alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
WANITA KAMAR 107(Lorong Mistis)
5 stars - based on 6 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b936e50529a4516118b456f/wanita-kamar-107lorong-mistis

WANITA KAMAR 107(Lorong Mistis)

Di thread kedua kali ini ts ingin membagikan kisah tentang sosok arwah wanita yang selalu berpakaian hitam dan sering muncul di lorong lorong sepi dan loby sebuah hotel.

“Gen, rokok gw mana?.” Tanyaku pada teman kerja satu shiftku malam ini. Aku sangat kesal mendapati rokokku telah hilang dari atas meja, baru sebentar ditinggal kekamar mandi benda tersebut sudah lenyap. Dan kuyakini si Gegen lah pelakunya.

“Woy Gen, lu sembunyiin rokok gw ya?.” Tanyaku ulang padanya, spontan Gegen terkejut mendengar teriakanku, karna sedari tadi dia terlihat lebih murung tidak seperti biasanya.

“Apa?.”

“Mana rokok gw ha?.”

“Sejak kapan gw ngerokok ha? Gila lu, ga penting banget nyembunyiin rokok murah dan bekas lu lagi, gak level gw.” Jawabnya mencibir.

“Sumpah lu Gen? Bohong kesambet setan lu ya.” Jawabku mengancam.

“Iyaa sumpah gw, tapi gak usah bawa bawa setan segala. Udah malem ini, mana pengunjung sepi lagi Ri.”

“Takut lu kan?.”

“Ya gaklah, tapi pamali aja.” Jawabnya berpura pura berani menurutku.

“Yaudah gw survei kamar kamar dulu ya, lu jaga in ini meja baek baek biar gak ikutan hilang.”
Sebut saja namaku Ari(samaran), aku bekerja di salah satu hotel dikawasan kota P, aku sengaja meminta shift malam agar siangnya bisa tidur dengan puas. Belum lama aku bekerja di hotel ini sebagai recepsionis, baru sekitar 6 bulan saja. Hotel ini memang tidak besar dan ramai pengunjung, ketika malam hari hanya ada 2 recepsionis dan 2 satpam yang berjaga. Dan mungkin hotel ini sudah dikenal sebagai hotel remang remang, ketika malam minggu tiba akan banyak pria pria hidung belang memboking kamar dengan membawa cabe cabeannya, dan juga ada beberapa pasangan anak muda.
Aku seolah melupakan kejadian hilangnya rokokku tadi, walaupun ada perasaan sedikit kesal tentunya. Mungkin aku yang salah meletakkannya, ataupun ada pengunjung yang mengambilnya diatas mejaku. Aku pun berjalan melewati lorong lorong kamar yang sepi dan sunyi, hanya terdengar suara langkah kakiku saja saat ini, akibat saking sepinya malam ini. Terlihat dari kejauhan benda berbentuk kotak tergeletak tepat di depan pintu sebuah kamar, kupercepat langkah kakiku mendekati kamar tersebut dan mengambil benda itu.

“Ini rokok gw bukan sih?.” Tanyaku pada diriku sendiri. Kubuka bungkus rokok tersebut, ternyata isinya masih utuh, ada 4 batang lagi dan didalamnya terdapat mancis putih yang sengaja kumasukkan kedalam rokok tersebut. Kutolehkan kepalaku keatas “107”, entah mengapa aku merinding seketika, entah kenapa kamar dengan nomor ganjil selalu memiliki daya mistis tersendiri menurutku, karna tak banyak orang yang mau menempati kamar dengan nomor ganjil. Kembali kepala ku berpikir, kalau memang rokok ini telah di curi, kenapa isinya masih utuh, tapi jauh banget gegen nyembunyiin rokok gw sampe ke ujung lorong kamar gini.

“Gen, lu nyembunyin rokok gw jauh banget sampe ke pintu kamar 107, parah lu.” Cibirku ketika kembali ke meja kerjaku.

“Apasih Ri, nuduh mulu dari tadi, kalo ga percaya buka aja cctv, ada gak gw disana ntar.”
Tanpa basa basi aku langsung memutar ulang kerjadian kejadian sebelumnya dilayar komputerku.

“Gen, cctvnya burek nih dari jam 11.00 sampe 12.00 ga keliatan gamabarnya.” Aku heran, cctv tersebut hanya macet di jam tersebut, jam dimana rokokku mulai lenyap, sebelum layar itu buram, masih terlihat rokok ku di atas meja, lalu layar buram, setelah layar kembali rokok itu sudah hilang. Aku dan Gegen melihat kejadian tersebut, pikiran kami melayang kemana mana, spontan suasana menjadi sunyi dan dingin.

“Haha, palingan di ambil pelanggan Ri, kan ga keliatan gara gara itu cctv burek. Santai besok kita bilang ke bos.” Seolah tau akan ketakutan masing masing, Gegen mencoba mencairkan suasana, padahal kami berdua sama sama tau, terakhir pelanggan datangin meja kami di jam 10 malam. Aku hanya membalas ucapannya dengan sedikit tertawa, walaupun pikiranku udah melayang ke hal hal gaib, jadilah malam ini pikiranku di penuhi misteri hilangnya rokokku.

Readers tinggalkan jejak ya, biar author tau thread kali ini pantas di lanjutin apa kagak. Ehehehe emoticon-Cendol Ganemoticon-Cendol Ganemoticon-Cendol Gan

Index
Part 2 Pengunjung Kamar 107
Part 3
Diubah oleh delviharahap20
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 4
jejak dlu gan..emoticon-Blue Guy Peace
Quote:


sepertinya ga dapet banyak view ane gan. wkwwk
Numpang nenda... emoticon-Malu
Quote:


ehehehe
Lanjut donk sis
Quote:


nunggu 400 view gan :v
Ijin nenda
ninggal jejak dulu
Quote:


silahkan gan. ehehe
Quote:


silahkan gan. ehehe
Lanjuuutt
sangat pantat ehh pantas.....lanjutkan
lanjoetkuen
nenda lagi aah
Tessssssstttt
nandain dulu bacanta tar ja
rokoknya ketiup angin mungkin, gan emoticon-Selamat
tamat kah gan?
Quote:


nihh mau lanjut. ehehe
Quote:


wkwkwwkw. gokil
Halaman 1 dari 4


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di