alexa-tracking

Pilpres 2019: Maruf Amin: Penunjukkan Saya Adalah Penghargaan Terhadap Ulama

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b6f1f2d96bde6d8108b4567/pilpres-2019-maruf-amin-penunjukkan-saya-adalah-penghargaan-terhadap-ulama
Pilpres 2019: Maruf Amin: Penunjukkan Saya Adalah Penghargaan Terhadap Ulama
Pilpres 2019: Maruf Amin: Penunjukkan Saya Adalah Penghargaan Terhadap Ulama
Pasangan capres dan cawapres dari Koalisi Indonesia Kerja Joko Widodo dan Mar'ruf Amin melakukan pendaftaran di KPU Pusat, Jakarta, Jumat (10/8/2018)

"Memang yang boleh jadi presiden dan wapres politisi saja atau tentara dan pengusaha saja? Kiai juga boleh," kata Maruf.

- Rais Am Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Ma'ruf Amin menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai sosok yang menghargai ulama. Penghargaan itu terlihat dari keputusan Jokowi memilih Ma'ruf sebagai calon wakil presiden.


"Karena itu saya bersyukur pada Allah, dan kemudian saya terima kasih pada Pak Jokowi, dan saya anggap Pak Jokowi betul-betul dia itu menghargai ulama. Penunjukkan saya [sebagai cawapres] saya anggap itu penghargaan pada ulama," ujar Ma'ruf di Kantor DPP PPP, Jakarta, Jumat (10/8/2018).

Pemilihan Ma'ruf sebagai cawapres disampaikan Jokowi pada Kamis (9/8/2018) malam. Setelah itu, mereka resmi mendaftar sebagai kandidat di pemilu presiden ke KPU RI tadi pagi.

Ma'ruf bercerita, sejak awal dirinya tak pernah bersiap-siap dan berniat menjadi cawapres. Ia bahkan mengaku masih bekerja seperti biasa di Majelis Ulama Indonesia (MUI) beberapa saat sebelum Jokowi mengumumkan pilihannya.

"Terus Pak Romi [Ketua Umum PPP] telepon saya setengah 5 [...] Jadi jam 5 juga Ibu Mega [Ketum PDIP] menelepon saya. Saya sudah katakan, saya nyaman di jalur ini. Tapi kalau negara membutuhkan, saya siap," ujarnya.

Ia mengaku tak pernah bercita-cita dan menginginkan jabatan wakil presiden. Sebabnya, ia diminta menjadi kiai oleh keluarganya.

Akan tetapi, Ma'ruf mengaku siap ketika sudah diminta dan dirasa dibutuhkan negara. Ia juga menyebut, jabatan wapres bisa diisi seorang kiai dan tak melulu harus ditempati orang berlatarbelakang pengusaha atau politikus.

"Ulama itu kan begitu, kalau dibutuhkan manfaat harus siap. Walau ada juga yang bilang 'pak kiai tak perlu menjabat lah.' Saya bilang, memang yang boleh jadi presiden dan wapres politisi saja atau tentara dan pengusaha saja? Kiai juga boleh," katanya.
image-url-apps
akun baru bertebaran nih...
buzer dimana mana
image-url-apps
Makin laris jualan title ulama emoticon-Najis

Pilpres 2019: Maruf Amin: Penunjukkan Saya Adalah Penghargaan Terhadap Ulama
KASKUS Ads
Quote:


lu ndiri kan bagian mereka juga

hargai kawan.buzzer lu yg nyari makan tak emoticon-Big Grin
image-url-apps
Jijik kyai napsu kekuasaan buru2 masup kubur aja..
Lebih hormat sama UAS yg langsung nolak
image-url-apps
Iayo nasbung laean senjatamu sendiri... emoticon-Ngakak
image-url-apps
Quote:


emoticon-Shakehand2
Udah pada makan pret...
Lu gimana dana dari unok kecipratan kaga
emoticon-Malu
sumber mana?
nastak kok jadi downgrade gini sih?
image-url-apps
harusnya sang ulama dijadiken cafres..kalo begini kan terlihat jelas hanya dimanfoatken rezim dungu iniemoticon-Imlek
Quote:


mungkin gara2 situs sewot gulung tikar karena merajuk emoticon-Leh Uga
Males komen emoticon-Traveller
Spoiler for Armin van Buuren feat. James Newman - Therapy:
image-url-apps
mantap bro...
nationalism dan religious...
beda Sama yg sebelah...
jendral kardus pelanggar Ham sama bangau kardus isi 500M
image-url-apps
ayo tak jilat pantat para ulama uclim yg sempat kalian hina
emoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakak
Quote:



Biarfun UAS Ustad Abal Abal.. tafi die masih sadar

Akhir jaman soale ...

Jd masa bodo sofo wapres and fres nye ..yg fenting bawah ane jangan samfe ada maho aje

Pilpres 2019: Maruf Amin: Penunjukkan Saya Adalah Penghargaan Terhadap Ulama

image-url-apps
Quote:


Bagus!

