alexa-tracking

Ketum PPP: Ma'ruf Amin Bisa Redam Isu Kebencian dan SARA

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b6ced57a09a39b1758b4573/ketum-ppp-maruf-amin-bisa-redam-isu-kebencian-dan-sara
Ketum PPP: Ma'ruf Amin Bisa Redam Isu Kebencian dan SARA
Ketum PPP: Ma'ruf Amin Bisa Redam Isu Kebencian dan SARA
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum PPP Romahurmuziy menilai bahwa sosok Maruf Amin cocok mendampingi Jokowi untuk menangkal isu ujaran kebencian dan isu suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) yang kerap kali dilontarkan oleh pihak yang tak bertanggung jawab.

"Kami partai pimpinan parpol berdiskusi mencari figur dan di sisi lain meredam kebencian," politisi yang akrab disapa Rommy itu di Restoran Plataran Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (9/8).

Rommy mengatakan bahwa isu-isu ujaran kebencian dan SARA marak terjadi usai perhelatan Pilpres 2014 dan Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu.

Hal itu, kata Romy, lantas berdampak pada perpecahan ditengah masyarakat yang saling membenci satu sama lain.

Melihat itu, Romy mengaku telah berkomunikasi langsung dengan Jokowi untuk mencari sosok pendamping yang memiliki simbol religiusitas bagi masyarakat.

"Keterbelahan masyarakat kita sejak pemilu 2014 hingga Pilkada DKI masih seputar SARA sehingga kita berdiskusi bersama presiden mencari figur yang melambangkan religiusitaa," ujarnya.

Romi juga mengatakan bahwa pasangan Jokowi - Maruf Amin merupakan pasangan ideal yang mencerminkan perpaduan nasionalis-religius khas Indonesia.

Romy juga menegaskan bahwa pertimbangan mantan Walikota Solo dalam memilih Maruf bukan karena dilihat latar belakangnya dari kalangan Nahdhatul Ulama.

Sebab, Jokowi sendiri telah meminta pertimbangan dari 13 ormas Islam lainnya sebelum menjatuhkan pilihan pada Maruf.

"Saya kira pilihan ke Maruf tak hanya karena faktor NU, tapi ada 13 ormas lain turut didengarkan presiden. Karena kita ingin kontestasi Pilpres 2019 memakan waktu 7 bulan harus diiringi kedamaian karena dari sekian banyak sosok hanya Maruf Amin," kata dia.

Selain itu, Romy juga mengatakan bahwa kapasitas Maruf sebagai cawapres tak perlu diragukan. Sebab, Maruf snediri memiliki segudang pengalaman di berbagai bidang organisasi yang pernah dipimpinnya.

Tak hanya itu, Romy mengatakan bahwa Maruf memiliki tingkat pemahaman ilmu ekonomi yang sangat baik dan tak kalah baik dengan sosok ekonom lainnya. Ia menyebut bahwa keahlian dibidang ekonomi sangat penting untuk membangun kesejahteraan masyarakat kedepannya.

"Maruf amin pernah jadi anggota fraksi PPP, anggota fraksi PKB, Wantimpres dan juga ketua MUI. Beliau juga adalah seseorang yang sangat paham dengan ekonomi. Beliau juga Ketua Dewan Pengawas Ekonomi Syariah Nasional," pungkasnya. (age)

Sumber

Sependapat.. karena memang kebencian berbasis sara di Indonesia saat ini sudah semakin mengkawatirkan jadi dengan di jadikannya Pak MA ini kelompok yang suka bikin rusuh berbasis sara dari kubu nasbung bisa diredam.

Terus terang sebagai pengusaha kecil ane lebih sering dirugikan karena keributan politik sara daripada naiknya dollar atau pengaruh eksternal lainnya, dunia usaha terutama UMKM butuh ketenangaan negeri ini.
image-url-apps
Ketum PPP: Ma'ruf Amin Bisa Redam Isu Kebencian dan SARA
yahhh,. gw pikir gw bisa ke JKW gegara gosip nya pasangan ama Mahfud emoticon-Traveller
KASKUS Ads
Quote:


well note
image-url-apps
Ingat kata Ust. Yusuf Mansur.

