alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Akan Dirangkul Ma'ruf Amin Dukung Jokowi, ini Reaksi PA 212
5 stars - based on 2 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b6cebbdc2cb170c308b4573/akan-dirangkul-maruf-amin-dukung-jokowi-ini-reaksi-pa-212

Akan Dirangkul Ma'ruf Amin Dukung Jokowi, ini Reaksi PA 212

Quote:
Halaman 1 dari 12
gimana kabar gnpf mui?

emoticon-Leh Uga emoticon-Leh Uga emoticon-Leh Uga emoticon-Leh Uga emoticon-Leh Uga
Galau... emoticon-Ngakak
bagus deh semoga kelen istiqomah dijalur kemunafikan emoticon-shakehand
semoga selese urusan agama agamaan nih. fokus bangun negeri
Tunggu HRS
Balasan post bukan_hp_nokia
Quote:


selama masih ada pks kayaknya masalah belum....
Manuver jokowi bikin tambah rame emoticon-Ngakak
Langkah Jokowi hebat,
Jokowi paham bahwa Pilpres 2019 nanti (mungkin) akan masih adanya isu SARA, maka dipilihlah Bpk. KH. Ma'ruf Amin.
Sehingga 5 tahun kedepan, jadi Jokowi lebih fokus untuk kerja membangun Indonesia, sedangkan Bpk. KH. Ma'ruf Amin fokus untuk mendinginkan suasana serta mendamaikan bahkan mempersatukan kembali Umat Islam yang "seperti" terpecah.

emoticon-I Love Indonesia emoticon-I Love Indonesia emoticon-I Love Indonesia
Galau sampe ke pantat....udh nuduh jokowi anti ulama...


Slaam sahabat panu : prabowo sandiaga uno..emoticon-Ngakak
FEKAES akan turun pamor di PEMILU 2019 liat aja bre.

GNPF U ga dpt saweran nyang 500 cuy.
Diubah oleh as1313
pret... nunggu kardus terisi
Balasan post jend.kardus
Quote:


sepakat gan... emoticon-Ngakak


PA 212 masa nggak dukung ulama? Mau kualat? emoticon-Malu


JANGAN SALAHKAN JOKOWI

Penulis Denny Siregar
Diterbitkan Jumat, Agustus 10, 2018


"Kenapa Jokowi pilih Maruf Amin, bang?".

Lepas dari banyaknya teori konspirasi strategi catur Jokowi yang hebat-hebat yang ditulis teman-teman, sebenarnya permasalahan "Kenapa Maruf Amin?" itu sederhana saja.

Sekitar dua jam sebelum deklarasi, Jokowi masih mengantongi nama Mahfud MD sebagai pendampingnya. Dan saya sudah melakukan banyak konfirmasi terhadap itu ke banyak pihak yang kompeten. Dan Mahfud MD pun sudah ada disana, di dekat tempat deklarasi acara.

Tapi tiba-tiba semua berubah, ketika beberapa partai memaksakan supaya jangan Mahfud MD. Pertanyaannya, "Kenapa?" Jawabannya, "Karena berbahaya untuk Pilpres 2024 nanti.."

Pilpres 2024, masing-masing partai koalisi sudah punya jago. Mereka semua mengalah di tahun 2019, karena ini memang tahunnya Jokowi. Tetapi 2024 nanti dianggap tahun kosong, dimana semua mempunyai peluang yang sama untuk bertarung karena tidak ada petahana.

Nah, kondisi ini akan dirusak jika ada Mahfud MD disana. Jika Mahfud menjadi Wapres, maka diperkirakan ia akan membangun citra sehingga malah bisa menjadi lawan nantinya.

Jadi ini sebenarnya bukan masalah Mahfud MD saja. Seandainya Moeldoko atau CT atau Sri Mulyani yang ada di posisi Mahfud pun akan mengalami hal yang sama. Mereka akan disingkirkan juga.

Dan para petinggi partai mendesak supaya Mahfud tidak jadi Wapres pada menit-menit terakhir. Mereka tahu, kalau Jokowi didesak pada waktu awal, Jokowi bisa berkelit. Dan disana Jokowi jagonya. Sedangkan Jokowi sebenarnya tidak terlalu penting siapa wakilnya, karena toh ini periode terakhirnya.

Desakan itu termasuk "ancaman" untuk mogok atau membentuk poros ketiga, jika Jokowi sampai memaksa supaya Mahfud MD menjadi Cawapresnya. Dan disanalah Jokowi tersandera, melihat situasi berbahaya koalisi yang dia bangun berpotensi rusak dan tidak solid.

Jadi keputusan memilih Maruf Amin, bukan sepenuhnya keinginan Jokowi, tetapi demi soliditas koalisi. Jokowi tidak akan bisa menang tanpa koalisi, begitu juga sebaliknya.
Pilihan terbaik untuk itu jelas Maruf Amin. Awalnya ada JK, dan semua partai setuju. Tapi karena JK terbentur di peraturan MK, maka persetujuan itu menjadi masalah. JK disetujui semua partai koalisi, karena 2024 gak mungkin nyalon lagi.

