alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
SBY Sebut Penduduk Miskin Ada 100 Juta, BPS: Itu 40% Kelompok Bawah
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b6d6864de2cf208278b456a/sby-sebut-penduduk-miskin-ada-100-juta-bps-itu-40-kelompok-bawah

SBY Sebut Penduduk Miskin Ada 100 Juta, BPS: Itu 40% Kelompok Bawah

SBY Sebut Penduduk Miskin Ada 100 Juta, BPS: Itu 40% Kelompok Bawah Foto: Agung Pambudhy
FOKUS BERITA Kisruh Data Kemiskinan RI
SBY Sebut Penduduk Miskin Ada 100 Juta, BPS: Itu 40% Kelompok Bawah SBY Sebut Penduduk Miskin Ada 100 Juta, BPS: Itu 40% Kelompok Bawah SBY Sebut Penduduk Miskin Ada 100 Juta, BPS: Itu 40% Kelompok Bawah SBY Sebut Penduduk Miskin Ada 100 Juta, BPS: Itu 40% Kelompok Bawah
Jakarta - Presiden ke-6 Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyebebutkan masih ada 100 juta orang miskin di Indonesia. Ini juga dinilai menjadi masalah bagi pemerintah.

Angka yang disampaikan itu juga berbeda jauh dengan data Badan Pusat Statistik (BPS). Di mana, per Maret 2018 tercatat jumlah orang miskin 25,95 juta orang atau setara 9,82%.

Kepala BPS Suhariyanto mencoba menjelaskan yang dimaksud oleh mantan presiden Indonesia yang ke-6 tersebut. Dia menyebut, jumlah 100 juta orang yang dimaksud merupakan 40% kelompok masyarakat lapisan terbawah.



Baca juga: Tonton Blak-blakan Kepala BPS soal Kisruh Data Kemiskinan Sekarang

Dia menjelaskan, 40% kelompok lapisan terbawah ini merupakan klasifikasi kelompok yang dibuat oleh Bank Dunia. Sebanyak 40% lagi merupakan kelompok menengah, dan 20% kelompok masyarakat atas.

"40% lapisan ke bawah itu harus menjadi perhatian pemerintah di manapun, di Amerika harus, di Indonesia harus. Kenapa? Karena 40% ini dikategorikan rentan, kalau kita bicara 40% ya memang jumlahnya kalau dikalikan jumlah penduduk jumlahnya sekitar 105 juta, tetapi 40% itu bukan miskin, itu perlu mendapat perhatian iya, yang miskin ada di bawahnya lagi," kata Suhariyanto saat berbincang dengan detikFinance, Jakarta, Jumat (10/8/2018).

Menurut Suhariyanto, dari 40% kelompok masyarakat bawah terdapat batasan yang menentukan masyarakat tersebut orang miskin atau tidak yaitu garis kemiskinan.

Garis kemiskinan di Indonesia saat ini Rp 401.220 per kapita per bulan. Cara menghitungnya pun tidak langsung dibagi dengan 30 hari, melainkan per kapita atau melihat jumlah anggota keluarga.

Pria yang akrab disapa Kecuk ini menjelaskan, garis kemiskinan bisa dipilah menjadi dua yakni makanan dan non makanan dengan komoditas yang sudah ditentukan berdasarkan metodologi yang diterapkan.

"Garis kemiskinan BPS terakhir itu adalah Rp 401.220 per kapita per bulan, bukan per rumah tangga. Kalau orang membagi 401 ribu di bagi 30 dapatnya Rp 13.000, tapi bukan begitu," jelas dia.


Baca juga: Arif Budimanta: Nawa Cita Sesuai Harapan

Dalam menentukan masyarakat masuk ke dalam golongan miskin atau tidak, bisa dihitung dari anggota rumah tangganya. BPS sendiri merata-ratakan jumlahnya dua sampai empat untuk satu keluarga.

"Jadi anggota miskin punya anak 2-3 orang bahkan sampai 4. Dengan mengalikan itu kita bisa mendapatkan feelnya bahwa garis kemiskinan BPS 401 ribu per kapita per bulan kalau saya kalikan dengan jumlah anggota keluarga itu setara dengan Rp 1,8 juta per bulan. Itu saya ngomongin Indonesia secara rata-rata," ungkap dia.

Kecuk mengungkapkan, garis kemiskinan nasional pun berbeda dengan yang diterapkan di provinsi. Dia mencontohkan seperti DKI Jakarta yang sebesar Rp 593.000 per kapita per bulan. Jika dikalikan rata-rata anggota rumah tangga, maka garis kemiskinannya sebesar Rp 3 juta.

