alexa-tracking

Sepenggal Surat Untuk Bapak

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b97e45494786872178b4567/sepenggal-surat-untuk-bapak
Sepenggal Surat Untuk Bapak
Masih ku ingat betul guratan diwajahnya saat ia tersenyum menatapku, sosok seorang ayah yang selalu menjaga dan melindungiku. Rupanya sudah 17 tahun aku hidup tanpa sosok seorang ayah. Tuhan hanya memberiku waktu 6 tahun untuk hidup bersamanya. Ayah pergi saat aku berumur 6 tahun, waktu itu aku masih kelas 1 Sekolah Dasar. Terlalu sedikit saat kebersamaan kami berdua yang dapat aku kenang, namun aku bersyukur mempunyai sosok bapak seperti ayahku. 

Waktu itu tahun 2001, saat usiaku menginjak 6 tahun aku mengingat waktu itu sore hari, ayahku sedang menonton pertandingan bola favoritnya di tv dan waktu itu listrik tiba-tiba mati, ayahku berjalan ke depan rumah lalu muntah-muntah, kemudian orang rumah memberi pertolongan dengan memberi minyak kayu putih ke seluruh badannya. "nek wes muntah mengko lakyo mari" (jika sudah muntah pasti nanti juga sembuh") kata ayahku. Lalu ayahku dibawa ke klinik terdekat dan ayahku masih sempat ngobrol dengan sesama pasien yang menunggu giliran untuk dipanggil. Tiba-tiba brukkkkk.. ayahku terjelungup jatuh ke depan, kemudian segera dibawa ke rumah sakit terdekat, namun setibanya di rumah sakit ayahku meninggal. Menurut analisa keluarga kami, ayahku terkena angin duduk (semacam serangan jantung), karena sebelumnya ayahku tidak sakit apapun dan meninggalnya terkesan tiba-tiba.

Sakit kehilangan ini tidak mudah sembuh bagi anak kelas1 SD, saat teman-temanku mempunyai sosok seorang ayah, namun aku tidak. Saat mereka menceritakan sosok ayah, aku hanya diam dan menahan rasa sedihku. Kini tak ada lagi yang melindungiku ketika  aku diganggu kawanku seperti saat di Taman Kanak-Kanak. Tak ada yang mengajakku jalan-jalan dengan motor tua nya.Tak ada yang mengajakku melihat kereta api di stasiun kereta. Tak ada yang mengajakku melihat kambing saat melintasi persawahan. Aku kesepian, aku menjadi  sosok anak yang tersenyum di depan semua orang dan selalu menyembunyikan rasa sakitku karena merindukan sosok seorang bapak.

Namun pada akhirnya, waktu pula yang menyembuhkan rasa sakitku. Perlahan-lahan sakit itu hilang seiring berjalannya waktu, tanpa sadar hidupku berjalan seperti seharusnya, bahwa yang telah pergi tak akan bisa kembali. 

Sampai sekarang ayahku adalah sosok yang tak tergantikan dan tak akan pernah tergantikan, hidupnya sangat mencintai musik tradisional gamelan. Ya,ayahku adalah seorang guru karawitan (karawitan = seni gamelan). Ayahku juga adalah seorang Dalang (orang yang memainkan wayang dalam pertunjukan wayang). Bahkan foto saat ayahku bermain gamelan dan menjadi Dalang dalam pertunjukan wayang pada sekitar tahun 70-an pun masih ada. Beruntung sedikit darah seninya mengalir padaku, aku juga seorang pemain musik meskipun bukan musik tradisional,  aku juga senang menggambar seperti ayahku yang lukisan hasil karyanya masih dipajang di beberapa sudut rumahku.

Kini, aku sangat merindukanmu..

"Untuk AYAH

Apa kabarmu di surga ayah?
Aku tahu ayah bahagia di sana saat ini, melihatku dari atas sana..
Saat ini aku sudah bukan anak kecil yang perlu kau jaga,tenang saja ayah
Kini aku bisa melawan teman-temanku yang jahil padaku
Tentu mereka jahil bukan dengan merebut permenku seperti di TK dulu
Menjadi dewasa hidup semakin rumit ayah..
Aku minta doakan aku dari surga sana ayah
Semoga hidupku di dunia ini bisa bermanfaat untuk orang lain
Dan aku percaya kau melihatku dari atas sana
Aku mencintaimu ayah..
Sampai kita bertemu kembali..
Salam, "

Kini 17 tahun berlalu dan aku tak pernah lupa akan sosoknya,walaupun ia sudah meninggal,namun ia selalu hidup dalam hatiku untuk selamanya.

Dan untuk kalian yang masih hidup bersama ayah dan ibu kalian, sayangilah mereka, peluk mereka selagi kalian masih bisa memeluknya. Buat mereka bahagia bukan dengan apa yang kalian miliki, tetapi buatlah mereka bahagia sebagaimana kalian bahagia..

*this story based on my true story, dan ane nulis cerita ini karena dengan ini ane bisa sedikit mengurangi rasa rindu pada ayah ane, dan berharap supaya tulisan ane ini bermanfaat bagi agan dan aganwati sekalian ,supaya agan sekalian menjadi lebih sayang pada orangtua agan-agan sekalian. Terimakasih bagi yang sudah membaca cerita kecil ane ini..semoga bermanfaat emoticon-Smilie

Salam, A Litte Story by P






×