alexa-tracking

Who is Ma’ruf Amin, Jokowi’s running mate?

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b6cee0714088dd4688b4567/who-is-maruf-amin-jokowis-running-mate
Who is Ma’ruf Amin, Jokowi’s running mate?
President Joko “Jokowi” Widodo announced his running mate on Thursday evening, eventually picking nonpolitical party figure Ma’ruf Amin as his vice presidential candidate.

“Prof. Ma’ruf, who was born in Tangerang, is a completely religious figure, who is wise [...] He has been a lawmaker, councillor, MPR [People’s Consultative Assembly] member, presidential advisory council member, supreme leader of the PBNU [Nahdlatul Ulama central board] and chairman of the MUI [Indonesian Ulema Council]. He is also a board member of [Pancasila body] BPIP,” Jokowi told a press conference in Menteng, Central Jakarta, on Thursday evening.

The two are set to register their candidacy with the General Elections Commission (KPU) in Central Jakarta on Friday morning.

Ma’ruf, who was born in Banten on March 11, 1943, is currently one of the most powerful and influential Muslim figures in the predominantly Muslim nation. He currently chairs the Indonesian Ulema Council (MUI), the country’s top Muslim clerical body comprising all registered Muslim organizations, including Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah and the Islamic Union (Persis). The council is a central authority that issues fatwas and it gives recommendations on issuing halal certificates.

Read also: MUI chief calls on Jokowi to grant clemency to Abu Bakar Baasyir

Ma’ruf is also the rais aam (supreme leader) of NU, the country’s largest Muslim organization that is also affiliated to the National Awakening Party (PKB), a member of Jokowi’s coalition. In 2017, he received an honorary degree as a professor in sharia economy from Maulana Malik Ibrahim Islamic State University of Malang in East Java.

He is not new to politics and governance. Ma’ruf was a key member of the Presidential Advisory Council (Wantimpres) during the Susilo Bambang Yudhoyono administration.

As MUI chairman, he supported controversial regulations, including the Pornography Law and the joint ministerial decree banning the activities of minority group Ahmadiyah, saying in 2013 that such regulations were “very much expected”.

Read also: MUI recommendation on Ahok the council's strongest kind of document, chairman tells court

In 2017, Ma’ruf was a key expert witness in a highly publicized blasphemy trial that sent then Jakarta governor Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama to prison for two years. As the chairman of the MUI, Ma'ruf signed a document recommending that the statement Ahok made in Thousand Islands regency in September 2016, which suggested that a Quranic verse had been exploited by certain people, be considered “blasphemous” for insulting Islam.

Ma'ruf Amin is also a board member of the Sharia Cooperative 212, along with Arifin Ilham and Abdullah Gymnastiar. The cooperative runs several convenience stores that are expected to create a strong Muslim economy.

In December 2017, Ma'ruf said he regretted the Constitutional Court's decision that rejected a petition from the Family Love Alliance (AILA) to criminalize gay sex. "We want a stern prohibition of LGBT activities and other deviant sexual activities and legislation that categorizes them as crime," MUI chairman Maruf Amin said in 2016. (evi)

http://www.thejakartapost.com/news/2018/08/09/who-is-maruf-amin-jokowis-running-mate.html


mampus kau gay paok

image-url-apps
semua bisa berubah.
ketika diberi uang atau jabatan, manusia bisa berubah pemikirannya.


emoticon-Big Grin


saya yakin pak maaruf masih manusia.

apalagi ingat kasus penamaan GNPF MUI dulu. setelah viral baru ngeklaim gak ada sangkut paut ama MUI.

so tetap dukung jokowi aja. wapres ma nurut aja ntar emoticon-Big Grin
image-url-apps
new hope
KASKUS Ads
ikut ulama atau ikut kerdus emoticon-Wowcantik
Quote:

emoticon-Ngakak

liat aja tol cikampek II
Ada pilar bukaka

nurut dr hongkong....
image-url-apps
musnahkan bani hartoyok emoticon-Najis


Jokowi terpaksa ambil pilihan ini demi....


JANGAN SALAHKAN JOKOWI

Penulis Denny Siregar
Diterbitkan Jumat, Agustus 10, 2018


"Kenapa Jokowi pilih Maruf Amin, bang?".

Lepas dari banyaknya teori konspirasi strategi catur Jokowi yang hebat-hebat yang ditulis teman-teman, sebenarnya permasalahan "Kenapa Maruf Amin?" itu sederhana saja.

Sekitar dua jam sebelum deklarasi, Jokowi masih mengantongi nama Mahfud MD sebagai pendampingnya. Dan saya sudah melakukan banyak konfirmasi terhadap itu ke banyak pihak yang kompeten. Dan Mahfud MD pun sudah ada disana, di dekat tempat deklarasi acara.

Tapi tiba-tiba semua berubah, ketika beberapa partai memaksakan supaya jangan Mahfud MD. Pertanyaannya, "Kenapa?" Jawabannya, "Karena berbahaya untuk Pilpres 2024 nanti.."

Pilpres 2024, masing-masing partai koalisi sudah punya jago. Mereka semua mengalah di tahun 2019, karena ini memang tahunnya Jokowi. Tetapi 2024 nanti dianggap tahun kosong, dimana semua mempunyai peluang yang sama untuk bertarung karena tidak ada petahana.

