alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Dolar Tembus Rp 15.000 di Masa Jokowi, Janji Kampanye yang Tak Terpenuhi
1 stars - based on 2 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b97985b1cbfaaea068b4571/dolar-tembus-rp-15000-di-masa-jokowi-janji-kampanye-yang-tak-terpenuhi

Dolar Tembus Rp 15.000 di Masa Jokowi, Janji Kampanye yang Tak Terpenuhi

Dolar Tembus Rp 15.000 di Masa Jokowi, Janji Kampanye yang Tak Terpenuhi
Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. (Foto: Istimewa)
.


NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Pemerintahan Joko Widodo harus menurunkan nilai tukar rupiah. Ini merupakan janji kampanye Jokowi. Di tahun keempat kepemimpinan Jokowi-JK, nilai tukar rupiah merosot tajam. Pada September 2018, rupiah merosot hingga menyentuh angka Rp 15.000 per USD. Pelemahan rupiah ini bahkan terjadi berturut-turut seiring semakin habisnya masa kepemimpinan bekas walikota Solo tersebut.
Menurunkan nilai tukar rupiah hingga Rp 10.000 per USD adalah janji kampanye Jokowi-JK. Bahkan sebelum terpilih pada 2014 silam, para ekonom Jokowi sesumbar posisi rupiah bakal tembus Rp 10.000 per USD, sembari menuding bila rivalnya terpilih rupiah bakal tembus Rp 13.000 per dolar.

Baca juga: 
Sudah 608 UMK Naungan OK OCE Dapat Izin di PTSP DKI Jakarta
Kadin Jakpus Gelar Sosialisasi OK Oce di Tiap Kelurahan

Melemahnya nilai tukar rupiah tentu memberikan dampak buruk bagi perekonomian Indonesia. Dalam APBN 2018, nilai tukar rupiah ditetapkan sebesar Rp 13.400 per USD.
Sejumlah faktor yang disebut-sebut menjadi penyebab utama merosotnya nilai tukar rupiah di antaranya krisis Turki, krisis Argentina, kenaikan suku bungan The Fed, perang dagang AS-China serta tekanan domestik tanah air.

Baca juga:
Sri Lanka Target 1 Miliar dari Proyek yang Didanai China di Colombo Port City
Sekelumit Tentang Republik Niger yang Kaya Uranium

Di level domestik, neraca perdagangan Indonesia terus mengalami defisit. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), kondisi neraca perdagangan hingga Juli 2018 lalu mengalami defisit sebesar Rp 2,03 miliar dolar AS atau sekitar RP 29,4 triliun.
Selain itu, pengamat ekonomi Salamuddin Daeng menyebut beberapa faktor fundamental yang menyebabkan rupiah teros merosot. Di antaranya defisit transaksi berjalan yang terus berlanjut disebabkan defisit migas, defisit jasa-jasa dan defisit pendapatan primer.

Baca juga: Kata Pakar: Bisnis Minyak Memiliki Dimensi Pertahanan Keamanan

Kemudian, kata dia, pemerintah juga tengah menghadapi utang yang jatuh tempo di mana harus dilunasi pada akhir tahun 2018 sebesar Rp 400 triliun dan tahun 2019 sebesar Rp 400 triliun.
“Posisi utang jatuh tempo yang sangat besar akan menyedot kas pemerintah dan meningkatkan kebutuhan dolar,” kata Daeng.
Berikutnya, aliran uang keluar dari ekonomi Indonesia akan semakin besar karena ditambah bunga utang swasta dan BUMN.
Dan merosotnya rupiah secara terus-menerus mengakibatkan investor tidak percaya dengan stalibilitas moneter Indonesia. “Investor akan semakin enggan berinvestasi dalam obligasi negara karena takut uangnya tergerus oleh depresiasi dan inflasi yang tinggi,” katanya

Baca juga: 
Mencermati Runtuhnya Pax Americana
Bagaimana Kalau Imperium Amerika Runtuh?



Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
asyik neh ... joget dulu ah
Dolar Tembus Rp 15.000 di Masa Jokowi, Janji Kampanye yang Tak Terpenuhi
Jokok, game over kaw 2019

emoticon-Blue Guy Bata (L)
Quote:
ada yang katanya ga mau calonkan caleg ex napi koruptor tuh
tiba2 partainya malah terbanyak calonkannya


emoticon-Traveller
yang penting sudah buat janji emoticon-Big Grin
Dolar Tembus Rp 15.000 di Masa Jokowi, Janji Kampanye yang Tak Terpenuhi
Quote:


kalo partai yg paling banyak korup nya gimana gan?
jokowi ini sebenarnya enggak berani apa apa

yang berani apa apa sebenarnya ahok

tapi ya sudahlah

emoticon-siul
Balasan post bkutetsumaru
Quote:


setau gw ga ada partai di indonesia yang berani janji ga ada koruptor di tubuhnya de emoticon-Big Grin

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

jika kamu memberikan uang pada pengemis dan pengemis tersebut menggunakan uang ini untuk beli narkoba, kamu tidak salah
"karena kamu tidak tahu"

jika kamu memberikan uang pada bocah dan bocah tersebut menggunakan uang ini untuk beli rokok, kamu tidak salah
"karena kamu tidak tahu"

jika kamu memberikan uang pada gelandangan dan gelandangan tersebut menggunakan uang ini untuk beli pisau untuk rampok, kamu tidak salah
"karena kamu tidak tahu"


nah ceritanya akan beda JIKA
ternyata kamu sudah tau duitnya akan di gunakan untuk beli narkoba, beli rokok, beli pisau dan kamu masih mau kasih uang padanya
maka jelas sekali
KAMU SALAH


emoticon-Traveller
biarin aja...
nasbung topiknya ttg janji mulu

emoticon-Ngakak
Balasan post agodim
Quote:


Kasus ngkoh tuh sebenernya gampang diredam kalo wiwi turun tangan. Tapi masalahnya wiwinya sendiri lepas tangan dan jadi liar kasusnya dan makin besar. . padahal bisa banget kalo wiwi turun tangan kasusnya bakalan adem... Cuman yaaaa dari dulu kan simbok sebenernya gak suka sama ngkoh... Jadi kalo ada kesempatan buat jatohin ya di hajar sekalian...

Tapi andai kata ngkoh gak kena kasuspun bakalan tetep di jatohin kok sama simbok lewat kasus reklamasi... Terus sikumis naik dah... Kan emang begono skenarionya... Eh apesnya udah jatoh duluan...
Diubah oleh silentground
Balasan post silentground
Quote:



jadi inget ke tahun 2016 emoticon-Leh Uga

ratusan kader monyong putih nolak si hoktod emoticon-Leh Uga




×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di