"Rp 3 juta bukan hal yang kecil karena untuk mencari penghasilan Rp 3 juta untuk lapisan bawah itu tidak mudah. Saya ambil contoh lagi di NTT, itu dengan garis kemiskinan yang ada dikalikan jumlah anggota keluarga yang ada itu batasannya adalah Rp 2,1 juta perbulan. Jadi bukan Rp 401 di bagi 30 hari tetapi coba dipikirkan kalau itu dikalikan anggota rumah tangga jadi lebih mudah membayangkannya, Rp 1,8 juta untuk Indonesia, Rp 3 juta untuk DKI, Rp 2,1 juta untuk NTT, bukannya kecil," kata dia.

Oleh karena itu, lanjut Kecuk, 100 juta orang miskin yang dimaksudkan oleh mantan Presiden RI ke-6 itu lebih tepatnya merupakan masyarakat yang masuk dalam 40% kelompok bawah.

"Jadi sebetulnya tidak begitu, tadi saya bilang bahwa metodelogi yang digunakan BPS itu adalah metode kebutuhan dasar mengacu kepada. Handsbooknya World Bank, digunakan di mana saja di Vietnam digunakan, Thailand, Filipina, jadi dengan metode itu kita harus menghitung sebuah garis kemiskinan berdasarkan garis kemiskinan yang lalu-lalu, kemudian dipertimbangkan garis inflasi," tutup dia. (hek/dna)
https://finance.detik.com/berita-eko...kelompok-bawah

provinsi DIY itu parah sekali dibanding provinsi lain di jawa paling besar prosentase kemiskinannya padahal termasuk provinsi dengan upah umr rendah UMK kota diy aja cuma 1,5 jt

garis kemiskinan saja cuma 401rb rata rata
klo lu ada anak 2 sama istri upah 2jt bukan miskin lagi ya emoticon-Big Grin


SBY Sebut Penduduk Miskin Ada 100 Juta, BPS: Itu 40% Kelompok Bawah
Berita tahun kapan ini, gak lihat berita keniskinana menurun yang diakui pemerintah?
Termasuk anaknya doi

Miskin pengalaman, sampe ditotok jurus bangau keok ..
Balasan post victorducatisti
Quote:


gen unggul mungkin si bangau
rakyat miskin dan utang negara slalu dihati emoticon-Ultah
Balasan post konco.dewe
Quote:


naikin aja rastra PKH dan sumbangan lain nanti juga turun kemiskinan
Balasan post victorducatisti
Quote:


Maklum selain miskin pengalaman,juga keok dlm hal doku, mana ada 1 T utk gaplok muka kuda dkkemoticon-Big Grin
Cocoknya bernasib sama kayak Norman emoticon-Big Grin
Diubah oleh banyakmikir
Data BPS itu akurat.
Dari awal sby juga gak pernah bilang bottom 40 ini miskin semua
Nasbung nastak aja yg terjemahannya lain lain
Inget ya, 105 juta itu rentan miskin
Penghasilan diatas 401 rebu per bulan itu udah sejahtera ya, bukan kismin
Ngoahahahahah emoticon-Leh Uga
Balasan post masjunaedicakep
Quote:


Ada istilah baru gan rentan miskin, tapi lumayan jujur juga BPS-nya gan emoticon-Shakehand2
SBY yang kinerjanya dulu di hitung dan dibanggakan dengan BPS sekarang adu data dengan BPS
Balasan post db84x3
Quote:


Ya mau gimana lagi, separuh penduduk indonesia itu cuman gaji umk yang dirata2 paling 1,5 juta doang. Satu kepala keluarga dibagi empat anggota keluarga, pas itu 400 rebu, udah sejahtera segitu kata pemerintah emoticon-Big Grin
Kalo pake standar negara berkembang aja itu udah sangat kismin
Makanya kemaren ditanyain, anggota g20 kok pake standar kemiskinan patokannya negara kismin sekelas zimbabwe? India yang sama berkembangnya aja berani pake patokan miskin itu penghasilan 3 dollar sehari
Lha kok sini cuman 11 rebu. Satu dollar aja g ada emoticon-Leh Uga
Balasan post masjunaedicakep
Quote:


Ngak bagus buat pencitraan gan, tapi kelihatannya ketua BPS gerah juga. Emang yang miskin tambah banyak, pilkada kemarin yang njungkelin si Ahok kan gabungan bang ojek, bang becak dan mang bakso.

BPS ?

nyengir aja dahhh

emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak

- sensus penduduk aja kagak jelas
- sensus ekonomi kagak jelas

dapet data dari pasar kramat jati x

emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak
Diubah oleh tgl.12.12.12
Balasan post db84x3
Quote:


Ngitung inflasi beberapa taon terakhir aja g karuan gara2 bbm n listrik naik
Solusinya gampang: standar kemiskinan diturunin. Cara paling mudah buat nurunin angka kemiskinan
Walo kenyataannya masyarakat megap2. Yang penting klaim aja emoticon-Leh Uga
Ngawur ini orang.
Quote:


Pantes Prabowo berani gambling ngambil Uno, lawan sandal jepitpun Jokowi KO.


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di