alexa-tracking

Plus Minus Jokowi-Ma'ruf Amin vs Prabowo-Sandiaga Uno

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b6cee33a09a39c3758b4578/plus-minus-jokowi-maruf-amin-vs-prabowo-sandiaga-uno
icon-hot-thread
Plus Minus Jokowi-Ma'ruf Amin vs Prabowo-Sandiaga Uno
Plus Minus Jokowi-Ma'ruf Amin vs Prabowo-Sandiaga Uno
Faiq Hidayat - detikNews



Plus Minus Jokowi-Ma'ruf Amin vs Prabowo-Sandiaga UnoFoto: Ilustrator: Edi Wahyono


Jakarta - Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno telah mendeklarasikan diri sebagai capres dan cawapres. Apa yang menjadi plus minus dari kedua pasangan ini?

Pengamat Politik CSIS Arya Fernandes menilai pasangan Prabowo-Sandiaga mempunyai keuntungan. Sandiaga dinilai elite politik dan generasi baru dari kalangan pengusaha. 

"Plusnya saya kira, Sandi membawa suatu pembaharuan politik dan komposisi pasangan calon ini. Dia (Sandiaga) membawa generasi baru, elite politik Indonesia dari kalangan pengusaha profesional yang memilih masuk politik praktis, Wagub DKI," ucap Arya saat berbicang dengan detikcom, Jumat (10/8/2018).

Selain itu, Arya menyebut Sandiaga mudah beradaptasi dengan pemilih milenial. Sandiaga juga dinilai mudah memahami karakter pemilih pemula. 

"Kemudian karena memiliki elite politik yang baru, dia mudah beradaptasi dengan perubahan politik yang terjadi misal meningkatnya pemilih milenial. Jadi, karena dia lahir dari generasi baru, ia akan mudah beradaptasi dengan pemilih milenial. Kemudian dia juga memahami karakter pemilih muda," jelas Arya.

Lebih lanjut, ia menilai Prabowo akan mengubah narasi kampanye tanpa menyinggung keagamaan. Sebab, Jokowi mempunyai pasangan tokoh agama KH Ma'ruf Amin. 

Selain itu, tiga koalisi pendukung Prabowo-Sandiaga mempunyai pengalaman di Pilkada serentak. Elite politik mereka di daerah sangat solid. 

"Dukungan parpol 3 ini memiliki pengalaman dalam koalisi tingkat lokal misal Jawa Barat, Kalimantan dan lainnya. Mereka punya pengalaman dalam koalisi elite tingkat lokal sudah punya pengalaman melakukan kampanye, mereka soliditas tinggi," jelas Arya.

Minus Prabowo-Sandiaga, Arya menilai pasangan ini harus bisa mengubah narasi kampanye. Termasuk penamaan koalisi partai politik yang tidak menggunakan keagamaan.

"Kalau narasi masih tentang agama misalnya dimulai penamaan koalisi, kalau gunakan narasi agama tidak akan efektif. Karena Jokowi narasi agama lebih kuat, Pak Ma'ruf keagamaan lebih kuat," jelas Arya. 

Terhadap pasangan Jokowi-Ma'ruf, Arya menilai ada kekhawatiran dalam isu keagamaan. Sehingga Jokowi memilih Ma'ruf dalam Pilpres 2019. 

"Sebelum masa penetapan ini saya melihat ada kekhawatiran Pak Jokowi terkait isu keagamaan. Jadi Jokowi khawatir isu politik identitas akan menggerus suaranya, kekhawatiran itu kemudian diterjemahkan dengan pertemuan elite ormas Islam dan roadshow pesantren," ucap Arya.

Di sisi lain, Arya mengatakan Jokowi mempunyai kekhawatiran politik identitas sejak aksi 212. Adanya KH Ma'ruf Amin, maka Jokowi tidak mudah diserang dengan isu negatif atau politik identitas. 

"Jokowi sejak aksi 212 khawatir adanya politik identitas makanya Pak Ma'ruf selain karena adanya usaha Jokowi akomodasi kepentingan parpol, ada parpol tidak sepakat Mahfud tapi cara Jokowi agar isu negatif berbasis politik identitas tidak ampuh bisa menyerang Jokowi," tutur Arya.

Minus terhadap Jokowi-Ma'ruf, Arya menjelaskan adanya tantangan baru pasangan ini jika Prabowo tidak menggunakan narasi agama. Apabila Prabowo mengubah narasi kampanye, maka Ketum MUI itu tidak diperhatikan pemilih.

