alexa-tracking

Banyak Stok Obat Kosong di Pasar Pramuka karena Rupiah Tak Stabil

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b97656060e24bf7798b4567/banyak-stok-obat-kosong-di-pasar-pramuka-karena-rupiah-tak-stabil
Banyak Stok Obat Kosong di Pasar Pramuka karena Rupiah Tak Stabil
Pembina Himpunan Pedagang Farmasi Pasar Pramuka, Yoyon, hingga kini mengeluhkan kekosongan persediaan obat sejak kenaikan nilai dolar Amerika Serikat (AS). Hal yang sama juga berdampak pada persediaan alat-alat kesehatan.
Di kondisi itu, tak ayal kebutuhan obat-obatan yang kian sulit didapat oleh pedagang itu pun otomatis berpengaruh juga dengan kenaikan harga jual. Sebagai catatan, mayoritas bahan baku pembuat obat harus diimpor dari negara lain.

BACA JUGA
Pedagang Alat Kesehatan di Pasar Pramuka Dibikin Pusing oleh Dolar
Dolar Perkasa, Harga Alat Kesehatan di Pasar Pramuka Naik 25 Persen
Kios Obat di Pasar Pramuka Terganjal Izin, Ini Usulan dari Pedagang

"Kondisi pedagang sekarang ngeri-ngeri sedap, jadi pengaruh di kita itu sebenarnya tidak terlalu signifikan cuma ada beberapa obat itu menjadi kosong barang, karena distributor pun untuk memberi barang luar takut sekarang. Karena apa sesuai dengan masalah keuntungan karena tidak stabilnya dolar ini. Jadi banyak barang-barang yang kosong," ungkap Yoyon kepada kumparan, Selasa (11/9).
Adapun obat-obatan yang menurut Yoyon kosong di pasaran beberapa di antaranya ialah seperti bahan dasar obat yang digunakan untuk paracetamol, antibiotik, dan analgetic atau penghilang rasa sakit.
Sementara itu, imbas dari langkanya komponen obat yang menjadi bahan baku pembuatan obat lainnya itu menurut Yoyon tak hanya dirasakan oleh pedagang tapi juga para pembeli yang banyaknya berasal dari daerah.
"Kasian itu dokter-dokter dari daerah, kalau enggak ada obatnya kan disangkanya di dokter, padahal emang obatnya tidak ada persediaannya," katanya.


Pedagang obat di pasar pramuka kembali buka (Foto:Aprilandika Pratama/kumparan)

Yoyon menjelaskan jika Pasar Pramuka sebagai sentra obat dan alat kesehatan memang menjadi rujukan pembeli dari berbagai daerah seperti halnya di luar Jawa. Maka, ketika di pusat itu ada kendala seperti kekurangan pasokan obat otomatis bakal berpengaruh pula pada pasokan ke tempat-tempat lainnya.
Tak hanya itu, jika tak segera dibereskan masalah kelangkaan ini maka bisa jadi kata Yoyon bisa menyebabkan hal yang lebih serius disebabkan tingginya harga hingga pembelian juga kian sepi.
"Dampaknya karyawan akan dikurangi, keuntungan obat-obat generik itu enggak lebih dari 5 persen, yang harganya Rp 30 ribu jadi Rp 32 ribu, Rp 150 ribu jadi Rp 155 ribu gitu paling," ucapnya.

Sebagai orang yang aktif di perhimpunan pedagang farmasi di kawasan Pasar Pramuka, tentu Yoyon pun kini tengah menjalin komunikasi ke pihak-pihak yang bersangkutan terkait masalah ini. Namun, ia mengaku tak banyak yang bisa ia lakukan.
"Ya mau gimana lagi, kita pedagang hanya bisa bertahan dengan kondisi ini, ini baru pertama kali terjadi ketika harga mulai naik pasokan kian langka," kata Yoyon.
Kendati demikian, ia tetap membubuhkan harapan kepada pemerintah agar lebih memerhatikan nasib para pedagang obat itu yakni agar pasokan obat setidaknya tetap stabil meski kondisi dolar AS tengah tak stabil terhadap rupiah.
"Jadi saya pun berharap pada pemerintah yang sekarang ataupun yang akan datang, kalau bisa kita membangun pabrik bahan baku di Indonesia ini jadi supaya tidak ketergantungan dengan pihak luar," pungkas Yoyon.

https://m.kumparan.com/@kumparanbisnis/banyak-stok-obat-kosong-di-pasar-pramuka-karena-rupiah-tak-stabil-1536640787494542864



Rupiah terkapar, harga barang elektronik naik hingga Rp 300.000


Merdeka.com - Pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat masih terus terjadi dalam beberapa hari belakangan. Pada perdagangan kemarin, Rupiah ditutup di angka Rp 14,857 per USD. Kondisi ini membuat harga barang elektronik menjadi mahal.

