alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Menakar komitmen Demokrat untuk Prabowo-Sandi
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b6d9f14de2cf2b6288b4568/menakar-komitmen-demokrat-untuk-prabowo-sandi

Menakar komitmen Demokrat untuk Prabowo-Sandi

Menakar komitmen Demokrat untuk Prabowo-Sandi
Wakil Sekjen Partai Demokrat, Andi Arief (tengah), usai pertemuan dengan petinggi Partai Demokrat di kediaman SBY, Jakarta, Jumat (10/8/2018) malam.
Partai Demokrat akhirnya memutuskan untuk mendukung paslon Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam Pilpres 2019. Perubahan drastis sikap Demokrat dalam dua hari terakhir, membuat komitmennya dipertanyakan.

Rapat Majelis Tinggi Partai Demokrat ketiga yang digelar pada Jumat (10/8/2018) pagi ini sepakat untuk turut mengusung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sebagai calon presiden-wakil presiden dalam Pemilihan Presiden 2019. Sebelumnya, tiga partai telah mengusung paslon ini: Gerindra, PKS, dan PAN.

Pada sidang pertama, Mangindaan dalam CNN Indonesia, mengakui rapat cukup alot membahas opsi-opsi dukungan untuk Pilpres 2019. Awalnya ada tiga opsi: mendukung Prabowo Subianto, mendukung Joko Widodo; atau opsi lainnya.

Kemudian, dalam sidang pada 29 Juli, Demokrat melakukan survei internal. Hasilnya, aspirasi kader Demokrat menunjukkan lebih memilih Prabowo. "[...] Hasil survei internal menunjukkan 62 persen mendukung Pak Prabowo Subianto, 38 persen dukung Pak Jokowi," jelas Mangindaan, seperti dikutip Merdeka.com (10/8).

Atas dasar hasil survei internal dan sejumlah pertimbangan lainnya, Majelis Tinggi Partai Demokrat kemudian memutuskan untuk menjajaki koalisi dengan Prabowo Subianto. Inilah yang tampak dalam berbagai pemberitaan; Demokrat semakin mesra dengan Gerindra, bahkan seolah siap berkoalisi untuk mengusung Prabowo.

Namun, di tengah jalan muncullah prahara "jenderal kardus" yang membuat situasi memanas. Barisan Gerindra dan Demokrat yang tampak mulai rapi menjelang tenggat pendaftaran Pilpres 2019, mendadak buyar dengan masuknya nama Sandiaga Uno pada Rabu (8/8). Demokrat pun tidak muncul saat deklarasi Prabowo-Sandi.

Hingga Kamis, koalisi keduanya seolah bakal bubar. Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum DPP PD, Ferdinand Hutahaean, pada Jumat dinihari bahkan masih menyatakan penolakan partainya terhadap pemilihan Sandiaga Uno sebagai pendamping Prabowo. Alasannya, elektabilitas Sandiaga Uno rendah.

"Kita kan dasar analisisnya lembaga survei, tentu kawan-kawan semua pernah melihat lembaga survei. Nama Sandi kan rendah elektabilitasnya, artinya butuh perjuangan lebih keras daripada menyandingkan seseorang yang sosok elektabilitasnya lebih tinggi yaitu yang jadi pertimbangan kita," ucap dia dalam Detikcom, Jumat (10/8) dinihari.

Menurut Ferdinand, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) lebih berpeluang dibanding calon lain. Pun, masih menurut klaim Ferdinand, elektabilitas Ketua Kogasma Partai Demokrat itu masih di atas Sandiaga.

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Andi Arief, lewat akun Twitter-nya juga membeberkan sikap Partai Demokat yang saat itu diklaim masih menolak Sandiaga. Andi menuding Gerindra telah melanggar kesepakatan antara Demokrat-Gerindra.

