alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Tikungan Terakhir, Ma’ruf Amin Salip Mahfud Md
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b6d5ce596bde6b5518b456a/tikungan-terakhir-maruf-amin-salip-mahfud-md

Tikungan Terakhir, Ma’ruf Amin Salip Mahfud Md

Tikungan Terakhir, Ma’ruf Amin Salip Mahfud Md












Koran Sulindo – Pemilihan Ma’ruf Amin sebagai calon wakil presiden pendamping Joko Widodo diputuskan pada menit-menit terakhir sebelum di deklarasikan oleh Jokowi.


Sebelumnya nama Mahfud Md sudah dikantongi Jokowi dan digadang-gadang menjadi calon pendampingnya.
Nama Mahfud Md diganti pada menit-menit terakhir. Bahkan, pidato deklarasi bahkan baru diubah jam lima sore beberapa saat menjelang pengumuman.

Sumber di lingkaran dekat Istana menyebutkan semula Mahfud sudah jauh-jauh hari digadang-gadang untuk mendampingi Jokowi. Pilihan tersebut juga mendapat lampu hijau dari elit PDIP.

Penunjukkan Mahfud justru ditolak oleh PKB, beberapa elit di partai itu bahkan menyebut Mahfud tak pernah menjadi warga nahdliyin. Penolakan Mahfud pada akhirnya merembet ke NU.

Tak hanya PKB dan NU, belakangan PPP juga menyuarakan penolakan serupa. Penolakan itulah yang sempat membuat petinggi PDIP geram dan sempat mempersilahkan kedua partai itu jika memang berniat keluar dari koalisi dan membentuk poros ketiga.

Sampai titik ini Jokowi tetap ngotot mempertahankan nama Mahfud Md sebagai bakal calon wapresnya.
Jokowi baru memikirkan dengan serius ketika elit Partai Golkar juga menyuarakan penolakan serupa. 

Penolakan itu kabarnya diputuskan setelah elit partai itu meminta pertimbangan kepada JK.

Dikeroyok PKB, PPP dan Golkar, Jokowi dan PDIP harus berkompromi sementara di sisi lain muncul nama Maruf Amin sebagai alternatif menggantikan Mahfud Md.

Konstelasi ini  menjelaskan mengapa Jokowi menemui JK pada Kamis pagi. Di hari pengumuman deklarasi tersebut perkembangan siapa yang menjadi cawapres Jokowi berlangusng dari menit ke menit.

Mahfud Md sendiri mengaku diminta secara resmi jadi cawapres pendamping Jokowi. Ia bahkan diminta stand by dan mengirim CV sekaligus mengukur kemeja putih.

Selain menyatakan kesediaan Mahfud juga menyebut tiga alasan mengapa bersedia mendampingi Jokowi.
“Pertama tentu panggilan sejarah ya, saya kan aktivis juga, pengin juga ada di medan perjuangan. Kedua, tentu kepercayaan Pak Jokowi kepada saya, kalau memilih saya tentu kan percaya kepada saya. Ketiga, elektabilitas Pak Jokowi untuk menang itu sangat bisa,” kata Mahfud.

Begitu juga ketika sembilang ketua umum partai koalisi menggelar rapat di Restoran Plataran Menteng untuk mengumumkan cawapres yang bakal diusung, Mahfud Md juga melenggang ke daerah Menteng menungggu di suatu tempat.

Belakangan ketika Sekjen DPP PKB Abdul Kadir Karding tiba-tiba memposting tulisan dan gambar yang menyebut Jokowi memilih Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma’ruf Amin sebagai Cawapres.
“Rapat antara pak @jokowi dan ketum2 , sekjen partai pendukung memutuskan Prof Dr Kh Ma’ruf amin sebagai calon wapres pak jokowi.”

Tak lama setelah postingan itu diunggah Karding, Jokowi bersama dan semua Ketum Parpol koalisi memberi keterangan pers yang mengumumkan niat Jokowi untuk maju sebagai calon presiden.

Dia juga mengumumkan KH Ma’ruf Amin sebagai cawapres dan Mahfud terpental dari pilihan Jokowi.

Mahfud sendiri setelah pengumuman itu menyebut keputusan Jokowi merupakan realitas politik yang tak terhindarkan. Ia menjelaskan bahwa Jokowi sudah menemuinya empat mata dan kepadanya Mahfud mengatakan agar tak perlu merasa bersalah atas putusan itu.

