alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Istri Ma'ruf Amin : Mudah-Mudahan Pak Kyai Sehat Selalu Menjaga Negara
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b6cea19de2cf28a4d8b458e/istri-maruf-amin--mudah-mudahan-pak-kyai-sehat-selalu-menjaga-negara

Istri Ma'ruf Amin : Mudah-Mudahan Pak Kyai Sehat Selalu Menjaga Negara

JAKARTA, KOMPAS.com - Bakal calon wakil presiden Ma'ruf Amin dijadwalkan menuju Istana Negara pada Jumat (10/8/2018) pagi. Keberangkatannya dari rumah yang terletak Jalan Lorong 27, Koja, Jakarta Utara diantar keluarganya.

"Ya pertama tentu saya terima kasih pada mereka yang selama ini baik, bergaul, dan saya selalu memperoleh pengawalan, penjagaan dan mereka selalu mengawal saya di sini, keluarga saya," kata Ma'ruf di kediamannya, Jumat.

Rombongan Ma'ruf berangkat ke Istana Negara sekitar pukul 06.40 WIB. Adapun di antara rombongan yang berangkat terdiri atas 6 mobil yakni keluarga, anggota majelis ulama, dan beberapa petugas keamanan.

Wury Esty Handayani, istri Ma'ruf, juga diikut dalam rombongan. Ia kompak mengenakan baju serba berwarna putih dan juga memohon dukungan untuk kelancaran suaminya dalam memimpin negara kelak.

"Alhamdulillah, minta doanya minta support-nya mudah-mudahan Pak kyai sehat selalu bisa menjaga negara, Indonesia damai tentram," kata Wury.

Dari Istana Negara, Ma'ruf rencananya akan deklarasi di Gedung Joang '45. Selanjutnya, ia bersama bakal calon presiden Joko Widodo dijadwalkan akan mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Saya ke Istana dulu, jam 07.30, habis itu ke Gedung Joang," kata Ma'ruf.

Istri Ma'ruf Amin : Mudah-Mudahan Pak Kyai Sehat Selalu Menjaga Negara
Diubah oleh as1313
Quote:

kuote yg ini aja emoticon-Ultah
ahoker terguncang mah terguncang aja
bentar lagi juga mereda

tinggal bani KARDUS bin KAMPRETOS yg malah bingung.
mo pilih kalangan ulama kubu wiwi
ato kubu yg menyepelekan "ijtima ulama"?

masih mo tebar isu golput?

isu kardus pun masih hot banget kok



emoticon-Leh Uga emoticon-Leh Uga emoticon-Leh Uga emoticon-Leh Uga emoticon-Leh Uga
Ampun dah nastak.emoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grin
Quote:


Quote:


Quote:


Quote:
Diubah oleh 54m5u4d183
Amin YRA emoticon-Angel


Bukti keberhasilannya, punya istri masih muda dan cantik. emoticon-Kaskus Banget


JANGAN SALAHKAN JOKOWI

Penulis Denny Siregar
Diterbitkan Jumat, Agustus 10, 2018


"Kenapa Jokowi pilih Maruf Amin, bang?".

Lepas dari banyaknya teori konspirasi strategi catur Jokowi yang hebat-hebat yang ditulis teman-teman, sebenarnya permasalahan "Kenapa Maruf Amin?" itu sederhana saja.

Sekitar dua jam sebelum deklarasi, Jokowi masih mengantongi nama Mahfud MD sebagai pendampingnya. Dan saya sudah melakukan banyak konfirmasi terhadap itu ke banyak pihak yang kompeten. Dan Mahfud MD pun sudah ada disana, di dekat tempat deklarasi acara.

Tapi tiba-tiba semua berubah, ketika beberapa partai memaksakan supaya jangan Mahfud MD. Pertanyaannya, "Kenapa?" Jawabannya, "Karena berbahaya untuk Pilpres 2024 nanti.."

Pilpres 2024, masing-masing partai koalisi sudah punya jago. Mereka semua mengalah di tahun 2019, karena ini memang tahunnya Jokowi. Tetapi 2024 nanti dianggap tahun kosong, dimana semua mempunyai peluang yang sama untuk bertarung karena tidak ada petahana.

Nah, kondisi ini akan dirusak jika ada Mahfud MD disana. Jika Mahfud menjadi Wapres, maka diperkirakan ia akan membangun citra sehingga malah bisa menjadi lawan nantinya.

Jadi ini sebenarnya bukan masalah Mahfud MD saja. Seandainya Moeldoko atau CT atau Sri Mulyani yang ada di posisi Mahfud pun akan mengalami hal yang sama. Mereka akan disingkirkan juga.

Dan para petinggi partai mendesak supaya Mahfud tidak jadi Wapres pada menit-menit terakhir. Mereka tahu, kalau Jokowi didesak pada waktu awal, Jokowi bisa berkelit. Dan disana Jokowi jagonya. Sedangkan Jokowi sebenarnya tidak terlalu penting siapa wakilnya, karena toh ini periode terakhirnya.

