alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Indonesia Masuk Daftar 8 Negara dengan Risiko Krisis Paling Kecil
2 stars - based on 4 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b97216dd9d770a66b8b4567/indonesia-masuk-daftar-8-negara-dengan-risiko-krisis-paling-kecil

Indonesia Masuk Daftar 8 Negara dengan Risiko Krisis Paling Kecil

Mana yang paling tipis?

Poll ini sudah ditutup - 19 Voters

Lihat poll
Mana yang paling tipis?
Tempe
5.26%
ATM
5.26%
Otaknya Sandiaga Uno
89.47%
JAKARTA, KOMPAS.com - Analisis yang dilakukan Nomura Holdings Inc menenjukkan ada delapan negara berkembang yang dipandang memiliki risiko paling kecil terpapar krisis moneter. Negara-negara tersebut antara lain Indonesia, Brasil, Bulgaria, Kazakhstan, Peru, Filipina, Rusia, dan Thailand. Dalam analisis Nomura, delapan negara tersebut memperoleh skor nol terkait risiko krisis moneter.

Artinya, negara-negara itu memiliki risiko yang sangat kecil untuk mengalami krisis. Analisis Nomura didasarkan pada model peringatan awal krisis yang dinamakan Damocles. Model tersebut memeriksa sejumlah faktor, termasuk cadangan devisa, tingkat utang, suku bunga, dan impor.

Berikut ini penjelasan terkait 8 negara berkembang yang memiliki risiko paling kecil terpapar krisis moneter.

1. Indonesia

Nilai tukar rupiah beberapa waktu terakhir mengalami pelemahan terhadap dollar AS. Namun, pelemahan tersebut dipandang cenderung gradual dan sejalan dengan kebijakan pengetatan moneter yang dilakukan bank sentral AS Federal Reserve. Meski begitu, Indonesia dipandang cukup resilien dalam menghadapi kondisi tersebut, terlihat dari cadangan devisa yang cukup tinggi untuk menahan pelemahan nilai tukar lebih lanjut. Selain itu, pemerintah pun telah melakukan serangkaian upaya untuk memperbaiki defisit transaksi berjalan. Rasio utang Indonesia pun dipandang masih cukup baik. Dengan cadangan devisa yang tercatat 117 miliar dollar AS dan rendahnya rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB), Indonesia masih cukup kuat dalam menahan pelemahan nilai tukar.

2. Brasil

Nilai tukar real Brasil terpuruk terhadap dollar AS selama 2,5 tahun terakhir. Hal ini disebabkan kenaikan suku bunga di AS dan ketidakpastian politik di Negeri Samba tersebut. Namun, di sisi lain, perekonomian Brasil sedang mengalami pemulihan meski masih cenderung underperform, yang didorong konsumsi dalam negeri. Pertumbuhan ekonomi Brasil sejauh ini mencapai 1,1 persen, jauh dibawah ekspektasi sebelumnya, yakni 2,7 persen. Bank sentral Brasil pun telah melakukan serangkaian upaya stabilisasi real, antara lain kebijakan swap valas. Awal Agustus 2018 lalu pun suku bunga acuan ditahan di level 6,5 persen.

3. Kazakhstan

Sama seperti negara-negara berkembang lainnya, nilai tukar mata uang tenge Kazakhstan juga melemah terhadap dollar AS. Bank sentral Kazakhstan menyebut, nilai tukar tenge melemah lantaran ketegangan geopolitik, kebijakan proteksionisme AS, dan sanksi yang diterapkan terhadap Rusia, China, dan Turki. Namun, bank sentral tetap mempertahankan rezim nilai tukar mengambang dan siap melakukan intervensi untuk stabilisasi tenge. Selain itu, negara tersebut juga terus mengembangkan pariwisata.

4. Bulgaria

Pemerintah Bulgaria tengah mengusahakan keanggotaan mata uang euro dan uni perbankan Uni Eropa hingga Juni 2019 mendatang. Oleh karena itu, ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi perekonomian Bulgaria. Hal ini turut membuat perekonomian negara tersebut cenderung solid. Beberapa syarat itu antara lain perbaikan bingkai kerja keuangan makro, memperkuat pengawasan sektor keuangan non-bank, serta upaya lebih keras dalam memberantas pencucian uang. Reuters mewartakan, inflasi Bulgaria cenderung rendah. Selain itu, anggaran Bulgaria pun mengalami surplus dan rasio utang pemerintah cenderung rendah.

5. Peru

Nilai tukar peso Peru turut melemah terhadap dollar AS, mengikuti negara-negara berkembang lainnya sejalan dengan krisis keuangan yang terjadi di Argentina. Meski demikian, perekonomian negara di Amerika Selatan tersebut terus memperlihatkan peningkatan yang signifikan. Pertumbuhan ekonomi Peru didukung investasi swasta yang terus meningkat porsinya. Pada tahun 2019 mendatang, pertumbuhan investasi swasta diprediksi mencapai 7,9 persen, naik dari 5 persen pada tahun 2018 ini. Salah satu pendorong utama investasi swasta adalah proyek-proyek pertambangan. Adapun investasi pemerintah diperkirakan tumbuh 14 persen tahun ini.

