alexa-tracking

Kriminalitas di Lombok Menurun, Hoax Gempa Besar Beredar di Medsos

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b7016cb32e2e6ff568b4581/kriminalitas-di-lombok-menurun-hoax-gempa-besar-beredar-di-medsos
Kriminalitas di Lombok Menurun, Hoax Gempa Besar Beredar di Medsos
Kriminalitas di Lombok Menurun, Hoax Gempa Besar Beredar di Medsos

Jakarta, IDN Times - Penanganan darurat dampak gempabumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) memasuki hari ketujuh. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan penanganan terus dilakukan dan data korban terus bertambah, serta gempa susulan juga terus terjadi di Lombok.

Bantuan logistik dan relawan juga masih berdatangan ke Lombok. Gempa susulan diperkirakan akan terus terjadi hingga empat pekan pasca-gempa 7,0 Skala Richter (SR).


1. Jumlah korban jiwa tercatat 392 jiwa
Kriminalitas di Lombok Menurun, Hoax Gempa Besar Beredar di Medsos
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan hingga Sabtu (12/8) tercatat 392 orang meninggal dunia akibat gempabumi 7,0 SR di wilayah NTB dan Bali. 

"Sebaran korban meninggal dunia akibat gempa adalah di Kabupaten Lombok Utara 339 orang, Lombok Barat 30 orang, Kota Mataram 9 orang, Lombok Timur 10 orang, Lombok Tengah 2 orang, dan Kota Lombok 2 orang. Sebagian besar korban meninggal akibat tertimpa bangunan roboh saat gempa," ujar Sutopo dalam keterangan tertulisnya, Minggu (12/8).

Sutopo menjelaskan korban luka-luka tercatat 1.353 orang, dimana 783 orang luka berat dan 570 orang luka ringan. Korban luka-luka paling banyak terdapat di Lombok Utara yakni 640 orang. Sementara itu jumlah pengungsi 387.067 orang, yang tersebar di ribuan titik pengungsian. 

"Sebaran dari pengungsi adalah di Kabupaten Lombok 198.846 orang, Lombok Barat 91.372 orang, Kota Mataram 20.343 orang, dan Lombok Timur 76.506 orang," lanjut dia.  


2. Kerusakan fisik akibat gempa Lombok
Kriminalitas di Lombok Menurun, Hoax Gempa Besar Beredar di Medsos
Sementara, kata Sutopo, kerusakan fisik akibat gempa Lombok meliputi 67.875 unit rumah rusak, 606 sekolah rusak, 6 jembatan rusak, 3 rumah sakit rusak, 10 puskesmas rusak, 15 masjid rusak, 50 unit mushola rusak, dan 20 unit perkantoran rusak. 

"Pendataan dan verifikasi masih dilakukan petugas. Pendataan dan verifikasi rumah diprioritaskan agar terdata jumlah kerusakan rumah dengan nama pemilik dan alamat untuk selanjutnya di-SK-kan bupati/wali kota dan diserahkan ke BNPB, untuk selanjutnya korban menerima bantuan stimulus perbaikan rumah," kata dia.


3. Bantuan logistik terus berdatangan
Kriminalitas di Lombok Menurun, Hoax Gempa Besar Beredar di Medsos
Menurut Sutopo bantuan logistik hingga kini terus didistribusikan kepada pengungsi. Logistik maupun relawan juga terus berdatangan ke Lombok. Namun keterbatasan jumlah kendaraan untuk mengangkut penyaluran logistik menjadi kendala. 

"Berbagai upaya telah dilakukan guna mempercepat distribusi bantuan yaitu mengerahkan relawan, camat memobilisasi para lurah dan kepada desa di daerahnya untuk mendata dan mendistribusikan logistik kepada warganya yang mengungsi, kendaraan operasional SKPD digunakan untuk mendistribusikan bantuan," papar dia. 

Distribusi bantuan dari Posko Tanggap Darurat di Kecamatan Tanjung Lombok Utara, kata Sutopo, dilakukan berdasarkan permintaan koordinator pengungsi atau masyarakat yang meminta bantuan melalui call center Posko. 

Kepala BNPB Willem Rampangilei juga telah menyampaikan kekurangan kendaraan untuk mendistribusikan bantuan kepada Menteri Perhubungan, dan akan dibantu menggunakan kendaraan Damri.


4. Pengungsi diperkirakan akan lama berada di pengungsian
Kriminalitas di Lombok Menurun, Hoax Gempa Besar Beredar di Medsos
Masalah pengungsian korban gempa, Sutopo mengatakan, 300 unit tenda pengungsi dari BNPB telah dibagikan, begitu juga bantuan dari berbagai pihak. Namun belum semua pengungsi memperoleh tenda. 

