alexa-tracking

Aku Kau Dan Dia

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b980ae9dc06bde8568b457a/aku-kau-dan-dia
Aku Kau Dan Dia
Quote:


Welcome to my thread! Setelah sekian lama jadi silent reader disini, akhirnya aku memberanikan diri untuk berbagi pengalaman tentang kehidupan pribadiku. Tentang asmaraku di masalalu.

Quote:


Quote:


Spoiler for Index:


Spoiler for Soundtrack:

Prolog

image-url-apps
'Sayang, aku janji aku ga selingkuh, serius deh'
'Sayang jangan pergi dari aku, aku mohon'
'aku mau kita nikah'
'sayang aku setia kok sama kamu'
'sayang aku ga ada pasangan lain kok selain kamu'

Begitulah segelintir ucapan dari pasangan yang sedang dimabuk cinta dikala umur 17 tahun. Aku yakin sebagian dari kalian pernah mengalami hal ini, jangan munafik. Kalian pasti ngucapin kata-kata ini dengan pacar kalian. Padahal, sebenarnya, di dalam hati ketika kau melihat sosok yang lain, kau pun masih terpikat haha. Begitulah hidup ini, dengan umur yang masih remaja kalian akan merasakan hal yang aku rasakan. Aku tidak munafik, ketika diriku di masa kecil dan pacaran, ga pernah terlintas sedikitpun niatan untuk mendua. Bahkan, mendekati perempuan lain saja aku tidak mau. Namun, cerita ini terjadi di masa remajaku yang sedang berumur 17 tahun. Di usia ini, aku tak bisa mengontrol hati, dan tak luput pula pandanganku ini juga tak bisa terkontrol dengan baik. Munafiklah jika kalian bisa setia dengan satu pasangan di rentang umur remaja ini. Karena sebagian besar manusia dalam bumi ini rata-rata mengalami hal demikian.

O iya, kenalin, namaku Andrian Putra tapi biasa dipanggil Andri / Ndri. Aku seseorang yang baru saja keluar dari zona nyaman manusia umumnya alias sekolah. Dan dengan cerita ini, aku akan menceritakan kenanganku di masa sekolah. Yang mungkin ga akan terulang kembali.
Cerita ini berawal dari diriku yang memiliki seorang kekasih yang merupakan adik kelas ku, yang kudapat dari temannya sendiri, sebuah langkah awal setelah sebelumnya aku penyuka kakak kelas. Dan dari pacarku ini, aku menemukan 'dia', sosok yang mengagumkan, dan sosok yang membuka pikiranku hingga sejauh ini.

Mungkin ada yang bertanya, kenapa aku menulis cerita ini? Karena kenangan dalam hidup ini terlalu indah buat dilupakan. Percuma saja jika kau telah berpetualang dalam hidup namun dengan begitu saja berlalu seperti angin. Cerita ini terjadi antara rentang waktu 2017 akhir hingga pertengahan 2018 ini. Semua tokoh dalam cerita ini sudah kusamarkan sedemikian rupa. Namun, jika kau tau siapa dibalik cerita ini, aku harap kalian cukup menyimpannya dalam hati tanpa perlu dibicarakan berlebih.
Salam,
Penunggusenja. a.k.a Andrian Putra (AKD2) / IPW (RL)
image-url-apps
dia dan kau dan gudfren
KASKUS Ads

Part 1

'aku harus punya pasangan yang berada di bawah umurku' batinku. Karena sebelummya aku memiliki seorang mantan yang umurnya 2 tahun lebih tua. Kenapa begitu? Karena selama itu aku merasa jikalau aku punya pacar yang lebih tua, aku seolah gapunya harga diri. Ga mungkin kan kita sebagai cowok malah harus tunduk dan patuh kepada seorang wanita? Itu lucu haha. Dan aku sangat membenci hal itu. Alhasil, dikala bulan mei tahun lalu, akupun dengan berani menjalankan hubungan gelap dengan Dwi, seorang adik kelasku. Sebenarnya aku juga tanpa sengaja mengenal orang ini. Karena selama ini aku orangnya terkenal malas bergaul. Kenapa? Karena bagiku semua teman sama, sampah.