"Kalau Prabowo merubah narasi kampanye, tentu posisi Ma'ruf kurang diperhatikan pemilih," kata Arya.

Selain itu, Arya menyebutkan partai politik Jokowi-Ma'ruf akan lebih fokus pemilu legislatif daripada Pilpres. Sedangkan partai politik pengusung Prabowo-Sandiaga akan fokus Pilpres karena mesin partainya sudah solid. 

"Selain itu adalah mesin parpol karena ini diusung banyak parpol misal di PDIP, parpol akan fokus pemilu legislatif. Dari sisi Prabowo akan solid memenangkan Pilpres karena posisi elektoral masih jauh dan mesin parpol akan solid," tutur dia. 



_______________________________________
Sumber: detik.com
image-url-apps
Plus Minus Jokowi-Ma'ruf Amin vs Prabowo-Sandiaga Uno
Plus Minus Jokowi-Ma'ruf Amin vs Prabowo-Sandiaga Uno
image-url-apps
kita tunggu aja bray debat capres nya... seru inih emoticon-Goyang
KASKUS Ads
image-url-apps
Umara - Ulama VS Pecatan Tentara - Penggemar Dewi Persik.
politik praktis emoticon-Ultah
image-url-apps
Gak usah plus minus deh emoticon-Smilie
Prabowo-Sandi ane nyatakan 100% kalah emoticon-Smilie
Quote:



di sisi pertahan tidak terlihat bicara soal "kemampuan logistik"
berbeda dengan oposisi yg selalu menyalak ttg "logistik" mesin partainya



image-url-apps
wowok - doyok udah pasti invisible emoticon-Ultah
Quote:


Yang menang mah golput


Mau nggak mau Jokowi terpaksa milih Maaruf Amin....


JANGAN SALAHKAN JOKOWI

Penulis Denny Siregar
Diterbitkan Jumat, Agustus 10, 2018


"Kenapa Jokowi pilih Maruf Amin, bang?".

Lepas dari banyaknya teori konspirasi strategi catur Jokowi yang hebat-hebat yang ditulis teman-teman, sebenarnya permasalahan "Kenapa Maruf Amin?" itu sederhana saja.

Sekitar dua jam sebelum deklarasi, Jokowi masih mengantongi nama Mahfud MD sebagai pendampingnya. Dan saya sudah melakukan banyak konfirmasi terhadap itu ke banyak pihak yang kompeten. Dan Mahfud MD pun sudah ada disana, di dekat tempat deklarasi acara.

Tapi tiba-tiba semua berubah, ketika beberapa partai memaksakan supaya jangan Mahfud MD. Pertanyaannya, "Kenapa?" Jawabannya, "Karena berbahaya untuk Pilpres 2024 nanti.."

Pilpres 2024, masing-masing partai koalisi sudah punya jago. Mereka semua mengalah di tahun 2019, karena ini memang tahunnya Jokowi. Tetapi 2024 nanti dianggap tahun kosong, dimana semua mempunyai peluang yang sama untuk bertarung karena tidak ada petahana.

Nah, kondisi ini akan dirusak jika ada Mahfud MD disana. Jika Mahfud menjadi Wapres, maka diperkirakan ia akan membangun citra sehingga malah bisa menjadi lawan nantinya.

Jadi ini sebenarnya bukan masalah Mahfud MD saja. Seandainya Moeldoko atau CT atau Sri Mulyani yang ada di posisi Mahfud pun akan mengalami hal yang sama. Mereka akan disingkirkan juga.

Dan para petinggi partai mendesak supaya Mahfud tidak jadi Wapres pada menit-menit terakhir. Mereka tahu, kalau Jokowi didesak pada waktu awal, Jokowi bisa berkelit. Dan disana Jokowi jagonya. Sedangkan Jokowi sebenarnya tidak terlalu penting siapa wakilnya, karena toh ini periode terakhirnya.

Desakan itu termasuk "ancaman" untuk mogok atau membentuk poros ketiga, jika Jokowi sampai memaksa supaya Mahfud MD menjadi Cawapresnya. Dan disanalah Jokowi tersandera, melihat situasi berbahaya koalisi yang dia bangun berpotensi rusak dan tidak solid.

Jadi keputusan memilih Maruf Amin, bukan sepenuhnya keinginan Jokowi, tetapi demi soliditas koalisi. Jokowi tidak akan bisa menang tanpa koalisi, begitu juga sebaliknya.
Pilihan terbaik untuk itu jelas Maruf Amin. Awalnya ada JK, dan semua partai setuju. Tapi karena JK terbentur di peraturan MK, maka persetujuan itu menjadi masalah. JK disetujui semua partai koalisi, karena 2024 gak mungkin nyalon lagi.

