alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Jokowi Pilih Ma‘ruf, Loyalis Ahok Tulis Surat Terbuka kepada Ahokers
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b6ff03e5a51639d518b4567/jokowi-pilih-maruf-loyalis-ahok-tulis-surat-terbuka-kepada-ahokers

Jokowi Pilih Ma‘ruf, Loyalis Ahok Tulis Surat Terbuka kepada Ahokers

JAKARTA, NNC - Aktivis yang juga loyalis mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Birgaldo Sinaga, menulis surat terbuka kepada para pendukung atau simpatisan Ahok yang biasa dikenal dengan sebutan Ahokers.

Surat Birgaldo ini ditulis berkaitan dengan kekecewaan Ahokers atas keputusan Joko Widodo (Jokowi) memilih Ketua Umum MUI sekaligus Rais Aam Nahdlatul Ulama, KH Ma'ruf Amin sebagai cawapresnya di Pilpres 2019.


"Saya bisa mengerti dan memahami perasaan kalian. Sama perihnya dengan perasaan saya. Bayangkan musuh yang dulu kita lawan kini harus kita tulis yang baik2 dan positif tentangnya. Bagaimana bisa? Ini soal hati. Ini soal rasa. Tidak semudah memesan capcai melalui aplikasi online bukan?" kata Birgaldo.
"Kerapkali antara harapan dan kenyataan tidak seiring. Dalam hal pasangan jodoh juga begitu. Kita harapkan si doi cantik smard dan kaya, yang kita dapat sebaliknya. Kita akhirnya menerima juga. Itulah namanya takdir. Saya percaya ketika Jokowi memilih KMA juga bagian dari goresan langit. Tidak ada peristiwa yang kebetulan di kolong langit ini. Selalu ada narasinya," tandasnya.

Berikut isi surat Birgaldo untuk Ahokers, dikutip NNC dari akun facebooknya, Minggu (12/8/2018).

Surat Terbuka Untuk Ahoker
Deal all my fren Ahoker,
Sejak tiga hari lalu ada banyak pesan inbox via messenger dan WA mampir ke gadget saya menanyakan ada apa dibalik pemilihan cawapres Kyai Maruf Amin.
Pertanyaan2 itu lebih cenderung saya baca bernada rasa kecewa, marah dan gusar. Sama seperti kalian, saya juga punya bobot marah, kecewa dan shock lebih dalam.
Ekspresi kecewa, marah dan rasa tidak terima itu telah saya ungkapkan beberapa kali di akun medsos saya. Itu lebih baik, karena begitulah kita warganegara yang punya kebebasan menyampaikan pendapat. Ada yang kurang puas ungkapkan saja, toh itu dijamin undang2.

Ada ratusan pesan kecewa yang saya terima. Nada dan iramanya senada seirama. Marah dan kecewa. Menyesalkan mengapa Jokowi memilih KMA yang notabenenya orang yang kita lawan pikiran dan tindakannya pada dua tahun lalu.
Sampai tulisan ini saya tulis saya masih menerima banyak keberatan. Rerata kalian memutuskan golput. Ada nada frustasi. Hopeless. Getir. Sedih.

Saya mau bilang apa sama kalian atas semua ini? Jika boleh dan bisa, saya ingin sekali memeluk kalian seraya membisikkan kata pandanglah Ibu Pertiwi kita yang sedang sekarat digerogoti virus radikalisme dan intoleransi.

Ahh... Tak ada beda juga dengan memilih KMA. Bukankah KMA bagian dari kelompok pengusung radikal dan intoleran? Jejak rekam sejarahnya segunung dalam menyudutkan kebhinekaan dan pluralitas. Begitu sanggah kalian.
My dear frens...

Saya percaya benih keputusasaan adalah pertanda datangnya kehancuran. Keputusasaan adalah berhentinya detak jantung kita memompa spirit masa depan penuh gemilang. Apalagi yang bisa kita perbuat ketika kita putus asa hilang harapan? Tidak ada bukan?