BACA JUGA
Prabowo doakan Jokowi mampu atasi pelemahan Rupiah
Sandiaga jual 35 persen aset dolar AS miliknya
Rupiah dekati Rp 15.000/USD, Polri kaji potensi kerawanan di masyarakat

Salah satu pedagang elektronik di Pasar Glodok City, Londo Supardi mengatakan, pihaknya menaikkan harga laptop sampai Rp 300.000 per unit sebulan belakangan. Kenaikan ini karena Rupiah telah menyentuh batas yang ditoleransi yaitu Rp 14.500 per USD.

"Kami naikkan, karena tadinya kami bikin prediksi Dolar cuma sampai Rp 14.500. Itu masih bisa kami toleransi dengan untung sedikit yang penting barang laku," ujar Londo di Pasar Glodok, Jakarta Pusat, Selasa (11/9).

BERITA TERKAIT
BI akan musnahkan uang berstempel ganti presiden 2019 dan Prabowo
Ini mahakarya peninggalan orang Indonesia yang diakui dunia
Facebook derita kerugian sampai 80 miliar dolar, kalau dirupiahkan berapa?

Londo mengatakan, sejak awal tahun pedagang sebenarnya telah memprediksi kenaikan nilai tukar Dolar terhadap Rupiah. Untuk itu, pedagang menaikkan harga jual Rp 150.000 per unit.

"Jadi awal tahun kalau misalnya mba sering ke sini, kita udah naikkan itu harganya. Kenapa? Karena kita tahu bakalan naik terus, kita buat batas sampai Rp 14.500 dengan harga naik Rp 150.000. Tapi beberapa minggu naik terus, baca berita bahkan sampai sentuh Rp 15.000, kan bisa lagi. Jadi harus naik lagi," katanya.

Kenaikan ini, kata Londo, mendapat respon negatif dari masyarakat. Tak jarang masyarakat yang tadinya sudah membuat kesepakatan untuk membeli kemudian mengurungkan niatnya sambil menunggu gejolak Rupiah berhenti.

"Ada tuh beberapa yang sudah deal mau beli. Cuma belum bayar dan belum ambil. Kita terangkan harga naik, dia malah membatalkan. Ada yang begitu tiga sampai empat pelanggan," katanya.

Pedagang elektronik lainnya khusus speaker sedang dan besar, Jhosua juga merasakan hal yang sama. Barang dagangannya yang mayoritas impor juga terdampak dari pelemahan Rupiah.

"Naik jelas, tapi kan ini kebutuhan ya. Karena pasar kita untuk acara-acara tertentu. Mereka tetap beli. Tadinya sebelum Dolar Rp 14.800 kita korbanin untung untuk mempertahankan pelanggan. Sekarang sudah susah," kata Jhosua.

Jhosua mengatakan, untuk speaker sedang pihaknya menaikkan harga hingga 5 persen. "Mau tidak mau kita naikkan 5 persen untuk yang sedang. Kalau besar yaitu naik Rp 300.000 sampai Rp 400.000 tergantung spesifikasinya," paparnya.

https://m.merdeka.com/uang/rupiah-terkapar-harga-barang-elektronik-naik-hingga-rp-300000.html


http://www.pikiran-rakyat.com/surat-pembaca/2018/09/11/rupiah-terpuruk-ekonomi-rakyat-kian-memburuk-429991



http://jateng.tribunnews.com/2018/09/11/terdampak-pelemahan-rupiah-maskapai-tunggu-kenaikan-tarif-batas-bawah



https://www.gatra.com/rubrik/nasional/pemerintahan-daerah/344025-Imbas-Pelemehan-Rupiah-Harga-Kedelai-di-Banyumas-Naik-20-Persen