Jangan ditiru ya.. melotot-lotot ke ulama..

Yang suka maki-maki orang.. jangan ditiru..

Sesalah-salahnya ulama, adalah sebenar-benarnya kita..




Jadi pilih cawapres yang ulama MUI ya.. emoticon-Salaman
image-url-apps
pro hti, pro wahabi, radikalis siap ya cr bahan gorengan yg lain emoticon-Wakaka
image-url-apps
Ya iyalah meredam, yang bikin gara-gara kan dia juga
emoticon-Ngakak


Nasbung jadi bingung bagaimana mau bikin isu SARA ke Ma aruf Amin emoticon-Leh Uga


JANGAN SALAHKAN JOKOWI

Penulis Denny Siregar
Diterbitkan Jumat, Agustus 10, 2018


"Kenapa Jokowi pilih Maruf Amin, bang?".

Lepas dari banyaknya teori konspirasi strategi catur Jokowi yang hebat-hebat yang ditulis teman-teman, sebenarnya permasalahan "Kenapa Maruf Amin?" itu sederhana saja.

Sekitar dua jam sebelum deklarasi, Jokowi masih mengantongi nama Mahfud MD sebagai pendampingnya. Dan saya sudah melakukan banyak konfirmasi terhadap itu ke banyak pihak yang kompeten. Dan Mahfud MD pun sudah ada disana, di dekat tempat deklarasi acara.

Tapi tiba-tiba semua berubah, ketika beberapa partai memaksakan supaya jangan Mahfud MD. Pertanyaannya, "Kenapa?" Jawabannya, "Karena berbahaya untuk Pilpres 2024 nanti.."

Pilpres 2024, masing-masing partai koalisi sudah punya jago. Mereka semua mengalah di tahun 2019, karena ini memang tahunnya Jokowi. Tetapi 2024 nanti dianggap tahun kosong, dimana semua mempunyai peluang yang sama untuk bertarung karena tidak ada petahana.

Nah, kondisi ini akan dirusak jika ada Mahfud MD disana. Jika Mahfud menjadi Wapres, maka diperkirakan ia akan membangun citra sehingga malah bisa menjadi lawan nantinya.

Jadi ini sebenarnya bukan masalah Mahfud MD saja. Seandainya Moeldoko atau CT atau Sri Mulyani yang ada di posisi Mahfud pun akan mengalami hal yang sama. Mereka akan disingkirkan juga.

Dan para petinggi partai mendesak supaya Mahfud tidak jadi Wapres pada menit-menit terakhir. Mereka tahu, kalau Jokowi didesak pada waktu awal, Jokowi bisa berkelit. Dan disana Jokowi jagonya. Sedangkan Jokowi sebenarnya tidak terlalu penting siapa wakilnya, karena toh ini periode terakhirnya.

Desakan itu termasuk "ancaman" untuk mogok atau membentuk poros ketiga, jika Jokowi sampai memaksa supaya Mahfud MD menjadi Cawapresnya. Dan disanalah Jokowi tersandera, melihat situasi berbahaya koalisi yang dia bangun berpotensi rusak dan tidak solid.

Jadi keputusan memilih Maruf Amin, bukan sepenuhnya keinginan Jokowi, tetapi demi soliditas koalisi. Jokowi tidak akan bisa menang tanpa koalisi, begitu juga sebaliknya.
Pilihan terbaik untuk itu jelas Maruf Amin. Awalnya ada JK, dan semua partai setuju. Tapi karena JK terbentur di peraturan MK, maka persetujuan itu menjadi masalah. JK disetujui semua partai koalisi, karena 2024 gak mungkin nyalon lagi.

Sesederhana itu, bukan sesuatu yang aneh dengan gerakan strategi yang tampak rumit. Semua pragmatis, ada kepentingan yang berbenturan, karena begitulah politik kita yang harus mengakomodir kepentingan banyak orang.