Aku menjalin hubungan ini tanpa sepengetahuan Lala, mantanku yang juga kakak kelasku itu. Aku tau, aku egois. Tapi, aku berusaha mewujudkan prinsip aku. Karena itulah aku nekat mendua agar aku dapat terlepas dari ikatanku dengan Lala.

Namun, hubungan gelapku dengan Dwi tidak langsung terbongkar. Sebelum terbongkar, banyak kejadian yang aku alami di masanya. Aku yang beranjak di usia remaja merasa bahwa diriku telah berubah, otakku berisi tentang hal yang berbau sex dan sejenisnya. Jadi, di suatu hari di bulan puasa kala itu, aku mengajak Dwi ke sebuah tempat:

Quote:


Lantas akupun menjemputnya dan akhirnya kita bertemu. Akupun membawanya ke danau tersebut, sampai ke danau itu, lalu kami menaiki hutan karet di danau tersebut dimana hutan tersebut sangatlah sepi. Setelah di hutan tersebut, kamipun saling diam. Awalnya aku memiliki niat untuk 'kissing' dengannya. Namun, ntah kenapa aku mengurungkan niatku. Padahal, selama ini, aku telah memiliki banyak foto nude dia dan menurutku dia lumayan cantik. Akhirnya kamipun berlarut dalam kesunyian tanpa ada pembicaraan. Hingga akhirnya kamipun pulang.

Setelah kejadian itu, semua nggak ada yang berbeda. Semua berjalan seperti biasa. Hubunganku dengan Lala juga sama, monoton. Aku dan Lala telah sering bertengkar sehingga aku merasa hubungan ini sudah tidak memungkinkan lagi. Tapi, aku masih menahan, berharap semuanya kan berubah. Aku masih berharap jika Lala dapat mengerti perasaanku dan dia dapat merubah sikapnya.

Lantas, kenapa dengan Dwi? Dia hanya bahan pelampiasanku saja. Karena pada saat itu tak ada perempuan yang dekat dengan ku selain dia. Semenjak aku bertengkar dengan Lala, aku sering merasa kesepian. Dan beruntungnya ada Dwi yang singgah di hidup ku saat itu. Namun maaf, sebenarnya aku tak memiliki perasaan apapun denganmu Dwi, aku masih menyayangi Lala, bahkan hingga saat aku menulis cerita ini.

- Bersambung.
image-url-apps
Timeline cerita masih belum lama, semoga menarik,
keep update, semoga gak kentang
image-url-apps
Aku cinta km, km cinta dia..
Ahh mumeettt...emoticon-Ngakak

Part 2

image-url-apps
Quote:


Sepatah kata yang  kuucapkan kepada Dwi. Ya, waktu itu aku menembak Dwi. Namun..

Quote:


Diapun diam. mungkin dia berpikir sejenak. Lalu, diapun seperti ingin mengucapkan sesuatu.

Quote:


Ya, hari itu aku resmi jadian dengan Dwi. Tidak ada seorangpun yang mengetahui soal ini. aku berusaha menyimpan semua rahasia ini karena aku tidak mau Lala mengetahui. Jadi, saat ini, ada 2 hati dalam 1 cinta yang sedang berhubungan walaupun yang satunya aku menganggap hanya pelampiasan saja. So, apa kabar Lala? Aku mendengar gosip bahwa banyak adik kelasku yang ingin menikung Lala dariku. Aku putus asa. Sebenarnya aku masih mencintainya. Tapi, semua sudah terlanjur. mungkin hubungan ini nggak akan bertahan lama lagi.

Di dalam hati, sebenarnya aku menjadikan Dwi pacarku hanya agar rencanaku berjalan mulus. Aku ingin memanfaatkan dia untuk memuaskan nafsu. Ya, lumayan lah kan gratis. Lagian, fisik dia nggak jelek-jelek amat. Dia masih masuk kategori manis.

Quote:


Seketika aku penasaran dengan sesosok Riani. Ntah kenapa aku jadi menginginkannya. Tapi, aku tidak langsung mendekati anak itu. aku mencari informasi mengenai anak itu dari teman-temanku. Ketika aku melihat fotonya, impresi pertamaku mengenai anak ini adalah 'Ok!'. cantik, lumayan tinggi dan berkulit putih sehingga nggak membuatku menyesal. Namun, aku belum mengetahui bagaimana sikapnya. aku takut dia nggak sesuai harapanku akan sikapnya.

