alexa-tracking

Tak Dipecat Meski Berulangkali Dipenjara, Oknum Polisi ini Kembali Dagang Narkoba

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b96e9c1620881553a8b4567/tak-dipecat-meski-berulangkali-dipenjara-oknum-polisi-ini-kembali-dagang-narkoba
Ngakak 
Tak Dipecat Meski Berulangkali Dipenjara, Oknum Polisi ini Kembali Dagang Narkoba
Tak Dipecat Meski Berulangkali Dipenjara, Oknum Polisi ini Kembali Dagang Narkoba
Kepala BNNK Gunungsitoli AKBP Faduhusi Zendrato (Kanan) Kompol Elizama Zalukhu (kiri) sedang menginterogasi kedua tersangka, Briptu JAL dan KM di Kantor BNNK Gunungsitoli/foto : edi

Briptu JAL alias Ucok Lubis mungkin termasuk anggota Polri yang cukup memiliki pengaruh besar di korps tempatnya bernaung. Buktinya, berulangkali masuk penjara karena kasus narkoba dan sudah menyandang status residivis, tak membuat posisi si oknum polisi tersingkir dari kesatuannya.

Tak dipecat dari kepolisian, malah membuat tingkah JAL menjadi-jadi. Seolah tidak ada jera. Ia kembali bertingkah. Baru beberapa bulan menghirup udara kebebasan usai menjalani hukuman di Lapas Klas IIB Gunungsitoli, ia kembali terancam menjalani hari di balik jeruji, setelah Rabu, 5 September 2018 lalu, giliran petugas Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Gunungsitoli meringkusnya.

Dari data yang dihimpun dari pihak BNN setempat, penangkapan tehadap Briptu JAL diawali dengan diciduknya tersangka lain berinisial KM Alias Ama Wilman warga Kelurahan Ilir, Gunungsitoli.

“Setelah kita dapatkan informasi dari masyarakat, kita langsung melakukan penyelidikan dan KM alias Ama Wilman berhasil kita amankan tepatnya di depan RSUD Gunungsitoli saat tersangka sedang menunggu pembeli. Ditangannya kita dapatkan satu bungkus klip kecil narkoba jenis sabu seberat 0,16 gram,” ujar Kepala BNNK Gunungsitoli. AKBP Faduhusi Zendrato, Jumat (07/09/2018).

Ketika diinterogasi, KM mengaku barang haram tersebut dia dapatkan dari seorang oknum polisi. Selanjutnya, petugas berhasil mengamankan Briptu JAL di dekat simpang Meriam, Jl Karet, Kelurahan Ilir, Gunungsitoli.

“Setelah kita amankan KM alias Ama Wilman, selanjutnya kita berhasil amankan Briptu JAL alias Ucok Lubis yang sehari hari sebagai anggota Polri aktif yang bertugas di Mapolres Nias. Dari tangannya kita sita sebungkus klip kecil berisi 0,4 gram sabu,” sebut Faduhusi.

Menurut Faduhusi, saat diboyong ke Kantor BNN Gunungsitoli, JAL sempat mencoba kabur dengan cara mengelabui petugas beralasan buang air kecil.

“Briptu JAL ini sempat mengelabui petugas dengan beralasan buang air seni, sesampai di pintu toilet, JAL lari ke arah jalan raya lalu dikejar dan berhasil kita tangkap yang tidak jauh dari kantor BNN ini,” katanya.

Terkait sosok oknum polisi itu, perwira berpangkat melati dua di pundak ini mengakui bahwa oknum polisi JAL berpangkat Briptu tersebut kerap keluar masuk penjara dan ini keempat kalinya ditangkap karena memakai sekaligus mengedar barkoba jenis sabu.

“Sudah tiga kali masuk penjara dan ini keempat kalinya Briptu JAL ditangkap karena memakai sekaligus mengedar narkoba,” tuturnya.

Dengan wajah lesu, di hadapan petugas JAL membeberkan bahwa barang haram tersebut dia dapatkan dari salah seorang pengedar lainnya di kawasan Pelabuhan Angin Gunungsitoli dengan harga Rp500 Ribu per paket kecil untuk dipakai beberapa kali.

“Saya hanya pemakai saja dan satu bungkus itu tidak habis sekali pakai. Sabu itu saya beli dari teman pengedar di pelabuhan Gunungsitoli,” tuturnya.

Menurut JAL, jaringan narkoba ini sudah memasuki di sejumlah daerah di Kepulauan Nias. “Jaringan pengedar ini sudah memasuki wilayah Nias Utara, Nias Barat dan Nias Selatan. Untuk inisialnya, tidak bisa saya sebutkan karena sudah saya sampaikan ke petugas,” pungkas Briptu JAL alias Ucok Lubis.

Sementara, Wakapolres Nias Kompol Elizama Zalukhu membenarkan tersangka JAL merupakan oknum polisi yang bertugas di Mapolres Nias dan beberapa bulan lalu baru selesai menjalani hukuman penjara di Lapas Kelas II B Gunungsitoli karena kasus narkoba.

Zalukhu pun mengaku siap mendukung penuh kegiatan BNN dalam pemberantasan narkoba di wilayah hukum Polres Nias terutama bagi oknum polisi yang terlibat.