Lalu, seandainya anda jadi Jokowi, apa yang harus anda lakukan? Memaksa dengan keras kepala, "Pokoknya gua pilih ini. Titik!" Begitu, ya?

Ya gak bisa. Karena kalau koalisi rusak dan pecah, pihak lawan akan bersorak dan mereka berpotensi menang.

Jokowi mengambil keputusan itu juga bukan senang, karena ia pasti berfikir lebih luas dari sekedar siapa "nama" pendampingnya. Ada saatnya kompromi demi soliditas, toh nanti dia juga yang kerja, kerja, kerja.

Saya juga termasuk yang kecewa, bukan karena Mahfud gak jadi, toh saya juga gak dapat apa-apa, apalagi dijanjikan Komisaris seperti kata kampret yang durhaka. Saya kecewa karena Ma’ruf Amin yang bagi saya pribadi banyak keputusannya yang tidak saya setujui.

Cuma yang saya pahami, ini bukan sepenuhnya kesalahan Jokowi. Saya juga akan mengambil langkah yang sama ketika melihat alasan yang kuat seperti itu.

'Lalu kita Golput, bang?" Tanya seorang teman.

Golput? Apa itu??

Sejak awal saya sudah mendeklarasikan berperang melawan kaum radikal yang nangkring di kubu sebelah, para kampret berbaju agama. Kalau golput, berarti saya membiarkan mereka menang dan berkuasa di negeri ini dong??

Nehi!! Saya akan tetap mendukung Jokowi karena dia saya anggap sebagai simbol perlawanan terhadap para kampret yang durjana.

Ini bukan masalah Jokowi atau Mahfud atau Ma’ruf Amin atau siapapun juga. Ini masalah NKRI versus HTI, PKS dan kelompok khilafah yang mencoba menunggangi politik dengan berada di kubu sebelah.

Membiarkan mereka menang, sama saja dengan membiarkan negara ini hancur pelan-pelan.

Jadi seandainya Jokowi pasangan ma secangkir kopi pun, saya akan tetap kawal dia, pilih dia dan membela dia. Karena dia adalah simbol perang saya terhadap kampret yang wajahnya sudah mirip-mirip unta.

Meski agak kecewa, tetap seruput kopinya.. glek glek glek... Secangkir-cangkirnya.. krauk krauk kraukkk..
hari gene masih ributin sara asari? emoticon-Wakaka
kalau mau nyerang jkw bisa dari meroket,TKA ilegal sampe utang kaleeeeemoticon-Traveller
Makanya langsung start jualan angka cantik emoticon-Cool
image-url-apps
agak kecewa dg pilihan cawapres p' jokowi, bukan p'mahfud, tp okelah, dg situasi politik trutama dr sejak pilkada dki kmrn, emang p' ma'ruf kyknya pilihan yg tepat yg bisa meredam isu kebencian dan SARA, jd masing2 paslon bisa fokus kampanye proker n bukannya SARA
image-url-apps
spanduk2 sara yg udah didesign mca jauh2 hari gak jadi dicetak dong emoticon-Leh Uga
ngapain diredam kalau bisa tembak mati aja kebenciannya
Reply to chyana's post
Quote:


Wapres nanti bakal duduk manis aja gan. Biar Jokowi dan para menterinya yg kerja.
emoticon-Cool

Isue SARA Tidak Akan Berhenti Karena Di Kubu Jokowi Lah Sumbernya

image-url-apps
Ketum PPP: Ma'ruf Amin Bisa Redam Isu Kebencian dan SARA
image-url-apps
Ketum PPP: Ma'ruf Amin Bisa Redam Isu Kebencian dan SARA
Ketum PPP: Ma'ruf Amin Bisa Redam Isu Kebencian dan SARA
Quote:


yang penting kowi menang... soal lain bodo amat. 😋
image-url-apps
Quote:


ngoahahaha menang dari mana, yg ada malah nyungsep rakyat sudah pada pinter masa tertipu 2 kali
Quote:


liat aja nanti... ane lagi malas debat.
image-url-apps
bangke tuh dedengkot syiah

pusing kan lu
×