alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Cawapres Jokowi, Mahfud MD dan Manuver PKB di Tikungan Akhir
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b70627596bde6847e8b4567/cawapres-jokowi-mahfud-md-dan-manuver-pkb-di-tikungan-akhir

Cawapres Jokowi, Mahfud MD dan Manuver PKB di Tikungan Akhir

Quote:


dengan memilih Maaruf Amin dibandingkan dengan Mahfud MD, JKW gak sadar sedang masuk dalam permainan orang lain.
Urutan Terlama
Halaman 1 dari 2
Mantap mania mancing!!!!
Gak sadar atau emang sengaja? emoticon-Ngakak (S)
Semua demi merebut kekuasaan. Politik itu kadang memang busuk.
Mahmudd itu org gk bsa d pengaruhi

Nah klo Kh maaruf gw gk tau dah

Indonesia bth pemimpin yg bebas dri tekanan partai
~*Mari mengenal lebih dekat Riwayat pendidikan dua pasangan CAPRES - CAWAPRES*:


1 *Prabowo Subiyanto*
SD Kristen Victoria (Hongkong)
SMP Kristen Victoria Institute (Malaysia)
SMA International School (Swiss)
AKABRI Magelang

2 *Sandiaga Uno*
SD KRISTEN PSKD (Persatuan Sekolah Kristen Djakarta)
SMP NEGERI 12 Jakarta
SMA KATHOLIK Pangudi Luhur Jakarta
S1 Wichita State University (Amerika)
S2 George Washington University (Amerika)

1 *Ir.H joko widodo*
SD Negeri Tirtoyoso Solo
SMP Negeri 1 Solo
SMA Negeri 6 Solo
S1 Universitas Gajah Mada Jogjakarta

2. *Prof. KH.Ma'Ruf Amin*
SD SMP SMA :
Pondok Pesantren Tebu Ireng Jombang, Jawa Timur
S1 Universitas Ibnu Chaldun Bogor, Jawa Barat


*Tak kenal maka tak sayang* bebas pilih siapapun, saling menghormati..
*salam damai* 😉🙏
Strategi nasbung.manas"in ahoker supaya banyak yang golput/pindah ke kardusemoticon-Wakaka
Hal yang sama dibuat sama mmd lovers emoticon-Wakaka
Tetep jokowi aj dah..siapapun wakilnya
Terpilihnya KH. Ma'ruf Amin sebagai pasangan incumbent sebenarnya tidak mengagetkan, justru semakin menguatkan analisa bahwa pemerintahan sekarang memang benar ketakutan dan sangat serius menanggapi isu yang ada sekarang, salah satunya isu bahwa pemerintahan sekarang jauh dari umat, memecah belah umat, dll. Akhirnya untuk tujuan mengamankan posisi dan mendulang suara umat di 2019 nanti, incumbent lebih memilih pasangan seorang tokoh agama.

Analisa berikutnya, apabila strategi ini berhasil untuk mendulang suara umat dan bisa kembali berkuasa, maka tugas KH. Ma'ruf Amin berakhir juga. KH. Ma'ruf Amin yang sudah sepuh itu akan dimundurkan dengan cantik, KH. Ma'ruf Amin bisa mengundurkan diri menggunakan alasan kesehatan yang tidak memungkinkan untuk lanjut mengemban tugas sebagai wapres. Setelah posisi wapres kosong, maka sesuai konstitusi bisa diangkat wapres baru apabila terjadi kekosongan. Lalu siapa wapres penggantinya? bisa siapa saja diajukan, bahkan Puan sekalipun bisa naik jadi wapres.
Jokowi takut milih Mahfud MD gara2 diancam sama elit2 NU. Pdhl suara grassroot NU belum tentu sejalan dgn elit2-ny. Pilpres 2004 sudah jd buktiny. Megawati yg waktu itu jd incumbent berpasangan dgn Hazyim Muzadi keok lawan SBY.

