alexa-tracking

Wakil Gubernur Jateng Terinspirasi Langkah KH. Maruf Amin

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b979fae94786848638b4573/wakil-gubernur-jateng-terinspirasi-langkah-kh-maruf-amin
Wakil Gubernur Jateng Terinspirasi Langkah KH. Maruf Amin
Wakil Gubernur Jateng Terinspirasi Langkah KH. Maruf Amin
KH Ma’ruf Amin (KMA) membuka Halaqoh Enterpreneur Kemandirian Pesantren dan Haul KH Masruri Abdul Mughni di Ponpes Al-Hikmah 2, Selasa (11/9/2018). (Foto: dok. nusantaranews.co)


NUSANTARANEWS.CO, BrebesKH Ma’ruf Amin (KMA) membuka Halaqoh Enterpreneur Kemandirian Pesantren dan Haul KH Masruri Abdul Mughni di Ponpes Al-Hikmah 2, Selasa (11/9/2018). Sejumlah tokoh masyarakat dan pejabat daerah hadir dalam Halaqah tersebut. Di antaranya Syuriah PBNU asal Jawa Tengah KH Subhan Makmun, Ketua PWNU Jawa Tengah, Ketua MUI Jawa Tengah, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Bupati dan Wakil Bupati Brebes, serta para pengurus PCNU Brebes, PCNU Kabupaten dan Kota Tegal.

Baca juga: Sudah 608 UMK Naungan OK OCE Dapat Izin di PTSP DKI Jakarta
Baca juga: Kadin Jakpus Gelar Sosialisasi OK Oce di Tiap Kelurahan

Wakil Gubernur Taj Yasin Maimun Zubair mengungkapkan, langkah KMA dalam menggerakkan dan memberdayakan ekonomi umat, menginspirasi dirinya selaku Wakil Gubernur Jawa Tengah untuk memperkuat kebijakan pemberdayaan Pesantren.
“Pemprov Jawa Tengah berkomitmen untuk meningkatkan ekonomi pesantren melalui sejumlah kebijakan,” imbuhnya.

Baca juga: KH Ma’ruf Amin Kembali Dikukuhkan Sebagai Guru Besar Bidang Ekonomi Syariah

Wakil Gubernur Jateng Terinspirasi Langkah KH. Maruf Amin
KH Ma’ruf Amin (KMA) membuka Halaqoh Enterpreneur Kemandirian Pesantren dan Haul KH Masruri Abdul Mughni di Ponpes Al-Hikmah 2, Selasa (11/9/2018). (Foto: dok. nusantaranews.co)

Kepala Kantor Wilayah Bank Indonesia Jawa Tengah mengamini pernyataan Taj Yasin. Bahwa saat ini pihaknya memandang pesantren sebagai entitas penting di tengah masyarakat.
“Tak hanya perannya dalam pengembangan pendidikan, tetapi juga dalam hal menggerakkan ekonomi masyarakat. Karenanya saat ini salahsatu basis ekonomi yang harus kita berdayakan, kita hidupkan adalah pesantren,” ujar Bambang.

Baca juga: Mencermati Runtuhnya Pax Americana
Baca juga: Bagaimana Kalau Imperium Amerika Runtuh?

Bambang jug mengungkapkan, dalam dua tahun terakhir (pasca sejumlah inisiasi ekonomi keumatan yang digalang KMA) Bank Indonesia mulai bergerak ke Pesantren.
“Karena pesantren juga punya pengaruh yang besar untuk menstimulasi ekonomi masyarakat. Bank Indonesia melihat salah satu nilai ekonomi pesantren yang bisa kita stimulasi adalah dalam hal pengelolaan air dan pengelolaan sampah,” ujarnya, seraya memaparkan sejumlah program BI yang telah dan akan dikembangkan di Pesantren.

Wakil Gubernur Jateng Terinspirasi Langkah KH. Maruf Amin
KH Ma’ruf Amin (KMA) membuka Halaqoh Enterpreneur Kemandirian Pesantren dan Haul KH Masruri Abdul Mughni di Ponpes Al-Hikmah 2, Selasa (11/9/2018). (Foto: dok. nusantaranews.co)

Baca juga: Pemikiran KH Ma’ruf Amin: Ekonomi Syariah Sebagai Triger Terwujudnya Era Baru Ekonomi Indonesia

KMA mengungkapkan, pihaknya mengapresiasi langkah Bank Indonesia yang berupaya menggerakkan ekonomi pesantren. Pesantren sebagai lembaga pendidikan, pesantren juga adalah pusat pergerakan, pesantren juga harus jadi pusat perbaikan ummat.
Melalui peningkatan ekonomi pesantren. Dalam kitab Fathul Mu’in Fardu Kifayah itu di antaranya membangun, mengembangkan ilmu Syara’. Fiqih, Tafsir, Hadist dan ilmu pesantren lainnya. tugas fardu kifayah pesantren lainnya adalah daf’u dharorin.

