alexa-tracking

Gandeng KH Ma’ruf Amin, Jokowi Sebut Pasangan Nasionalis Relijius

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b6d15a812e25779038b4568/gandeng-kh-maruf-amin-jokowi-sebut-pasangan-nasionalis-relijius
Gandeng KH Ma’ruf Amin, Jokowi Sebut Pasangan Nasionalis Relijius
Gandeng KH Ma’ruf Amin, Jokowi Sebut Pasangan Nasionalis Relijius
Presiden Jokowi dan KH Ma'ruf Amin bersama KH Maimun Zubair atau Mbah Moen dalam acara Dzikir dan Doa di Istana Negara(ist)

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya telah menyatakan secara resmi bahwa KH Ma’ruf Amin sebagai cawapres untuk mendampinginya di Pilpres 2019. Ia menyebut dengan menggandeng Ketum MUI ini sebagai kombinasi Nasionalis Relijius.

“Saya memutuskan dan telah mendapat persetujuan dari partai-partai koalisi yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Kerja bahwa yang akan mendampingi sebagai calon wakil presiden adalah Profesor Doktor Kiai Haji Ma’ruf Amin,” ujar Jokowi dalam pengumumannya, Kamis (9/8/2018) di Restoran Plataran, Menteng, Jakarta.


Jokowi pun menjelaskan alasannya memilih KH Ma’ruf Amin terkait kemungkinan adanya pertanyaan dari publik atas pilihannya itu. Menurut Jokowi, Maruf adalah tokoh agama yang bijaksana. Jokowi kemudian menyebut berbagai jabatan yang pernah diemban Maruf.

“Beliau pernah menjabat sebagai anggota legislatif DPRD, DPR RI, MPR RI, anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Rais ‘Aam PBNU hingga sekarang menjabat Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia. Dalam kaitannya dengan Kebhinekaan, kata Jokowi, Maruf menjabat anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila,” papar Jokowi.


Kombinasi Nasionalis Relijius

Jokowi pun menyampaikan, bahwa paket capres-cawapres dirinya dengan KH Ma’ruf Amin merupakan kombinasi Nasionalis Relijius. Ia menyebut keduanya pun saling melengkapi. “Menurut saya, kami ini saling melengkapi. Nasionalis relijius,” ujar Jokowi.

Ia mengatakan konsep nasionalis religius itulah yang akan ditawarkan kepada para pemilihnya masyarakat di seluruh pelosok Tanah Air.

Jokowi menambahkan target pemilihnya bukan daerah perdaerah melainkan seluruh rakyat Indonesia. “Targetnya seluruh rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke, dari Pulau Miangas sampai Pulau Rote,” ujar Jokowi.

Pengumuman paket Nasionalis Relijius ini disampaikan Jokowi setelah mendapatkan persetujuan dari Koalisi Indonesia Kerja yang terdiri dari 9 partai politik pendukung Jokowi.

Pada kesempatan itu pula, Jokowi menyampaikan bahwa seluruh petinggi 9 partai politik Koalisi Indonesia Kerja telah semuanya menandatangani secara utuh kesepakatan yang sudah dibahas sebelumnya.

“Dan selanjutnya besok (Jumat .red) pagi jam 9 kami akan mendaftarkan ke KPU berangkat dari Gedong Djoang 45 menuju KPU beserta para Ketua Umum dan Sekjen dan seluruh relawan,” tandas Jokowi.