Sesederhana itu, bukan sesuatu yang aneh dengan gerakan strategi yang tampak rumit. Semua pragmatis, ada kepentingan yang berbenturan, karena begitulah politik kita yang harus mengakomodir kepentingan banyak orang.

Lalu, seandainya anda jadi Jokowi, apa yang harus anda lakukan? Memaksa dengan keras kepala, "Pokoknya gua pilih ini. Titik!" Begitu, ya?

Ya gak bisa. Karena kalau koalisi rusak dan pecah, pihak lawan akan bersorak dan mereka berpotensi menang.

Jokowi mengambil keputusan itu juga bukan senang, karena ia pasti berfikir lebih luas dari sekedar siapa "nama" pendampingnya. Ada saatnya kompromi demi soliditas, toh nanti dia juga yang kerja, kerja, kerja.

Saya juga termasuk yang kecewa, bukan karena Mahfud gak jadi, toh saya juga gak dapat apa-apa, apalagi dijanjikan Komisaris seperti kata kampret yang durhaka. Saya kecewa karena Ma’ruf Amin yang bagi saya pribadi banyak keputusannya yang tidak saya setujui.

Cuma yang saya pahami, ini bukan sepenuhnya kesalahan Jokowi. Saya juga akan mengambil langkah yang sama ketika melihat alasan yang kuat seperti itu.

'Lalu kita Golput, bang?" Tanya seorang teman.

Golput? Apa itu??

Sejak awal saya sudah mendeklarasikan berperang melawan kaum radikal yang nangkring di kubu sebelah, para kampret berbaju agama. Kalau golput, berarti saya membiarkan mereka menang dan berkuasa di negeri ini dong??

Nehi!! Saya akan tetap mendukung Jokowi karena dia saya anggap sebagai simbol perlawanan terhadap para kampret yang durjana.

Ini bukan masalah Jokowi atau Mahfud atau Ma’ruf Amin atau siapapun juga. Ini masalah NKRI versus HTI, PKS dan kelompok khilafah yang mencoba menunggangi politik dengan berada di kubu sebelah.

Membiarkan mereka menang, sama saja dengan membiarkan negara ini hancur pelan-pelan.

Jadi seandainya Jokowi pasangan ma secangkir kopi pun, saya akan tetap kawal dia, pilih dia dan membela dia. Karena dia adalah simbol perang saya terhadap kampret yang wajahnya sudah mirip-mirip unta.

Meski agak kecewa, tetap seruput kopinya.. glek glek glek... Secangkir-cangkirnya.. krauk krauk kraukkk..
image-url-apps
yg ud siap kpn hari gmn nih?
image-url-apps
kemungkinan gw golput semakin besar
Reply to kafiran's post
Quote:



iya gan.. inilah kayaknya yang salah satu sebab mengapa AA sandi diangkat jadi Cawapres, agar bisa mengatasi biaya tersebut.. emoticon-Leh Uga
Reply to punpun48's post
Quote:


Plus Minus Jokowi-Ma'ruf Amin vs Prabowo-Sandiaga Uno

Plus Minus Jokowi-Ma'ruf Amin vs Prabowo-Sandiaga Uno

emoticon-Traveller emoticon-Traveller
Hehehe, gw bertaruh untuk Sandi kali ini!
2019 Indonesia bakalan dapat pemimpin baru.
Apalagi kalau pandai bikin narasi segar dan uptodate dengan kondisi sekarang!
Stand for change!
Yang usang sudah terbukti gak maksimal!

emoticon-Sundul Up
Reply to qavir's post
Quote:


Mantaab kali abang ini.... emoticon-I Love Indonesia emoticon-I Love Indonesia emoticon-I Love Indonesia emoticon-I Love Indonesia emoticon-I Love Indonesia
image-url-apps
Ingat kata Ust. Yusuf Mansur.

Jangan ditiru ya.. melotot-lotot ke ulama..

Yang suka maki-maki orang.. jangan ditiru..

Sesalah-salahnya ulama, adalah sebenar-benarnya kita..




Jadi pilih cawapres yang ulama MUI ya.. emoticon-Salaman
Reply to qavir's post
Quote:


#2019J2Pemoticon-angel
Quote:


yesss emoticon-Salaman
image-url-apps
Quote:


Mantap ya akhi. emoticon-Salaman
×