alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Ini Fatwa MUI Soal Pemimpin Ingkar Janji dan yang Boleh Tak Ditaati
1 stars - based on 2 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b6f052d9e7404ef6b8b4567/ini-fatwa-mui-soal-pemimpin-ingkar-janji-dan-yang-boleh-tak-ditaati

Ini Fatwa MUI Soal Pemimpin Ingkar Janji dan yang Boleh Tak Ditaati

Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa mengenai masalah strategis kebangsaan. Fatwa itu mengharamkan pemimpin yang mengingkari janji dan boleh mentaati pemimpin yang memerintahkan sesuatu yang dilarang agama.

Berikut isi lengkap Fatwa MUI dari Keputusan Komisi A tentang Masalah Strategis Kebangsaan (Masail Asasiyah Wathaniyah) dalam Ijtima' Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia V tahun 2015 tentang Kedudukan Pemimpin yang Tidak Menepati Janjinya yang disampaikan Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Ni'am Shaleh dalam keterangan tertulis, Jumat (12/6/2015):

1. Pada dasarnya, jabatan merupakan amanah yang pasti dimintai pertanggungjawabannya oleh Allah Swt. Meminta dan/atau merebut jabatan merupakan hal yang tercela, apalagi bagi orang yang tidak mempunyai kapabilitas yang memadai dan/atau diketahui ada orang yang lebih kompeten. Dalam hal seseorang memiliki kompetensi, maka ia boleh mengusulkan diri dan berjuang untuk hal tersebut.

2. Setiap calon pemimpin publik, baik legislatif, yudikatif, maupun eksekutif harus memiliki kompetensi (ahliyyah) dan kemampuan dalam menjalankan amanah tersebut.

3. Dalam mencapai tujuannya, calon pemimpin publik tidak boleh mengumbar janji untuk melakukan perbuatan di luar kewenangannya.

4. Calon pemimpin yang berjanji untuk melaksanakan sesuatu kebijakan yang tidak dilarang oleh syariah, dan terdapat kemaslahatan, maka ia wajib menunaikannya. Mengingkari janji tersebut hukumnya haram.

5. Calon pemimpin publik dilarang berjanji untuk menetapkan kebijakan yang menyalahi ketentuan agama. Dan jika calon pemimpin tersebut berjanji yang menyalahi ketentuan agama maka haram dipilih, dan bila ternyata terpilih, maka janji tersebut untuk tidak ditunaikan.

6. Calon pemimpin publik yang menjanjikan memberi sesuatu kepada orang lain sebagai imbalan untuk memilihnya maka hukumnya haram karena termasuk dalam ketegori risywah (suap).

7. Pemimpin publik yang melakukan kebijakan untuk melegalkan sesuatu yang dilarang agama dan atau melarang sesuatu yang diperintahkan agama maka kebijakannya itu tidak boleh ditaati.

8. Pemimpin publik yang melanggar sumpah dan/atau tidak melakukan tugas-tugasnya harus dimintai pertanggungjawaban melalui lembaga DPR dan diproses sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

9. Pemimpin publik yang tidak melaksanakan janji kampanyenya adalah berdosa, dan tidak boleh dipilih kembali.

10. MUI memberikan taushiyah bagi pemimpin yang mengingkari janji dan sumpahnya.

https://m.detik.com/news/berita/2940855/ini-fatwa-mui-soal-pemimpin-ingkar-janji-dan-yang-boleh-tak-ditaati

Mari kita kawal fatwa MUI ini emoticon-Big Grin
Halaman 1 dari 2
ane patuh dan siap menjalankan fatwa ini di pilpres 2019 emoticon-Malu

yang benar katakan benar yang salah katakan itu salah emoticon-2 Jempol


emoticon-I Love Indonesia
Diubah oleh kongkalingkong.

Do You Remember By Phill Kolek

Jreng .. jreng ...
Permisi om tante numpang ngamen .
. Jreng .. jreng ...

We never talked about it
But I hear the blame was mine
I'd call you up to say I'm sorry
But I wouldn't want to waste your time

Oh do you remember





Ini Fatwa MUI Soal Pemimpin Ingkar Janji dan yang Boleh Tak Ditaati
Diubah oleh antikritik19gp
Yang dulu-dulu sudah lah, lupakan saja..

Kita tatap lembaran baru...

Yg jelas 7 juta umat siap dukung capres pro ulamak.. emoticon-I Love Indonesia

Siapa kita? Indoensia.. emoticon-I Love Indonesia
dah gak ngaruh kaleee...
trik adu domba kaya gini...


emoticon-Traveller
Nastak siap bela ulama ?

