alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Andi Arief Ungkap Kesulitan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b6f673996bde6ce458b4568/andi-arief-ungkap-kesulitan-prabowo-subianto-sandiaga-uno-di-pilpres-2019

Andi Arief Ungkap Kesulitan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wasekjen Demokrat Andi Arief membeberkan sejumlah kesulitan dalam memenangkan pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.
Dilansir TribunWow.com, hal tersebut ia sampaikan melalui laman Twitter @AndiArief_ yang diunggah pada Sabtu (11/8/2018).

Andi Arief mengatakan, meski telah mendapat dukungan dari Demokrat, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno masih sulit menang di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Tak hanya itu, mereka juga masih harus berjuang keras untuk menang di Jawa Barat.

Menurut Andi Arief, penyebabnya adalah pasangan cawapres yang dipilih oleh Prabowo Subianto.
Andi Arief mengatakan jika Prabowo lebih memilih cawapres berbasis logistik daripada data survei.

Selain itu, kendala lain yang diungkapkan oleh Andi Arief adalah Prabowo bukan ahli strategi perang dalam Pilpres.
Hal tersebut lantaran ia telah gagal 2 kali dalam peperangan Pilpres sebelumnya.
"Pilpres dan pemilu di Indonesia riwayat kemenangan itu ada di tiga Jawa yaitu jabar, jateng dan Jatim.

Meski Partai Demokrat mengusung Prabowo-Sandi, jujur saja potensi menang di jateng dan Jatim sangat berat. Perlu kerja keras Prabowo-Sandi untuk memenangkan pertarungan di jabar, jateng dan Jatim."

http://m.tribunnews.com/nasional/2018/08/12/andi-arief-ungkap-kesulitan-prabowo-subianto-sandiaga-uno-di-pilpres-2019

Beginilah klo mendukung setengah hati setelah ditipu mentah2 oleh prabocor ngoahahahaha

Andi Arief Ungkap Kesulitan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019

Andi Arief Ungkap Kesulitan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019
Diubah oleh: silents.
Halaman 1 dari 2
Jenderal Kardus. emoticon-Mad
Yg jelas prabowo-sandiaga uno
Butuh ahli strategi yg benar2 brilian klo mau menang

Klo ibarat d game mereka startnya dengan kondisi tingkat kesusahan : very hard

emoticon-Leh Uga
AA mending pindah partai sajalah.. mendukung tapi mencela, setuju tapi menggerutu.
Kalau cuma modal dari data survey saja belum tentu akurat, PD masuk koalisi Prabowo karena terpaksa, tapi jelek2 in koalisinya, SBY diem aja lagi punya kader model begini.
Jendral kardus bakal tambah gak laku karena salah pilih cawapres emoticon-Big Grin

Andi Arief Ungkap Kesulitan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019
Balasan Post djinggo88
Quote:


Masa bodo .. die hard nye juga banyak kok

Bawah ane die hard kedua belah kelomfok yg fade rebutan sesuatu

Andi Arief Ungkap Kesulitan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019

Quote:


ga dapet 500M makanya banyak bacot dia breee emoticon-Ngakak (S)
Quote:


Sakit ati ama AA yg ngomong fakta wkkakakakakaka, anda layak di ganjar penghargaan sebagai Nasbung Die Hard dan Prabowo Lover sejati, selamat ya, ente pasti senang bgt
Diubah oleh villeramen
Andi Arief Ungkap Kesulitan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019
Gak bakal bisa menanglah di jateng.......pdip trlalu kuat di jateng

Ane cuma nunggu ne orang beneran gak omongannya,apa cm krena skit hati AHY gak dipilih
1 di antara 200 juta orang!

Cum laude dari Amerika, itulah prestasi akademisnya. Distinguished Research Professor di bidang entrepreneurship dari George Washington University, itulah gelar akademisnya. Boleh dibilang, dia seorang entrepreneur yang sangat cerdas.

Tahun 2011, saya tanya langsung ke orangnya. Apa amalannya sejak dulu. Dia mengelak. Merasa nggak enak kalau mengumbar-ngumbar amal. Setelah saya desak-desak, akhirnya dia jawab juga, "Saya rutin ber-dhuha sejak SMA." Masya Allah!

Yang menakjubkan, di usia 40-an, ia berhasil masuk dalam 100 orang terkaya di Indonesia dengan lebih 50.000 karyawan!

Tapi, menurutnya, "Nggak ada untungnya predikat terkaya. Coba tanya setiap pengusaha, pasti menjawab nggak ada pengaruh-nya. Jadi, predikat ini bukan privilege, tetapi responsibility untuk memberi contoh dan memotivasi entrepreneur."

Bukan sekadar wacana tapi ia juga membuktikan kata-katanya. Beneran. Sejak dulu sampai sekarang, ia rutin keliling Indonesia menjadi narasumber seminar wirausaha. Tanpa bayaran. Tanpa motif politik.

Belakangan ini, berbagai fitnah dialamatkan kepada dirinya. Tapi kalau Anda bertemu dia satu menit saja, Anda akan tahu bahwa fitnah itu beneran fitnah. Nggak lebih dari itu. Saya lihat sendiri bagaimana ia memperlakukan keluarganya. Santun dan penuh kasih-sayang.

Demikian pula perlakuannya terhadap orang-orang yang belajar dan ngefans sama dia. Sangat sabar dan bisa mengingat orang satu per satu. Jujur saja, saya saja sering lupa kalau ketemu banyak orang. Tapi, dia beda. Dia bisa mengingat orang satu per satu.

Beberapa kali saya bertemu dia di airport atau di pesawat terbang. Ternyata pernah juga dia duduk di kelas ekonomi. Bayangkan, maskapai saja sanggup dia beli, tapi ia kadang duduk di kelas ekonomi. Bukan kelas bisnis!