Sana diambil kardusnya! emoticon-paket
image-url-apps
Pilpres 2019: Maruf Amin: Penunjukkan Saya Adalah Penghargaan Terhadap Ulama
image-url-apps
" Pilih Presiden yg dipilih ulama, bukan ulama yg dipilih presiden "
Ustadz Salim segaf...gimana tuuhh
Harusnya ustadz Salim menolak..bukan ngebet sampe bikin pusing wowok

Hahahaha
image-url-apps
Jualan agama? Ini negara bukan milik 1 umat emoticon-Cool
image-url-apps
1 di antara 200 juta orang!

Cum laude dari Amerika, itulah prestasi akademisnya. Distinguished Research Professor di bidang entrepreneurship dari George Washington University, itulah gelar akademisnya. Boleh dibilang, dia seorang entrepreneur yang sangat cerdas.

Tahun 2011, saya tanya langsung ke orangnya. Apa amalannya sejak dulu. Dia mengelak. Merasa nggak enak kalau mengumbar-ngumbar amal. Setelah saya desak-desak, akhirnya dia jawab juga, "Saya rutin ber-dhuha sejak SMA." Masya Allah!

Yang menakjubkan, di usia 40-an, ia berhasil masuk dalam 100 orang terkaya di Indonesia dengan lebih 50.000 karyawan!

Tapi, menurutnya, "Nggak ada untungnya predikat terkaya. Coba tanya setiap pengusaha, pasti menjawab nggak ada pengaruh-nya. Jadi, predikat ini bukan privilege, tetapi responsibility untuk memberi contoh dan memotivasi entrepreneur."

Bukan sekadar wacana tapi ia juga membuktikan kata-katanya. Beneran. Sejak dulu sampai sekarang, ia rutin keliling Indonesia menjadi narasumber seminar wirausaha. Tanpa bayaran. Tanpa motif politik.

Belakangan ini, berbagai fitnah dialamatkan kepada dirinya. Tapi kalau Anda bertemu dia satu menit saja, Anda akan tahu bahwa fitnah itu beneran fitnah. Nggak lebih dari itu. Saya lihat sendiri bagaimana ia memperlakukan keluarganya. Santun dan penuh kasih-sayang.

Demikian pula perlakuannya terhadap orang-orang yang belajar dan ngefans sama dia. Sangat sabar dan bisa mengingat orang satu per satu. Jujur saja, saya saja sering lupa kalau ketemu banyak orang. Tapi, dia beda. Dia bisa mengingat orang satu per satu.

Beberapa kali saya bertemu dia di airport atau di pesawat terbang. Ternyata pernah juga dia duduk di kelas ekonomi. Bayangkan, maskapai saja sanggup dia beli, tapi ia kadang duduk di kelas ekonomi. Bukan kelas bisnis!

Saya juga melihat ponsel dan arlojinya biasa-biasa saja. Bahkan gores-gores dan sompel-sompel. Saya melihat itu selama sekian tahun. Bukan sebulan dua bulan. Dan ketika saya lunch semeja bareng dia, nggak disangka-sangka dia mengambilkan lauk untuk saya. Masya Allah!

Terlepas dari itu, fisiknya kuat. Berenang antar pulau, ia sanggup. Kalau berlari, jangan ditanya.

Sangat cerdas, sangat kaya, sangat kuat, sangat santun, sangat sederhana. Hampir 40 tahun umur saya dan menurut pengalaman saya, amat langka ada orang seperti itu. Saat lunch dan ngobrol-ngobrol bareng Ust Yusuf Mansur, sang ustadz juga sempat geleng-geleng kepala, "Kok ada ya orang seperti itu."

Kemudian, saya sempat menyesalkan manakala mendengar dia nyemplung ke dunia politik. Sayang, menurut saya. Tapi, yah sudahlah. Alasannya, dia ingin membenahi negeri ini 'dari dalam'. Mungkin Anda sudah bisa menebak siapa orang yang saya maksud. Dialah Sandiaga Uno. Dia pun bertekad, kalau terpilih jadi wakil gubernur DKI, tidak akan mengambil gajinya.

Begini. Saya tidak mau mendikte pilihan politik Anda. Toh Anda sudah tahu sosok mana yang kompeten dan bisa mempersatukan warga DKI dari golongan manapun. Yah, kita sama-sama tahu, buat apa pembangunan fisik kalau warganya berantem tiap sebentar karena si pemimpin tidak bisa mengontrol ucapannya.

Di sini saya hanya ingin berbagi pengalaman dan menyampaikan kebenaran. Setidaknya, kisah ini menjadi inspirasi keteladanan bagi Anda dan orang-orang di sekitar Anda. Yah sudah saatnya kita memiliki pemimpin yang layak dicontoh ucapannya dan tindakannya. Share ya.

( Ippho Santosa )

Pilpres 2019: Maruf Amin: Penunjukkan Saya Adalah Penghargaan Terhadap Ulama

Pilpres 2019: Maruf Amin: Penunjukkan Saya Adalah Penghargaan Terhadap Ulama
×