alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Jokowi Gandeng Ma’ruf Amin, Dalam Pandangan Saya Sebagai Ahoker
4.43 stars - based on 14 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b6e4d5dd9d7709a058b4567/jokowi-gandeng-maruf-amin-dalam-pandangan-saya-sebagai-ahoker

Jokowi Gandeng Ma’ruf Amin, Dalam Pandangan Saya Sebagai Ahoker

Jokowi Gandeng Ma’ruf Amin, Dalam Pandangan Saya Sebagai Ahoker

Keputusan Jokowi menggandeng Ma’ruf Amin, cukup mengejutkan menurut saya. Padahal sejak pagi tadi hingga jam empat sore, nama Mahfud MD yang awalnya diprediksi akan digandeng oleh Jokowi.

Rasa terkejut bahkan saya rasakan juga dari komentar teman-teman di WAG yang saya ikuti. Beberapa bahkan berencana untuk meng-offkan sosmednya, banyak juga yang menyesalkan kenapa Jokowi harus menggandeng Ma’ruf Amin saat itu.

Saya memahami kekecewaan teman-teman tersebut, bukan apa-apa, Ma’ruf Amin dianggap memiliki peran terhadap dipenjaranya Ahok ketika itu. Selain mengeluatkan fatwa terhadap kasus Ahok, dirinya juga ikut menjadi saksi yang memberatkan Ahok di dalam persidangan.

Namun yang perlu kita ingat, keputusan MUI dalam hal ini Maa’ruf hingga mengeluarkan fatwa, tidak bisa dilepaskan dari tekanan yang dilakukan oleh kelompok 212 dan berbagai elemen masyarakat lainnya. Jadi bukan semata-mata murni atas keinginan beliau sendiri.

Apalagi saat beredar wacana Jokowi menggandeng Mahfud MD. Saya juga mendengar adanya penolakan para kyai NU karena menganggap Mahfud bukanlah kader NU walaupun Yenny Wahid kemudian ikut bersuara membela dengan menyatakan Mahfud MD adalah NU tulen. Namun pernyataan Yenny sepertinya tidak mampu meredam penolakan para kyai. Yang ada malah ancaman dari ketua PBNU untuk mencabut dukungannya kepada Jokowi.

Jadi saya merasa keputusan Jokowi untuk menggandeng Ma’ruf Amin tentu sudah melalui pertimbangan yang sangat matang. Sebagai ormas keagamaan terbesar di Nusantara, suara NU tidak boleh dianggap remeh. Disisi lain, dengan menggandeng Ma’uf, Jokowi juga dapat menepis fitnah kaum oposisi yang selalu memojokkan Jokowi sebagai pemimpin yang anti ulama.

Bukan berarti Jokowi tidak mempertimbangkan perasaan Ahok, sebagai seorang sahabat baik yang bahkan diakui oleh Ahok sendiri. Jokowi pasti mempertimbangkan hal itu juga. Namun kepentingan yang lebih luas, mengalahkan kepentingan yang lebih kecil (pribadi), demikian sering kita dengar.

Jokowi Gandeng Ma’ruf Amin, Dalam Pandangan Saya Sebagai Ahoker

Saya yakin Ahok juga menyadari hal ini. Ahok bukan seorang pendendam, dirinya juga bukan orang yang berpikiran picik yang suka menghalalkan segala cara untuk mencapai ambisinya. Ahok memiliki jiwa yang besar, kalau mengutip istilah Denny Siregar, orang yang sudah selesai dengan dirinya.

Satu-satunya harapan dia adalah menjadi berguna dan dapat berbuat yang terbaik untuk masyarakat yang dicintainya. Itulah salah satu kelebihan dirinya diantara sekian banyak kelebihan lainnya yang membuat kita mengagumi sosoknya dan semakin merindukan dirinya.

Kita tentu masih ingat, bagaimana saat PK-nya ditolak oleh MA, alih-alih marah, Ahok hanya menjawab “Puji Tuhan”. Demikian juga saat dimintai tanggapan terkait SP3 terhadap kasus Rizieq, jawaban yang sama persis juga disampaikan oleh dirinya. Padahal bila orang lain, mungkin segala sumpah serapah sudah dilontarkan, kutukan dan cercaan pun tak luput dicurahkan.

Jawaban Ahok menandakan dirinya sudah memasrahkan segala sesuatunya kepada Yang Kuasa, segala cobaan yang dihadapinya bukan dianggap lagi sebagai halangan atau hambatan, tapi lebih kepada cara Ilahi untuk menuntun dirinya. Dirinya selalu percaya ada rencana Tuhan dibalik berbagai kejadian yang dialami.

Jadi saya percaya dan saya yakin, bila Ahok mengetahui Jokowi menggandengan Ma’ruf Amin, ucapan yang sama, “puji Tuhan” pun akan kembali terlontar dalam mulutnya, sekaligus meminta kita para pendukungnya untuk tetap mendukung Jokowi karena dirinya yakin, sahabatmya sedang berjuang untuk Indonesia yang lebih baik.