Sumber

image-url-apps
jokowi sukses merusak pasaran nasi bungkus di 2019 emoticon-Leh Uga

nasbung bingung mau pake topik apa di 2019 emoticon-Ngakak
jadi kepo berapa ya nilai kekayaan si cawapres ini.......

selangkah lebih dekat....

indonistan 2020.....
KASKUS Ads
image-url-apps
Alhamdulillah, akhirnya ulama kembali jadi pemimpin, buat nastak inget alm. Gusdur waktu naik jadi pemimpin malah mengayomi minoritas, dan buat nasbung ulama adalah pemimpin umat, kemenangan bagi umat Islam emoticon-thumbsup
REGRESIF
image-url-apps
sia sia emoticon-Traveller

semua akan kampret pada waktunya
image-url-apps

Kobokan tambah laris manis emoticon-Ngakak (S)


Pilihan cawapres yg paling realistis meskipun bukan yg terbaik. Buktinya nasbung susah jual isu agama dan PKI lagi ke Jokowi.... emoticon-Big Grin


JANGAN SALAHKAN JOKOWI

Penulis Denny Siregar
Diterbitkan Jumat, Agustus 10, 2018


"Kenapa Jokowi pilih Maruf Amin, bang?".

Lepas dari banyaknya teori konspirasi strategi catur Jokowi yang hebat-hebat yang ditulis teman-teman, sebenarnya permasalahan "Kenapa Maruf Amin?" itu sederhana saja.

Sekitar dua jam sebelum deklarasi, Jokowi masih mengantongi nama Mahfud MD sebagai pendampingnya. Dan saya sudah melakukan banyak konfirmasi terhadap itu ke banyak pihak yang kompeten. Dan Mahfud MD pun sudah ada disana, di dekat tempat deklarasi acara.

Tapi tiba-tiba semua berubah, ketika beberapa partai memaksakan supaya jangan Mahfud MD. Pertanyaannya, "Kenapa?" Jawabannya, "Karena berbahaya untuk Pilpres 2024 nanti.."

Pilpres 2024, masing-masing partai koalisi sudah punya jago. Mereka semua mengalah di tahun 2019, karena ini memang tahunnya Jokowi. Tetapi 2024 nanti dianggap tahun kosong, dimana semua mempunyai peluang yang sama untuk bertarung karena tidak ada petahana.

Nah, kondisi ini akan dirusak jika ada Mahfud MD disana. Jika Mahfud menjadi Wapres, maka diperkirakan ia akan membangun citra sehingga malah bisa menjadi lawan nantinya.

Jadi ini sebenarnya bukan masalah Mahfud MD saja. Seandainya Moeldoko atau CT atau Sri Mulyani yang ada di posisi Mahfud pun akan mengalami hal yang sama. Mereka akan disingkirkan juga.

Dan para petinggi partai mendesak supaya Mahfud tidak jadi Wapres pada menit-menit terakhir. Mereka tahu, kalau Jokowi didesak pada waktu awal, Jokowi bisa berkelit. Dan disana Jokowi jagonya. Sedangkan Jokowi sebenarnya tidak terlalu penting siapa wakilnya, karena toh ini periode terakhirnya.

Desakan itu termasuk "ancaman" untuk mogok atau membentuk poros ketiga, jika Jokowi sampai memaksa supaya Mahfud MD menjadi Cawapresnya. Dan disanalah Jokowi tersandera, melihat situasi berbahaya koalisi yang dia bangun berpotensi rusak dan tidak solid.

Jadi keputusan memilih Maruf Amin, bukan sepenuhnya keinginan Jokowi, tetapi demi soliditas koalisi. Jokowi tidak akan bisa menang tanpa koalisi, begitu juga sebaliknya.
Pilihan terbaik untuk itu jelas Maruf Amin. Awalnya ada JK, dan semua partai setuju. Tapi karena JK terbentur di peraturan MK, maka persetujuan itu menjadi masalah. JK disetujui semua partai koalisi, karena 2024 gak mungkin nyalon lagi.

Sesederhana itu, bukan sesuatu yang aneh dengan gerakan strategi yang tampak rumit. Semua pragmatis, ada kepentingan yang berbenturan, karena begitulah politik kita yang harus mengakomodir kepentingan banyak orang.

Lalu, seandainya anda jadi Jokowi, apa yang harus anda lakukan? Memaksa dengan keras kepala, "Pokoknya gua pilih ini. Titik!" Begitu, ya?

Ya gak bisa. Karena kalau koalisi rusak dan pecah, pihak lawan akan bersorak dan mereka berpotensi menang.

