alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Begini Pidato yang Bikin Jokowi Pilih Ma'ruf Amin Jadi Cawapres
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b6e3dc8529a45e7598b4567/begini-pidato-yang-bikin-jokowi-pilih-maruf-amin-jadi-cawapres

Begini Pidato yang Bikin Jokowi Pilih Ma'ruf Amin Jadi Cawapres

TEMPO.CO, Jakarta - Salah satu alasan Presiden Joko Widodo alias Jokowi memilih Ma'ruf Amin sebagai cawapres adalah karena pandangan ekonomi umat dari Ketua Majelis Ulama Indonesia ini. "Pidato itu berisi tentang pandangan ihwal arus baru ekonomi Indonesia yang berlandaskan syariah," kata Rommy, Jumat, 10 Agustus 2018.

Simak: Wawancara Ma'ruf Amin: MUI Tidak Menolak Pemimpin Nonmuslim, Tapi

Ma'ruf Amin berpidato soal konsep ekonomi syariah ketika dikukuhkan sebagai Guru Besar Ilmu Ekonomi Muaamalat Syariah di Universitas Islam Negeri Malik Ibrahim Malang, Jawa Timur pada Mei 2017. Jokowi hadir dalam pengukuhan guru besar ini. "Pak Presiden mendukung ekonomi syariah," kata Ma'ruf setelah dikukuhkan menjadi guru besar.

Dalam ceramahnya ketika pengukuhan guru besar itu, Ma'ruf Amin mengatakan ekonomi syariah dapat menjadi pilihan alternatif untuk masyarakat muslim kelas menengah mengekspresikan agamanya.

ADVERTISEMENT

“Ia dapat menjadi pilihan kelas menengah karena bisa menjawab kebutuhan berekspresi dan berekonomi, dan juga dapat menjawab sisi kebutuhan spiritual,” kata Maruf dalam orasi ilmiahnya di Universitas Islam Negeri Malik Ibrahim Malang, 24 Mei 2017.

Ide-ide ekonomi Maruf kembali hangat diperbincangkan menyusul terpilihnya dia sebagai cawapres Jokowi dalam pemilihan presiden 2019. Jokowi menilai pendampingnya itu sosok yang punya pengetahuan luas di bidang ekonomi. Bersama Maruf, Jokowi berjanji akan memperkuat ekonomi umat.

“Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar, kita harus mengatasi masalah kemiskinan kesenjangan dengan memperkuat ekonomi umat," kata Jokowi dalam pidatonya di Gedung Joang 45, Jakarta Pusat, Jumat, 10 Agustus 2018.

Senada dengan Jokowi, menurut Ma'ruf Amin jumlah kelas menengah muslim kini makin meningkat. Dia mengatakan secara ekonomi kelas ini telah terpenuhi kebutuhan pokoknya. Tapi, mereka terus mencari sarana untuk mengekspresikan kebutuhan spiritualnya. “Ekonomi syariah dapat menjadi jawaban atas kebutuhan tersebut,” kata Ma'ruf.

Baca: Jadi Cawapres Jokowi, Ma'ruf Amin Tetap Sarungan?

Ma'ruf Amin meyakini ekonomi syariah yang bersumber dari ajaran Islam dapat membawa lebih banyak keadilan ekonomi bagi masyarakat. “Ekonomi syariah merupakan sektor yang potensial untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat,” kata dia.

https://nasional.tempo.co/read/1115973/begini-pidato-yang-bikin-jokowi-pilih-maruf-amin-jadi-cawapres

Jadi Cawapres Jokowi, Begini Pandangan Ekonomi Umat Ma'ruf Amin

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy atau Rommy mengatakan Presiden Joko Widodo kesengsem dengan konsep ekonomi syariah dari Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin. "Pidato itu berisi tentang pandangan ihwal arus baru ekonomi Indonesia yang berlandaskan syariah," kata Rommy, Jumat, 10 Agustus 2018.

