alexa-tracking

Dari Luna Maya, Jokowi berantem, hingga Jenderal Kardus

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b6eb58a582b2eee068b457d/dari-luna-maya-jokowi-berantem-hingga-jenderal-kardus
Dari Luna Maya, Jokowi berantem, hingga Jenderal Kardus
image-url-apps
Dari Luna Maya, Jokowi berantem, hingga Jenderal Kardus
Kolase foto Joko Widodo, Prabowo dan Susilo Bambang Yudhoyono, Luna Maya, dan lokasi penembakan dokter Letty.
Pekan ini berita lokal menjadi berita yang magnet bagi pembaca. Maklum, Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 yang memasuki masa pendaftaran sudah banyak memenuhi media massa dan media sosial. Prediksi tanding ulang antara Joko Widodo dan Prabowo Subianto akhirnya memang terjadi. Keduanya resmi mendaftar ke KPU Jumat lalu.

Berita yang mengiringi proses pemilihan dan pendaftaran Capres ini menyedot banyak pembaca. Dari kasak-kusuk penentuan calon wakil presiden, soal pidato Jokowi yang menyatakan tak takut diajak berantem, hingga soal sebutan politisi Demokrat Andi Arief yang menyebut Jenderal Kardus dalam proses pemilihan calon wakil presiden dari koalisi yang mengusung Capres Prabowo.

Di sisi lain, dua kasus kiriminal yang sudah lama ikut menjadi berita yang paling banyak diakses pembaca. Kasus pembunuhan dokter Letty Sultri, November tahun lalu pekan ini dijatuhkan vonisnya.

Kasus video mesum Luna Maya dan Cut Tari yang sudah delapan tahun kembali muncul ke pemberitaan. Sebabnya, kasus ini tak tuntas namun juga tak dihentikan. Maka, keduanya tetap menyandang status tersangka. Berikut kami ringkaskan berita dalam pekan kedua Agustus 2018.
Jokowi dan tudingan ajakan berantem Dari Luna Maya, Jokowi berantem, hingga Jenderal Kardus
Presiden Joko Widodo menyampaikan sambutan dalam Rapat Umum Relawan Jokowi di Sentul Internasional Convention Center, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (4/8/2018). Pidato Jokowi menuai komentar karena dinilai provokatif.
Pidato Calon Presiden petahana Joko 'Jokowi' Widodo dalam Rapat Umum Relawan Jokowi di Sentul International Convention Center (SICC) Sentul, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (4/8/2018) menuai pro-kontra.

Pasalnya, ada satu kalimat yang dinilai memprovokasi pendukungnya. Petikan pendek dari pidato Jokowi adalah "Kalau diajak berantem, jangan takut."

Potongan pendek ini ditanggapi para partai politik oposan sebagai provokasi dan anjuran kekerasan.

Para penentangnya menuding Jokowi provokator, meresahkan, dan tak patut."Membuat keresahan yang menjurus pada penggunaan kekerasan," ujar Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono kepada CNNIndonesia.com, Minggu (5/7/2018).

Namun tudingan ini dibantah. Menurut Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi SP, yang disampaikan Jokowi soal “berantem” hanyalah kiasan. Johan menegaskan, konteks yang dikatakan Jokowi tentang berantem bukan fisik, tetapi untuk melawan pihak yang memfitnah dan melakukan ujaran kebencian.

Jika disimak lebih lengkap, memang kalimat yang dinilai provokatif itu hanya sepotong. Dari video sepanjang 14 menit, konteks kalimat itu ada dalam durasi sepanjang 1 menit 23 detik bagian yang menjadi sorotan. Jika disimak penuh konteks dalam video itu, bisa diperoleh pemahaman lebih tentang maksud kata 'berantem' yang disebut Jokowi.
Status Tersangka Luna Maya dan Cut Tari Dari Luna Maya, Jokowi berantem, hingga Jenderal Kardus
Luna Maya dan Nazriel Irham (Ariel) dalam satu kesempatan bersama, 22 Juni 2010.
Status tersangka yang melilit Luna Maya dan Cut Tari sejak delapan tahun lalu ternyata belum lepas. Kedua pesohor itu ditetapkan tersangka pada 9 Juli 2010 karena dalam kasus asusila dengan ancaman hukuman penjara satu tahun enam bulan.

Gugatan praperadilan atas kasus ini, ditolak hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Selasa (7/8/2018).

Status tersangka ini awet banget. Mabes Polri mengaku tidak memiliki kendala untuk menyelesaikan kasus Luna Maya dan Cut Tari, tapi tiap kasus memiliki tingkat kesulitannya masing-masing.

Sedangkan penjelasan Hukumonline.com yang mengacu pada pasal-pasal dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) menerangkan hal berbeda. Pasal 1 angka 15 KUHAP menyebut lamanya seseorang menyandang status tersangka akan sangat bergantung dari berapa lama proses penyidikan yang dijalankan.

Status tersangka juga bisa hilang jika penyidikan atas perkaranya berhenti, tanpa harus berkasnya diserahkan ke pengadilan (Pasal 109 ayat 1 KUHAP).

