alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Limbah medis kembali ditemukan di Jabar dan Sulsel
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b97751594786897118b4569/limbah-medis-kembali-ditemukan-di-jabar-dan-sulsel

Limbah medis kembali ditemukan di Jabar dan Sulsel

Limbah medis kembali ditemukan di Jabar dan Sulsel
Ilustrasi limbah medis.
Kehebohan pembuangan limbah medis yang sempat mencuat pada akhir tahun lalu, kembali muncul. Kali ini kasusnya terjadi di Jawa Barat (Jabar) dan Sulawesi Selatan (Sulsel).

Tumpukan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) terbaru di Jabar terlihat di Dusun Sukamulya, RT 002 RW 002, Desa Pusakajaya Utara, Kabupaten Karawang. Sampah yang dimuat dalam kantong-kantong plastik berwarna kuning ini pertama kali ditemukan oleh warga setempat pada Minggu (9/9/2018) pukul 07.00 WIB.

"Saat dibuka, begitu menjijikkan. Ada, bekas darah, jarum suntik, kapas bekas, kantung darah serta sarung tangan medis yang banyak bercak darah juga," ujar seorang warga bernama Wanusuki seperti dikutip Republika.com.

Limbah yang berserakan di kawasan hutan bakau Karawang itu akhirnya diangkut dan dibersihkan pada Senin (10/9). Saat ditemukan, ada sebanyak 50 kantong plastik besar dengan berat tujuh hingga 10 kg per kantongnya. Di dalamnya terdapat banyak suntikan yang masih lengkap dengan jarumnya, botol-botol obat, dan bekas vaksin.

"Limbah medis ini kan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Karena sifatnya infeksius, kami tidak tahu terpapar virus atau bakteri apa bekas orang sakit. Tentu sangat khawatir jika menular terhadap warga," ujar Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Karawang, Rosmalia Dewi, kepada Kompas.com.
#WartaBDG Duh, Limbah Medis Berserakan di Hutan Konservasi Karawang https://t.co/wwpnuwtE1E pic.twitter.com/ahQ01b1hlj
— sekitarBANDUNGcom (@sekitarbandung_) September 9, 2018
Selain kantong berwarna kuning, ternyata limbah medis itu juga dibungkus kantong plastik berwarna hitam. Di dalam kantong tersebut ditemukan botol infus sisa, tempat obat dan gulungan perban. Selain itu, ditemukan pula nota dan faktur atas nama Rumah Sakit Budi Asih di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat.

Warga pun langsung melaporkan temuan tersebut ke Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) serta Polres setempat. Dari hasil penyelidikan dan olah TKP, DLHK memutuskan untuk mengirim kembali limbah tersebut ke RS Budi Asih.

Pengelola Rumah Sakit Budi Asih mengakui bahwa puluhan plastik limbah medis tersebut memang berasal dari rumah sakit mereka. Tetapi pengelola membantah sengaja membuang limbah berbahaya tersebut. Sebab, RS Budi Asih telah menyerahkan sampahnya kepada pihak ketiga, PT Mahardika Handal Sentosa (MHS), yang berlokasi di Tangerang, Banten.

"Kalau untuk limbah medisnya, dilihat dari gambarnya betul dari kami. Tapi kami tidak mengetahui kenapa bisa di situ," kata Manajer Operasional Rumah Sakit Budi Asih, Andang Teguh saat dikonfirmasi via telepon oleh Kumparan, Minggu (9/9).

Meski sudah dikembalikan, tapi limbah belum akan dimusnahkan melainkan akan disimpan sebagai barang bukti. Sampah-sampah tersebut ditempatkan di ruang isolasi dan diberi garis polisi (police line).

Pihak kepolisian pun masih akan memeriksa semua pihak terkait, termasuk PT MHS selaku perusahaan yang mengangkut limbah dari RS Budi Asih.

Limbah B3 pun ditemukan di ruas jalan poros Camba, tepatnya di sisi jalan pada tebing dengan kemiringan 45 derajat mengarah ke Sungai Garoppa, Desa Sawaru, Kecamatan Camba yang jaraknya berbatasan dengan Taman Nasional Bantimurung, Bulusaraung, Sulsel.

Tumpukan sampah ini ditemukan oleh Tim Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Gakkum KLHK) Sulawesi bersama Pemuda Pancasila (PP) pada Minggu (9/9). Penemuan dilakukan berdasarkan laporan warga melalui media sosial.

Berbeda dengan milik RS Budi Asih, limbah di sini telah tercecer dan bercampur dengan sampah rumah tangga. Di tumpukan sampah tersebut terdapat jarum suntik bekas, ampul bekas, botol kemasan plastik infus bekas, kemasan obat, selang infus bekas, sarung tangan karet dengan bercak darah, dan hasil sampel pengambilan darah.

Saat ini pelakunya masih dalam pencarian. KLHK masih melakukan pengembangan penyidikan dengan mengambil keterangan dari Puskesmas Camba, Kabupaten Maros.

"Yang pasti penyidik KLHK melakukan pengembangan penyidikan dengan mengambil keterangan pihak Puskesmas Camba, Kabupaten Maros. Dan oknum pelaku tindak kejahatan lingkungan ini kita akan jerat dengan pelanggaran pidana lingkungan sesuai Pasal 104 UU 32/2009 tentang PPLH, yaitu ancaman pidana penjara maksimal 3 tahun dan denda maksimal Rp 3 miliar," kata Kepala Balai Gakkum KLHK Wilayah Sulawesi, Muhammad Nur kepada Liputan6.com, Selasa (11/9).
Limbah medis kembali ditemukan di Jabar dan Sulsel


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...bar-dan-sulsel

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Limbah medis kembali ditemukan di Jabar dan Sulsel Sandiaga Uno, eks pejabat dengan simpanan dolar terbanyak

- Limbah medis kembali ditemukan di Jabar dan Sulsel Kenapa nama perkumpulan #2019PrabowoPresiden dilarang

- Limbah medis kembali ditemukan di Jabar dan Sulsel Daniel Zhang, penerus Jack Ma untuk masa depan Alibaba



×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di