alexa-tracking

Dampingi Jokowi, Ma’ruf Ingin Ciptakan Indonesia Damai Berlandaskan Pancasila

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b6d06f414088dee588b4571/dampingi-jokowi-maruf-ingin-ciptakan-indonesia-damai-berlandaskan-pancasila
Dampingi Jokowi, Ma’ruf Ingin Ciptakan Indonesia Damai Berlandaskan Pancasila
Dampingi Jokowi, Ma’ruf Ingin Ciptakan Indonesia Damai Berlandaskan Pancasila


Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma’ruf Amin resmi dipinang Jokowi sebagai cawapres pada Pilpres 2019 mendatang. Ma’ruf pun telah menentukan beberapa rencana kerja yang akan dijalankan, jika nantinya terpilih sebagai wapres Jokowi.

Hal pertama yang akan dilakukan Ma’ruf adalah menciptakan Indonesia yang aman dan damai.

“Apa yang akan saya kerjakan, tentu saya membantu Presiden untuk mewujudkan Indonesia yang aman, damai dan sejahtera,” tutur Ma’ruf dalam jumpa pers di Kantor PBNU Jakarta Pusat, Kamis (9/8/2018).

Menurut Ma’ruf, tidak mungkin akan tercipta pembangunan dan kesejahteraan yang merata tanpa adanya suatu kesatuan.

Ma’ruf mengatakan bahwa ia akan berupaya membuat rakyat lebih patuh terhadap kesepakatan yang telah dibuat pendiri bangsa.

Kesepakatan yang dimaksud adalah kesepakatan yang berlandaskan pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Menurut Ma’ruf, Indonesia adalah negara Islam yang berbeda dengan negara-negara di Timur Tengah.

Umat Muslim di Indonesia memiliki suatu kesepakatan, di mana seluruh umat harus hidup berdampingan dan bersaudara dengan pemeluk agama lain.

Tanpa ada kesatuan dan jiwa persaudaraan, menurut Ma’ruf, negara tidak akan mengalami kemajuan meski memiliki berbagai potensi. Bahkan, menurut Ma’ruf, bisa timbul suatu perpecahan.

“Itulah Islam Nusantara. Ini yang harus kita pertahankan. Menjaga melalui ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathaniyah (kebangsaan). Ini yang harus dipertahankan supaya negara kita utuh,” ujar Ma’ruf.

image-url-apps
Alhamdulillah, semoga damai dan sejuk senantiasa tercipta.
image-url-apps
Quote:


Aamiin
KASKUS Ads
image-url-apps
Quote:


emoticon-Salaman
Menurut Ma’ruf, Indonesia adalah negara Islam yang berbeda dengan negara-negara di Timur Tengah

nuff said
image-url-apps
buat tandingan ulama juga dong ah

prabowo - rizieq shihab emoticon-Wakaka
Quote:


Ini kualitas cawapres Jokowi?

Radikal terselubung penggerak 212 yang menyerukan persekusi minoritas mau dianggap Pancasilais? Mimpi lu!
image-url-apps

[U]
“Itulah Islam Nusantara. Ini yang harus kita pertahankan. Menjaga melalui ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathaniyah (kebangsaan). Ini yang harus dipertahankan supaya negara kita utuh,” ujar Ma’ruf.

[/B]

Takbir!!!!

emoticon-Bedugemoticon-Bedugemoticon-Bedug



Kubu sebelah?? Jauhhhh..... emoticon-Malu
image-url-apps
pemimpin umat muslim sudah mulai di indonesia, semogah indonesia berkah barokah
Prof KH Ma'ruf Amin
Untuk cebongers dan nastak mohon segera insyaf selagi masih ada kesempatan
emoticon-I Love Indonesiaemoticon-I Love Indonesia
image-url-apps
pancasila. sebuah kata yg bikin nasbung kejang2
image-url-apps
baca judul.lamgsung koment
image-url-apps
Ma’ruf mengatakan bahwa ia akan berupaya membuat rakyat lebih patuh terhadap kesepakatan yang telah dibuat pendiri bangsa.