Dinas Sosial kabupaten di Lombok juga telah mengeluarkan 100 ton beras. Dapur umum lapangan sudah didirikan oleh berbagai pihak dari TNI, Polri, Tagana, BPBD, NGO, dan relawan, antara lain di Kecamatan Tanjung, Bayan dan Pemenang. 

Satu dapur umum mampu melayani 500-1.500 konsumsi. Dapur umum yang sudah aktif ada 20 unit dapur umum dengan kemampuan produksi 19.900 nasi bungkus per hari. 

"Ketersediaan beras, sembako dan kebutuhan dasar untuk pengungsi harus tersedia terus, mengingat pengungsi diperkirakan masih akan lama di pengungsian," kata Sutopo. 

Disitribusi air bersih terus disalurkan menggunakan mobil tanki air. Namun, permasalahan di lapangan masih terbatasnya tendon, air bersih, MCK portable dan sanitasi. Listrik juga belum seluruhnya menyala. 

"Di Kecamatan Gangga Lombok Utara masih gelap gulita saat malam hari. Untuk mengatasi penerangan, sebanyak 200 unit genset sudah disalurkan, di mana 100 unit dari BNPB dan 100 unit bantuan dari swasta," kata dia. 


5. Masalah kriminalitas dan pendidikan pasca-gempa
Kriminalitas di Lombok Menurun, Hoax Gempa Besar Beredar di Medsos
Menurut Sutopo patroli di Lombok terus ditingkatkan dari kepolisian. Saat ini jumlah kriminalitas sudah turun 70 persen.

Sutopo menuturkan di sektor pendidikan dari 606 satuan pendidikan terdampak akibat gempa terdapat 3.051 ruang kelas rusak, di mana 1.46 ruang kelas rusak berat, 671 ruang kelas rusak sedang, dan 834 ruang kelas rusak ringan. 

"Untuk menyelenggarakan sekolah darurat diperlukan 319 unit tenda, dimana 21 tenda sudah terpasang dan kekurangan tenda 298 unit tenda," ujar dia. 

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah melakukan pendataan, mendistribusikan bantuan, kampanye kembali ke sekolah, bantuan sosial tanggap darurat untuk sekolah yang rusak, dan menyusun rencana bantuan untuk memulihkan kerusakan dan belajar mengajar di NTB dan Bali. 

"Total rencana bantuan dari Kemendikbud sebesar Rp229.248.159.000," ucap Sutopo. 

Hingga saat ini gempa susulan masih terjadi. Hingga hari ini (12/8) pukul 15.00 Wita, sudah ada 576 gempa susulan sejak gempa 7,0 SR mengguncang wilayah NTB dan sekitarnya. 

"Intensitas gempa susulan kecil. Diperkirakan gempa susulan ini masih akan terjadi hingga empat minggu ke depan," ujar dia. 


6. Masih ada hoax gempa susulan besar
Kriminalitas di Lombok Menurun, Hoax Gempa Besar Beredar di Medsos
Sutopo mengatakan di Lombok masih banyak beredar hoax atau informasi menyesatkan di sosial media. Isinya bahwa nanti malam pukul 22.30 Wita hingga 23.59 Wita diprakirakan kekuatan gempa susulan 7,5 SR dan diharapkan tidak berada di dalam rumah. 

Ada juga hoax yang disebarkan di sosial media dengan mencantumkan foto dan nama Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB yang berisi adanya ramalan orang Belanda yang memperingatkan akan ada gempa besar. Planet ini sangat sibuk dengan peristiwa alam gempa dan gunung meletus. Akan terjadi gempabumi dangkal yang besar akan terjadi di Indonesia.

 

"Itu semua Hoax. Tidak benar. Ilmu pengetahuan dan teknologi di dunia saat ini belum bisa memprediksi gempa secara pasti: dimana, kapan, berapa besar gempanya," kata dia.

 

Untuk itu, Sutopo mengimbau, jika masyarakat menerima informasi serupa dalam bentuk apapun akan terjadi gempa dengan menyebutkan waktu, magnitude, lokasi, adalah tidak benar. "Abaikan dan jangan ikut-ikutan menyebarkan," ujar dia.

Di tengah bencana begini masih ada saja yang menyebar hoax ya guys? Semoga saja penanganan gempa di Lombok segera selesai.


Sumber : https://www.idntimes.comnews/indones...mpaign=network

---

Baca Juga :

- Kriminalitas di Lombok Menurun, Hoax Gempa Besar Beredar di Medsos Band Menteri Kabinet Kerja Sumbang Rp 2 3 Miliar untuk Gempa Lombok

- Kriminalitas di Lombok Menurun, Hoax Gempa Besar Beredar di Medsos Pengalaman Menegangkan Meliput Gempa di Lombok

- Kriminalitas di Lombok Menurun, Hoax Gempa Besar Beredar di Medsos Usai Gempa Suku Sasak Ritual ke Gunung Pujut

image-url-apps
Jangan tebar hoax dong.
×