimpiade Internasional untuk tidak memasukkan esports sebagai cabang olahraga olimpiade adalah adanya konten kekerasan dalam video game yang bertentangan dengan nilai dan prinsip Olimpiade.

Pernyataan ini tentunya secara tidak langsung menghalangi keikutsertaan DotA 2, League of Legends, Call of Duty dan game bermuatan kekerasan lainnya dalam Olimpiade. Pernyataan ini sebenarnya terkesan lucu, sebab olahraga tradisional yang biasa diperlombakan di Olimpiade seperti boxing, taekwondo, karate, dan judo juga mengandung elemen kekerasan.

Pantaskah Esports Menjadi Cabang Olahraga di Olimpiade?


Hal lain yang menjadi pertimbangan adalah keberadaan sektor privat dalam esports. Video game yang dimainkan adalah milik game developer dan memiliki hak ciptanya sendiri. Game yang digunakan sebagai platform pun akan terus-menerus mengalami perubahan dan perbaikan untuk meningkatkan kualitas permainan.

Perubahan-perubahan yang dilakukan oleh game developer terhadap game yang mereka luncurkan tidak bisa diintervensi oleh federasi yang menaunginya. Sehingga akan sulit untuk menetapkan peraturan permainan yang baku layaknya aturan pada olahraga tradisional.

Namun hal ini seharusnya tidak menjadi masalah karena setiap game developer memiliki aturan permainan sendiri yang tentunya tetap menjunjung tinggi fairplay dalam setiap kompetisi.

Dengan pertimbangan-pertimbangan di atas, menurut kamu apakah esports seharusnya menjadi cabang olahraga di Olimpiade?

Sumber : esportsnesia.com
Halaman 1 dari 4
Mari kita Tunggu sahajah emoticon-Cool
Beteweh kita about ngomongin presiden ioc, Katanya esport belum bisa masuk olimpiade setidaknya tahun 2020 karena yg dipertandingkan Itu banyak kekerasan macam bunuh bunuhan yg mana Itu Tidaklah mendidik dan tak berprikegeman emoticon-Cool
menurut gw pantes banget bro ! emoticon-Wow
ya pantes donk
esport itu perlu skill jg kok
ini mungkin bisa jadi salah satu pembahasan gua
ini dan wushu apanya yang olahraga?
gak usah dijadikan cabang olah raga, turnament esport udah banyak, prize pool juga gede
ya pantes aja sih...

secara dijaman sekarang tuh esport mulai digandrungi kaula muda..

emoticon-Jempol
asa otak juga butuh skill emoticon-2 Jempol
esport jd cabang olahraga banyak pro kontra nya ada yg nerima ada yg gk udh ky politik emoticon-Bingung
gak pantess.
cari yg lain aja lah.
tarik tambang.
atau beer pong sekalian
pantes - pantes aja masuk olimpiade juga ko
Balasan post reagannnn
Quote:


bagusnya sih asah otak dan asah skill juga
biar otak kanan - kiri jadi seimbang
katanya sih gitu emoticon-Malu
Masukin aja Bray,. Biar rame
Asalkan sportif pantas sih menurut ane emoticon-Cool
Gembok ngak ya ? emoticon-Big Grin
Kecepetan emoticon-Big Grin
Diubah oleh fr4nk3nst3in
menurut eug sih kagak emoticon-Embarrassment
pantas aja sh kayanya
ya pantes soalnya gua ikut serta
Halaman 1 dari 4


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di