Pengen liat kayak gimana sih bela ulama nya ?
Sambil bakar lilin gitu ?
Jam 12 sudah bubar gitu ?
Ada 7 juta umat gitu ?
Apa dorong dorong pintu gitu ?
Apa teriak haleluya gitu ?
Banyak sampah gitu ?
Apa rebutan nasi kotak gitu

MA : Siap bela ulamaaa ?
Nastak : Ya gitu deh .
Diubah oleh antikritik19gp
Setuju. Jangan pilih tukang tipu lagi. Terlalu goblok kalo jatuh ke lubang yang sama lagi.

emoticon-DP
Balasan Post yesknow
Quote:


ini bukn adu domba

cuma mengingatkan klo da fatwa mui kek gini

silahkn kejang2 ya nastaik emoticon-Wkwkwk
GNPF Ulama siap mengawal emoticon-Ngakak
basi nyet
goreng teros berita basi emoticon-fuck
kardus kampret emoticon-fuck
hmm bagus ini, ane setuju. pengkhianat emang harusnya disingkirkan jauh2
prajurit yg mengkhianati sumpahnya sbg prajurit sampe harus dipecat itu namanya khianat
warganegara yg kabur ke jordania ninggalin negaranya saat negara susah itu namanya pengkhianat
menantu yg pindah kubu saat keluarga mertua susah itu namanya pengkhianat
prajurit yg berniat mengkudeta presidennya itu disebut pengkhianat
orang yg janjiin kesejahteraan buruh tp buruh pabriknya sendiri menderita itu namanya pengkhianat
orang2 macam itu emang sebusuk2nya manusia
setuju, jangan pilih Jkw. tapi pilihlah Ulama emoticon-Wkwkwk
goreng nasi dulu meningan ahhh emoticon-coffee
Balasan Post titisan.sukarno
Quote:


bodo amat

EGP


Ini Fatwa MUI Soal Pemimpin Ingkar Janji dan yang Boleh Tak Ditaati
Quote:


Selain soal fatwa adalah suatu nasihat yg boleh tidak diikuti sekalipun bagi yg meminta fatwa.. mari balik lagi ke awal.. Indonesia bukan negara agama.. emoticon-Big Grin
Diubah oleh khayalan
LOGIKA 1 :

A bicara TARGET
simpatisan bicara : PASTI

kaum sumbu pendek pahamnya JANJI ...

A gagal memenuhi TARGET, maka sumbu pendek menganggap ...

LOGIKA 2 :

simpatisan/analis : KALO SI A KEPILIH MAKA ES MAMBO DISEKOLAH JADI 500

realita : SI A kepilih dan es mambo naek jadi 1000 ...

sumbu pendek : dasar si A PENIPU ... katanya mau nurunin es mambo jadi 500 ini malah jadi 1000
Si A : lah siapa yang ngomomng yah ???

emoticon-Thinking
Ibarat pedang liar, meski udah di tutup jalannya tetep aja nemu cara biar bisa jualan di tuh jalan emoticon-Ngakak
karma is biatch!
Balasan Post cipokan.yuk
Quote:


Pasca Ma’ruf, Pemimpin Seword.com Ingin Istirahat dulu dari Relawan Jokowi

Saat drama politik terjadi, Mahfud MD batal ditetapkan sebagai Cawapres dan malah terpilih Maruf Amin, ada beragam emosi yang menyeruak di kepala saya.

Bagaimana tidak, kita yang selama ini mengedepankan toleransi, menolak politik SARA, harus menerima seorang Maruf Amin, ketua MUI yang tahun lalu berkat fatwanya negeri ini diambang kericuhan. Demo berjilid-jilid mengawal fatwa MUI demi memenjarakan Ahok.

Bagi saya pribadi, ini bukan soal Ahoknya, tapi tentang radikalisme dan arogansi kelompok garis keras. Yang seolah-olah punya kuasa dan bisa melakukan apa saja di negara kita.

Kalau ditanya apakah saya tersinggung mendengar Ahok menyinggung soal kitab suci yang tidak dia ketahui? Iya tersinggung. Tapi ketika melihatnya diserbu, diserang oleh kelompok khilafah dan radikal, di situ saya memilih untuk berdiri di sampingnya.