Baca: PPP Tirukan Ma'ruf Amin: Tidak Usah Dicalonkan Saya Sudah Sepuh

Ma'ruf Amin berpidato mengenai konsep ekonomi syariah ketika dikukuhkan sebagai Guru Besar Ilmu Ekonomi Muamalat Syariah di Universitas Islam Negeri Malik Ibrahim Malang, Jawa Timur, pada Mei 2017. Jokowi hadir dalam pengukuhan guru besar ini. "Pak Presiden mendukung ekonomi syariah," kata Ma'ruf setelah dikukuhkan menjadi guru besar.

Dalam orasinya ketika pengukuhan guru besar, Ma'ruf menjelaskan konsep ekonomi syariah atau ekonomi umat. Menurut dia, dalam ekonomi umat, perekonomian syariah akan menjadi pilar utama dari kebijakan. Keputusan-keputusan dalam bidang ekonomi umat akan mengedepankan kemitraan antara konglomerat dan masyarakat kecil. “Bila komitmen pemerintah berjalan mulus, Indonesia akan menjadi pemain dan pasar produk syariah dengan prospek cerah,” kata Ma'ruf Amin.

ADVERTISEMENT

Simak: Ma'ruf Amin Sindir Kubu Prabowo yang Tak Mendengar Ijtima Ulama

Ma’ruf mengatakan perekonomian syariah bisa menjadi awal mengubah pendekatan ekonomi dari atas ke bawah (top-down) menjadi dari bawah ke atas (bottom-up). Menurut dia, pendekatan ekonomi top-down hanya menguntungkan segelintir konglomerat. “Ke depan, ekonomi nasional harus ditopang oleh ekonomi umat, bukan seperti sebelumnya yang hanya ditopang oleh segelintir konglomerat,” katanya dalam
ceramahnya saat memperoleh gelar profesor dari UIN Malik Ibrahim Malang pada 2017.

Dalam kesempatan berbeda, Ma’ruf mengatakan, pilar lain dalam perekonomian syariah adalah zakat, infak, sedekah, dan wakaf (Ziswaf). Lewat pilar ini, ketimpangan antara kaya dan miskin serta ketimpangan wilayah timur dan barat di Indonesia dapat diatasi.

Zakat, kata dia, menjadi instrumen yang bisa menjawab kebutuhan investasi, menjaga daya beli masyarakat miskin, dan memberdayakan masyarakat. Sebab, zakat berfungsi sebagai mekanisme pengendali dan menstimulus keluarnya harta bagi umat Islam.

Baca juga: Cerita Ma'ruf Amin Soal Cawapres, dari Mahfud MD Lalu Belok Arah

Zakat yang diterima fakir dan miskin bisa menjaga agregat konsumsi masyarakat yang menjadi penopang ekonomi. “Selain itu, zakat bisa digunakan masyarakat miskin untuk berkontribusi dalam dunia usaha,” kata Ma’ruf di gedung Bank Indonesia, 24 Juli 2017.

Sementara itu, infak, sedekah, dan wakaf menjadi instrumen yang mendorong partisipasi masyarakat untuk ikut menjawab kebutuhan negara dalam memenuhi kepentingan publik. "Seperti pembangunan sarana dan prasarana, pemenuhan konsumsi, dan lainnya untuk kepentingan umum," ucap Ma’ruf.

Simak juga: JK Yakin Ma'ruf Amin Bisa Menambah Suara Pemilih Jokowi

Jokowi, ketika berpidato sebelum mendaftar ke KPU, juga sempat menyinggung ekonomi umat. “Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar, kita harus mengatasi masalah kemiskinan, kesenjangan dengan memperkuat ekonomi umat,” katanya di Gedung Joang 45 sebelum mendaftar ke KPU bersama dengan Ma'ruf Amin, Jumat, 10 Agustus 2018.

https://pilpres.tempo.co/read/1115971/jadi-cawapres-jokowi-begini-pandangan-ekonomi-umat-maruf-amin

menuju indon bersyariah, tapir bakal nelangsa (bold=minus jizyah) emoticon-Traveller
Halaman 1 dari 2
Begini Pidato yang Bikin Jokowi Pilih Ma'ruf Amin Jadi Cawapres


Janji kampanye 2014 aja belum dilaksanain, ini udah bikin janji lagi



Begini Pidato yang Bikin Jokowi Pilih Ma'ruf Amin Jadi Cawapres
jadi gini.. nasbungtaik jgn lupa coblos ulama

leh uga
Begini Pidato yang Bikin Jokowi Pilih Ma'ruf Amin Jadi Cawapres
Hati2 aje pak
Di kubu sebelah ada yg latar pengusaha emoticon-Leh Uga.