Baca juga: Fahri Hamzah: Ustadz Abdul Somad adalah Jangkar NKRI
Baca juga: OIAA Indonesia: Penolakan dan Intimidasi Terhadap Ustadz Somad Tidak Berdasar
Baca juga: Imam di Amerika Serikat: Magnet Ustadz Abdul Somad Berada di Luar Batas Pemikiran Rasional

Menghilangkan kemadharatan. Menghilangkan kelaparan, membantu pelayanan kesehatan, pendidikan, hingga persoalan sandang ummat, perlu menjadi perhatian pesantren.
“Kalau ada masyarakat kelaparan, kekurangan pakaian, kurang pendidikan, kurang kesehatan, pesantren ikut berdosa. Karenanya kita harus menggerakkan kemandirian ekonominya, untuk turut serta mengeliminir kemiskinan di negeri ini,” paparnya.

Baca juga: Ekonomi Syariah, Pilar Perdamaian Global

Karena itu, pesantren harus siap menjadi pusat pemberdayaan ekonomi untuk menggerakkan ekonomi ummat, menghilangkan kesenjangan pesantren.
“Pak Jokowi sudah menyetujui ini. Karena itu pemerintah membina koperasi dan pesantren agar lebih berdaya ekonominya. Pemerintah juga mendorong para pelaku ekonomi kelas atas, para konglomerat untuk bermitra dengan pesantren dengan pelaku ekonomi kecil, agar distribusi ekonomi lebih merata,” ujarnya.

Wakil Gubernur Jateng Terinspirasi Langkah KH. Maruf Amin
KH Ma’ruf Amin (KMA) membuka Halaqoh Enterpreneur Kemandirian Pesantren dan Haul KH Masruri Abdul Mughni di Ponpes Al-Hikmah 2, Selasa (11/9/2018). (Foto: dok. nusantaranews.co)

Menurut KMA, pesantren yang mandiri secara ekonomi menjadi pendorong ekonomi nasional. Karena sejatinya, di pesantren juga diajarkan ilmu-ilmu ekonomi, yang bisa diterapkan dan dikembangkan di tengah masyarakat.

Baca juga: Persoalan Kemiskinan Hambat Pertumbuhan Ekonomi Syariah di Indonesia

“Dalam fiqh pesantren, urusan jual beli hingga urusan musyarakah, penanaman modal, asuransi dan pengelolaan usaha, itu diajarkan dalam fiqh. Sekarang santri harus bisa mempraktikkannya, untuk menggerakkan ekonomi Indonesia. Sebab sekarang sistem ekonomi ala pesantren ini telah diakui sebagai bagian dari sistem ekonomi nasional. Ada Undang-undangnya. Ekonomi Syariah, Perbankan Syariah. Bahkan sekarang sudah dibentuk Komunitas Masyarakat Ekonomi Syariah, yang diketuai langsung oleh Presiden Jokowi,” jelas Rais Aam PBNU ini.

Baca juga: Kata Pakar: Bisnis Minyak Memiliki Dimensi Pertahanan Keamanan
Baca juga: Sri Lanka Target 1 Miliar dari Proyek yang Didanai China di Colombo Port City

Dia menambahkan Jokowi adalah salah satu presiden yang punya perhatian besar terhadap pesantren. Penetapan Hari Santri Nasional, pemberdayaan ekonomi pesantren dan sejumlah kebijakan yang pro pesantren lainnya menjadi bukti tingginya perhatian Jokowi terhadap santri. (bya/alya)

Baca juga: Sekelumit Tentang Republik Niger yang Kaya Uranium
image-url-apps
Quote:
image-url-apps
salah langkah bisa salah urat kan repot ma lum dah uzur
KASKUS Ads
image-url-apps
ekonimi syariah ni pak


nastaik pemuja hoktod sangat alergi dengan syariah pak, ntar mereka mewek massal lho pak Kyai
×