Menurutnya, Mahfud keberlangsungan NKRI jauh lebih penting daripada nama Mahfud MD atau Ma’ruf Amin. Dan berpesan agar warga Indonesia tetap mengikuti poros-poros konstitusional yang berlaku.[TGU]











































BACA SUMBER : https://koransulindo.com/tikungan-te...jadi-cawapres/

Halaman 1 dari 2
jadi gini.. sapa aja wakilnya yg penting joko presidennya

leh uga
Tikungan Terakhir, Ma’ruf Amin Salip Mahfud Md
Tikungan Terakhir, Ma’ruf Amin Salip Mahfud Md


Nasibmu hok..hok
Parte koalisi takut sama cak mahpud karena dengan memberikan dia spot.wakil.sekarang maka sama aja dgn membuka jalan bagi doi nyalon di 2024

Lantas pegimana putri mahkota mau maju kalo.lawannya sekaliber beliau ?
Ya babak belur lah


gpp semua partai koalisi pendukung maupun pengusung sudah tanda tangan. moga-moga gantiin yasona ya pak kwkwkwk
Balasan post tujuh.tahun
Quote:




Tikungan Terakhir, Ma’ruf Amin Salip Mahfud Md



Ahokers auto golfut.


BWAAAAAHAHAHAHAHAHA...
Pendapat nasbung

Quote:


emoticon-Ngakak (S)
Diubah oleh p.star7
PKB, NU, dan PPP punya misi apa nih
Jokowi pilih ulama karena ingin mendinginkan suasana pilpres bukan karena 500m..
Balasan post victorducatisti
Quote:


Iya malahan ada nastak yg bilang kalau kai2 ini ada apa2 bakalan langsung digantikan incess puan. PDIP tetap menang. emoticon-Big Grin
Tikungan Terakhir, Ma’ruf Amin Salip Mahfud Md
Balasan post unwell
Quote:

Itu yg gw harap..yasona kaga beres emoticon-Big Grin
Tikungan Terakhir, Ma’ruf Amin Salip Mahfud Md
padahal kalo Mahfud MD maju, udah Auto menang JKW.



ini malah PHP. berarti mereka bukan cuma mau menang.
Sumber di lingkaran dekat Istana menyebutkan semula Mahfud sudah jauh-jauh hari digadang-gadang untuk mendampingi Jokowi. Pilihan tersebut juga mendapat lampu hijau dari elit PDIP.

Penunjukkan Mahfud justru ditolak oleh PKB, beberapa elit di partai itu bahkan menyebut Mahfud tak pernah menjadi warga nahdliyin. Penolakan Mahfud pada akhirnya merembet ke NU.

Tak hanya PKB dan NU, belakangan PPP juga menyuarakan penolakan serupa. Penolakan itulah yang sempat membuat petinggi PDIP geram dan sempat mempersilahkan kedua partai itu jika memang berniat keluar dari koalisi dan membentuk poros ketiga.

Sampai titik ini Jokowi tetap ngotot mempertahankan nama Mahfud Md sebagai bakal calon wapresnya.
Jokowi baru memikirkan dengan serius ketika elit Partai Golkar juga menyuarakan penolakan serupa.

Penolakan itu kabarnya diputuskan setelah elit partai itu meminta pertimbangan kepada JK.

Dikeroyok PKB, PPP dan Golkar, Jokowi dan PDIP harus berkompromi sementara di sisi lain muncul nama Maruf Amin sebagai alternatif menggantikan Mahfud Md.

Konstelasi ini menjelaskan mengapa Jokowi menemui JK pada Kamis pagi. Di hari pengumuman deklarasi tersebut perkembangan siapa yang menjadi cawapres Jokowi berlangusng dari menit ke menit.


menarik, tapi baru satu sumber.
ahoker galau, mau ga mau ikut jualan ayat juga emoticon-Smilie)
yang calon usulan PSI ada yang masuk kah? emoticon-Wakaka
Banyak nasbung yang bertanya tanya kok mau kiyai sekelas Ma'aruf Amin jadi cawapres jokowi??

Siap siap nasbung pada gila emoticon-Wkwkwk


Mau tidak mau Jokowi mengambil pilihan yg paling kondusif bagi 9 partai pendukung....


JANGAN SALAHKAN JOKOWI

Penulis Denny Siregar
Diterbitkan Jumat, Agustus 10, 2018


"Kenapa Jokowi pilih Maruf Amin, bang?".

Lepas dari banyaknya teori konspirasi strategi catur Jokowi yang hebat-hebat yang ditulis teman-teman, sebenarnya permasalahan "Kenapa Maruf Amin?" itu sederhana saja.

Sekitar dua jam sebelum deklarasi, Jokowi masih mengantongi nama Mahfud MD sebagai pendampingnya. Dan saya sudah melakukan banyak konfirmasi terhadap itu ke banyak pihak yang kompeten. Dan Mahfud MD pun sudah ada disana, di dekat tempat deklarasi acara.

Tapi tiba-tiba semua berubah, ketika beberapa partai memaksakan supaya jangan Mahfud MD. Pertanyaannya, "Kenapa?" Jawabannya, "Karena berbahaya untuk Pilpres 2024 nanti.."