Gw rasa ada perbedaan sudut pandang antara urusan internal agama dgn memilih pemimpin negara. Ketika dlm rumah ibadah jemaah akan manggut2 dgn kata ulama, tp ketika ulama tsb nyalon jd pemimpin negara belum tentu semua jemaahny mau memilih. Mungkin jemaahny justru berpikir bhw bidangny berbeda n ngga cocok. Kalo ulama tetaplah jd ulama, urusan negara serahkan pd ahliny. Masing2 org pny porsiny sendiri2.
Balasan post badosbodadas
Quote:

Ngga mgkn puan di jadikan wapres si mbok ngga segila itu dan seambisi itu buat trah keluarga beda dgn kebo
Balasan post vxvxvx
Quote:

Wapres pengganti itu pasti dipilih di sidang MPR, selama koalisi masih mayoritas, maka segalanya bisa terjadi.
Anggota koalisi selama mendapat jatah kekuasaan yang cukup, mereka tidak bakal banyak protes.
Balasan post badosbodadas
Quote:


Analisa yg nggawur. Jgn kebencianmu dgn mbok menjadikan analisa nggawur. Klw mbok dr awal mengutamakan trah keluarga. Itu kokowi ngga mgkn naik jd presiden. Selama sistem demokrasi bener yg di terapkan partai2 lama ngga mgkn presiden dan wakilnya 1partai itu pasti. Hanya gerandong aja partai baru yg membuat sejarah itu presiden dan wakil dr 1partai dan 1 golongan
Balasan post vxvxvx
Quote:

Politik itu ada ilmu dan hitung-hitungannya, skenarionya pun jangka panjang. Kalo mikir pendek dan nafsu langsung memaksakan mengangkat orang (dari trah keluarga) yang sama sekali tidak punya elektabilitas atau tidak populer, itu konyol. Jadi harus dilakukan bertahap, dari mulai merebut kekuasaannya dulu lewat orang yang populer dan punya elektabilitas tinggi, hingga pada akhirnya tercapai tujuan akhir.
Lagipula seperti gw bilang, pengganti bisa siapa saja, termasuk bisa saja Puan. Tapi yang pasti inti dari analisa itu adalah posisi wapres akan berganti.
udah jelas kok kenapa jokowi milih ma'ruf amin, ga usah di bikin analisa panjang2.
1. Menghindari isu identitas.
2. kepentingan parpol pendukung untuk maju di 2024.
jadi ga usah mikir ngawur kemana2.
Cawapres Jokowi, Mahfud MD dan Manuver PKB di Tikungan Akhir
Cawapres Jokowi, Mahfud MD dan Manuver PKB di Tikungan Akhir

Cawapres Jokowi, Mahfud MD dan Manuver PKB di Tikungan Akhir
Quote:


Astajim bre. emoticon-Kagets
Quote:


gaklah.. jadi pemimpin itu berat. mbak puan gak akan kuat.
kalau mamihnya udah gak ada aja, pdi p bakal pecah mungkin.
kurang power dia bahkan di partainya sendiri
lha ruwed amat bray..
cuma sepertinya tahun ini wess wayahe .. emoticon-Embarrassment
Balasan post badosbodadas
Quote:


Ada partai pengusung, ada partai pendukung.
Pengusung yg tercatat memenuhi syarat pencalonan (7 partai), pendukung tdk memenuhi syarat (Perindo PSI).
Jika JKW menang dan di tengah jalan terjadi sesuatu pd KMA, untuk mencari penggantinya harus ada konsensus dulu di 9 partai tsb terutama 7 partai pengusung untuk sepakat 1 nama pengganti.
JKW dr PDIP, klo nama Puan atau siapapun dr PDIP dimajukan, membahayakan koalisi. Mega juga paham ini, dia nda seposesif pepo.
Kecuali ada kardus2an lagi macem sebelah. emoticon-Big Grin
Paling pengganti KMA berasal dr non parpol lagi, setelah sepakat baru ke KPU/MPR.

Untuk 2024, hrs ditunggu dulu UU Pemilu yg baru lagi nanti (cuma di sini UU Pemilu berganti tiap 5 tahun).
Tapi insight gw bilang MMD bakal maju lewat PDIP, wakil bisa Puan/BG/Ganjar/Risma/Tito.
Koalisi mungkin at least, PDIP, Nasdem, Hanura, PSI, PKPI, plus dinamika nantinya.
Risma sendiri dipastikan maju pilkada DKI.
Ketum PDIP akan jadi rebutan Puan/JKW.

Note buat MMD, pengalaman ini hrs jadi pembelajaran, bahwa lobi2 politik ternyata tetep harus dilakukan secara aktif, jgn pasif saja.
Dah ada Johan Budi dulu yg gagal lolols jadi Kom KPK, karena lobi politik pasif, sehingga PDIP yg wakilin lobi, kuarang suara akhirnya.
Balasan post tristan99
Quote:


Kayaknya takut pkb sama ppp mundur dari koalisi terus bikin poros ke 3 sama pepo...
Halaman 1 dari 2


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di