https://kumparan.com/wartabromo/rupiah-melemah-pengusaha-logam-di-kota-pasuruan-syok-1536638276456625785


janjinya sih 10jt lapangan kerja, realisasinya 10jt pengangguran #2019pulangkankesolo

emoticon-Wkwkwk

pasar pramuka mah mafia obat

glodok kalah ama yang jualan online

di glodok kudu berani nawar paling engga 75% dari harga yang ditawarkan
Reply to g2reload's post
image-url-apps
Quote:


mafia obat pala lo, gitu2 toko disana menyerap lapangan kerja blog..tolol lu
KASKUS Ads
image-url-apps
Quote:
Quote:


disono gudangnya obat kadaluarsa emoticon-Hammer2

dasar manusia madesu, pemerintah mo sehatin rakyatnya malah ditentang

Reply to g2reload's post
image-url-apps
Quote:


jgn fitnah tong, lapor polisi aja kl bener...idiot lo
image-url-apps
ga stabil tapi masih aman emoticon-Jempol
Quote:


dasar orang daerah ga paham jakarta

btw quota elu dah nipis ya kok lambat replynya
asalkan bakso di pinggir jalan masih 10000, bodoh amat dengan kelangkaan obat.

emoticon-Hammer2
Reply to g2reload's post
image-url-apps
Quote:


eh tolol, justru ane sering ke pasar pramuka buat belanja obat, lo itu idiot? nawar ampe 75%? lo kira dagangan punya bapak moyang lo? lo kira sewa toko dan ngegaji karyawan pake duit gaib blog? wong beda 50-100rb ama toko onlen kog ditawar ampe 75%? kl brg2 murah paling beda 10rbuan..harga kan bs di compare ama toko onlen blog, tapi lo kudu ngitung toko offline ada biaya sewa toko dan gaji karyawan blog, lo belanja di mall jg pastinya lebih mahal tibang pasar tradisional, idiot lo
image-url-apps
Gak apa lah nastak kalo sakit tinggal makan bakso aja kan cuma 10rb tuh kasih kuah micin yg banyak sambil nonton jokowi naek motor pake stuntman di asian games, gosipin roy suryo yg ktnya nyolong 3000 macem barang dan ahok yg mau nikah lagi.
Urusan obat mah ora mikir.
Quote:


jiah sales obat keliling ngambek. emoticon-Wkwkwk

lebih mahal online donk daripada offline


Reply to g2reload's post
image-url-apps
Quote:


dr bacot lo soal nawar ampe 75% udh ketauan kog lo lulusan sd yg tinggal dibantaran kali blog, yg masi doyan ama bakso 10rbuan emoticon-Najis (S) emoticon-Busa
image-url-apps
beralih ke jamu obat tradisonal
Quote:


emoticon-Wkwkwk

biarin yang penting idup gw tenang bisa naek first class

bakso 10 rebu, lah gw malah demen yg semangkok 5 rebu, kadang dah bosen makan di resto.

di pinggir jalan beli rokok eceren ngopi ambil makan gorengan sisi lain kenikmatan selain nongkrong ama temen di mall
Reply to g2reload's post
image-url-apps
Quote:


naek first class tp beli rokok masi eceran? mengenaskan banget tong idup lo emoticon-Najis (S)
image-url-apps
baru sadar saya ternyata dokter di daerah-daerah ngambil obatnya disini berarti alur distribusi farmasi kita masih lemah ternyata,belum menjangkau daerah atau memang terlalu panjang alurnya jadi bisa mahal makanya dokter di daerah ngambilnya disini.
emoticon-Cool
Quote:


lah elu ga bisa nikmatin hidup tong

kenikmatan hidup itu bukan cuma hidup dengan kemewahan layanan bintang lima

tapi bisa nikmat dengan segala kondisi.

emoticon-2 Jempol
Quote:


kl daerah jkt, yg butuh alat kesehatan grosiran dan obat murah emng semuanya ke pasar pramuka, di glodok jg ada sih pusat alat kesehatan tapi lebih mahal dikit soal harga krn lokasinya di gedung ber ac bray
image-url-apps
Quote:

hee,,,asal asli aja obatnya soalnya ngeri-ngeri aja klo ternyata palsu soalnya sulit ngawasin semuanya.

disana murah-murah yah,termasuk insulin juga kali yah.
×