alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
5 Bukti pemerintah Jokowi tak peduli nasib petani
3 stars - based on 4 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b6ffc1812e257f82e8b4567/5-bukti-pemerintah-jokowi-tak-peduli-nasib-petani

5 Bukti pemerintah Jokowi tak peduli nasib petani

jangan dihapus biar fair..
kenapa kalian cuek masa bodoh......

ini lah gambaran petani kita : .........

mereka selalu nombok hidupnya pertumbuhannya terkikis sama inflasi
biadablah yang menghapus trit ini ...



5 Bukti pemerintah Jokowi tak peduli nasib petani



1. Buruh tani langka

5 Bukti pemerintah Jokowi tak peduli nasib petaniPetani kita di desa-desa sudah saatnya maju.5 Bukti pemerintah Jokowi tak peduli nasib petani

- Marwan Jafar

Tweet
Merdeka.com - Para petani Bali mengeluh karena padi yang sudah siap panen kesulitan mencari sekaa manyi (kelompok pemanen). Petani terpaksa mengandalkan jasa panen padi dari Banyuwangi, Jawa Timur.
"Kami sekarang kesulitan mencari sekaa manyi. Karena kelompok jasa memanen padi itu di Bali sudah sedikit. Bahkan di Denpasar sudah tidak ada lagi. Kami hanya mengandalkan jasa panen padi asal Banyuwangi, Jawa Timur," kata Wayan Muncing, seorang petani asal Desa Penatih, Kota Denpasar, Selasa (26/4).
Muncing memaparkan dengan kondisi tidak ada jasa pemanen padi dari Bali, maka para petani sekarang ini, khususnya di Denpasar bergantung orang Jawa yang akan memanen padinya.
"Dampak dari ketergantungan menunggu jasa panen itu, maka kami akan rugi, semestinya ketika musim panen padi harus segera di panen, namun kenyataannya padi sudah cukup lama menguning juga belum di panen, dan harus menunggu sekaa panen dari Jawa," papar Muncing.
Muncing mengaku untuk menjadi petani saat ini tantangannya cukup berat, mulai dari mengolah lahan harus menyewa traktor, begitu juga untuk menanam bibit padi juga mengandalkan dari tenaga sewa dari Banyuwangi.
"Saya bertani tidak bergairah seperti pada 1980-an. Waktu itu bertani masih menggunakan alat tradisional pertanian, seperti membajak dengan tenaga sapi. Sistem gotong-royong masih kuat antar petani. Namun seiring perubahan zaman, apalagi lahan produktif di sekitar tanah olahannya, kini sudah banyak beralih fungsi menjadi perumahan," bebernya.
Muncing menuturkan menjadi petani saat ini hanya sebagai pekerjaan sampingan, artinya mereka bekerja lagi menjadi tukang bangunan.
Sedangkan pengolahan sawahnya dilakukan sepulang dari bekerja sebagai kuli bangunan.
"Menjadi petani tidak menjanjikan lagi. Apalagi saat panen padi harus menunggu tukang panen dari Jawa. Ini jelas saya merugi. Apalagi harga pupuk dan obat-obatan cukup mahal. Ketika harga gabah dijual harganya standar sekali," keluhnya seperti dilansir dari Antara.



2. Tak regenerasi petani

5 Bukti pemerintah Jokowi tak peduli nasib petaniPetani kita di desa-desa sudah saatnya maju.5 Bukti pemerintah Jokowi tak peduli nasib petani

- Marwan Jafar

Tweet
Merdeka.com - Koordinator Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (KRKP), Said Abdullah mengkritik kebijakan pemerintah Jokowi yang belum maksimal memajukan sektor pertanian. pemerintah masih menganggap regenerasi petani sebagai masalah parsial. Padahal, lambatnya laju regenerasi petani menjadi persoalan penting bagi sektor pertanian yang bisa mengancam cita-cita kedaulatan pangan.
Kebijakan pemerintah mendorong kedaulatan pangan, seperti pemberian traktor kepada petani, dinilai belum efektif untuk meningkatkan keinginan anak petani meneruskan langkah orangtuanya yang berprofesi menjadi petani.
"Regenerasi tidak bisa dilakukan hanya dengan kebijakan teknis harus lintas sektor. Regenerasi petani persoalan lebih dari alat teknis. Misalkan dibagikan traktor gratis belum tentu membuat anak petani mau jadi petani," kata Said dalam diskusi di Kedai Tjikini, Jakarta, Selasa (17/5).
Dia menilai, regenerasi petani bisa didorong dengan perbaikan berbagai cara. Seperti faktor akses dan aset lahan, sehingga semakin besar lahan petani maka regenerasi akan semakin meningkat. Kemudian kepastian harga jual atau pendapatan dari hasil produksi, salah satunya dengan perbaikan subsidi.
Selain itu, penguatan sarana dan prasarana, termasuk dari sisi transportasi yang membantu petani mendistribusikan hasil produksi dan peningkatan pengetahuan atau pendidikan tentang pertanian, karena sebanyak 83 Persen anak muda tahu soal isu pertanian secara otodidak.
"Sayangnya tidak ada informasi yang bisa menyentuh anak-anak untuk belajar. Jadi harus ada pembenahan di dunia pendidikan pertanian. Faktor-faktor ini yang menjadi kunci yang harus disentuh oleh pemerintah supaya minat generasi muda meningkat," imbuhnya.