Pilpres 2024, masing-masing partai koalisi sudah punya jago. Mereka semua mengalah di tahun 2019, karena ini memang tahunnya Jokowi. Tetapi 2024 nanti dianggap tahun kosong, dimana semua mempunyai peluang yang sama untuk bertarung karena tidak ada petahana.

Nah, kondisi ini akan dirusak jika ada Mahfud MD disana. Jika Mahfud menjadi Wapres, maka diperkirakan ia akan membangun citra sehingga malah bisa menjadi lawan nantinya.

Jadi ini sebenarnya bukan masalah Mahfud MD saja. Seandainya Moeldoko atau CT atau Sri Mulyani yang ada di posisi Mahfud pun akan mengalami hal yang sama. Mereka akan disingkirkan juga.

Dan para petinggi partai mendesak supaya Mahfud tidak jadi Wapres pada menit-menit terakhir. Mereka tahu, kalau Jokowi didesak pada waktu awal, Jokowi bisa berkelit. Dan disana Jokowi jagonya. Sedangkan Jokowi sebenarnya tidak terlalu penting siapa wakilnya, karena toh ini periode terakhirnya.

Desakan itu termasuk "ancaman" untuk mogok atau membentuk poros ketiga, jika Jokowi sampai memaksa supaya Mahfud MD menjadi Cawapresnya. Dan disanalah Jokowi tersandera, melihat situasi berbahaya koalisi yang dia bangun berpotensi rusak dan tidak solid.

Jadi keputusan memilih Maruf Amin, bukan sepenuhnya keinginan Jokowi, tetapi demi soliditas koalisi. Jokowi tidak akan bisa menang tanpa koalisi, begitu juga sebaliknya.
Pilihan terbaik untuk itu jelas Maruf Amin. Awalnya ada JK, dan semua partai setuju. Tapi karena JK terbentur di peraturan MK, maka persetujuan itu menjadi masalah. JK disetujui semua partai koalisi, karena 2024 gak mungkin nyalon lagi.

Sesederhana itu, bukan sesuatu yang aneh dengan gerakan strategi yang tampak rumit. Semua pragmatis, ada kepentingan yang berbenturan, karena begitulah politik kita yang harus mengakomodir kepentingan banyak orang.

Lalu, seandainya anda jadi Jokowi, apa yang harus anda lakukan? Memaksa dengan keras kepala, "Pokoknya gua pilih ini. Titik!" Begitu, ya?

Ya gak bisa. Karena kalau koalisi rusak dan pecah, pihak lawan akan bersorak dan mereka berpotensi menang.

Jokowi mengambil keputusan itu juga bukan senang, karena ia pasti berfikir lebih luas dari sekedar siapa "nama" pendampingnya. Ada saatnya kompromi demi soliditas, toh nanti dia juga yang kerja, kerja, kerja.

Saya juga termasuk yang kecewa, bukan karena Mahfud gak jadi, toh saya juga gak dapat apa-apa, apalagi dijanjikan Komisaris seperti kata kampret yang durhaka. Saya kecewa karena Ma’ruf Amin yang bagi saya pribadi banyak keputusannya yang tidak saya setujui.

Cuma yang saya pahami, ini bukan sepenuhnya kesalahan Jokowi. Saya juga akan mengambil langkah yang sama ketika melihat alasan yang kuat seperti itu.

'Lalu kita Golput, bang?" Tanya seorang teman.

Golput? Apa itu??

Sejak awal saya sudah mendeklarasikan berperang melawan kaum radikal yang nangkring di kubu sebelah, para kampret berbaju agama. Kalau golput, berarti saya membiarkan mereka menang dan berkuasa di negeri ini dong??

Nehi!! Saya akan tetap mendukung Jokowi karena dia saya anggap sebagai simbol perlawanan terhadap para kampret yang durjana.

Ini bukan masalah Jokowi atau Mahfud atau Ma’ruf Amin atau siapapun juga. Ini masalah NKRI versus HTI, PKS dan kelompok khilafah yang mencoba menunggangi politik dengan berada di kubu sebelah.

Membiarkan mereka menang, sama saja dengan membiarkan negara ini hancur pelan-pelan.


Jadi seandainya Jokowi pasangan ma secangkir kopi pun, saya akan tetap kawal dia, pilih dia dan membela dia. Karena dia adalah simbol perang saya terhadap kampret yang wajahnya sudah mirip-mirip unta.

Meski agak kecewa, tetap seruput kopinya.. glek glek glek... Secangkir-cangkirnya.. krauk krauk kraukkk..
Balasan post victorducatisti
Quote:


Dibaca lagi beritanya gan, Megawati dan PDI-P malah setuju sama Mahfud MD

Yg menjegal justru PKB, PPP, dan Golkar.

Quote:
Ntapz udah kayak mbah rossi aja
emoticon-Traveller
Halaman 1 dari 2


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di