“Kita sudah komitmen dan sepenuhnya kita mendukung langkah BNN Gunungsitoli dalam pemberantasan barkoba di wilayah hukum polres Nias terutama bagi oknum yang terlibat narkoba,” Tutur Kompol Elizama Zalukhu.

Akibat perbuatannya, kedua tersangka dijerat pasal 114 ayat (1) dan pasal 112 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman minimal lima tahun dan maksimal 20 Tahun Penjara. OS-ed/01

https://onlinesumut.com/2018/09/07/t...agang-narkoba/
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Banyak masyarakat awam mengira kalau pangkat itu berpengaruh besar di sumut, tapi itu hanya mitos, pangkat di sumut, itu tidak terlampau banyak ngaruh, yang paling berpengaruh adalah bekingan ormas/okp/ps sumut

Seorang jenderal pun bisa segan terhadap seseorang dengan pangkat di bawah nya (kolonel/letkol/Kombes/AKBP/dll), bila seseorang itu walau pangkatnya lebih rendah, tapi punya beking ormas/okp/ps sumut

Banyak Pamen dan Pati di sumut yang pangkat rendah tapi jauh lebih kaya raya dari Jenderal, tanya kenapa ?emoticon-Betty (S)

Jadi jangan terlalu memandang siapa yang duduk di kursi pimpinan sumut, baik itu kursi gubsu atau kursi walikota atau kursi bupati, karena mereka bukan pembuat keputusan (bukan decision maker), tapi pimpinan tinggi preman ormas sumut yang mengendalikan semuanya dari balik layar emoticon-Toast

Bahkan preman2 di wilkum polsek medan kota yg sempat berantem dengan 2 TNI beberapa hari lalu, masih mondar mandir malak dengan bebas hingga kini

Petisi Nagori Taktak Makar Terselubung
image-url-apps
udah tugasnya
image-url-apps
masok pak ekoooo emoticon-Leh Uga
KASKUS Ads
spesialis berita Sumutisme.

emoticon-Ngakak
image-url-apps
brotherhood di kepolkisan tinggi.

susah
image-url-apps
Semua daerah begitu bray..bahkan honorer pns aja bisa suka2 kok emoticon-Leh Uga soalnya di luar kantor doi pegang parkir
tak beda jauh dgn di amerika ....ada bad cop ,good vop
image-url-apps
Udah 3x dipenjara dengan kasus yg sama dan tidak dipecat ?
Sekarang ditangpak untuk yg ke4 x nya dengan kasus yg sama (lagi) emoticon-Matabelo

Sungguh prestasi yg luar biasa emoticon-Selamat emoticon-Ultah
image-url-apps
Setorannye kenceng bro..

Mangkennye 2019 ganti presiden. Biar penegak hukum nakal di pecatin. emoticon-Malu (S)
image-url-apps
Quote:


bedul..bedul..bedul
image-url-apps


Ga dipecat krna hanya masuk sidang etik di internal kepolisian.

Dipenjara paling cuma beberapa bulan aja kalo etik.

Ini yg bikin fuck regulation. Polisi mau niru tentara yg pakai UU militer sidangnya di sodang militer.
Padahal ancaman pidana militer jauh l3bih berat dari pidana umum sipil.

Harusnya kasus pidana ya masuk ke pengadilan umum. Dituntut kejaksaan n diputusin kehakiman.

wanjer sumut memang mantap
di provinsi laen uda di pecat dari awal kalau kasus narkoba
Reply to urban21's post
image-url-apps
Quote:


Lucu yah, polisi dibilang sipil bukan, dibilang militer juga bukan,jadinya abu2 terus,lebih enak melanggar hukum nya
image-url-apps
terdepan menkhabarkan!
Quote:


Malah polisi di Indo itu jauh lebih memiliki polotic power n money power lebih besar dari militer lho.

Dulu jaman Gusdur ABRI dipecah. Polisi dikluarin dari ABRI.

Dulu ABRI (TNI n POLRI) 1 anggaran dibawah Menhankam.

Sejak ABRI dipisah, TNI penganggaran ttp dibawah Kemenhan. Tp Gusdur lupa ga buatin kementerian buat Kepolisian.

Akhirnya Polri malah punya kuasa anggaran penuh mulai dr nyusun, ngajukan di DPR, hingga belanja.

Smntara TNI ga punya.

Kedudukan pun polisi Indo sangat tinggi krna langsung dibawah presiden tanpa menteri.




image-url-apps
Quote:


Kek beginilah managemen di kepolisian makanya jangan heran2 ya.
Reply to urban21's post
image-url-apps
Quote:


Kementerian utk polri cocoknya namanya apa, seandainya dibentuk ?
image-url-apps
Quote:


Kemendagri. Kayak di negara-negara lain
Quote:


Kalo di US sih ada federal police dibawah Mendagri. Ada police department dibawah Gubernur (kayak satpol PP)

Kalo di Indo mungkin cocoknya di bawah yg sudah ada kayak Kemenkumkam (kementerian hukum & keamanan)

Atau bikin kementerian baru misal Kemenkamra (kementerian keamanan rakyat)
emoticon-Big Grin


×