alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
[Pelan tapi Pasti] GNPF Ulama, FPI, hingga Kader Parpol Mulai Dukung Jokowi
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b6d941f5a516327178b4572/pelan-tapi-pasti-gnpf-ulama-fpi-hingga-kader-parpol-mulai-dukung-jokowi

[Pelan tapi Pasti] GNPF Ulama, FPI, hingga Kader Parpol Mulai Dukung Jokowi

[Pelan tapi Pasti] GNPF Ulama, FPI, hingga Kader Parpol Mulai Dukung Jokowi

Keputusan maha kontroversial dikeluarkan oleh koalisi oposisi dengan resmi menunjuk Sandiaga Uno menjadi cawapres Prabowo. Bagaimana tidak kontroversi, nama Sandiaga Uno tidak pernah diperhitungkan dalam bursa cawapres dan tidak ada juga kalangan ummat (ummat sono) yang pernah terbersit pada nama Sandi.

Beda dengan oposisi, nama Ma’ruf Amin sudah masuk dalam 10 bakal calon Jokowi. Artinya, apa yang diambil bukanlah piliha yang kontroverisal, melainkan sudah lama dibicarakan dalam internal partai pengusung. Jadi, adalah wajar jika kekecewaan dan kemarahan pun muncul dari bawah hingga ke atas—dalam koalisis Prabowo ini.

Demokrat memulainya dengan Andi Arief yang membongkar politik uang yang digunakan Sandiaga Uno untuk menyumpal mulut PKS dan PAN. Ia juga membongkar bahwa Sandi pernah ingin menggulingkan Prabowo dengan cara mendekati AHY, tetapi ditolak oleh SBY yang mengatakan bahwa ia tidak akan mengkhianati Prabowo.

Bukan hanya protes, Andi Arief kemudian menyatakan dukungannya kepada Jokowi-Ma’ruf Amin. Katanya, Ma’ruf Amin merupakan sahabat karib ayahnya dan berasal dari daerah yang sama dengan ibunya. Selain itu, menurutnya, Ma'ruf Amin merupakan sosok yang jujur, setia dan tidak bermental 'kardus'. Andi Arief menegaskan jika secara pribadi mendukung Ma'ruf Amin maju sebagai Cawapres.

Menyusul Andi Arief, ada Rachlan Nasidik, yang menyatakan komentarnya melalui cuitan di twitternya di @RachlanNashidik, Kamis (9/8/2018).

Rachland mengatakan jika pilihan Jokowi itu merupakan politik kebhinekaan. Selain mengatakan hal tersebut, Rachland juga memberikan tagar Jokowi Maruf dan Jokowi dua periode.

"Dimulai dengan politik kebhinekaan. Ditutup dengan politik identitas. #JokowiMaruf #Jokowi2Periode," tulis Rachland

Dengan demikian, perpecahan di Demokrat sudah muncul. Hayo lo, partai-partai yang mulai pecah ini adalah indikasi awal, ujung-ujungnya dukung Jokowi. Hal ini sudah dialami oleh PPP dan Golkar yang pernah pecah dan akhirnya mendukung Jokowi sepenuhnya.

Itu dari gerbong partai, sekarang dari gerbong ormas pendukung. Yang paling pasti, adalah GNPF Ulama, yang di dalamnya adalah massa FPI dan PA 212. Entah ya, ini namanya beda-beda, jangan-jangan ya orangnya itu-itu juga.

Kita mulai dari Haikal Hassan, dalam salah satu video di youtube, ia mengatakan bahwa ulama akan meninggalkan antum (Prabowo) jika tidak mengambil rekomendasi GNP Ulama, dan ummat akan mengikuti apa kata ulama.

Sobri Lubis (Ketua Umum FPI), masih dari video youtube, ia mengaku bahwa pihak GNPF Ulama sudah menyiapkan dua nama baru setelah Salim Segaf dan UAS menolak, yaitu Aak Gym dan Arifin Ilham. Menurutnya, kedua nama itu sudah menyetujui. Dan jika tidak juga diambil, maka HRS akan menegaskan bahwa FPI akan menarik dukungannya kepada Prabowo, untuk menyerahkan semuanya kepada Allah saja.

Kemudian pada malam deklarasi koalisi Prabowo-Sandi, Yusuf Martak (Ketua GNPF Ulama), juga sudah menyindir Prabowo sebagai pemimpin yang tidak cerda.

"Kami sudah ajukan nama itu tadi di ijtima, nama Arifin Ilham dan Aa gym," ujar Yusuf Martak selaku ketua GNPF ulama yang dikutip dari Breaking News Kompas TV. Dua nama itu diharapkan bisa mendampingi Prabowo setelah mengetahui kubu petahana mendeklarasikan ulama KH Ma'ruf Amin.

"Diharapkan agar Pak Prabowo maju didampingi oleh ulama, saya dengar Jokowi di dampingi Maruf amin, kenapa pak JKW lebih cerdas daripada kita? ini tidak boleh," tambah Yusuf.

Begitulah, perpecahan pendukung Prabowo mulai terlihat. Demokrat mewakili partai, dan FPI (yang juga masuk dalam GNPF Ulama dan PA 212) sebagai pendukung militan—yang sangat membantu dalam mengalahkan Ahok di Pilkada Jakarta dengan mengoar-koarkan isu SARA.

Perbedaan pendapat itu akan menghasilkan ketidaksolidan pendukung. Kalau sudah tidak solid, mudah sekali dipecah belah dan dikalahkan. Hal ini tentu saja menguntungkan koalisi pemerintah.

