alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Ketua Progres 98 Faizal Assegaf: Semoga Erick Thohir Dapat Membuat Sandiaga Insaf
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b933fecde2cf239478b457d/ketua-progres-98-faizal-assegaf-semoga-erick-thohir-dapat-membuat-sandiaga-insaf

Ketua Progres 98 Faizal Assegaf: Semoga Erick Thohir Dapat Membuat Sandiaga Insaf

Ketua Progres 98 Faizal Assegaf: Semoga Erick Thohir Dapat Membuat Sandiaga Insaf
Kompas.com/Sherly Puspita
Faizal Assegaf

TRIBUNWOW.COM - Polemik mahar politik Rp 1 triliun Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno masih menjadi perhatian Ketua Progres 98, Faizal Assegaf meski telah diputuskan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) tidak terbukti.

Dilansir dari akun Twitter Faizal Assegaf, @faizalassegaf, Jumat (7/9/2018), ia mengungkapkan harapannya agar Sandiaga Uno dapat berbicara jujur jika diyakinkan Erick Thohir yang telah menjadi Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin.

Dalam postingannya Faizal mengharapkan Erick dapat membuat Sandiaga insaf.

" Sebagai sahabat dekat, Erick Thohir dpt meyakinkan Sandiaga Uno agar berbicara jujur soal kasus mahar politik 500 M kpd publik.Ya, semoga bung Erick yg dpt membuat Sandiaga insyaf & kembali ke jalan yg benar. Keluar dari aneka modus politik kardusan yg tdk bermartabat. " tulis Faizal.

Sebelumnya, diberitakan Kompas.com, Jumat (31/8/2018), Bawaslu memutuskan tak menemukan pelanggaran pemilu terkait dugaan pemberian mahar politik dari bakal calon wakil presiden Sandiaga Uno kepada Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terkait pencalonan pada Pilpres 2019.

"Bahwa terhadap pokok laporan nomor 01/LP/PP/RI/00.00/VIII/2018 yang menyatakan diduga telah terjadi pemberian imbalan berupa uang oleh Sandiaga Uno kepada PAN dan PKS pada proses pencalonan Presiden dan Wakil Presiden tidak dapat dibuktikan secara hukum," kata Ketua Bawaslu Abhan dalam keterangan resminya, Jumat (31/8/2018).

Abhan mengungkapkan, putusan tersebut didasarkan atas pemeriksaan sejumlah saksi yang diajukan pelapor, Wakil Ketua Umum LSM Federasi Indonesia Bersatu Frits Bramy Daniel.

Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief yang menjadi saksi kunci, tidak dapat didengarkan keterangannya karena tidak memenuhi tiga kali undangan Bawaslu.
"Ketidakhadiran Andi Arief memenuhi undangan Bawaslu, menjadikan laporan yang dilaporkan tidak mendapatkan kejelasan terjadinya peristiwa pemberian uang kepada partai PKS dan PAN," ujarnya.

Abhan menambahkan, Andi satu-satunya sumber informasi dari pelapor.
Sehingga hal itu tidak memiliki kekuatan pembuktian.



http://wow.tribunnews.com/2018/09/08...585.1536376272


Wat ? emoticon-Leh Uga
Wapres cengengesan, pikirnya Indonesia ini buat komedi2an apa
Balasan post sabil.haq
Quote:


Lah bukannya skrg udh jadi lucu2an aja nih negara...emoticon-Leh Uga
syukurlah, tokoh2 muda berkualitas mulai masuk mengisi panggung politik indonesia,
Balasan post sabil.haq
Liat saja oke ngoceh, fakta
ngomong apa sih kyk orang goblok caper😂
Ketua Progres 98 Faizal Assegaf: Semoga Erick Thohir Dapat Membuat Sandiaga Insaf
Balasan post Betjanda
Quote:


emoticon-Kaskus Radio persabatan bagai kefongfong keluar kardus menjadi kufu kufu
Quote:


Walaupun keluar kardus keduanya masih kaya gak miskin miskin emoticon-Smilie
Quote:


Baru ibukotanya, 😁
Balasan post codot.1
Quote:


Harusnya minggu depan pindahlah ibukota negara ke kalimantan. Biar sumber lucu2anny ikut pindah juga...emoticon-Leh Uga
Balasan post sabil.haq
Quote:


Lah...emang presiden sekarang bukan pelawak ya???hahahaahah
Balasan post sabil.haq
Pelawak yang ambil Freeport, yang penjarakan ketua DPR


Makanya antek2 Freeport atau Setnov kesel (mirip ente) hehehe
Quote:


Kalimantan ga akan kuat, biar Jakarta.
Ini ga ada yg bener atau salah tinggal sudut mana yg melihat...
Politik katanya dinamis....

#Minum kopi sambil baca berita


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di