Desakan itu termasuk "ancaman" untuk mogok atau membentuk poros ketiga, jika Jokowi sampai memaksa supaya Mahfud MD menjadi Cawapresnya. Dan disanalah Jokowi tersandera, melihat situasi berbahaya koalisi yang dia bangun berpotensi rusak dan tidak solid.

Jadi keputusan memilih Maruf Amin, bukan sepenuhnya keinginan Jokowi, tetapi demi soliditas koalisi. Jokowi tidak akan bisa menang tanpa koalisi, begitu juga sebaliknya.
Pilihan terbaik untuk itu jelas Maruf Amin. Awalnya ada JK, dan semua partai setuju. Tapi karena JK terbentur di peraturan MK, maka persetujuan itu menjadi masalah. JK disetujui semua partai koalisi, karena 2024 gak mungkin nyalon lagi.

Sesederhana itu, bukan sesuatu yang aneh dengan gerakan strategi yang tampak rumit. Semua pragmatis, ada kepentingan yang berbenturan, karena begitulah politik kita yang harus mengakomodir kepentingan banyak orang.

Lalu, seandainya anda jadi Jokowi, apa yang harus anda lakukan? Memaksa dengan keras kepala, "Pokoknya gua pilih ini. Titik!" Begitu, ya?

Ya gak bisa. Karena kalau koalisi rusak dan pecah, pihak lawan akan bersorak dan mereka berpotensi menang.

Jokowi mengambil keputusan itu juga bukan senang, karena ia pasti berfikir lebih luas dari sekedar siapa "nama" pendampingnya. Ada saatnya kompromi demi soliditas, toh nanti dia juga yang kerja, kerja, kerja.

Saya juga termasuk yang kecewa, bukan karena Mahfud gak jadi, toh saya juga gak dapat apa-apa, apalagi dijanjikan Komisaris seperti kata kampret yang durhaka. Saya kecewa karena Ma’ruf Amin yang bagi saya pribadi banyak keputusannya yang tidak saya setujui.

Cuma yang saya pahami, ini bukan sepenuhnya kesalahan Jokowi. Saya juga akan mengambil langkah yang sama ketika melihat alasan yang kuat seperti itu.

'Lalu kita Golput, bang?" Tanya seorang teman.

Golput? Apa itu??

Sejak awal saya sudah mendeklarasikan berperang melawan kaum radikal yang nangkring di kubu sebelah, para kampret berbaju agama. Kalau golput, berarti saya membiarkan mereka menang dan berkuasa di negeri ini dong??

Nehi!! Saya akan tetap mendukung Jokowi karena dia saya anggap sebagai simbol perlawanan terhadap para kampret yang durjana.

Ini bukan masalah Jokowi atau Mahfud atau Ma’ruf Amin atau siapapun juga. Ini masalah NKRI versus HTI, PKS dan kelompok khilafah yang mencoba menunggangi politik dengan berada di kubu sebelah.

Membiarkan mereka menang, sama saja dengan membiarkan negara ini hancur pelan-pelan.

Jadi seandainya Jokowi pasangan ma secangkir kopi pun, saya akan tetap kawal dia, pilih dia dan membela dia. Karena dia adalah simbol perang saya terhadap kampret yang wajahnya sudah mirip-mirip unta.

Meski agak kecewa, tetap seruput kopinya.. glek glek glek... Secangkir-cangkirnya.. krauk krauk kraukkk..
Diubah oleh qavir
Quote:


terus lu jadinya pilih yang mana?
Istri Ma'ruf Amin : Mudah-Mudahan Pak Kyai Sehat Selalu Menjaga Negara
semoga cepet adem suasananya ya.
umur udah 75 tahun, 1 atau 2 tahun lagi pasti mundur ditengah jalan dan yg gantiin Puan Maharani.... nice strtegi PDIP emoticon-Ngakak
Lha kamu pilih mana?
Quote:
Alhamdulillah gan, siap.
banyak yg galauuuuuuuuu emoticon-Wakaka
Nastak pada galau emoticon-Ngakak
Goblok banget kalo nastak nganggep ngangkat maruf mukidi bakal auto kebal serangan,
Yang bikin mukidi kritis itu hasil kerjanya sendiri dan tentu saja blundernya,
Nggk ada hubungan smaa agama,
I dont read what i sign,
Tol berbayar,
Angkat menteri wna,
Ekonomi meroket dst..

emoticon-Stick Out Tongue
Quote:


masih galau bro nunggu spa tau da pilihan lain, kl cuma bosan lawane ya jelas aja ttp Jkw emoticon-Ngakak
istrinya muda cakep bre,
Nah kan galau, tapi ya ngak apa2 semua pasti juga terkejut akan cawapres jokowi. Kalau yakin sama jokowi ya jangan lagi galau.
Quote:
Tuh doa yg hrs dijabah rame2 bre..emoticon-Big Grin

Jgn sampe rencana batu loncat terlaksana emoticon-Ngakak (S)
Quote:


Istri Ma'ruf Amin : Mudah-Mudahan Pak Kyai Sehat Selalu Menjaga Negara
Quote:


jangan lupa dukung kaum missionaris yang memecah belahkan indonesia dengan strategi kebencian pada islam... salam missiooon


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di