Saya bisa tidak setuju beberapa sikap Ahok, tidak sependapat dengan kebijakan dan cara komunikasinya, tapi kalau menyangkut soal intimidasi dan politisasi agama, saya tahu kita tidak bisa membiarkan hal itu terjadi dan menjadi bagian dari api yang mengobarkan permusuhan. Kita harus berada di pihak Ahok sebagai penyeimbang dan counter.

Lalu semalam, kita harus menerima kenyataan luar biasa, Maruf Amin sebagai Cawapres Jokowi. Sosok yang mengeluarkan fatwa Ahok penista agama, sosok yang menjadi saksi memberatkan Ahok di persidangan.

Sekali lagi ini bukan soal Ahok, tapi tentang toleransi dan kebhinekaan, tentang Indonesia. Sehingga di titik ini saya pikir akan membuat keputusan, cuti dari perhelatan politik, istirahat dari relawan Jokowi. Sengaja tidak saya gunakan kata “mundur” karena mungkin saya akan kembali, atau karena memang saya ini menjadi relawan atas inisiatif sendiri.

Semalam, dalam keadaan emosi, saya berpikir untuk menutup Seword.com dan seluruh akun media sosialnya. Namun saya tahu itu tidak mungkin, sebab alasan web ini online karena memang untuk Jokowi, selain itu banyak teman-teman penulis Seword yang masih tetap ingin bersama-sama Jokowi.

Kemudian saya berpikir untuk menjual perusahaan ini, Seword.com dan seluruh sistem yang ada. Saya ingin istirahat dari hiruk pikuk politik dalam jangka waktu yang lama, tidak ingin peduli dengan apa yang terjadi di negara ini. Terserah mereka-mereka saja. Tapi untuk ini pun saya perlu waktu, untuk menghubungi orang-orang oposisi yang selama ini sudah tertarik untuk akuisisi.

Jadi yang paling memungkinkan dan bisa saya lakukan saat ini adalah istirahat dulu. Sejenak. Sebelum akhirnya kembali masuk lapangan untuk mendukung Jokowi atau malah mendukung Sandiaga.

Saya tahu ini keputusan yang emosional, tidak bijak dan terserah apapun yang orang lain katakan. Ini negara demokrasi, saya punya hak untuk berekspresi. Sebelumnya, saat Ahok menyatakan cerai dengan istrinya, saya juga sudah membuat keputusan berbeda dari teman-teman penulis yang lain, saya tidak mendukung Ahok sebagai pejabat publik lagi.

Lalu kalau sekarang saya memilih untuk istirahat dulu, saya pikir itu hal yang biasa. Tidak seekstrim menarik dukungan terhadap Ahok sebagai pejabat lagi pasca keluar dari penjara nanti.

Mungkin itu saja yang perlu saya sampaikan. Seword insyaallah tetap online, karena admin tetap bekerja seperti biasa. Tapi saya atas nama pribadi ijin pamit dulu dari bahasan-bahasan politik atau tulisan-tulisan yang mendukung Jokowi dua periode.

Semoga ini dapat dipahami dengan baik, dan semoga apapun keputusan saya nanti, kembali mendukung Jokowi atau mendukung Sandiaga, pun semoga itu adalah keputusan terbaik bagi saya sebagai warga yang menginginkan negeri ini lebih maju.

Untuk teman-teman penulis, silahkan terus menulis seperti biasa, bebas dan terbuka, Seword ini milik kalian semua. Saya hanya kebetulan saja ditaqdirkan untuk mendirikan web ini. Dan jika pada akhirnya saya harus menyerahkan web ini ke orang lain atau pihak lain, mungkin itu juga bagian dari taqdir.

Terakhir, kalian tidak salah memilih Jokowi dan mendukung Maruf Amin, mungkin ini salah saya saja yang terlalu optimis, terlalu berharap bahwa negeri ini akan lebih baik jika dipimpin oleh sosok yang memiliki kompetensi dan kemampuan lebih baik di pemerintahan seperti Mahfud MD. Begitulah kura-kura.

Oleh : Alifurrahman (Pendiri Seword.com)
Balasan Post pewartaberita
Quote:


tunggu tanggal 16 agustus ya om emoticon-Embarrassment
Ini Fatwa MUI Soal Pemimpin Ingkar Janji dan yang Boleh Tak Ditaati

Ini Fatwa MUI Soal Pemimpin Ingkar Janji dan yang Boleh Tak Ditaati

Ini Fatwa MUI Soal Pemimpin Ingkar Janji dan yang Boleh Tak Ditaati
Halaman 1 dari 2


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di