Seandainya dirinya tidak terpenjara, mungkin Ahok sudah terjun langsung untuk menjadi tim sukses Jokowi. Namun karena dirinya terpenjara, Ahok pun menitipkan harapannya kepada kita untuk berjuang. Bukan untuk kepentingan Ahok pribadi, bukan juga untuk kepentingan Jokowi pribadi, namun untuk kepentingan bangsa Indonesia ke depannya dan pada gilirannya adalah untuk kepentingan anak cucu kita kelak.

Jangan biarkan ego pribadi kita mengorbankan masa depan bangsa ini. Jangan biarkan rasa kecewa, menutupi mata kita sehingga tidak dapat melihat bahwa untuk saat ini, hanya melalui Jokowi lah harapan bagi Indonesia yang lebih baik dapat diraih.

Tanpa memperdulikan apakah kita Ahoker atau Jokower, sebagai sesama anak bangsa, marilah kita bergandengan tangan untuk sama-sama mendukung dan menyukseskan Jokowi periode kedua nanti, tanpa harus melihat siapa wakilnya. Karena siapapun wakilnya, yang penting presidennya tetap Jokowi. Bukankah begitu kawan?

ruko

cuitan jeritan hati ahoker yang kecewa:
Jokowi Gandeng Ma’ruf Amin, Dalam Pandangan Saya Sebagai Ahoker
Jokowi Gandeng Ma’ruf Amin, Dalam Pandangan Saya Sebagai Ahoker
Jokowi Gandeng Ma’ruf Amin, Dalam Pandangan Saya Sebagai Ahoker
Jokowi Gandeng Ma’ruf Amin, Dalam Pandangan Saya Sebagai Ahoker
Jokowi Gandeng Ma’ruf Amin, Dalam Pandangan Saya Sebagai Ahoker
Jokowi Gandeng Ma’ruf Amin, Dalam Pandangan Saya Sebagai Ahoker
Jokowi Gandeng Ma’ruf Amin, Dalam Pandangan Saya Sebagai Ahoker
Jokowi Gandeng Ma’ruf Amin, Dalam Pandangan Saya Sebagai Ahoker
Jokowi Gandeng Ma’ruf Amin, Dalam Pandangan Saya Sebagai Ahoker
Jokowi Gandeng Ma’ruf Amin, Dalam Pandangan Saya Sebagai Ahoker
Halaman 1 dari 4
Lihat komen di kompos cebong bnyk yg kecewa
tetap tersenyum dan dukung pakde ahoker, walau sakit

Jokowi Gandeng Ma’ruf Amin, Dalam Pandangan Saya Sebagai Ahoker
WAH WAH... NASTAK MALAH DITAMPOL SAMA WIWI
manteb nih buat diadu domba emoticon-thumbsup
ga bisa kafirkan... sekarang adu domba saja... ntar apa lagi...

emoticon-Ngakak

Ga jelas programnya... DKI jadi korban... Ntar apa lagi
Jokowi Gandeng Ma’ruf Amin, Dalam Pandangan Saya Sebagai Ahoker

emoticon-Wow
Bisa aja lu mengarang bebas nya. Saking takut majikan elu kalah gegara menggandeng maaruf amin.

Sudahlah kenapa fokus saja di program kerja. Dollar itu sudah 14 ribu jangan planga plongo aja kerja kenapa.

Tetap lihat visi dan misi masing2 paslon dulu lah.
Diubah oleh buncitbubar
lucu liat cebong nastak pada menggelinjang kepanasan emoticon-Leh Uga
Masih saja berhalusinasi sama pak ahok
emoticon-Cape d...
Jokowi Gandeng Ma’ruf Amin, Dalam Pandangan Saya Sebagai Ahoker

emoticon-Leh Uga
mca udah kerja aja, walau gak bisa main sara lagi


Jokowi Gandeng Ma’ruf Amin, Dalam Pandangan Saya Sebagai Ahoker
Ahokakbar emoticon-Ultah
Hahahahahahahahahhaa

Nastak cabang ruko kena tampol keras banget ama don kowi
ahoker ahokeran ah emoticon-Big Grin nasbung udah ga ada bahan buat nyerang, makanya sekarang lewat adu domba emoticon-Big Grin lagian masih mending golput daripada pilih ex jendral kardus+ cawapres500M najis besar itu namanya emoticon-Leh Uga
Diubah oleh kabe1
Kecewa wajar.
Tapi gw gak akan berubah jadi kampret.
Haram.
Najis.

Tetap Jokowi!
Ini bukan cm masalah ahok, tapi bnyak kejadian dan masalah sama org ini.. klo cuma gara2 ahok pak mahfud pun gw gk bakal dukung
Golput = Membiarkan Indonesia dimangsa manusia2 licik.

Dukung Wowo Sa'No, mending Murtad.

Gw tetap Jokowi.

Urusan Ma'ruf Amin urusan Allah Yang Maha Tahu.
kokoh mako daftar aja jalur independen kayak pilgub yg udah
kan ad sahabat mako nastaik cabang ruko yg siap kumpulin KTP lg
Jokowi Gandeng Ma’ruf Amin, Dalam Pandangan Saya Sebagai Ahoker
emoticon-Leh Uga
Nasbung laknat lagi nyablak biar Ahoker jadi swing voter, atau golput biar suaranya bisa dimanfaatkan masuk ke kardus biadab! emoticon-Wkwkwk
Retorika sampah emoticon-Ngakak
Halaman 1 dari 4


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di