alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
NEGARA DENGAN KATEGORI CUKUP AMAN DARI ANCAMAN KRISIS. INDONESIA SALAH SATUNYA
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b973a74d675d4111a8b4573/negara-dengan-kategori-cukup-aman-dari-ancaman-krisis-indonesia-salah-satunya

NEGARA DENGAN KATEGORI CUKUP AMAN DARI ANCAMAN KRISIS. INDONESIA SALAH SATUNYA

beberapa waktu yang lalau ada analis yang menganalisa beberapa negara yang cukup aman dari ancaman krisis global, analisa yang dilakukan oleh Nomura Holdings Inc menunjukkan bahwa ada beberapa negara berkembang yang dipandang memiliki risiko paling kecil terdampak dari krisis moneter. beberapa negara tersebut antara lain Indonesia, Brasil, Bulgaria, Kazakhstan, Peru, Filipina, Rusia, dan Thailand.

1. INDONESIA
rupiah beberapa waktu terakhir mengalami pelemahan terhadap dollar AS. Namun, pelemahan tersebut dipandang cenderung gradual dan sejalan dengan kebijakan pengetatan moneter yang dilakukan bank sentral AS Federal Reserve. Meski begitu, Indonesia dipandang cukup resilien dalam menghadapi kondisi tersebut, terlihat dari cadangan devisa yang cukup tinggi untuk menahan pelemahan nilai tukar lebih lanjut. Selain itu, pemerintah pun telah melakukan serangkaian upaya untuk memperbaiki defisit transaksi berjalan. Rasio utang Indonesia pun dipandang masih cukup baik. Dengan cadangan devisa yang tercatat 117 miliar dollar AS dan rendahnya rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB), Indonesia masih cukup kuat dalam menahan pelemahan nilai tukar.

2. BRASIL
Nilai tukar real Brasil terpuruk terhadap dollar AS selama 2,5 tahun terakhir. Hal ini disebabkan kenaikan suku bunga di AS dan ketidakpastian politik di Negeri Samba tersebut. Namun, di sisi lain, perekonomian Brasil sedang mengalami pemulihan meski masih cenderung underperform, yang didorong konsumsi dalam negeri. Pertumbuhan ekonomi Brasil sejauh ini mencapai 1,1 persen, jauh di bawah ekspektasi sebelumnya, yakni 2,7 persen. Bank sentral Brasil pun telah melakukan serangkaian upaya stabilisasi real, antara lain kebijakan swap valas. Awal Agustus 2018 lalu pun suku bunga acuan ditahan di level 6,5 persen.


3. KAZAKHISTAN
Sama seperti negara-negara berkembang lainnya, nilai tukar mata uang tenge Kazakhstan juga melemah terhadap dollar AS. Bank sentral Kazakhstan menyebut, nilai tukar tenge melemah lantaran ketegangan geopolitik, kebijakan proteksionisme AS, dan sanksi yang diterapkan terhadap Rusia, China, dan Turki. Namun, bank sentral tetap mempertahankan rezim nilai tukar mengambang dan siap melakukan intervensi untuk stabilisasi tenge. Selain itu, negara tersebut juga terus mengembangkan pariwisata. 

4. BULGARIA
Pemerintah Bulgaria tengah mengusahakan keanggotaan mata uang euro dan uni perbankan Uni Eropa hingga Juni 2019 mendatang. Oleh karena itu, ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi perekonomian Bulgaria. Hal ini turut membuat perekonomian negara tersebut cenderung solid. Beberapa syarat itu antara lain perbaikan bingkai kerja keuangan makro, memperkuat pengawasan sektor keuangan non-bank, serta upaya lebih keras dalam memberantas pencucian uang. Reuters mewartakan, inflasi Bulgaria cenderung rendah. Selain itu, anggaran Bulgaria pun mengalami surplus dan rasio utang pemerintah cenderung rendah.