Namun, hanya dalam hitungan jam, Demokrat kembali balik badan. Rapat Majelis Tinggi Partai Demokrat yang digelar pada Jumat (10/8) pagi di kediaman Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Jalan Mega Kuningan Timur VII, Jakarta Selatan, akhirnya sepakat untuk mengusung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Alasan di balik hasil rapat itu disampaikan Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Hinca Panjaitan. Menurut dia, partainya yakin pasangan Prabowo-Sandi akan menang. Demokrat pun siap bergabung dengan koalisi Gerindra, PKS, dan PAN.

Kesimpulan yang bertolak belakang dengan penjelasan beberapa jam sebelumnya.

"Yakin menang. Saya yakin Pak Prabowo dan Sandiaga Uno punya kemampuan yang cukup untuk memenangkan pertandingan ini, apalagi Pak Prabowo punya pengalaman," beber Hinca dalam JawaPos.com. "Dua kali sebagai capres jadi energi besar buat pasangan itu," imbuhnya.

Sedangkan menurut Andi Arief, Demokrat memberikan dukungan kepada Prabowo-Sandi berdasarkan keputusan SBY. "Intinya Pak SBY mengatakan harus konsisten," ujar dia yang dikutip Suara.com. Andi merujuk sikap Demokrat sebelum nama Sandiaga menguat pada Rabu (8/8).

SBY pun meneken perjanjian dukungan untuk Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, pada Jumat (10/8) pagi sebelum pasangan itu mendaftar ke KPU. Momen tersebut turut diunggah akun Instagram @amienraisofficial yang dipercaya milik Ketua Dewan Kehormatan PAN, Amien Rais.
Sebelum jumatan hari ini, koalisi semakin kuat. Tanda tangan oleh pak SBY sebagai perjanjian dukungan untuk memperjuangkan pergantian #2019GantiPresiden untuk kemaslahatan umat, bangsa dan negara. #SelamatkanIndonesia #2019GantiPresiden (Admin)
A post shared by Mohammad Amien Rais (Official) (@amienraisofficial) on Aug 9, 2018 at 9:39pm PDT

Perubahan sikap yang drastis dalam waktu singkat itu menimbulkan pertanyaan. Pengamat Komunikasi Politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio, meragukan totalitas dukungan Partai Demokrat terhadap Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Kalau Demokrat sampai saat ini saya harus mengatakan mereka sekadar tanda tangan," ujar pendiri lembaga survei KedaiKOPI itu, dalam Tribun Wow, Jumat (10/8).

Hendri merujuk tersisihnya Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono. Menurut dia, insiden ini akan menjadi jadi pengganjal pergerakan mesin politik Partai Demokrat di daerah.

Kritik itu ditepis Ferdinand Hutahaean. Dia berkicau lewat akun Twitter @LawanPoLitikJKW pada Jumat sore, yang menegaskan bahwa SBY dan AHY serius untuk memenangkan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

Meski begitu, SBY tak hadir saat pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mendaftar sebagai capres/cawapres ke kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), di Jakarta Pusat, pasca Jumatan. Padahal, menurut Komisoner KPU, ketua umum dan sekjen tiap parpol pengusung harus hadir saat pendaftaran.

Adapun saat pendaftaran tersebut, Demokrat diwakili oleh Agus Harimurti Yudhoyono; Ketua Fraksi Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas); dan Sekjen Partai Demokrat, Hinca Panjaitan.
SBY dan AHY serius menangkan Prabowo. Yg bilang dukungan Demokrat cuma dukungan tanda tangan, saya pastikan itu salah.https://t.co/mCCDcuqR6J
— ???????? Ferdinand Hutahaean ???????? (@LawanPoLitikJKW) August 10, 2018Menakar komitmen Demokrat untuk Prabowo-Sandi


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...-prabowo-sandi

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Menakar komitmen Demokrat untuk Prabowo-Sandi 6 Sektor perkasa lambungkan IHSG

- Menakar komitmen Demokrat untuk Prabowo-Sandi Wali Kota Malang dihukum dua tahun penjara

- Menakar komitmen Demokrat untuk Prabowo-Sandi Banyak mengendap, penyaluran dana tunjangan guru disetop

Urutan Terlama
cari aman aja buat 2024.
Post ini telah di hapus oleh Kaskus Support 08


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di