Nah, kondisi ini akan dirusak jika ada Mahfud MD disana. Jika Mahfud menjadi Wapres, maka diperkirakan ia akan membangun citra sehingga malah bisa menjadi lawan nantinya.

Jadi ini sebenarnya bukan masalah Mahfud MD saja. Seandainya Moeldoko atau CT atau Sri Mulyani yang ada di posisi Mahfud pun akan mengalami hal yang sama. Mereka akan disingkirkan juga.

Dan para petinggi partai mendesak supaya Mahfud tidak jadi Wapres pada menit-menit terakhir. Mereka tahu, kalau Jokowi didesak pada waktu awal, Jokowi bisa berkelit. Dan disana Jokowi jagonya. Sedangkan Jokowi sebenarnya tidak terlalu penting siapa wakilnya, karena toh ini periode terakhirnya.

Desakan itu termasuk "ancaman" untuk mogok atau membentuk poros ketiga, jika Jokowi sampai memaksa supaya Mahfud MD menjadi Cawapresnya. Dan disanalah Jokowi tersandera, melihat situasi berbahaya koalisi yang dia bangun berpotensi rusak dan tidak solid.

Jadi keputusan memilih Maruf Amin, bukan sepenuhnya keinginan Jokowi, tetapi demi soliditas koalisi. Jokowi tidak akan bisa menang tanpa koalisi, begitu juga sebaliknya.
Pilihan terbaik untuk itu jelas Maruf Amin. Awalnya ada JK, dan semua partai setuju. Tapi karena JK terbentur di peraturan MK, maka persetujuan itu menjadi masalah. JK disetujui semua partai koalisi, karena 2024 gak mungkin nyalon lagi.

Sesederhana itu, bukan sesuatu yang aneh dengan gerakan strategi yang tampak rumit. Semua pragmatis, ada kepentingan yang berbenturan, karena begitulah politik kita yang harus mengakomodir kepentingan banyak orang.

Lalu, seandainya anda jadi Jokowi, apa yang harus anda lakukan? Memaksa dengan keras kepala, "Pokoknya gua pilih ini. Titik!" Begitu, ya?

Ya gak bisa. Karena kalau koalisi rusak dan pecah, pihak lawan akan bersorak dan mereka berpotensi menang.

Jokowi mengambil keputusan itu juga bukan senang, karena ia pasti berfikir lebih luas dari sekedar siapa "nama" pendampingnya. Ada saatnya kompromi demi soliditas, toh nanti dia juga yang kerja, kerja, kerja.

Saya juga termasuk yang kecewa, bukan karena Mahfud gak jadi, toh saya juga gak dapat apa-apa, apalagi dijanjikan Komisaris seperti kata kampret yang durhaka. Saya kecewa karena Ma’ruf Amin yang bagi saya pribadi banyak keputusannya yang tidak saya setujui.

Cuma yang saya pahami, ini bukan sepenuhnya kesalahan Jokowi. Saya juga akan mengambil langkah yang sama ketika melihat alasan yang kuat seperti itu.

'Lalu kita Golput, bang?" Tanya seorang teman.

Golput? Apa itu??

Sejak awal saya sudah mendeklarasikan berperang melawan kaum radikal yang nangkring di kubu sebelah, para kampret berbaju agama. Kalau golput, berarti saya membiarkan mereka menang dan berkuasa di negeri ini dong??

Nehi!! Saya akan tetap mendukung Jokowi karena dia saya anggap sebagai simbol perlawanan terhadap para kampret yang durjana.

Ini bukan masalah Jokowi atau Mahfud atau Ma’ruf Amin atau siapapun juga. Ini masalah NKRI versus HTI, PKS dan kelompok khilafah yang mencoba menunggangi politik dengan berada di kubu sebelah.

Membiarkan mereka menang, sama saja dengan membiarkan negara ini hancur pelan-pelan.

Jadi seandainya Jokowi pasangan ma secangkir kopi pun, saya akan tetap kawal dia, pilih dia dan membela dia. Karena dia adalah simbol perang saya terhadap kampret yang wajahnya sudah mirip-mirip unta.

Meski agak kecewa, tetap seruput kopinya.. glek glek glek... Secangkir-cangkirnya.. krauk krauk kraukkk..
jadi nasboong akan pilih jokowi-marup amin 2019 nanti?
Reply to qavir's post
image-url-apps
Quote:

badut maya emoticon-Ngakak


image-url-apps
semoga comment saya di taruh di
Quote:


ada masalah apa disana? emoticon-Big Grin
image-url-apps
Mending ikut ulama gan.
Quote:


wapres tetep punya peran penting emoticon-Big Grin
Quote:


yg saya maksud ada masalah apa disana tadi? emoticon-Embarrassment

adakah perbuatan melawan jokowi? emoticon-Embarrassment
Quote:


Karena seburuk2nya ulama adalah sebaik2nya umat gan. emoticon-Shakehand2 emoticon-Ultah
image-url-apps
Salam panu bray..emoticon-Cool
image-url-apps
Quote:


Alhamdulillah gan, betul banget.
nastak nasbung pada sedih baca trit eni

ga ngarti bahasanya emoticon-Wkwkwk
image-url-apps
Quote:


bajanya dari krakatau steel
Reply to ic7404's post
image-url-apps
Quote:


gwa ngomenin esensi awalnya wapres nurut2 aja...emangnya kerbau dicucuk idungnya...ngawur aja kaya abis ngelem
×