alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Pengembalian uang suap perkuat dugaan korupsi korporasi Golkar
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b94a245d9d77068248b4575/pengembalian-uang-suap-perkuat-dugaan-korupsi-korporasi-golkar

Pengembalian uang suap perkuat dugaan korupsi korporasi Golkar

Pengembalian uang suap perkuat dugaan korupsi korporasi Golkar
Politisi Partai Golkar yang jadi tersangka suap Idrus Marham, seusai diperiksa di gedung KPK, Jakarta, Jumat (7/9/2018). Pengembalian duit dari pengurus Golkar memperkuat dugaan korupsi korporasi di tubuh partai itu.
Dugaan korupsi korporasi pada tubuh Partai Golkar ternyata makin kuat. Pengurus partai dengan logo pohon beringin itu mengembalikan duit terkait kasus korupsi.

Menurut Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah, uang Rp700 juta yang dikembalikan pengurus Golkar terkait perkara suap PLTU Riau-1.

"Kemudian uang tersebut disita dan masuk dalam berkas perkara ini," ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di kantornya, di Jakarta Selatan, Jumat (7/9/2018) seperti dipetik dari detikcom.

Febri menambahkan, uang yang dikembalikan ini akan menjadi salah satu bukti penguat untuk menelusuri arus uang terkait suap PLTU Riau-1. Dengan pengembalian uang itu, menambah keyakinan KPK tentang aliran uang untuk kegiatan Golkar.

Sebab sebelumnya ada bukti dan keterangan yang menyebutkan dugaan penggunaan uang untuk kegiatan salah satu partai politik. Bukti dan keterangan itu telusuri. "Setelah sejumlah pihak terkonfirmasi dan diperiksa, ada salah satu pihak pengurus partai yang kemudian mengembalikan uang tersebut," ujar Febri.

Febri tidak menyebutkan siapa pengurus yang mengembalikan uang itu. Menurutnya, yang mengembalikan adalah pengurus partai. "Bentuk proses pengembalian dilakukan oleh orang per orang ya meskipun itu diduga terkait dengan kebutuhan pendanaan kegiatan partai politik," kata Febri.

Eni Maulana Saragih, politisi Golkar yang jadi tersangka dalam kasus suap ini menjelaskan, uang Rp700 juta itu digunakan untuk membiayai kegiatan musyawarah nasional luar biasa (Munaslub) Partai Golkar, Desember tahun lalu.

"Itu dari panitia Munaslub. Mereka mengembalikan secara bertahap," ujar Eni seusai diperiksa di Gedung KPK Jakarta, Jumat (7/9/2018) seperti ditulis Kompas.com. Eni menyatakan, dengan pengembalian uang ini membuktikan, bahwa ada uang suap yang dipakai untuk Munaslub Golkar.

Golkar tentu menepis dugaan penerimaan uang ini. Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily menilai, kasus suap PLTU Riau-1 tidak ada hubungannya dengan kebijakan Partai Golkar.

Soal pengakuan Eni Saragih yang menyebut duit haram mengalir untuk Munaslub Golkar, Ace mengaku tidak mengetahui asal sumber aliran dananya. Jika tahu uang tersebut berasal dari duit suap, Golkar pasti tak akan menerimanya.

"Tidak mungkin Partai Golkar menggunakan sumber dana yang berasal dari hasil tindakan yang tidak terpuji," kata dia kepada detikcom, Sabtu (8/9/2018).

Dengan adanya pengembalian ini menguatkan dugaan Golkar menampung duit suap dan bisa dijerat dengan pidana korupsi korporasi.

KPK memang membuka peluang untuk menjadikan Partai Golkar sebagai tersangka dengan pidana korporasi dalam suap PLTU Riau-1.

"Kalau itu kami bisa buktikan, itu bisa (mentersangkakan Golkar), tapi sampai sekarang belum," kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan di kantor KPK, Jakarta Selatan, Senin (3/9/2018) seperti dinukil dari Tirto.

Basaria mendasari pendapatnya itu dengan Pasal 20 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 juncto Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) yang secara eksplisit telah menyatakan bahwa sebuah korporasi bisa dituntut dan dijatuhi pidana terkait tindak pidana korupsi.

KPK juga tengah mempelajari, kemungkinan penerapan pidana korporasi untuk menjerat partai politik.

"Kami pelajari dulu. Itu kan korporasi itu kan kalau by definition apakah seperti company (atau) korporasi biasa seperti pengertian mencari untung. Ini kan bukan cari untung organisasi ini," kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang di DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (5/9/2018).
Pengembalian uang suap perkuat dugaan korupsi korporasi Golkar


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...rporasi-golkar

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Pengembalian uang suap perkuat dugaan korupsi korporasi Golkar Nasib Alibaba jika Jack Ma pensiun

- Pengembalian uang suap perkuat dugaan korupsi korporasi Golkar Dua bus masuk jurang di Sukabumi

- Pengembalian uang suap perkuat dugaan korupsi korporasi Golkar Gubernur Kaltim mundur untuk ikut Pileg 2019



×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di