Sebaliknya, di koalisi pemerintah, semuanya solid, akur, kompak. PKB yang digadang-gadang bisa keluar dari koalisi malah menjadi rekan utama Jokowi setelah Ma’ruf Amin dijadikan wapres. Dukungan NU—ormas Islam terbesar di Indonesia—pun otomatis aktif, mesin ormas akan bergerak untuk membantu pemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin.

Yaudahlah ya, partai oposisi sudah menunjukkan sikap yang keliru. Memilih orang yang tidak pernah dilirik siapa pun untuk mendampingi Prabowo. PKS dan PAN pun pasti tidak setuju, tapi karena ada politik uang, ahirnya mingkem juga. Atau bisa juga, Sandi Uno menyiapkan 1T lagi untuk menyuap Demokrat dan pendukung mereka yang mulai kecewa. Jangan tanggung kalau usaha mah…

Sumber: https://seword.com/politik/pelan-tap...rpol-HjzXC3uUa
Diubah oleh: ub.alaman
Halaman 1 dari 2
Ngimpi Nastak lagi ngehayal,

sumber berita sea words produsen hoax bersubsidi negara
Diubah oleh antikritik19gp
Post ini telah di hapus oleh Kaskus Support 08
namanya juga jendral kardus..yang di otaknya duid..duid...duid...duid...duid....nyang buaaanyaaakkk,,,,emoticon-Big Grin

[Pelan tapi Pasti] GNPF Ulama, FPI, hingga Kader Parpol Mulai Dukung Jokowi


[Pelan tapi Pasti] GNPF Ulama, FPI, hingga Kader Parpol Mulai Dukung Jokowi
Diubah oleh cebongjaya
No sumur, skip aja mending
nastaik dungu skrg ngeluarin id klonengan tuk bikin threas gaje

sgitu kejang2nya para nastaik emoticon-Leh Uga
Dan Claim pun dilancarkan bahkan sebelum terjadi...

Warbyasah..
Nggak dukung juga nggak masalah emoticon-Ngakak
emoticon-Ngakak
seword msih eksis aja nih emoticon-Big Grin
Selama kardus blom terisi umat pasti dibawa bawa. Kalo udah terisi umat sabodo teuing waqaqaqaqa
Balasan Post antikritik19gp
Quote:


lu bilang hoax sedang lu sndiri bukan lg hoax tp fitnah...
bisa buktikan dr omongan lu bold tersebut?
Balasan Post antikritik19gp
nggak dukung berarti munafikun/tafir/antek PKI siap-siap kerak neraka
nasbung masih mau macem-macem sama yang udah megang konci kapling sorge? emoticon-Ngakak
Quote:


ciahhhhh titid baru dipake kencing doang dah belagu, anak alay baru belajar galak di bp.. dasar anak babik lu

Ngoahahahaha cek link goblok jangan malu maluin Nastak.

Ga punya kuota ngutang sesama Nastak ..
Diubah oleh antikritik19gp
Benar-benar mengecewakan, swing voter (pemilih mengambang) dipaksa harus memilih kandidat yang benar-benar tidak sesuai dengan apa yang diharapkan..

Jokowi sebagai presiden incumbent justru memilih Mahruf Amin (Ketua MUI) sebagai counter strategi terhadap strategy kampanye yang selalu dilakukan oleh Prabowo yaitu menggunakan "trick agama"; dimana strategy ini sudah berhasil dilakukan Prabowo di Pilkada Jakarta 2017. Dan apa yang diputuskan oleh Jokowi sebenarnya sudah bisa diprediksi

Prabowo memilih Sandiaga Uno terkait masalah finansial (logistik kampanye) apalagi dia memiliki connection terhadap beberapa pengusaha besar (konglomerat).. Kinerja Uno saat menjadi Wakil Gubernur Jakarta, tidak terlihat dan tidak ada hasil nyata, apalagi programnya kebanyakan "tipu-tipu"... Uno juga banyak dikaitkan dengan permasalahan hukum. Sementara profile Prabowo juga tidak terlalu banyak membantu, kebanyakan membual dan membuat retorika besar yang sudah mirip dengan pemimpin-pemimpin Communist di Latin America seperti Chaves, Morales, Fidel Castro, dan Maduro..

Pada akhirnya voters (pemilih) pun diperhadapkan kepada situasi kepada politik identitas (SARA) pada Pilpres 2019.. Pemilih yang berlatar belakang Muhammadiyah dan pemilih yang beragama PKS akan memilih Prabowo. Dan voter yang memiliki background dari "kaum abangan" dan juga voter dari kalangan NU bisa dipastikan akan memilih Jokowi..

Permasalahannya, bagi para pemilih yang sudah bosan dengan Jokowi dan juga sudah bosan dengan Prabowo namun tidak memiliki ada harapan terhadap kandidat capres/cawapres yang ada saat ini, tentu saja akan kecewa berat, apalagi tidak adanya calon alternative padahal banyak sebenarnya kandidat yang bisa dimajukan terutama yang berasal dari Golkar..

emoticon-Angkat Beer

emoticon-Traveller emoticon-Ngacir
Post ini telah di hapus oleh kaskus.support17
Quote:


KAReda DUit Sandiaga
emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak
Asyik mulai didukung.
Nastak sobat MUI emoticon-Leh Uga
Halaman 1 dari 2


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di