Kesepakatan yang dimaksud adalah kesepakatan yang berlandaskan pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.



Islam Nusantara

emoticon-Recommended Seller



siap bela ulama.. siap kawal ulama


emoticon-Ngakak


Damai karena nasbung bingung mau nyerang Jokowi apa lagi.....


JANGAN SALAHKAN JOKOWI

Penulis Denny Siregar
Diterbitkan Jumat, Agustus 10, 2018


"Kenapa Jokowi pilih Maruf Amin, bang?".

Lepas dari banyaknya teori konspirasi strategi catur Jokowi yang hebat-hebat yang ditulis teman-teman, sebenarnya permasalahan "Kenapa Maruf Amin?" itu sederhana saja.

Sekitar dua jam sebelum deklarasi, Jokowi masih mengantongi nama Mahfud MD sebagai pendampingnya. Dan saya sudah melakukan banyak konfirmasi terhadap itu ke banyak pihak yang kompeten. Dan Mahfud MD pun sudah ada disana, di dekat tempat deklarasi acara.

Tapi tiba-tiba semua berubah, ketika beberapa partai memaksakan supaya jangan Mahfud MD. Pertanyaannya, "Kenapa?" Jawabannya, "Karena berbahaya untuk Pilpres 2024 nanti.."

Pilpres 2024, masing-masing partai koalisi sudah punya jago. Mereka semua mengalah di tahun 2019, karena ini memang tahunnya Jokowi. Tetapi 2024 nanti dianggap tahun kosong, dimana semua mempunyai peluang yang sama untuk bertarung karena tidak ada petahana.

Nah, kondisi ini akan dirusak jika ada Mahfud MD disana. Jika Mahfud menjadi Wapres, maka diperkirakan ia akan membangun citra sehingga malah bisa menjadi lawan nantinya.

Jadi ini sebenarnya bukan masalah Mahfud MD saja. Seandainya Moeldoko atau CT atau Sri Mulyani yang ada di posisi Mahfud pun akan mengalami hal yang sama. Mereka akan disingkirkan juga.

Dan para petinggi partai mendesak supaya Mahfud tidak jadi Wapres pada menit-menit terakhir. Mereka tahu, kalau Jokowi didesak pada waktu awal, Jokowi bisa berkelit. Dan disana Jokowi jagonya. Sedangkan Jokowi sebenarnya tidak terlalu penting siapa wakilnya, karena toh ini periode terakhirnya.

Desakan itu termasuk "ancaman" untuk mogok atau membentuk poros ketiga, jika Jokowi sampai memaksa supaya Mahfud MD menjadi Cawapresnya. Dan disanalah Jokowi tersandera, melihat situasi berbahaya koalisi yang dia bangun berpotensi rusak dan tidak solid.

Jadi keputusan memilih Maruf Amin, bukan sepenuhnya keinginan Jokowi, tetapi demi soliditas koalisi. Jokowi tidak akan bisa menang tanpa koalisi, begitu juga sebaliknya.
Pilihan terbaik untuk itu jelas Maruf Amin. Awalnya ada JK, dan semua partai setuju. Tapi karena JK terbentur di peraturan MK, maka persetujuan itu menjadi masalah. JK disetujui semua partai koalisi, karena 2024 gak mungkin nyalon lagi.

Sesederhana itu, bukan sesuatu yang aneh dengan gerakan strategi yang tampak rumit. Semua pragmatis, ada kepentingan yang berbenturan, karena begitulah politik kita yang harus mengakomodir kepentingan banyak orang.

Lalu, seandainya anda jadi Jokowi, apa yang harus anda lakukan? Memaksa dengan keras kepala, "Pokoknya gua pilih ini. Titik!" Begitu, ya?

Ya gak bisa. Karena kalau koalisi rusak dan pecah, pihak lawan akan bersorak dan mereka berpotensi menang.

