alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Puluhan WN China yang Bekerja Ilegal di Jawa Timur Ditangkap
3 stars - based on 4 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b96b5a2c1cb17020e8b4567/puluhan-wn-china-yang-bekerja-ilegal-di-jawa-timur-ditangkap

Puluhan WN China yang Bekerja Ilegal di Jawa Timur Ditangkap

Puluhan WN China yang Bekerja Ilegal di Jawa Timur Ditangkap

Kantor Imigrasi Kelas I Tanjung Perak berhasil mengamankan 53 Tenaga Kerja Asing (TKA) ilegal. Para pendatang ini nekat bekerja meski hanya mengantongi visa wisata.

Para TKA ini berhasil diamankan petugas pada kurun Januari hingga September 2018. Mereka berasal dari berbagai negara. Sejumlah WNA itu, melakukan beragam bidang pekerjaan di kota Surabaya dan sekitarnya, mulai konsultan, tenaga kerja kasar, dan masih banyak lagi.

"Mereka beberapa memiliki izin tinggal, ada yang pakai bisa wisata juga," terang Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Tanjung Perak, Romi Yudianto di kantornya, Senin (10/9).

Mayoritas TKA yang diamankan berasal dari China, jumlahnya mencapai 41 orang.

"Selain Tiongkok, ada 4 warga India, 2 dari Taiwan, 2 dari Malaysia, 2 dari Amerika Serikat, 1 dari Bangladesh dan 1 warga negara Belanda," sebut Romi.

Salah satu cerita menarik dipaparkan oleh Romi. Pihaknya pernah mengamankan TKA dari Bangladesh. Orang yang bersangkutan itu bahkan rela bekerja sebagai tukang batu di Kabupaten Tuban.

"Sebenarnya yang boleh tinggal di Indonesia adalah TKA yang bermanfaat dan terlatih. Yang buat kita pusing, ya kita usir,"
tegasnya.
Romi menegaskan, pihaknya selama ini menerapkan dua sanksi bagi tenaga kerja asing di Tanah Air yang diketahui melanggar. Pertama, dipulangkan ke negara asal. Kedua, diajukan ke pengadilan.

"Selain penegakan hukum, kita juga lakukan pengembangan," tegasnya.
Romi menyebutkan, jumlah warga negara asing yang tersebar di Jawa Timur cukup banyak. Dengan rincian 1.590 izin tinggal (wisata dan keluarga), 1064 izin tinggal sementara, 42 izin tetap dan 305 negara asing yang bekerja di lepas pantai (offshore).

Dalam kesempatan itu, Romi juga meminta kepada masyarakat tidak cemas soal keberadaan TKA, mengingat pihaknya telah membentuk tim pengawas orang asing. "Tim ini tersebar di setiap kecamatan," ujarnya.

Menurut Romi, semua tenaga asing yang ada di Jatim sudah terdata di Imigrasi. Seluruhnya datang sesuai dengan izin visa.

Selain membentuk tim khusus, pihaknya juga menggandeng instansi terkait dalam mengawasi warga asing. Tujuannya, supaya masyarakat tidak resah dengan keberadaan mereka.

"Kita harus lari dalam memberikan layanan bagi masyarakat. Makanya, kita juga menggandeng media," imbuh Romi.

Romi memastikan, semua tenaga kerja asing yang ada di Jawa Timur sudah terdeteksi. Salah satunya melalui barcode. Bahkan imigrasi berencana membuat cip bagi TKA yang datang.

"Lewat cip kita akan tahu ke mana saja para TKA selama di sini. Saya kira itu penting demi kebaikan kita bersama," pungkas Romi.

WN China Pekerja Teknisi Diciduk
Sementara itu, seorang WNA asal China, Liu Mingxi (49), juga diamankan. Dia bekerja sebagai teknisi di perusahaan PT H di Surabaya.

"Penangkapan ini berawal dari masyarakat dan intelijen kami yang ada di lapangan, lalu kami dalami. Saat kami cek ke lapangan, ternyata benar. LM ini memakai visa wisata untuk bekerja di Indonesia," tegas Romi.


Romi mengungkapkan, penangkapan itu berlangsung pada Rabu (29/8) lalu, sekitar pukul 10.00 WIB di Pergudangan Margomulyo, Surabaya.

Menurut Romi, Liu sempat berupaya melarikan diri dari pintu bagian belakang. Pihaknya juga sempat diadang petugas keamanan. Petugas kemudian berupaya mengepung setiap bangunan pabrik.

"Seluruh personel Tim Wasakim Kanim Tanjung Perak Surabaya langsung membuat pagar betis mengitari TKP agar yang bersangkutan tidak meloloskan diri," sambungnya.

Setelah tertangkap, Liu langsung dibawa ke Kanim Kelas 1 Tanjung Perak Surabaya. Saat diperiksa, petugas mendapati visa yang digunakan adalah visa wisata dan izin tinggalnya telah habis.

Akibat ulahnya itu, Liu dikenakan Pasal 122 (a) UU Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. "Kami kenakan tindakan hukum projustisia, tidak menutup kemungkinan kami deportasi ke negara asal," jelasnya.

https://m.kumparan.com/@kumparannews/puluhan-wn-china-yang-bekerja-ilegal-di-jawa-timur-ditangkap-1536580757472943549

Rakyat Bersatu Usir Cuihna Babik!
Diubah oleh LordFaries
Puluhan WN China yang Bekerja Ilegal di Jawa Timur Ditangkap
Awas ranjau taik dijalanan emoticon-Imlek
Pantes dijalan banyak kuning kuning, ane kira taik kebo, ternyata taik gen unggul emoticon-Cape d...

Udah Backlist aja gen unggul, bikin najis jatim aja emoticon-Cape d...
10 ijuta lapangan kerja emoticon-I Love Indonesia
kata nastak gpp. wong jumlahnya cuma sedikit kok
Balasan post magelys
Quote:


Mo cipok siapa tu om?

Comment berita :

Tenang. Duit masih banyak, 10 jt lap pekerjaan.
emoticon-Leh Uga
Diubah oleh !!!
Tenggelamkan emoticon-Hansip
itu yg ketauan emoticon-Big Grin
gak usah pake babi2an, sama2 manusia, cuma beda paspor.

kalo emang ilegal dan melanggar hukum,
usir aja, dan perlu diselidiki dan dihukum tuh perusahaan yang membawa mereka.

nunggu ada yang kelonjotan kalo bahas TKA menlen
emoticon-Wakaka
tembak tembakin aja udah, masi banyak babik di peternakan
pasti orang2 aseng itu ingin mendirikian negara dalam negara
harus dicegah dengan sistem baru ini (sama2 dari asing) emoticon-Big Grin
Puluhan WN China yang Bekerja Ilegal di Jawa Timur Ditangkap
sudah saatnya nastak di pulangkan ke habitat masing masingemoticon-Imlek
oknum petugasnya makar ....
Quote:
Diubah oleh 54m5u4d183
Puluhan WN China yang Bekerja Ilegal di Jawa Timur Ditangkap
Post ini telah dihapus oleh Kaskus Support 03
Balasan post tujuh.tahun
Quote:


Bangsd emang gen yg satu ini emoticon-Ngakak
deportasi aja ke namexemoticon-Cape d...
Quote:


masih kurang 9.999.959 orang lagi belum terbukti
Balasan post pdt.henderson
Quote:


gen unggul itu emoticon-Ngakak


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di