alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Tiba di Gedung Joang 45, Jokowi dan Ma'ruf Amin Disambut Shalawat
5 stars - based on 2 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b6cf775de2cf2eb168b4586/tiba-di-gedung-joang-45-jokowi-dan-maruf-amin-disambut-shalawat

Tiba di Gedung Joang 45, Jokowi dan Ma'ruf Amin Disambut Shalawat



Tiba di Gedung Joang 45, Jokowi dan Ma'ruf Amin Disambut Shalawat

10 Agustus 2018 - 09:13 WIB, Oleh : Yodie Hardiyan 

Tiba di Gedung Joang 45, Jokowi dan Ma'ruf Amin Disambut Shalawat

Kabar24.com, JAKARTA- Joko Widodo dan Ma'ruf Amin, pasangan bakal calon presiden dan bakal calon wakil presiden, tiba di Gedung Joang 45, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (10/8/2018) sekitat pukul 08.50.

Kehadiran Jokowi dan Ma'ruf Amin ini disambut lantunan shalawat. Para relawan berteriak-teriak menyambut Jokowi dan Ma'ruf Amin yang datang ke Gedung Joang 45 menaiki Toyota Innova, bukan mobil kepresidenan.

Setelah ke Gedung Joang 45, Jokowi dan Ma'ruf Amin berencana menuju ke kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) guna mendaftarkan diri sebagai capres dan cawapres. Sampai berita ini ditulis, Jokowi dan Ma'ruf Amin masuk ke dalam Gedung Joang 45 dimana para ketua umum partai politik pendukung, menteri kabinet kerja, relawan telah berkumpul.

Berdasarkan pantauan Bisnis.com, menteri yang hadir antara lain Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil, Menteri Perindustrian sekaligus Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendi dan sebagainya.

Selain menteri Kabinet Kerja, politisi yang hadir antara lain Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia Diaz Hendropriyono dan sebagainya.

Alhamdulillah nasbung dah ndak bisa auto kafirin ane lagi emoticon-Ngakak

http://m.bisnis.com/kabar24/read/201...ambut-shalawat
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 3
Alhamdulillah, adem ngelihatnya ya akhi.. emoticon-Salaman

Nasbung cuma bisa gigit jari. emoticon-Wkwkwk
Selamat berjuang aja lah jok emoticon-Big Grin
Tiba di Gedung Joang 45, Jokowi dan Ma'ruf Amin Disambut Shalawat

#2019J2P
benar itu trik pdip ngajakin ulama, sekarang yang anti jokowi mikir2 ulang, apalagi setelah prabowo ngajakin sandi. tapi ane sndiri mau liat dulu entar kampanye mereka kek gimana. bakalan rame nih, dimari udah pada terguncyang hebat semua emoticon-Big Grin
Quote:


berat emoticon-Ngacir emoticon-Ngacir
Pepo nga jd gabung nih?
wah serasi... emoticon-Big Grin



ini bakal ada yang molitisi mayit kaga neh..? emoticon-Big Grin
nasbung gimana mo fitnah kapir pki lagi nih

nasib2
Bonyok udah nasbung x iniemoticon-Selamat
Balasan post kleponyu
Quote:


itu idenya cak imin + pbnu
ya daripada BoSan milih PaNu, mending ttep Jkw
Tiba di Gedung Joang 45, Jokowi dan Ma'ruf Amin Disambut Shalawat


Mendadak nasbung tak bisa berkomentar soal cawapres Jokowi emoticon-Ngakak


JANGAN SALAHKAN JOKOWI

Penulis Denny Siregar
Diterbitkan Jumat, Agustus 10, 2018


"Kenapa Jokowi pilih Maruf Amin, bang?".

Lepas dari banyaknya teori konspirasi strategi catur Jokowi yang hebat-hebat yang ditulis teman-teman, sebenarnya permasalahan "Kenapa Maruf Amin?" itu sederhana saja.

Sekitar dua jam sebelum deklarasi, Jokowi masih mengantongi nama Mahfud MD sebagai pendampingnya. Dan saya sudah melakukan banyak konfirmasi terhadap itu ke banyak pihak yang kompeten. Dan Mahfud MD pun sudah ada disana, di dekat tempat deklarasi acara.

Tapi tiba-tiba semua berubah, ketika beberapa partai memaksakan supaya jangan Mahfud MD. Pertanyaannya, "Kenapa?" Jawabannya, "Karena berbahaya untuk Pilpres 2024 nanti.."

Pilpres 2024, masing-masing partai koalisi sudah punya jago. Mereka semua mengalah di tahun 2019, karena ini memang tahunnya Jokowi. Tetapi 2024 nanti dianggap tahun kosong, dimana semua mempunyai peluang yang sama untuk bertarung karena tidak ada petahana.

Nah, kondisi ini akan dirusak jika ada Mahfud MD disana. Jika Mahfud menjadi Wapres, maka diperkirakan ia akan membangun citra sehingga malah bisa menjadi lawan nantinya.