Jokowi mengambil keputusan itu juga bukan senang, karena ia pasti berfikir lebih luas dari sekedar siapa "nama" pendampingnya. Ada saatnya kompromi demi soliditas, toh nanti dia juga yang kerja, kerja, kerja.

Saya juga termasuk yang kecewa, bukan karena Mahfud gak jadi, toh saya juga gak dapat apa-apa, apalagi dijanjikan Komisaris seperti kata kampret yang durhaka. Saya kecewa karena Ma’ruf Amin yang bagi saya pribadi banyak keputusannya yang tidak saya setujui.

Cuma yang saya pahami, ini bukan sepenuhnya kesalahan Jokowi. Saya juga akan mengambil langkah yang sama ketika melihat alasan yang kuat seperti itu.

'Lalu kita Golput, bang?" Tanya seorang teman.

Golput? Apa itu??

Sejak awal saya sudah mendeklarasikan berperang melawan kaum radikal yang nangkring di kubu sebelah, para kampret berbaju agama. Kalau golput, berarti saya membiarkan mereka menang dan berkuasa di negeri ini dong??

Nehi!! Saya akan tetap mendukung Jokowi karena dia saya anggap sebagai simbol perlawanan terhadap para kampret yang durjana.

Ini bukan masalah Jokowi atau Mahfud atau Ma’ruf Amin atau siapapun juga. Ini masalah NKRI versus HTI, PKS dan kelompok khilafah yang mencoba menunggangi politik dengan berada di kubu sebelah.

Membiarkan mereka menang, sama saja dengan membiarkan negara ini hancur pelan-pelan.

Jadi seandainya Jokowi pasangan ma secangkir kopi pun, saya akan tetap kawal dia, pilih dia dan membela dia. Karena dia adalah simbol perang saya terhadap kampret yang wajahnya sudah mirip-mirip unta.

Meski agak kecewa, tetap seruput kopinya.. glek glek glek... Secangkir-cangkirnya.. krauk krauk kraukkk..
image-url-apps
Quote:



......“Bagi umat Islam sudah final: Indonesia bukan negara Islam, tapi juga bukan negara kafir; bukan negara perang tapi negara kesepakatan. Itu sebabnya Islam di Indonesia telah menyepakati untuk membangun paradigma persaudaraan dengan tiga ukuwah, yakni ukuwah islamiah, ukuwah watoniah dan ukuwah insaniah. Hubungan kewarganegaraan adalah hubungan saling berjanji, untuk hidup berdampingan secara damai. Saling menolong dan saling membantu karena kita saling membutuhkan. Di sini perlunya kita membangun Teologi Kerukunan, agar kita dimampukan hidup berdampingan secara damai dan tolong menolong.....


Tanggapan ROMO


“Maka yang kita butuhkan adalah agama yang menjadi rahmat, bukan agama yang menakutkan. Dan saya berbahagia hari ini, karena lewat Dialog Kebangsaan hari ini saya menyaksikan agama yang ramah dan rahmat”, demikian Romo Magnis.


Selengkapnya.... ------> TKP


Btw:
Ane sekedar ingatkan,ini forum BP....kalau Asumsi sertakan data bre..kalau nggak....

hanya mempertontonkan keGOBLOKan... di pekiwan emoticon-Angkat Beer
image-url-apps
klo sebelah berlandaskan?
image-url-apps
Semoga terlaksana jikalau diberi kesempatan utk memimpin emoticon-Shakehand2

image-url-apps
Quote:


lu idiot emoticon-Gila
standar janda wapresnya

emoticon-Leh Uga

mei kemarin ngomong alat politik, lah sekarang jadi wapres

emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak
nasbung bakal pindah haluan kaga nih emoticon-Wakaka
image-url-apps
Quote:


Duit..... emoticon-Cool

Gembok....
Dampingi Jokowi, Ma’ruf Ingin Ciptakan Indonesia Damai Berlandaskan Pancasila
×