alexa-tracking

Muhaimin Terkejut Jokowi Pilih Ma'ruf Amin

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b6d0eb1582b2e9b0f8b4567/muhaimin-terkejut-jokowi-pilih-maruf-amin
Muhaimin Terkejut Jokowi Pilih Ma'ruf Amin
Muhaimin Terkejut Jokowi Pilih Ma'ruf Amin
- Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar mengaku terkejut dengan keputusan Presiden Joko Widodo memilih Ma'ruf Amin untuk menjadi calon wakil presiden (cawapres) pada Pilpres 2019.

Muhaimin mengaku baru tahu soal nama cawapres itu saat Jokowi mengumpulkan pimpinan sembilan partai politik pendukungnya, Kamis (9/8/2018).

Meski demikian, Muhaimin yang sebelumnya mengincar posisi cawapres Jokowi, sudah menerima keputusan Jokowi memilih Ma'ruf.

Baca juga: Maruf Amin: Indonesia Tak Boleh Lagi Jadi Negara Pengimpor

"Ini betul-betul kejutan untuk saya," kata pria yang akrab disapa Cak Imin ini usai menghadiri pertemuan 9 parpol pendukung Jokowi, di Restoran Plataran, Menteng, Jakarta Pusat.

"Baru tadi saya diberitahu, tapi keterkejutan saya tidak terlalu karena dari awal kita semua dari koalisi menyerahkan kewenangan sepenuhnya kepada bapak Presiden untuk menentukan," kata dia.

Sebelumnya, Cak Imin mengira Mahfud MD yang akan dampingi Jokowi, seperti kabar yang banyak beredar.

Muhaimin juga mengaku sempat bertemu Mahfud, sesaat sebelum bertolak ke tempat pertemuan parpol pendukung Jokowi. Dalam pertemuan keduanya, Cak Imin menyampaikan dukungannya kepada mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu.


Akan tetapi, terkait keputusan Jokowi yang memilih Ma'ruf, Muhaimin menyambutnya dengan rasa bahagia.

Baca juga: Maruf Amin Ingin Bangun Ekonomi Keumatan sebagai Arus Baru Perekonomian

Keyakinan dia bertambah, lantaran pilihan Jokowi jatuh kepada Ma'ruf yang notabene seorang kiai yang juga mantan Ketua Dewan Syuro PKB.

"Bahagialah, yang penting Join, Jokowi-Ma'ruf Amin. Singkatannya Join," tandasnya.

Nama Ma'ruf Amin diumumkan sebagai cawapres dalam pertemuan Jokowi dan pimpinan sembilan partai politik pendukungnya, Kamis (9/8/2018) sore.

MamakAsu

SEMUA INI HANYA KEPENTINGAN MAMAK BANTENG emoticon-Smilie
YANG TIDAK MAU SIAPAPUN UNTUK MENDAPAT KARPET MERAH DI 2024 emoticon-Smilie
KHUSUSNYA CAK IMIN YANG DIPANDANG BAHAYA DI 2024 emoticon-Smilie
INI BUKAN PILIHAN JOKO MELAINKAN MAMAK emoticon-Smilie
SEKARANG SAYA TANYA KUBU SIAPA YG JUALAN AGAMA? emoticon-Smilie
JAWAB DENGAN HATI NURANI KALIAN emoticon-Smilie

Muhaimin Terkejut Jokowi Pilih Ma'ruf Amin
image-url-apps
Bodo amat inti nya salam panu. emoticon-Ngakak
image-url-apps
Boong Ah emoticon-Big Grin
KASKUS Ads
ohh jadi jualan agama baru dimasalahin sekarang?

lah yg dulu2 apaan? jualan bubur ayam?

emoticon-Leh Uga
image-url-apps
agama menyelesaikan segala permasalahan bangsa, maka sudah tepat pilihan cawapresnya!!!emoticon-Marah
image-url-apps
Muhaimin Terkejut Jokowi Pilih Ma'ruf Amin
ah masak sih emoticon-Wakaka
Quote:


Mana nih orang?
image-url-apps
gua aja terguncang berat... ngarep banget gua kalo si MMD...

emoticon-Cape d...
Quote:


Muhaimin Terkejut Jokowi Pilih Ma'ruf Amin

Muhaimin Terkejut Jokowi Pilih Ma'ruf Amin
taik mu min, lu juga yg manas2in emoticon-Tai
image-url-apps
Pinternya si mukidi ini milih ketua organisasi onta tukang stempel jadi wapresnya emoticon-Ngakak
Semua demi 2 periode emoticon-Ngakak
Gw gak sudi indonesia dipimpin duo penipu, mending ke sebelah aja emoticon-Ngakak
image-url-apps
Mosok cuk!
Tk kiro geleme makmu!
yeah setuju dengan ts, mbokde belajar banyak mengenai timing. nah yang sulit ini membina mentri terpilih periode mendatang, karena kemungkinan akan menjadi kartu truf pilpres selanjutnya.
image-url-apps
Ingat!!
Jangan menghina ulama, ya akhi!!

Muhaimin Terkejut Jokowi Pilih Ma'ruf Amin

emoticon-Salaman
image-url-apps
penghianat ulama nih
Masuk neraka u kaum munafikun

Mode nasbung gampang bgt emoticon-Ngakak
Quote:


gundulmu emoticon-Smilie
Quote:


idem,dah terjadi moga MMD jadi mentriemoticon-angel
Reply to boend's post
image-url-apps
Quote:


pernah dikuliahi ama beliau wkt masih ngajar di uii ..
dan bbrp kali ikut kuliah umum..
mantep banget ilmu yg dipunya soal tatanegara.. lawan beratnya si ucil ni orang..