Sementara, menurut Pasal 76 ayat 1 Perkapolri 14 tahun 2012 yang juga merujuk Pasal 109 ayat 2 KUHAP, penghentian penyidikan bisa dilakukan jika tidak terdapat cukup bukti, perkara bukan tindak pidana, dan batal demi hukum.

Jika penyidikan dihentikan, maka penyidik kepolisian wajib mengirimkan surat pemberitahuan penghentian penyidikan (SP3) kepada pelapor, jaksa penuntut umum, dan tersangka atau penasihat hukumnya. Tapi jika polisi menemukan bukti baru, maka perkara dibuka kembali penyidikannya dan status tersangka muncul lagi
Retak Kongsi Koalisi dan Tudingan Jenderal Kardus Dari Luna Maya, Jokowi berantem, hingga Jenderal Kardus
Prabowo Subianto (kiri) dan Susilo Bambang Yudhoyono (kanan) menyampaikan keterangan pers bersama usai pertemuan tertutup di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Senin (30/7/2018). Kemesraan itu retak karena tuduhan jenderal kardus.
Cuitan politisi Partai Demokrat Andi Arief ramai di media karena menuding capres Prabowo sebagai Jenderal Kardus. Cuitan itu juga menandakan adanya perpecahan dalam rencana koalisi Partai Gerindra dan Partai Demokrat.

"Prabowo ternyata kardus, malam ini kami menolak kedatangannya ke Kuningan. Bahkan keinginan dia menjelaskan lewat surat sudah tak perlu lagi. Prabowo lebih menghargai uang ketimbang perjuangan. Jendral kardus," tulis Andi dalam Twitter.

Rencana memasangkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan Prabowo gagal karena masuknya Sandiaga Uno. Andi mengatakan, Sandi masuk bursa karena mengguyurkan uang Rp500 miliar ke Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Amanat Nasional. "Bener (soal mahar politik Sandiaga Uno). Saya dengan sadar dan bisa dicek," ucap Andi dilansir detikcom.

Atas tuduhan Andi tersebut, sejumlah kubu pun tidak terima. PAN lewat Wasekjen Yandri Susanto mengatakan bahwa ucapan Andi adalah sebuah kebohongan.

Arief Poyuono, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, mengatakan justru SBY yang sebenarnya jenderal kardus. "Jadi, 'jendral kardus' itu jelas siapa dia. Demokrat itu partai yang kadernya paling banyak ditangkap KPK karena dipimpin jendral yang suka ngumpulin kardus," kata Arief, dilansir Tribunnews.
Hukuman Mati bagi Pembunuh Dokter Dari Luna Maya, Jokowi berantem, hingga Jenderal Kardus
Warga melihat lokasi kejadian penembakan di Azzahra Medical Center, Jakarta, Kamis (9/11/2017). Dokter Helmi yang menembak istrinya dokter Letty hingga tewas divonis hukuman penjara seumur hidup oleh hakim PN Jakarta Timur, Selasa (7/8/2018).
Dokter Ryan Helmi dihukum penjara seumur hidup terhadap karena menembak mati istrinya, dokter Letty Sultri, November tahun lalu. Dalam sidang, Selasa (7/8/2018) Ketua Majelis Hakim, Puji Harian ini, dokter Helmi terbukti secara sah melakukan pembunuhan berencana dan kepemilikan senjata api tanpa izin.

Majelis hakim menilai tindakan yang dilakukan dokter Helmi menembak dokter Letty tergolong kejam dan sadis.

Dokter Letty tewas ditembak Helmi di Klinik Utama Az-Zahra Medical Center di Jl Dewi Sartika, Cawang, Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Kamis, 9 November 2017. Helmi memuntahkan enam peluru ke tubuh Letty. Beberapa pengunjung panik dan lari ke luar klinik. Helmi sempat mengancam beberapa pengunjung lalu kabur menggunakan sepeda motor sebelum akhirnya menyerahkan diri ke polisi.

Kuasa hukum dokter Helmi, Muhammad Rivai dalam nota pembelaan menyatakan bahwa pembunuhan terjadi secara spontan dan tidak ada unsur perencanaan sebelumnya.

Menurut Rivai, tuduhan melakukan pembunuhan berencana itu tidak terbukti dalam persidangan. Kata Rivai, keterangan saksi yang dihadirkan selama persidangan, tidak ada yang membuktikan bahwa dokter Helmi melakukan pembunuhan berencana.

Untuk itu, Rivai meminta majelis hakim memutus hanya hukuman 15 tahun penjara atau lebih ringan daripada tuntutan jaksa, yang menuntut hukuman mati.
Dari Luna Maya, Jokowi berantem, hingga Jenderal Kardus


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...enderal-kardus

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Dari Luna Maya, Jokowi berantem, hingga Jenderal Kardus Kenapa investasi asing di startup berkembang cepat

- Dari Luna Maya, Jokowi berantem, hingga Jenderal Kardus Respons positif pasar dinilai hanya sementara

- Dari Luna Maya, Jokowi berantem, hingga Jenderal Kardus Penyediaan BBM Euro-4 terkendala kilang