6. Filipina

Pertumbuhan ekonomi Filipina dihantui beberapa risiko, antara lain inflasi yang tinggi dan risiko eksternal. Namun demikian, pertumbuhan ekonomi negara tetangga Indonesia tersebut masih cukup tinggi, yakni 6 persen pada kuartal II 2018. Bank sentral Filipina menyatakan, perekonomian Filipina cukup resilien menghadapi risiko eksternal, termasuk krisis di sejumlah negara berkembang, seperti Turki dan Argentina. Gubernur Banko Sentral Ng Filipinas Nestor Espenilla mengungkapkan, fundamental ekonomi Filipina sangat bagus. "Pertumbuhan (ekonomi) kita sangat kuat, posisi fiskal kita tersusun rapi, dan posisi eksternal kita cenderung baik meski defisit, serta rasio utang rendah," kata Espenilla seperti dikutip dari Philippines Star.

7. Rusia

Perekonomian Rusia dihantui sejumlah risiko, seperti dijatuhkannya sanksi oleh AS hingga krisis. Akan tetapi, pertumbuhan ekonomi negara tersebut dipandang memiliki prospek yang cukup baik, meski diyakini tak akan terlalu tinggi. Menurut Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev, ada sejumlah indikator perekonomian Rusia yang tercatat baik. Rasio utang luar negeri telah mencapai level minimun. Selain itu, daya saing industri manufaktur Rusia juga menguat, serta substitusi impor terjadi di sejumlah segmen. Kemudian, ekspor non-migas juga tumbuh positif, termasuk peningkatan peran sektor keuangan.

8. Thailand

Berkebalikan dengan negara-negara berkembang lainnya, nilai tukar baht Thailand justru menguat. Bahkan, baht merupakan mata uang berkinerja terbaik di Asia dan nilainya terus stabil sepanjang tahun. Perkasanya baht merupakan dampak dari fundamental ekonomi Thailand yang kuat. Inflasi di Negeri Gajah Putih tersebut rendah dan surplus transaksi berjalannya pun besar. VOA mewartakan, besarnya surplus transaksi berjalan

Thailand sebagian didorong pertumbuhan sektor pariwisatanya yang sangat kuat. Surplus transaksi berjalan mendukung kuatnya nilai mata uang suatu negara dan berarti negara tersebut kurang bergantung pada mata uang asing. Selain itu, Thailand adalah eksportir besar mobil dan barang-barang lainnya, yang juga memberikan kontribusi penting terhadap surplus transaksi berjalan.

https://ekonomi.kompas.com/read/2018/09/11/070000326/indonesia-masuk-daftar-8-negara-dengan-risiko-krisis-paling-kecil.

Salah satu indikasi Indonesia krisis adalah tempe yang sama tipisnya dengan kartu ATM....
BandunginnYa dg negara negara kayak gt

Apalagi kl dibandingkan dg erethre, somalia,

Jadi negara maju

Kalo mau bandingin itu dg spore
Tempe nggak setipis otak sandiaga uno emoticon-Smilie
auto 2 periode ? emoticon-Imlek
Balasan post ivan.haz
Bedakan antara negara gagal, negara dunia ketiga, negara berkembang dengan negara maju bray
Diubah oleh borielo01
Pokoknya Indonesia harus kena krisis
By: oposisi
Balasan post ivan.haz
Kl mmg mau maju kampanye, mmg harus dibandingkn dg negara gagal spy keliatan rezimnya sukses
kampret juga,
otaknya tipis2

emoticon-Wakaka
kecil bukan berarti mustahil emoticon-Shakehand2

kalo kena krisis junjungan nasbunglaknatullah seneng! dan nasbung seneng sesaat karena junjungannya berkuasa! lepas tu tetap aja bodoh dan kere!
emoticon-Takut
Balasan post ivan.haz
spore wilayahnya kecil mas bro. indonesia wilayahnya gede
Balasan post ivan.haz
Quote:


manusia otak tipis nih

Analisis yang dilakukan Nomura Holdings Inc menenjukkan ada delapan negara berkembang yang dipandang memiliki risiko paling kecil terpapar krisis moneter.


Singapur negara berkembang tong????

================

yang ngebata gue bapaknya homo
Diubah oleh siendutlagi
Jadi iri sama Thailand, adem ayem aja emoticon-Big Grin
Tapi setidaknya Indonesia masih mending lah gak terlalu terkena dampak besar emoticon-I Love Indonesia (S)
si thread sebelah ada otak kopong klaim fundamental indo bahaya

disuruh jelasin detailnya malah muter2
Balasan post ivan.haz
Ya gini ini yg bikin indo nggak bs maju
Semuanya dibandingin dg negara yang lebih rendah. Spy kelihatan hebat
Tinggal bayar tukang buat suratnya, keluar surat nya.
Balasan post ivan.haz
Quote:


dithread sebelah ada analisa lengkapnya..ada thailand,malaysia,cina

mereka lbh rendah dr indo?

hoax membangun, hahaha
Balasan post cskebo
Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


gan, bagi cendolnya dong emoticon-2 Jempol
Quote:


ane ditimpukin bata sama nasbunglaknatullah..
emoticon-Ngakak


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di