5. PERU
Nilai tukar peso Peru turut melemah terhadap dollar AS, mengikuti negara-negara berkembang lainnya sejalan dengan krisis keuangan yang terjadi di Argentina. Meski demikian, perekonomian negara di Amerika Selatan tersebut terus memperlihatkan peningkatan yang signifikan. Pertumbuhan ekonomi Peru didukung investasi swasta yang terus meningkat porsinya. Pada tahun 2019 mendatang, pertumbuhan investasi swasta diprediksi mencapai 7,9 persen, naik dari 5 persen pada tahun 2018 ini. Salah satu pendorong utama investasi swasta adalah proyek-proyek pertambangan. Adapun investasi pemerintah diperkirakan tumbuh 14 persen tahun ini.

6. PHILIPHINA
Pertumbuhan ekonomi Filipina dihantui beberapa risiko, antara lain inflasi yang tinggi dan risiko eksternal. Namun demikian, pertumbuhan ekonomi negara tetangga Indonesia tersebut masih cukup tinggi, yakni 6 persen pada kuartal II 2018. Bank sentral Filipina menyatakan, perekonomian Filipina cukup resilien menghadapi risiko eksternal, termasuk krisis di sejumlah negara berkembang, seperti Turki dan Argentina. Gubernur Banko Sentral Ng Filipinas Nestor Espenilla mengungkapkan, fundamental ekonomi Filipina sangat bagus. "Pertumbuhan (ekonomi) kita sangat kuat, posisi fiskal kita tersusun rapi, dan posisi eksternal kita cenderung baik meski defisit, serta rasio utang rendah," kata Espenilla seperti dikutip dari Philippines Star.

7. RUSIA
Perekonomian Rusia dihantui sejumlah risiko, seperti dijatuhkannya sanksi oleh AS hingga krisis. Akan tetapi, pertumbuhan ekonomi negara tersebut dipandang memiliki prospek yang cukup baik, meski diyakini tak akan terlalu tinggi.   Menurut Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev, ada sejumlah indikator perekonomian Rusia yang tercatat baik. Rasio utang luar negeri telah mencapai level minimun.   Selain itu, daya saing industri manufaktur Rusia juga menguat, serta substitusi impor terjadi di sejumlah segmen. Kemudian, ekspor non-migas juga tumbuh positif, termasuk peningkatan peran sektor keuangan. 

8. THAILAND
Berkebalikan dengan negara-negara berkembang lainnya, nilai tukar baht Thailand justru menguat. Bahkan, baht merupakan mata uang berkinerja terbaik di Asia dan nilainya terus stabil sepanjang tahun.   Perkasanya baht merupakan dampak dari fundamental ekonomi Thailand yang kuat. Inflasi di Negeri Gajah Putih tersebut rendah dan surplus transaksi berjalannya pun besar.   VOA mewartakan, besarnya surplus transaksi berjalan Thailand sebagian didorong pertumbuhan sektor pariwisatanya yang sangat kuat. Surplus transaksi berjalan mendukung kuatnya nilai mata uang suatu negara dan berarti negara tersebut kurang bergantung pada mata uang asing.   Selain itu, Thailand adalah eksportir besar mobil dan barang-barang lainnya, yang juga memberikan kontribusi penting terhadap surplus transaksi berjalan.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Indonesia Masuk Daftar 8 Negara dengan Risiko Krisis Paling Kecil", https://ekonomi.kompas.com/read/2018/09/11/070000326/indonesia-masuk-daftar-8-negara-dengan-risiko-krisis-paling-kecil

Editor : Sakina Rakhma Diah Setiawan



Kalo Jokowi ganti perekonomian negara2 diatas pasti membaik

TTD
Nasbung
ekonomi Indonesia memang sedang bagus-bagusnya.
lah emng ekonomi lgi bagus, cuma pasar emng sdikit lesu, tpi buka brarti hidup makin susah
yg buat heboh2an kan nasbung nastak doang
Selain thailand yang memang kuat di industri pertanian, pariwisata dan manufaktur, negara di ASEAN spt philipine dan Indonesia masih kuatlah menahan sampai akhir 2019. lebih dari 2019, serahkan pada yang maha kuasa...mintalah wo, pemilu diundur sampe 2020, inshaallah 100% haqul yaqiin wowolah pemenangnya...emoticon-Wakaka
Diubah oleh i71lm4c4n
Aman.
Amankan asetmu ke safe haven.
Cebong dungu🤣
Quote:


hehehe setuju gan
Quote:


hahaha banyak pihak yg mendramatisir gan, bahaya kalo ga hati" bisa kepengaruh
Balasan post dinhogiloba
Hmm, Brasil bukannya ekonominya masih lemah ya,
walo gak separah afsel yang sama2 anggota BRIC.