Sesederhana itu, bukan sesuatu yang aneh dengan gerakan strategi yang tampak rumit. Semua pragmatis, ada kepentingan yang berbenturan, karena begitulah politik kita yang harus mengakomodir kepentingan banyak orang.

Lalu, seandainya anda jadi Jokowi, apa yang harus anda lakukan? Memaksa dengan keras kepala, "Pokoknya gua pilih ini. Titik!" Begitu, ya?

Ya gak bisa. Karena kalau koalisi rusak dan pecah, pihak lawan akan bersorak dan mereka berpotensi menang.

Jokowi mengambil keputusan itu juga bukan senang, karena ia pasti berfikir lebih luas dari sekedar siapa "nama" pendampingnya. Ada saatnya kompromi demi soliditas, toh nanti dia juga yang kerja, kerja, kerja.

Saya juga termasuk yang kecewa, bukan karena Mahfud gak jadi, toh saya juga gak dapat apa-apa, apalagi dijanjikan Komisaris seperti kata kampret yang durhaka. Saya kecewa karena Ma’ruf Amin yang bagi saya pribadi banyak keputusannya yang tidak saya setujui.

Cuma yang saya pahami, ini bukan sepenuhnya kesalahan Jokowi. Saya juga akan mengambil langkah yang sama ketika melihat alasan yang kuat seperti itu.

'Lalu kita Golput, bang?" Tanya seorang teman.

Golput? Apa itu??

Sejak awal saya sudah mendeklarasikan berperang melawan kaum radikal yang nangkring di kubu sebelah, para kampret berbaju agama. Kalau golput, berarti saya membiarkan mereka menang dan berkuasa di negeri ini dong??

Nehi!! Saya akan tetap mendukung Jokowi karena dia saya anggap sebagai simbol perlawanan terhadap para kampret yang durjana.

Ini bukan masalah Jokowi atau Mahfud atau Ma’ruf Amin atau siapapun juga. Ini masalah NKRI versus HTI, PKS dan kelompok khilafah yang mencoba menunggangi politik dengan berada di kubu sebelah.

Membiarkan mereka menang, sama saja dengan membiarkan negara ini hancur pelan-pelan.

Jadi seandainya Jokowi pasangan ma secangkir kopi pun, saya akan tetap kawal dia, pilih dia dan membela dia. Karena dia adalah simbol perang saya terhadap kampret yang wajahnya sudah mirip-mirip unta.

Meski agak kecewa, tetap seruput kopinya.. glek glek glek... Secangkir-cangkirnya.. krauk krauk kraukkk..
Diubah oleh qavir
Quote:


https://m.detik.com/news/berita/4158...i-lebih-cerdas
Diubah oleh sandypsd
sekali tepuk 2 lalat mati

nasbung mca menuju kepunahan sisa jihadis kibot lone wolf doang

kang mebel dilawan emoticon-Cool
Yeeeeeh ditikung uno ...sakitnya tuh disono emoticon-Wkwkwk
Balasan post jend.kardus
Quote:


#2019TenggelamkanPKSemoticon-Shutup
Ingat kata Ust. Yusuf Mansur.

Jangan ditiru ya.. melotot-lotot ke ulama..

Yang suka maki-maki orang.. jangan ditiru..

Sesalah-salahnya ulama, adalah sebenar-benarnya kita..




Jadi pilih cawapres yang ulama MUI ya.. emoticon-Salaman
Ane ngasih catatan ya taiker jgn marah emoticon-Smilie
Disini jelas maaruf amin hanya "dimanfaatkan" emoticon-Smilie
Semua hanya utk kepentingan pdip emoticon-Smilie
Yg gak mau ngasih siapapun di 2024 nanti emoticon-Smilie
Jika memilih mahfud/cak imin tentu akan menguntungkan 2orang ini ke 2024 emoticon-Smilie
Begitu pula pkb tidak ingin mahfud maju makanya sangat menentang keras mahfud emoticon-Smilie
Jikalau mahfud maju tentu posisi cak imin terancam di pkb emoticon-Smilie
Saat ini umur maruf 75thn + 6thn= 81 thun emoticon-Smilie
Jelas tertutup jalan utk maju di 2024 emoticon-Smilie
Antara licik dan cerdas emoticon-Smilie
Sementara di kubu sebelah emoticon-Smilie
Sangat berat mengingat ijtima hanya tinggal 1 nama salim dengan elektabilitas rendah jauh dengan maaruf emoticon-Smilie
Apalagi lelucon aagim/arifin ilham emoticon-Smilie
Pliss lah ini mimpin negara bukan pesantren emoticon-Smilie
Menurut ane yg seimbang dengan koalisi joko ya cuma
PRABOWO-MAHFUD emoticon-Smilie
Diluar itu dpt dipastikan kalah emoticon-Smilie
Bloon, dikira gandeng Maaruf amin bisa ngambil simpati Islam?
Sekarang jokowi cuman dapet tua nye aje

Mahfud lah paling tepat, udah Islamnya bagus, mudaan dan jagoan masalah Hukum emoticon-Traveller
Halaman 1 dari 12


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di