3. Jumlah petani turun

5 Bukti pemerintah Jokowi tak peduli nasib petaniPetani kita di desa-desa sudah saatnya maju.5 Bukti pemerintah Jokowi tak peduli nasib petani

- Marwan Jafar

Tweet
Merdeka.com - Koordinator Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (KRKP) Said Abdullah mengatakan setiap tahun jumlah pekerja pertanian semakin menurun. Ini berpotensi mengancam produksi pangan di Indonesia.
"Ini yang harus diperhatikan. Karena pemerintah lebih fokus kepada hasil produksi, bukan kepada kesejahteraan petaninya," kata Said, Jakarta, Selasa (17/5).
Berdasarkan sensus pertanian 2013, Said mencatat, sebanyak 1.369 keluarga keluar dari pertanian dalam sepuluh tahun. Di sisi lain, Indonesia membutuhkan pangan sebanyak 29,4 miliar kilogram beras dan 646 juta kilogram bawang per tahun.
Untuk menjaga produksi pertanian, Said meminta pemerintah membenahi empat faktor yang memengaruhi kesejahteraan. Yakni fragmentasi dan konversi lahan, degradasi ekosistem, peningkatan produksi, dan degradasi petani.
"Kalau empat masalah tersebut tidak diperbaiki, maka kemungkinan 10-15 tahun lagi baru berasa adanya pengurangan potensi produksi sebanyak 10-15 persen. Karena setiap tahunnya akan berkurang 1-1,5 persen."



4. Tak punya lembaga pendidikan petani
5 Bukti pemerintah Jokowi tak peduli nasib petaniPetani kita di desa-desa sudah saatnya maju.5 Bukti pemerintah Jokowi tak peduli nasib petani

- Marwan Jafar

Tweet
Merdeka.com - Peneliti Utama Pusat Kajian Strategis Kebijakan Pertanian sekaligus Kepala Departemen Proteksi Tanaman IPB, Suryo Wiyono mengatakan peran pendidikan menjadi hal penting dalam mendorong regenerasi petani, salah satunya di perguruan tinggi. Mengingat, kualitas pendidikan dari tenaga kerja petani sebanyak 72 persen kurang dari Sekolah Dasar.
"Ketersediaan lembaga pendidikan yang khusus pertanian dengan kurikulum yang disesuaikan dengan perkembangan pertanian kekinian perlu diperkuat dan diperbanyak," ujar Suryo dalam diskusi di Kedai Tjikini, Jakarta, Selasa (17/5).
Dia mencatat, minat mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) di bidang pertanian cukup besar, yakni sebesar 70 persen dari berbagai fakultas. Sebab, sebanyak 54 persen mahasiswa meminati bidang karir sebagai wirausaha.
Namun, keinginan yang besar untuk berwirausaha di bidang pertanian tidak berkorelasi dengan pekerjaan pertamanya. Suryo mencatat, para mahasiswa tidak menjadikan profesi petani sebagai pekerjaan pertamanya.
Hal inilah yang menyebabkan profesi petani lebih dominan diisi oleh masyarakat dengan pendidikan di bawah perguruan tinggi.
"Alumni pertanian cari modal dan pengalaman dulu baru jadi petani. Sehingga petani bukan pekerjaan pertama yang dilakukan oleh alumni pertanian. Karena pendidikan tinggi pertanian lebih ke akademik, sehingga kemampuan teknisnya kurang," pungkas dia.