Jokowi mengambil keputusan itu juga bukan senang, karena ia pasti berfikir lebih luas dari sekedar siapa "nama" pendampingnya. Ada saatnya kompromi demi soliditas, toh nanti dia juga yang kerja, kerja, kerja.

Saya juga termasuk yang kecewa, bukan karena Mahfud gak jadi, toh saya juga gak dapat apa-apa, apalagi dijanjikan Komisaris seperti kata kampret yang durhaka. Saya kecewa karena Ma’ruf Amin yang bagi saya pribadi banyak keputusannya yang tidak saya setujui.

Cuma yang saya pahami, ini bukan sepenuhnya kesalahan Jokowi. Saya juga akan mengambil langkah yang sama ketika melihat alasan yang kuat seperti itu.

'Lalu kita Golput, bang?" Tanya seorang teman.

Golput? Apa itu??

Sejak awal saya sudah mendeklarasikan berperang melawan kaum radikal yang nangkring di kubu sebelah, para kampret berbaju agama. Kalau golput, berarti saya membiarkan mereka menang dan berkuasa di negeri ini dong??

Nehi!! Saya akan tetap mendukung Jokowi karena dia saya anggap sebagai simbol perlawanan terhadap para kampret yang durjana.

Ini bukan masalah Jokowi atau Mahfud atau Ma’ruf Amin atau siapapun juga. Ini masalah NKRI versus HTI, PKS dan kelompok khilafah yang mencoba menunggangi politik dengan berada di kubu sebelah.

Membiarkan mereka menang, sama saja dengan membiarkan negara ini hancur pelan-pelan.


Jadi seandainya Jokowi pasangan ma secangkir kopi pun, saya akan tetap kawal dia, pilih dia dan membela dia. Karena dia adalah simbol perang saya terhadap kampret yang wajahnya sudah mirip-mirip unta.

Meski agak kecewa, tetap seruput kopinya.. glek glek glek... Secangkir-cangkirnya.. krauk krauk kraukkk..
image-url-apps
menuju indon bersyariah
mulai sekarang hina wiwi = hina ulama
fix nasbung siap-siap gantian diteriakin PKI/munafikun/kafir emoticon-Ultah
image-url-apps
Alhamdulillah sudah sangat serasi.
image-url-apps
tetep ja jok

rakyat ga kan lupa ini emoticon-Big Grin

Gandeng KH Ma’ruf Amin, Jokowi Sebut Pasangan Nasionalis Relijius
image-url-apps
nastak 100 nasbung 0

langkah cerdas . NU selama ini yg menjaga kerukunan umat beragama

NU selalu terdepan dalam menjaga perdamaian

Pak Ma aruf orang hebat . gelar akademis professor, di atas s3. master ekonomi syariah

klop.
Quote:


Ogah emoticon-Big Grin
Say No To Indonistan emoticon-Big Grin
Reply to kinsey10's post
image-url-apps
Quote:


Pilih wowo aja klo gitu emoticon-thumbsup
image-url-apps
ingat nasbung siap dukung ulamak...

emoticon-Ngakak

jangan pilih pemimpin yg islamnya abangan..

emoticon-Ngakak

emoticon-Ngakak
image-url-apps
Bahahha kasian nasbung sih... bingung jadinya...
Paling kasian lah nasbung.. kwkwkw

Nastak sih ga kenapa2 juga..
image-url-apps
Quote:


jgn mengibur diri pake kwkwkwk ngenes gitu emoticon-Ngakak

emoticon-Ngakak

emoticon-Ngakak

dah gandeng sono nasbungnya emoticon-Ngakak

cocok sama2 politisasi agama emoticon-Ngakak
image-url-apps
semoga ahok bebas ntar bisa bergandengan tangan jg ya..
image-url-apps
Yang satu pake ulama, kirain yg satunya pake ulama juga spt prediksi pengamat2, eh ternyata nggak..emoticon-Hansip
×