Saya tahu KMA bukanlah sosok yang sesuai harapan kita. Saya tahu KMA adalah duri yang pernah menusuk daging dan perasaan kita. Itu sebabnya kita turun ke jalan. Itu sebabnya kita menyalakan lilin di malam hari untuk menunjukkan kepadanya secarik kertas dan kesaksian memberatkannya itu salah dan keliru.

Atas dasar itu kalian sekarang hendak melawannya. Membangkang atas pilihan Jokowi. Ada ekspresi kemarahan meluap pada dirinya yang kalian anggap penjerumus Ahok ke dalam kerangkeng besi.
Saya bisa mengerti dan memahami perasaan kalian. Sama perihnya dengan perasaan saya. Bayangkan musuh yang dulu kita lawan kini harus kita tulis yang baik2 dan positif tentangnya. Bagaimana bisa? Ini soal hati. Ini soal rasa. Tidak semudah memesan capcai melalui aplikasi online bukan?

Baiklah kawan.. Rasanya kita sepakat ketika kita membela Ahok bukan karena nama Ahok. Bukan karena pribadi Ahok. Kita membela Ahok karena kita sedang membela hak kewarganegaraan kita yang sedang dipersekusi. Ditekan. Dihajar.
Kita pasang badan karena apa yang dialami Ahok adalah ketidakadilan. Ketidakadilan itu mengoyak akal sehat dan nurani kita. Mentang2 mayoritas seenaknya berlaku keji dan zalim. Lalu kita melawan. Ya melawan sekerasnya.

Dalam perlawanan itu saya menyaksikan teman2 muslim menjadi yang terdepan menjadi perisai Ahok. Mereka menjadi perisai dicaci maki oleh saudara seimannya sendiri. Dikafir-kafiri oleh saudara muslimnya hanya karena nilai keIndonesiaan kita. Nilai itu yang sama2 kita perjuangkan.

Teman2 seperjuangan..
Kerapkali antara harapan dan kenyataan tidak seiring. Dalam hal pasangan jodoh juga begitu. Kita harapkan si doi cantik smard dan kaya, yang kita dapat sebaliknya. Kita akhirnya menerima juga. Itulah namanya takdir.

Saya percaya ketika Jokowi memilih KMA juga bagian dari goresan langit. Tidak ada peristiwa yang kebetulan di kolong langit ini. Selalu ada narasinya.
Jika diperkenankan izinkanlah saya memeluk kalian yang masih belum bisa menerima KMA. Saya hanya ingin menyampaikan KMA adalah Rais am NU. Pemimpin tertinggi struktural di NU. KMA dipilih karena mewakili ormas NU.

Kita tahu NU adalah ormas Islam terbesar yang menjadi benteng pertahanan NKRI dari faham radikal dan khilafah. Ada banyak tokoh NU yang pernah menyumbang kebaikan bagi negeri kita. Gus Dur salah satunya.
Saya hanya berseru marahlah pada KMA tapi jangan marah pada NU. Lihatlah big picture Indonesia kita. Jokowi membutuhkan sekondan yang powerful dan disegani untuk melenyapkan radikalisme dan faham khilafah dari negeri ini. Dan itu bisa terwujud ketika kita sama-sama berjuang memenangkan mereka.

Hatur maaf dan rasa salah jika surat ini membuat teman2 Ahoker tersinggung.
Peluk hangat dari saya buat kalian semua..
Salam perjuangan penuh cinta
Birgaldo Sinaga
Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sulha Handayani



http://www.netralnews.com/news/politik/read/154189/jokowi-pilih-ma--ruf-loyalis-ahok-tulis-surat-terbuka-kepada-ahokers


bani babik kalangan opung yg pencipta jongoswi kog ngotot banget ya kalo cokin2 kudu milih jongoswi lagi? enak di elo donk tong...eloe yg makmur maen proyek sana sini, cokin2 yg diperes jongoswi emoticon-fuck3


Quote:


emoticon-Traveller
Halaman 1 dari 3
JOK - MAMI.....joko-ma'aruf amis emoticon-Wakaka
Diubah oleh roger_more2
Jokowi Pilih Ma‘ruf, Loyalis Ahok Tulis Surat Terbuka kepada AhokersJokowi Pilih Ma‘ruf, Loyalis Ahok Tulis Surat Terbuka kepada Ahokers
Udah mulai rame ya, september pasti lebih seru lg nih emoticon-Big Grin
Kasian nastaik disini kejet kejet trs.. onani trs.. ulama yg dulu mereka ga suka (krn jd saksi mmberatkan ahok) eh hrs di dukung..