And ada kmungkinan pengusaha dan investor tdk akan setuju dengan konsep ini lalu banting setir ke kubu sebelah emoticon-Leh Uga
Diubah oleh djinggo88
pantesan freeport dibeli, mau pake emas ternyata kedepan emoticon-Stick Out Tongue
Kalau kalah ma wowo gegara golput bakal jadi trit zombi yg memalukan ini.


Itukan katanya org PPP, padahal PPP, PKB, dan Golkar lah yg menjegal Mahfud MD karena takut MMD maju di 2024.
emoticon-Malu


JANGAN SALAHKAN JOKOWI

Penulis Denny Siregar
Diterbitkan Jumat, Agustus 10, 2018


"Kenapa Jokowi pilih Maruf Amin, bang?".

Lepas dari banyaknya teori konspirasi strategi catur Jokowi yang hebat-hebat yang ditulis teman-teman, sebenarnya permasalahan "Kenapa Maruf Amin?" itu sederhana saja.

Sekitar dua jam sebelum deklarasi, Jokowi masih mengantongi nama Mahfud MD sebagai pendampingnya. Dan saya sudah melakukan banyak konfirmasi terhadap itu ke banyak pihak yang kompeten. Dan Mahfud MD pun sudah ada disana, di dekat tempat deklarasi acara.

Tapi tiba-tiba semua berubah, ketika beberapa partai memaksakan supaya jangan Mahfud MD. Pertanyaannya, "Kenapa?" Jawabannya, "Karena berbahaya untuk Pilpres 2024 nanti.."

Pilpres 2024, masing-masing partai koalisi sudah punya jago. Mereka semua mengalah di tahun 2019, karena ini memang tahunnya Jokowi. Tetapi 2024 nanti dianggap tahun kosong, dimana semua mempunyai peluang yang sama untuk bertarung karena tidak ada petahana.

Nah, kondisi ini akan dirusak jika ada Mahfud MD disana. Jika Mahfud menjadi Wapres, maka diperkirakan ia akan membangun citra sehingga malah bisa menjadi lawan nantinya.

Jadi ini sebenarnya bukan masalah Mahfud MD saja. Seandainya Moeldoko atau CT atau Sri Mulyani yang ada di posisi Mahfud pun akan mengalami hal yang sama. Mereka akan disingkirkan juga.

Dan para petinggi partai mendesak supaya Mahfud tidak jadi Wapres pada menit-menit terakhir. Mereka tahu, kalau Jokowi didesak pada waktu awal, Jokowi bisa berkelit. Dan disana Jokowi jagonya. Sedangkan Jokowi sebenarnya tidak terlalu penting siapa wakilnya, karena toh ini periode terakhirnya.

Desakan itu termasuk "ancaman" untuk mogok atau membentuk poros ketiga, jika Jokowi sampai memaksa supaya Mahfud MD menjadi Cawapresnya. Dan disanalah Jokowi tersandera, melihat situasi berbahaya koalisi yang dia bangun berpotensi rusak dan tidak solid.

Jadi keputusan memilih Maruf Amin, bukan sepenuhnya keinginan Jokowi, tetapi demi soliditas koalisi. Jokowi tidak akan bisa menang tanpa koalisi, begitu juga sebaliknya.
Pilihan terbaik untuk itu jelas Maruf Amin. Awalnya ada JK, dan semua partai setuju. Tapi karena JK terbentur di peraturan MK, maka persetujuan itu menjadi masalah. JK disetujui semua partai koalisi, karena 2024 gak mungkin nyalon lagi.