- Bersambung
Reply to yunie617's post
image-url-apps
Quote:


Semoga aja ya emoticon-Mad

Quote:


Cinta emang merumitkan ya emoticon-Mad
Quote:


Iyaa... lebih baik menjomblo aja daripda sakit hati karna cinta.. emoticon-Nohope

Part 3

image-url-apps
Quote:


Lalu, akupun bertanya padanya, mengenai seseorang yang bernama Riani itu..

Quote:


Lah, kok beda.. Batin gw.

Quote:


Lah? Ada pacar?

Quote:


Ah syukurlah. Walaupun sebenarnya aku kurang yakin dengan anak ini. Tapi, aku mencoba untuk sembari mencari tahu soal anak ini. Ya tentunya tanpa sepengetahuan Dwi.

Hubunganku dengan Dwi masih berjalan. Begitupula dengan Lala. Belum ada kata putus diantara aku dan Lala karena kami perang dingin. Dan seperti biasa aku dan Dwi masih dilanda mabuk asmara hahaha, walaupun aku memanfaatkannya saja:

Quote:


Lalu seperti biasa dia mengirimkan foto nudenya hahaha, lumayan sih segar dikala dilanda sange gini bisa untuk bahan cabang olahraga 5 jari hahaha. Ya, mungkin bisa dibilang aku orang dengan nafsu yang berlebihan. Ntah gimana caranya biar bisa berhenti.

Quote:


Aku berharap semoga ini jadi sebelum aku dekat dengan Riani. Karena kalo aku udah dekat dengan Riani, bisa-bisa aku mengabaikan Dwi. Yah sudah biasa sih sikapku begini terhadap perempuan.

Aku salah jika aku gini? Ntahlah, aku tidak peduli. Aku melakukan apa yang menurutku aku suka. Aku tidak peduli apa yang akan orang ucapkan kepadaku. Karena ini hidup aku, dan aku hanya memiliki kesempatan hidup sekali.

Disaat momen ini, aku akrab dengan anak-anak kelas Dwi & Riani. Aku baru tahu jika mereka sekelas. Mungkin hampir setiap hari ketika jam istirahat kedua tiba aku mampir kesana hanya untuk sekedar basa-basi dengan mereka. Tapi ini hal yang menurutku cukup baik karena dikala itu aku merasa aku sendirian. Aku merasa aku tak punya sahabat yang peduli denganku. Orang di sekelilingku hanya sibuk mengurusi hidupku dan membullyku saja. Tapi, walaupun begitu, aku bersyukur karena aku masih bisa menikmati hidupku sendiri, walaupun tidak seberapa baik.

- Bersambung

Part 4

image-url-apps
Spoiler for Intermezzo:


Skip

Rasa penasaranku terus menerus membawaku mencoba nekat untuk mendekati Riani. Namun, aku tak punya ide gimana caranya supaya bisa mendekati Riani. Dan aku ingat, saat itu aku punya proyek film yang akan kugarap (namun hingga saat ini belum terealisasikan, maafkan aku semuanya). Jadi, aku akan memakai alasan itu sebagai bahan untuk mendekati dia.

So, pertama-tama, akupun SKSD dengan dia. Waktu itu dia update status namun aku lupa persisnya apa, karena Facebook nya udah aku block. Intinya sih aku komen gajelas gitu kalo ga salah 'eh adek'. Ternyata, dia cukup friendly juga menurutku. Dan seperti biasa, Dwi juga ikut-ikutan komen di status Riani. Ya, karena mereka teman 1 kelas dan teman dekat.

Hingga di suatu waktu, aku memberanikan diri untuk meminta kontak Riani di Dwi:

Quote:


Dwi pun mengirimkan kontak Riani. Aku heran, dengan mudahnya Dwi percaya padaku jika aku hanya berniat untuk mengajak Riani gabung di proyek film. Padahal, niatku sendiri akan mendekati Riani. Lalu, akupun mengontak Riani:

Quote:


Inisih ngikutin BBM jaman dulu ahahahaha. Sayangnya WA ngga ada fitur PING! Nya.

..

- Bersambung
×