Quote:


Kalo jokowi presiden lagi, dolar 10 rebu, ekonomi dunia meroket emoticon-thumbsup


TYTYD
Nastak
Quote:


btul bray
itu nasbung dolar naik mencak2
lah nastak dolar turun dikit bangga nya lebay
pdahal mngkin g smpe 1% nasbung nastak di mari yg usaha nya tergantung harga dolar
klo ekonomi lagi jelek
itu prusahaan2 aseng kagak bakal lah mau mreka inves bsar2an di indonesia
dan dungunya masih ada org percaya indonesia dia jual ke asing dan aseng
Quote:


wkwkwkwk setuju gan
nasbung mau tau rahasianya kenapa indonesia dibawah pemerintahan jokowi kuat menghadapi krisis , karena indonesia bisa mengawal dan menyesuaikan semua gerak gerik the fed secara sempurna emoticon-Salaman
Quote:


emoticon-Salaman
Quote:


udah saatnya masyarakat diindonesia berpikir dewasa,jangan mudah terpengaruh apalagi sama hal yg viral". sudah saatnya masyarakat indonesia mendukung pemerintah untuk kerja yg lebiha baik. bukan malah mencela dan menyalahkan, karena itu ga berguna dan malah menimbulkan kebencian antar satu sama lain


Quote:


Jadi inget thailand waktu kena krisis moneter di tahun 98 mereka juga mempromosikan turisme mereka !! Turisme thailand membantu mempercepat pemulihan negara !!

Indonesia apa kabar ? Tahun 98 pada jarah jarahan , bakar bakaran , bunuh bunuhan

Masuk Tahun 2000 - 2005 kena konflik horizontal yang parah ( ambon , poso) belum teror bom bunuh diri !! ( bom gereja , bom bali 1 dan 2 dll)

Sampe ibuku yang sedang berkunjung ke malaysia di tahun 2005 dibikin geram dengan nyinyiran orang malaysia yang bilang awas jangan ke indonesia nanti kena bom !! Jancuk !!!

Masuk tahun 2006 mulai membaik
Sekarang sudah jauh lebih baik , jumlah wisman jauh lebih banyak dan mereka menetap lebih lama !!

Sekarang sudah gak jaman lagi ke bali !!

Sekarang saatnya menjelajahi wilayah potensi turis yang bagus

Tengok sumba tempat david becham berlibur !!

Pokoknya ini saat yang tepat buat promosi turisme , turisme yang bagus membawa pundi pundi rupiah !!
Quote:


hahaha bener gan,gerakan" untuk mempromosikan dan mendukung negara sendiri lebih baik dilakukan dari pada saling nyinyir ga jelas yg pada ujung"nya konflik internal
Alhamdulillah rusia masih negara berkembang
Balasan post bowox1995
Quote:


Dan pariwisata akan berjalan dengan baik kalo kondisi pertahanan dan politiknya stabil, Indonesia ini politiknya lumayan stabil sih, tapi banyak gonjang-ganjingnya, selain itu perlu SDM dan Infastruktur yang mumpuni, kenapa bule pada suka ke Bali? ya karena SDM nya oke, orang-orangnya pada ga ribet, kalo baru buka kancing dikit aja udah ngacengan, kita agak susah ngembangin pariwisata, dan tentunya kalo yang namanya leissure perlu hiburan, dan klub malam ataupun alkohol adalah salah satu komponen hiburan yang dicari oleh bule emoticon-Ngacir


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di