alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Bamsoet Meminta Kemenkes untuk Segera Melakukan Uji Laboratorium Vaksin MR
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b6d31a9de2cf244158b4571/bamsoet-meminta-kemenkes-untuk-segera-melakukan-uji-laboratorium-vaksin-mr

Bamsoet Meminta Kemenkes untuk Segera Melakukan Uji Laboratorium Vaksin MR

Bamsoet Meminta Kemenkes untuk Segera Melakukan Uji Laboratorium Vaksin MR
Diminta secepatanya dilakukan uji laboratorium vaksin MR(Foto: Istimewa)

Jakarta – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) diminta untuk segera melakukan uji laboratorium vaksin MR (Measless Rubella). Hal itu dikemukakan Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet), pada Kamis (9/8/2018).

Permintaan Bamsoet, seperti dalam keterangan persnya yang diterima Fakta.News, Kamis (9/8/2018), terkait dengan penolakan imunisasi MR untuk anak usia 9 bulan sampai 15 tahun di sejumlah daerah, seperti di Aceh, Riau, Lampung, dan Sulawesi Tenggara. Alasannya, karena diragukan kehalalan vaksin tersebut oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).


Untuk persoalan tersebut, Bamsoet melalui Wakil Ketua DPR Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (KORKESRA) dan Pimpinan Komisi IX DPR meminta Kemenkes untuk segera melakukan uji laboratorium bersama Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM). Uji laboratorium vaksin MR itu, tentunya menyangkut kandungannya yang diduga tak halal, serta untuk menjawab keraguan MU.


Tak hanya itu, Bamsoet juga mendorong Komisi IX DPR untuk meminta Kemenkes melalui Dinas Kesehatan (Dinkes), untuk terus melakukan sosialisasi. Yaitu sosialisasi pentingnya imunisasi vaksin MR, bahwa vaksin tersebut tidak berbahaya dan berguna untuk mencegah terjadinya penyakit campak dan rubella. Serta, juga diharapkan tetap melaksanakan pelayanan imunisasi vaksin MR.

Rupanya, beberapa daerah sudah kembali melaksanakan imunisasi vaksin MR. Seperti Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, setelah diminta ditunda akhirnya memutuskan imunisasi MR dilanjutkan. Kendati begitu, program imunisasi campak-rubella ini masih dipertanyakan warga, terutama soal kehalalan vaksin yang digunakan.

Uji Laboratorium Vaksin MR untuk Membuktikan Kehalalan Vaksin

Fenomena ini diamini Kepala Dinas Kesehatan Pekanbaru Zaini Rizaldi Saragih. Awal pekan ini, Zaini mengatakan, masih banyak orangtua yang tak ingin anaknya diimunisasi MR. Meski demikian, Dinkes Pekanbaru tetap menjalankan program sesuai amanah pusat. Pemberian imunisasi MR, cuma dilakukan pada orangtua yang tidak mempermasalahkan vaksin buatan India itu.

Dalih Zaini, selama Kementerian Kesehatan dan Dinkes Provinsi Riau tak mengintruksikan ditunda, mereka tetap pada rencana awal. Ia pun terus mengampanyekan bahwa imunisasi ini sangat penting dan dibutuhkan anak-anak.

Sedangkan dari laporan 21 Puskesmas di Pekanbaru, masih ada sekitar 4 ribuan anak-anak yang belum mendapat imunisasi karena tak mendapat izin orangtuanya. Kendati masih ada penolakan, Zaini mengatakan hal ini tergolong wajar. Vaksinasi MR, katanya, masih terbilang baru. Ia pun mengakui bahwa vaksin tersebut memang belum memiliki sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia.

“Kami hanya melakukan upaya untuk menyelamatkan kesehatan masyarakat. Kalau masih ada penolakan mau bagaimana lagi,” katanya.

Karena itulah, permintaan Bamsoet agar Kemenkes segera melakukan uji laboratorium vaksin MR ini amatlah penting, dan mendesak.




Sumber

Urutan Terlama
Kalo ditolak ya udah ga usah maksa emoticon-Smilie
Kalo anaknya nanti kena penyakit mereka juga yang repot emoticon-Smilie
Ntar, selesai 2019 kalo belio terpilih, vaksin apapun auto halal kok

emoticon-Leh Uga
Hayo segera dilakukan.


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di