Jadi ini sebenarnya bukan masalah Mahfud MD saja. Seandainya Moeldoko atau CT atau Sri Mulyani yang ada di posisi Mahfud pun akan mengalami hal yang sama. Mereka akan disingkirkan juga.

Dan para petinggi partai mendesak supaya Mahfud tidak jadi Wapres pada menit-menit terakhir. Mereka tahu, kalau Jokowi didesak pada waktu awal, Jokowi bisa berkelit. Dan disana Jokowi jagonya. Sedangkan Jokowi sebenarnya tidak terlalu penting siapa wakilnya, karena toh ini periode terakhirnya.

Desakan itu termasuk "ancaman" untuk mogok atau membentuk poros ketiga, jika Jokowi sampai memaksa supaya Mahfud MD menjadi Cawapresnya. Dan disanalah Jokowi tersandera, melihat situasi berbahaya koalisi yang dia bangun berpotensi rusak dan tidak solid.

Jadi keputusan memilih Maruf Amin, bukan sepenuhnya keinginan Jokowi, tetapi demi soliditas koalisi. Jokowi tidak akan bisa menang tanpa koalisi, begitu juga sebaliknya.
Pilihan terbaik untuk itu jelas Maruf Amin. Awalnya ada JK, dan semua partai setuju. Tapi karena JK terbentur di peraturan MK, maka persetujuan itu menjadi masalah. JK disetujui semua partai koalisi, karena 2024 gak mungkin nyalon lagi.

Sesederhana itu, bukan sesuatu yang aneh dengan gerakan strategi yang tampak rumit. Semua pragmatis, ada kepentingan yang berbenturan, karena begitulah politik kita yang harus mengakomodir kepentingan banyak orang.

Lalu, seandainya anda jadi Jokowi, apa yang harus anda lakukan? Memaksa dengan keras kepala, "Pokoknya gua pilih ini. Titik!" Begitu, ya?

Ya gak bisa. Karena kalau koalisi rusak dan pecah, pihak lawan akan bersorak dan mereka berpotensi menang.

Jokowi mengambil keputusan itu juga bukan senang, karena ia pasti berfikir lebih luas dari sekedar siapa "nama" pendampingnya. Ada saatnya kompromi demi soliditas, toh nanti dia juga yang kerja, kerja, kerja.

Saya juga termasuk yang kecewa, bukan karena Mahfud gak jadi, toh saya juga gak dapat apa-apa, apalagi dijanjikan Komisaris seperti kata kampret yang durhaka. Saya kecewa karena Ma’ruf Amin yang bagi saya pribadi banyak keputusannya yang tidak saya setujui.

Cuma yang saya pahami, ini bukan sepenuhnya kesalahan Jokowi. Saya juga akan mengambil langkah yang sama ketika melihat alasan yang kuat seperti itu.

'Lalu kita Golput, bang?" Tanya seorang teman.

Golput? Apa itu??

Sejak awal saya sudah mendeklarasikan berperang melawan kaum radikal yang nangkring di kubu sebelah, para kampret berbaju agama. Kalau golput, berarti saya membiarkan mereka menang dan berkuasa di negeri ini dong??

Nehi!! Saya akan tetap mendukung Jokowi karena dia saya anggap sebagai simbol perlawanan terhadap para kampret yang durjana.

Ini bukan masalah Jokowi atau Mahfud atau Ma’ruf Amin atau siapapun juga. Ini masalah NKRI versus HTI, PKS dan kelompok khilafah yang mencoba menunggangi politik dengan berada di kubu sebelah.

Membiarkan mereka menang, sama saja dengan membiarkan negara ini hancur pelan-pelan.

Jadi seandainya Jokowi pasangan ma secangkir kopi pun, saya akan tetap kawal dia, pilih dia dan membela dia. Karena dia adalah simbol perang saya terhadap kampret yang wajahnya sudah mirip-mirip unta.

Meski agak kecewa, tetap seruput kopinya.. glek glek glek... Secangkir-cangkirnya.. krauk krauk kraukkk..
Balasan post boend
Quote:


emoticon-Kaskus Radio
sambil menggandeng erat tanganku
Nasbung udah pada nyemplung ke kolam belum?
sebelah masih gontok gontokan emoticon-Thinking
Post ini telah dihapus oleh kaskus.support17
Nasbung SARA lgsg pensiun dini emoticon-Ngakak
Tidak menarik sama sekali
Terlalu main aman

emoticon-Traveller
Quote:


ya mungkin pengalaman Pak Jkw waktu liat kasus ahok, golongan nasbung memang beringas bre. ane jg agak galau sebenere ma pilihan pakde, tp ya gimana lagi dr pada BoSan pilih PaNu yg auto religius emoticon-Ngakak
Tiba di Gedung Joang 45, Jokowi dan Ma'ruf Amin Disambut Shalawat
Halaman 1 dari 3


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di