alexa-tracking

Partai Demokrat terancam absen lagi dalam pilpres

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b6cf4ec14088d206f8b4580/partai-demokrat-terancam-absen-lagi-dalam-pilpres
Partai Demokrat terancam absen lagi dalam pilpres
Partai Demokrat terancam absen lagi dalam pilpres
Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto (kiri), didampingi Sandiaga Uno (kanan) seusai memberikan keterangan pers di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta, Kamis (9/8/2018) malam.
Deklarasi dua pasangan bakal calon presiden/wakil presiden menyisakan Partai Demokrat (PD) yang belum jelas arah dukungannya. Sementara dua bakal paslon akan ke KPU untuk mendaftar pada Jumat (10/8/2018) pagi, PD masih harus menggelar rapat Majelis Tinggi Partai untuk menentukan sikap.

Joko "Jokowi" Widodo akhirnya menggandeng Ma'ruf Amin sebagai calon wakil presiden dalam Pilpres 2019. Paslon petahana ini diusung koalisi sembilan partai politik: Partai Nasdem, Partai Hanura, Partai Golkar, PKB, PPP, PDIP, PSI, Perindo, dan PKPI.

Jokowi menilai, Ma'ruf Amin merupakan sosok utuh sebagai tokoh agama yang bijaksana. "Profesor Doktor Kiayi Haji Ma'ruf Amin saat ini juga menjabat sebagai Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila," ujarnya di sebuah restoran di kawasan Menteng, Jakarta, Kamis (9/8) petang.

Ma'ruf Amin, lahir di Tangerang, Banten, 11 Maret 1943. Ra'is Aam PBNU sekaligus Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini pernah menjadi anggota DPRD, DPR, MPR, serta Dewan Pertimbangan Presiden.

Beberapa jam kemudian, Sang Calon Lawan juga mengumumkan pilihannya. Prabowo Subianto memilih Sandiaga Uno. Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, sekaligus Wakil Gubernur DKI Jakarta itu bakal jadi wakilnya dalam "pertarungan-ulang" Prabowo vs. Jokowi. Paslon ini diusung tiga partai, Gerindra, PKS, dan PAN.

Prabowo pun meminta Sandiaga mundur dari posisinya di Partai Gerindra agar bisa diterima oleh dua parpol pendukung lainnya. Jika Sandiaga tidak keluar dari Gerindra, paslon tersebut dua-duanya berasal dari Gerindra.

"Beliau mundur dari jabatan-jabatan itu, mundur dari Gerindra untuk bisa diterima sebagai calon independen," ujar Prabowo dalam Kompas.com saat jumpa pers di halaman kediamanannya di Kertanegara, Jakarta, Kamis (9/8/2018) malam.

Sebelum mengumumkan nama Sandiaga Uno, mantan Danjen Kopassus itu sempat mendatangi kediaman Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Mega Kuningan, Jakarta. Kedatangan yang kedua pada Kamis itu hanya berlangsung 20 menit, kemudian Prabowo kembali ke Kertanegara pada pukul 21.40 WIB.

Hiruk pikuk deklarasi pasangan capres/cawapres yang berlangsung Kamis (9/8) malam itupun tanpa kehadiran Partai Demokrat. Partai berlambang Bintang Mercy itu bak pacar yang ketinggalan kereta.
Partai Demokrat terancam absen lagi dalam pilpres
Presiden Joko Widodo (tengah) sebelum bertemu dengan pimpinan partai dan sekjen partai pengusung di Jakarta, Kamis (9/8/2018), dan mengumumkan Ma'ruf Amin sebagai cawapres yang akan mendampinginya pada Pilpres 2019
Barisan Gerindra dan Demokrat yang tampak sudah mulai rapi menjelang tenggat pendaftaran Pilpres 2019, mendadak buyar dengan masuknya nama Sandiaga Uno pada Rabu (8/8). Sindiran "jenderal kardus" meluncur dari pihak Demokrat, membuat situasi memanas. Demokrat pun tidak muncul saat deklarasi Prabowo-Sandiaga Uno.

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Andi Arief, menuding Sandi masuk gelanggang dengan guyuran "berkardus-kardus uang" senilai Rp500 miliar untuk mendapatkan dukungan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN). Semua pihak tertuduh pun membantah.

Menjelang tenggat pendaftaran Pemilihan Presiden 2019 pada Jumat (10/8), Partai Demokrat akan menggelar rapat Majelis Tinggi Partai. Seperti dikabarkan Kompas.com, rapat ini untuk menentukan apakah akan mengusung Joko Widodo-Ma'ruf Amin atau Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Majelis Tinggi Partai Demokrat esok (Jumat) pukul 08.00 pagi, akan bersidang untuk memutuskan Partai Demokrat berkoalisi kemana dan langkah politik Demokrat selanjutnya," kata Ketua Divisi Komunikasi Publik Partai Demokrat, Imelda Sari, Jumat (20/8) dini hari.

Pada Pilpres 2014 silam, secara resmi Partai Demokrat tidak mendukung salah satu paslon. Kali ini, Demokrat bisa saja mengulangi keputusannya. Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyatakan, partai boleh abstain dalam Pemilihan Presiden 2019.

Menurut Komisioner KPU, Ilham Saputra, tidak ada sanksi terhadap partai yang abstain. Pasalnya, UU No. 7/2017 tentang Pemilihan Umum mengatur sanksi hanya berlaku untuk partai politik atau gabungan partai politik yang memenuhi ambang batas pencalonan dan tak mengajukan paslon.

"Kalau partainya tidak memenuhi syarat (TMS) untuk mencalonkan sendiri, maka tidak ada sanksi untuk pemilu berikutnya," kata Ilham kepada MetroTVNews, Jumat (3/8/2018) pekan lalu. "Karena disebutkan (sanksi jatuh) bila partai itu MS (memenuhi syarat) tapi tidak mencalonkan. Jadi kalau TMS tidak ada sanksi," tegasnya.

Pasal 235 ayat 5 Undang-Undang Pemilu berbunyi, dalam hal partai politik atau gabungan partai politik yang memenuhi syarat mengajukan pasangan calon tidak mengajukan bakal pasangan calon, partai politik bersangkutan dikenai sanksi tidak mengikuti pemilu berikutnya.

Adapun Partai Demokrat menguasai 61 kursi atau 3,5 juta suara dari hasil Pemilihan Umum 2014. Sementara pencalonan dalam Pemilihan Presiden 2019 mensyaratkan parpol atau gabungan parpol memiliki paling sedikit 20 persen (112 kursi) dari total kursi di DPR, atau 25 persen (31.221.435) dari jumlah suara sah nasional.
Partai Demokrat terancam absen lagi dalam pilpres


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...-dalam-pilpres

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Partai Demokrat terancam absen lagi dalam pilpres Daging rendang dan tiga versi korban jiwa gempa Lombok

- Partai Demokrat terancam absen lagi dalam pilpres Akses sekolah anak kota lebih baik dari anak desa

- Partai Demokrat terancam absen lagi dalam pilpres Menyambut pilpres tanpa kata-kata kasar

×