Saya juga melihat ponsel dan arlojinya biasa-biasa saja. Bahkan gores-gores dan sompel-sompel. Saya melihat itu selama sekian tahun. Bukan sebulan dua bulan. Dan ketika saya lunch semeja bareng dia, nggak disangka-sangka dia mengambilkan lauk untuk saya. Masya Allah!

Terlepas dari itu, fisiknya kuat. Berenang antar pulau, ia sanggup. Kalau berlari, jangan ditanya.

Sangat cerdas, sangat kaya, sangat kuat, sangat santun, sangat sederhana. Hampir 40 tahun umur saya dan menurut pengalaman saya, amat langka ada orang seperti itu. Saat lunch dan ngobrol-ngobrol bareng Ust Yusuf Mansur, sang ustadz juga sempat geleng-geleng kepala, "Kok ada ya orang seperti itu."

Kemudian, saya sempat menyesalkan manakala mendengar dia nyemplung ke dunia politik. Sayang, menurut saya. Tapi, yah sudahlah. Alasannya, dia ingin membenahi negeri ini 'dari dalam'. Mungkin Anda sudah bisa menebak siapa orang yang saya maksud. Dialah Sandiaga Uno. Dia pun bertekad, kalau terpilih jadi wakil gubernur DKI, tidak akan mengambil gajinya.

Begini. Saya tidak mau mendikte pilihan politik Anda. Toh Anda sudah tahu sosok mana yang kompeten dan bisa mempersatukan warga DKI dari golongan manapun. Yah, kita sama-sama tahu, buat apa pembangunan fisik kalau warganya berantem tiap sebentar karena si pemimpin tidak bisa mengontrol ucapannya.

Di sini saya hanya ingin berbagi pengalaman dan menyampaikan kebenaran. Setidaknya, kisah ini menjadi inspirasi keteladanan bagi Anda dan orang-orang di sekitar Anda. Yah sudah saatnya kita memiliki pemimpin yang layak dicontoh ucapannya dan tindakannya. Share ya.

( Ippho Santosa )

Andi Arief Ungkap Kesulitan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019

Andi Arief Ungkap Kesulitan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019

Andi Arief Ungkap Kesulitan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019
Diubah oleh antikritik19gp
Quote:


Prabowo-uno

Emang bukan tokoh yg buruk
Tapi gerombolan d belakang nya itu

emoticon-DP yg buat malas milih
andi ini memang dungu

krna emosi ahy kagak di pilih keluar bacot goblok nya pdhal mksdnya bikin wowo gagal usung sandi

eh malah jdi

nah si andi ude ucap kata gobloknya

mau ga mau dy harus buktikan wlwpun ga bnr

inget, 100 juta transferan ojk n kpk punya alarm nya apalagi 500milyar

pilihan andi cuma 2

minta maaf atau nerusin.yg berujung malu emoticon-Big Grin
Jabar/Banten: Banten bisa pindah membelot ke Kiai Ma'ruf. Sebagian Jabar (Depok, dll) masih akan dipegang PKS, sisanya digarap Golkar (Dedi Mulyadi) dan PPP (Uu Ruzhanul Ulum) dan posisi Ridwan Kamil tahun depan.

Jateng: Jokowi belajar dari kemenangan Ganjar Pranowo yang kurang optimal: tanpa PKB, NU Jateng sebagian suaranya ke Sudirman Said. Jadi PKB/NU diikat. Basis tradisional PDIP masih kuat.

Jatim: Pencalonan dua tokoh NU pada pilkada kemarin saja sudah menunjukkan kekuatan apa yang paling dipandang di sana. Belum lagi Demokrat Jatim (Pakde Karwo) sempat maunya dukung Jokowi.
Ya nyalain mesin partai lu lah kok kaya ogah2ah gitu anjir dukungnya
ekonomi Indonesia yg hancur lebur era Suharto,perlahan diperbaiki Habibi yg cerdas,yg dibutuhkan pemimpin yang cerdas,bkn yg populer
Balasan Post djinggo88
Quote:


Iya sih.

Misalnya Prabowo-Uno minus PKS, 212, HTI, dan Cendana, barangkali pilihannya jadi menarik.

Gapapa, siapa tau 2024 Islamis dan Cendana sudah bisa disingkirkan dari perpolitikan Indonesia, lalu kita bisa dukung Sandiaga jadi presiden 2024-2029 dengan Gerindra yang sudah balik ke kondisi awal dan Jokowi serta Prabowo sebagai wantimpres.
Balasan Post titisan.sukarno
Quote:


Sebenarnya dia nantangin PAN dan PKS untuk mempolisikan dia kan, supaya diproses dan disidang dan dia malah bisa ngomong jelas.

Realitanya emang sulit menang. Tp demokrat kadung "putus" sama Jkw. Jadi ga ada pilihan laen.
Toh lima taun lagi AHY baru umur 45th. Plus ngga perlu jor-joran di pilpres kali ini
Buat Jawa Barat kayaknya strateginya tetep kipas2 rasa benci Jokowi yg dikaitkan sama kesusahan hidup, sambil mencitrakan Sandi sbg sosok Islami.

Sodara ane yg orang partai udah mulai soalnya, kirim2 video n infografis Sandi n 2019gantipersiden ke WAG keluarga besar.
Quote:

Ngga mungkin juga gan langsung gedebuk keluar 500M. Bakalan ketauan. Yang maen di bawah 100jt aja punya banyak cara buat ngakalin. Apalagi yg milyaran. Meski Bawaslu turun nyelidiki, rasa2nya gak bakalan keendus.
Halaman 1 dari 2


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di