Trs apa yg mereka teriak2an "jgn bawa2 agama ke politik.. eh si wiwi malah milihnya ulama"

Ciee..Kasian nastaik terombang ambing.. dn hrs nelen ludahnya lg emoticon-Big Grin
Diubah oleh desasukamiskin
Lebay njenk emoticon-Ngakak
Hidup nastaik emg pnuh drama emoticon-Ngakak
Kalau ente sangat menghormati Pak Ma'ruf jangan membebani beliau dengan pekerjaan berat...
Biarkan beliau tetap menjaga MUI saja
Kalau sayang beliau Jangan Milih!
Tetap #2019GantiPresiden emoticon-Ngakak
Balasan Post punpun48
Quote:


Bukan copas lagi ??
Jokowi Pilih Ma‘ruf, Loyalis Ahok Tulis Surat Terbuka kepada Ahokers
Jokowi Pilih Ma‘ruf, Loyalis Ahok Tulis Surat Terbuka kepada Ahokers
Quote:
Itulah susahnya melawan menafikun ..


Jika ditanya .. dia akan bilang saudara ..

Tapi ternyata mengkhianati ..






gw jg ahokers.. tapi kalo gw pribadi sih kurang sreg sama MA bkn karna persoalan yg bertentangan sama pemahaman bani daster kala itu.. bkn karna dendam..
tapi gw kurang sreg kalo ulama berpolitik aja.. cara pandangnya mungkin gak bisa seluas angkasa mungkin hanya seluas panjang kali lebar sama dengan luas...

emoticon-Bettyemoticon-Betty
Diubah oleh noisscat
sebenarnya yang mau dilawan adalah radikalisme yang dibungkus dengan jubah agama. jadi kalau melihat rekam jejak capres yang ada saat ini silahkan lihat saja mana yang pro dengan kelompok dikamsud emoticon-Big Grin
soal ahoker merasa kena backstab dll manusiawi lah emoticon-Big Grin
Pilu sekali hati Ahoker.. tapi hidup harus tetap berlanjut kan?
Balasan Post desasukamiskin
Quote:


Dulu......

Jokowi Pilih Ma‘ruf, Loyalis Ahok Tulis Surat Terbuka kepada Ahokers

Sekarang....

Jokowi Pilih Ma‘ruf, Loyalis Ahok Tulis Surat Terbuka kepada Ahokers


Gmn perasaannya tuhhhemoticon-Big Grin
Quote:


yaelah cantelan wajan halusinasi aja. dr kmren dah nginjek2 nsbung berapa ekor aja gara2 pilihan Jkw emoticon-Wkwkwk
Balasan Post noisscat
Quote:


Banyak yg memberikan pujian ke uas ketika menolak jadi cawapres ...


Apakah mereka akan memilih prabowo?



paling syok barang sebulan dua bulan.
tar lama2 pasti bisa mikir mana yg lebih bermanfaat buat negri ini
golput atau milih jokoui
Radikal mati kutu. Ahokers mah pemaaf, selama periuk nasinya jangan ditendang.
Balasan Post sunkistparadise
Quote:


Melawan radikalisme dengan menggandeng gerombolan radikalis? Dimana logika emoticon-Ngakak (S)
IMHO, banyak (ga semua, mungkin juga lebih banyak yg nggak) Ahokers itu lebay. Real Ahokers like many of my homie accept and move on with Jokowi's choice of VP. It made sense, whether you like it or not.
Halaman 1 dari 3


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di