Padahal Muhaimin pasti termasuk yg menentang keras Mahfud MD karena bakal nyaingin dia 2024


JANGAN SALAHKAN JOKOWI

Penulis Denny Siregar
Diterbitkan Jumat, Agustus 10, 2018


"Kenapa Jokowi pilih Maruf Amin, bang?".

Lepas dari banyaknya teori konspirasi strategi catur Jokowi yang hebat-hebat yang ditulis teman-teman, sebenarnya permasalahan "Kenapa Maruf Amin?" itu sederhana saja.

Sekitar dua jam sebelum deklarasi, Jokowi masih mengantongi nama Mahfud MD sebagai pendampingnya. Dan saya sudah melakukan banyak konfirmasi terhadap itu ke banyak pihak yang kompeten. Dan Mahfud MD pun sudah ada disana, di dekat tempat deklarasi acara.

Tapi tiba-tiba semua berubah, ketika beberapa partai memaksakan supaya jangan Mahfud MD. Pertanyaannya, "Kenapa?" Jawabannya, "Karena berbahaya untuk Pilpres 2024 nanti.."

Pilpres 2024, masing-masing partai koalisi sudah punya jago. Mereka semua mengalah di tahun 2019, karena ini memang tahunnya Jokowi. Tetapi 2024 nanti dianggap tahun kosong, dimana semua mempunyai peluang yang sama untuk bertarung karena tidak ada petahana.

Nah, kondisi ini akan dirusak jika ada Mahfud MD disana. Jika Mahfud menjadi Wapres, maka diperkirakan ia akan membangun citra sehingga malah bisa menjadi lawan nantinya.

Jadi ini sebenarnya bukan masalah Mahfud MD saja. Seandainya Moeldoko atau CT atau Sri Mulyani yang ada di posisi Mahfud pun akan mengalami hal yang sama. Mereka akan disingkirkan juga.

Dan para petinggi partai mendesak supaya Mahfud tidak jadi Wapres pada menit-menit terakhir. Mereka tahu, kalau Jokowi didesak pada waktu awal, Jokowi bisa berkelit. Dan disana Jokowi jagonya. Sedangkan Jokowi sebenarnya tidak terlalu penting siapa wakilnya, karena toh ini periode terakhirnya.

Desakan itu termasuk "ancaman" untuk mogok atau membentuk poros ketiga, jika Jokowi sampai memaksa supaya Mahfud MD menjadi Cawapresnya. Dan disanalah Jokowi tersandera, melihat situasi berbahaya koalisi yang dia bangun berpotensi rusak dan tidak solid.

Jadi keputusan memilih Maruf Amin, bukan sepenuhnya keinginan Jokowi, tetapi demi soliditas koalisi. Jokowi tidak akan bisa menang tanpa koalisi, begitu juga sebaliknya.
Pilihan terbaik untuk itu jelas Maruf Amin. Awalnya ada JK, dan semua partai setuju. Tapi karena JK terbentur di peraturan MK, maka persetujuan itu menjadi masalah. JK disetujui semua partai koalisi, karena 2024 gak mungkin nyalon lagi.

Sesederhana itu, bukan sesuatu yang aneh dengan gerakan strategi yang tampak rumit. Semua pragmatis, ada kepentingan yang berbenturan, karena begitulah politik kita yang harus mengakomodir kepentingan banyak orang.

Lalu, seandainya anda jadi Jokowi, apa yang harus anda lakukan? Memaksa dengan keras kepala, "Pokoknya gua pilih ini. Titik!" Begitu, ya?

Ya gak bisa. Karena kalau koalisi rusak dan pecah, pihak lawan akan bersorak dan mereka berpotensi menang.

Jokowi mengambil keputusan itu juga bukan senang, karena ia pasti berfikir lebih luas dari sekedar siapa "nama" pendampingnya. Ada saatnya kompromi demi soliditas, toh nanti dia juga yang kerja, kerja, kerja.

Saya juga termasuk yang kecewa, bukan karena Mahfud gak jadi, toh saya juga gak dapat apa-apa, apalagi dijanjikan Komisaris seperti kata kampret yang durhaka. Saya kecewa karena Ma’ruf Amin yang bagi saya pribadi banyak keputusannya yang tidak saya setujui.

Cuma yang saya pahami, ini bukan sepenuhnya kesalahan Jokowi. Saya juga akan mengambil langkah yang sama ketika melihat alasan yang kuat seperti itu.

'Lalu kita Golput, bang?" Tanya seorang teman.

Golput? Apa itu??

Sejak awal saya sudah mendeklarasikan berperang melawan kaum radikal yang nangkring di kubu sebelah, para kampret berbaju agama. Kalau golput, berarti saya membiarkan mereka menang dan berkuasa di negeri ini dong??

Nehi!! Saya akan tetap mendukung Jokowi karena dia saya anggap sebagai simbol perlawanan terhadap para kampret yang durjana.

Ini bukan masalah Jokowi atau Mahfud atau Ma’ruf Amin atau siapapun juga. Ini masalah NKRI versus HTI, PKS dan kelompok khilafah yang mencoba menunggangi politik dengan berada di kubu sebelah.

Membiarkan mereka menang, sama saja dengan membiarkan negara ini hancur pelan-pelan.


Jadi seandainya Jokowi pasangan ma secangkir kopi pun, saya akan tetap kawal dia, pilih dia dan membela dia. Karena dia adalah simbol perang saya terhadap kampret yang wajahnya sudah mirip-mirip unta.

Meski agak kecewa, tetap seruput kopinya.. glek glek glek... Secangkir-cangkirnya.. krauk krauk kraukkk..
×