5. Masih bergantung impor
5 Bukti pemerintah Jokowi tak peduli nasib petaniPetani kita di desa-desa sudah saatnya maju.5 Bukti pemerintah Jokowi tak peduli nasib petani

- Marwan Jafar

Tweet
Merdeka.com - Pemerintah mengincar pasokan beras ke negara di Asia Selatan. Ini untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap pasokan beras dari pemasok tradisional, seperti Thailand dan Vietnam.
"Dalam upaya diversifikasi sumber impor, kami akan kejar ke India dan Pakistan," kata Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (4/1).
Menurut Thomas, India menjadi salah satu eksportir beras terbesar di dunia. Nilai ekspornya mencapai USD 3 miliar-5 miliar per tahun.
Di sisi lain, kata Thomas, Presiden Joko Widodo jugs mendorong kerja sama perdagangan Indonesia dan India.
"Jadi memang kami mau memberikan perhatian khusus ke perdagangan dengan India. Di bidang farmasi mereka unggul, utamanya di obat-obatan generik," ujarnya.
Seperti diberitakan, tahun ini, pemerintah diperkirakan mengimpor beras sebanyak 1,5 juta ton. Sebesar 460 ribu ton diantaranya dipastikan masuk akhir Januari ini.
Asumsi impor jutaan ton tersebut didasarkan pada terjadinya pergesaran musim tanam akibat El Nino pada akhir 2015.


https://www.merdeka.com/uang/5-bukti...ung-impor.html
Diubah oleh: tereariyani
Halaman 1 dari 3
gak sama foto gan bair kaya kliping
5 Bukti pemerintah Jokowi tak peduli nasib petani
Balasan Post psdink
Nasbungtaik kesurupan massal
terguncyaaang

ga isa serang wiwi pake embel" umat

emoticon-Wakaka
Ini mah lebih ke sistem dan budaya. Ga banyak anak muda yg bermimpi jadi petani. Apalagi milenial. Emang Bosan bisa bantu apa? Wowo ga bisa ngapa2in, Sandi apalagi. Pengusaha tambang. Mungkin do'i malah lebi doyan gusur lahan pertanian kalo dibawahnya ada barang tambang. emoticon-Wakaka

Malah mungkin sekali KH Ma'aruf Amin lebih mumpuni dalam ngurusi petani ketimbang wowo, sandi dan mungkin juga Jokowi.
Quote:


5 Bukti pemerintah Jokowi tak peduli nasib petani
emoticon-Ngakak
Serangan2 begini mah...lewatin aja emoticon-Big Grin
Quote:


Gak bisa dibantah ya lewatinemoticon-Ngakak
jumlah petani turun bagus gan, rasio lahan banding petani semakin bagus.
Quote:


Quote:


nastak mana peduli petani gan

tidak tanggung jawab 5 tahun tuh milih owi

Balasan Post crootafterschoo
Quote:


Bukan gk bisa dibantah....serangan biasa ini..yg musti dikonter tu yg bawa2 SARA emoticon-Big Grin
Quote:

Betul ganemoticon-Big Grin
Quote:

Yg bawa2 sara kan udh dibuiemoticon-Big Grin
5 Bukti pemerintah Jokowi tak peduli nasib petani
Balasan Post crootafterschoo
Quote:


nastak tuh kalau isu2 kaya gini lupa ingatan persis tukang belu lacur abis crot ninggalin anak
Quote:

Nastaik itu samfah demokrasi ganemoticon-Imlek
Balasan Post crootafterschoo
Quote:

Croot..hobby amat lu bolak balik masalah...lu kaga ingat jual ayat dan mayat...makanya wan kadir dan doyok bisa menang...ingat itu!!
Itu yg sangat mengerikan dan menjijikan
Quote:

Yg terbukti jual ayat kan ahog makanya cawafres ente ikut meradang..jgn suka bolak balik kenyataan bruremoticon-Big Grin
Diubah oleh crootafterschoo
kerja lembur nehemoticon-Ngakak (S)
gw petani, santai aja.. nikmat hidup jaman jokowi
Diubah oleh cahaya.tengah
Balasan Post cahaya.tengah
Quote:


loe petani apa bray ? emoticon-Big Grin
Quote:


cabe,, skrg cabe 25rb mantab Bray bisa ngopi enak..
lha wong gak mudeng dunia petani mau memajukan petani belum lg import branf disaat panen pekok tenan. jd inget traktor yg dibagikan terus ditarik lagi😂. dan aq sedih klo denger import😪
Halaman 1 dari 3


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di