Sesederhana itu, bukan sesuatu yang aneh dengan gerakan strategi yang tampak rumit. Semua pragmatis, ada kepentingan yang berbenturan, karena begitulah politik kita yang harus mengakomodir kepentingan banyak orang.

Lalu, seandainya anda jadi Jokowi, apa yang harus anda lakukan? Memaksa dengan keras kepala, "Pokoknya gua pilih ini. Titik!" Begitu, ya?

Ya gak bisa. Karena kalau koalisi rusak dan pecah, pihak lawan akan bersorak dan mereka berpotensi menang.

Jokowi mengambil keputusan itu juga bukan senang, karena ia pasti berfikir lebih luas dari sekedar siapa "nama" pendampingnya. Ada saatnya kompromi demi soliditas, toh nanti dia juga yang kerja, kerja, kerja.

Saya juga termasuk yang kecewa, bukan karena Mahfud gak jadi, toh saya juga gak dapat apa-apa, apalagi dijanjikan Komisaris seperti kata kampret yang durhaka. Saya kecewa karena Ma’ruf Amin yang bagi saya pribadi banyak keputusannya yang tidak saya setujui.

Cuma yang saya pahami, ini bukan sepenuhnya kesalahan Jokowi. Saya juga akan mengambil langkah yang sama ketika melihat alasan yang kuat seperti itu.

'Lalu kita Golput, bang?" Tanya seorang teman.

Golput? Apa itu??

Sejak awal saya sudah mendeklarasikan berperang melawan kaum radikal yang nangkring di kubu sebelah, para kampret berbaju agama. Kalau golput, berarti saya membiarkan mereka menang dan berkuasa di negeri ini dong??

Nehi!! Saya akan tetap mendukung Jokowi karena dia saya anggap sebagai simbol perlawanan terhadap para kampret yang durjana.

Ini bukan masalah Jokowi atau Mahfud atau Ma’ruf Amin atau siapapun juga. Ini masalah NKRI versus HTI, PKS dan kelompok khilafah yang mencoba menunggangi politik dengan berada di kubu sebelah.

Membiarkan mereka menang, sama saja dengan membiarkan negara ini hancur pelan-pelan.


Jadi seandainya Jokowi pasangan ma secangkir kopi pun, saya akan tetap kawal dia, pilih dia dan membela dia. Karena dia adalah simbol perang saya terhadap kampret yang wajahnya sudah mirip-mirip unta.

Meski agak kecewa, tetap seruput kopinya.. glek glek glek... Secangkir-cangkirnya.. krauk krauk kraukkk..
Bisa menjawab sisi kebutuhan spiritual.
pake ekonomi komunis juga nih
Sistem gagal mau dipake, umatnya aja mencintai riba kok emoticon-Ngakak (S)
Kawal ulama!!!
Takbir
Cebong mendadak kritis..
Apa siap2 metamorfosis jadi cebongke cebong anyut
Balasan post qavir
Quote:


Gw setuju sama elu Den.
Perang sampai mati!
Nastaik makin merana.
Dukung jokowi nnti indo makin syar'i, ga dukung brarti auto nasbung.
Diubah oleh babang.ucog
Ini bukan duet jokowi amin doang, maruf amin yg punya jabatan tertinggi di NU secara tdk langsung membawa nama baik NU, dan NU gak akan mau nama besarnya tergoyahkan, yg pasti seluruh NU akan serentak memenangkan beliau..
Balasan post p.star7
Quote:


umat khilafak?
Balasan post babang.ucog
Quote:


lo kira syari'i macam wahabi, pks, hti yg suka kapir, pitonah, munapikun, jidat gosong, ngajak jihad, dll emoticon-Entahlah
Balasan post rumputteki99
Quote:


Semuanya emoticon-Ngakak (S)
Quote:


Generalisir,
Ko lo yg pitonah emoticon-Stick Out Tongue
Balasan post babang.ucog
Quote:


kt siapa gw pitonah emoticon-Stick Out Tongue
Quote:


Siapa emoticon-Leh Uga
Halaman 1 dari 2


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di