alexa-tracking

Profil Ma'ruf Amin Di Bidang Keagamaan, Politik Dan Ekonomi

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b6ce50596bde6b72c8b4567/profil-maruf-amin-di-bidang-keagamaan-politik-dan-ekonomi
Profil Ma'ruf Amin Di Bidang Keagamaan, Politik Dan Ekonomi
Maruf Amin
Ra'Is 'Aam PBNU 2015-2020 PBNU (2015 - 2020)

LahirTangerang, Kota Tangerang, Banten, Indonesia, 11 Maret 1943
Profesi :Ra'Is 'Aam PBNU 2015-2020 PBNU (2015 - 2020)

Karier
Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Bidang Hubungan Antar Agama Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia (2010-2014)
Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Bidang Kehidupan Beragama Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia (2007-2009)
Anggota Koordinator Dakwah (KODI) DKI Jakarta Koordinator Dakwah (KODI) DKI Jakarta
Anggota BAZIS DKI Jakarta BAZIS DKI Jakarta
Ketua Fraksi Golongan Islam DPRD DKI Jakarta DPRD DKI Jakarta
Ketua Fraksi PPP DPRD DKI Jakarta PPP DPRD DKI Jakarta
Pimpinan Komisi A DPRD DKI Jakarta DPRD DKI Jakarta
Ketua Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)
Anggota MPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)
Ketua Komisi VI DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)
Ketua Komisi Fatwa MUI Pusat MUI Pusat
Rois Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Penggurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)
Penasehat Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM-PBNU) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM-PBNU)
Dosen STAI Shalahuddin Al-Ayyubi Jakarta STAI Shalahuddin Al-Ayyubi Jakarta
Ra'Is 'Aam PBNU 2015-2020 PBNU (2015-2020)
Pendidikan
Pesantren Tebu Ireng, Jombang, Jawa Timur.
Universitas Ibnu Chaldun, Bogor.

27 Agustus 2015, telah terpilih pengurus baru Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Surabaya. Pada dini hari waktu setempat, tim formatur Musyawarah Nasional IX Surabaya telah mencapai mufakat untuk memilih Kiai Haji Ma'ruf Amin sebagai ketua umum sekaligus memimpin Majelis Ulama Indonesia MUI periode 2015-2020. Hal ini disampaikan Ketua Tim Formatur Munas IX MUI, Din Syamsuddin.

KH Ma'ruf Amin yang saat ini juga menjabat Rais Aam Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) diyakini mampu membawa MUI menjadi lembaga yang menjadi mampu mewadahi sejumlah besar umat Islam sebagaimana diharapkan banyak pihak.

Di posisi sekretaris jenderal, tim formatur mempercayakan kepada Anwar Abbas untuk mendampingi Ma’ruf Amin. Adapun dalam Munas IX kali ini Anwar Abbas menjabat sebagai ketua panitia pelaksana pusat. Sementara, pada posisi wakil ketua umum diisi oleh dua orang, yakni KH Slamet Effendy Yusuf dan Yunahar Ilyas, serta bendahara umum dijabat oleh Amani Lubis.

Nama Ma’ruf Amin memang sudah cukup terkenal dalam kancah organisasi Islam di Indonesia. Dia termasuk salah satu ulama ahli fiqh yang cukup disegani di tanah air. Ia ulama multitalenta yang menguasai banyak persoalan disamping ilmu fiqh.

Di Tangerang, Banten, Ma’ruf lahir pada 11 Maret 1943. Ma’ruf menghabiskan masa kecil dan remajanya di Tangerang. Ia dididik oleh orangtuanya dalam pendidikan agama yang kuat. Setelah menyelesaikan Madrasah Ibtidaiyyah di Tangerang, ia diperintahkan oleh orang tuanya untuk nyantri di Pesantren Tebu Ireng, Jombang. Ma’ruf muda lalu melanjutkan pendidikannya ke Universitas Ibnu Chaldun, Bogor.

Persinggungannya dengan pesantren yang didirikan oleh pendiri Nahdlatul Ulama (NU) itu membuat ia jatuh hati kepada NU. Aktivitasnya di NU dimulai dari Ketua NU Cabang Tanjung Priok 1966 – 1970 sampai menjadi wakil ketua NU DKI Jakarta 1968 – 1976. Di tingkat pusat, kini Kiai Maa’ruf pernah menjadi katib am Syuriah PBNU 1989 – 1994. Lalu Rais Am Syuriah PBNU 1994 – 1998 dan 2004–sekarang.


Ma’ruf pernah menjadi penasehat Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM-PBNU) dan dosen Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Shalahuddin Al-Ayyubi Jakarta. Ia juga pernah menjadi anggota Koordinator Dakwah (KODI) DKI Jakarta dan anggota BAZIS DKI Jakarta. Serta pernah menjadi Rais Syuriah PBNU. Ma’ruf termasuk tipe sosok otodidak yang ulet dan tidak mudah menyerah. Ia dengan cepat menguasai ilmu ekonomi syariah, apalagi ditambah dengan ilmu fiqh, yang dari awal dikuasainya.

Ma'ruf Amin juga dikenal sebagai politikus yang menjabat beberapa posisi penting dalam pemerintahan. Ia mengemban jabatan anggota Dewan Pertimbangan Presiden dalam dua periode berturut-turut. Di periode pertama, ia dilantik pada 10 April 2007. Sedangkan pada periode kedua, pelantikannya dilaksanakan pada 25 Januari 2010. Dalam perjalanan karirnya, Ma’ruf pernah menjabat posisi penting di Indonesia seperti misalnya Ketua Fraksi Golongan Islam DPRD DKI Jakarta, anggota MPR-RI, ketua komisi VI DPR-RI dan masih banyak lagi.

Ma’ruf memang dikenal responsif menghadapi berbagai persoalan umat. Sebelumnya, pria yang sering menyampaikan fatwa–fatwa MUI ini memang cukup lama menjadi pengurus Komisi Fatwa MUI Pusat sejak tahun 2000 sampai 2007.

Ma’ruf tidak hanya dikenal dalam bidang kegamaan Islam. Dalam bidang perbankan misalnya, Ma’ruf juga ikut terlibat dalam mengemban berbagai jabatan dalam dewan pengawas syariah di berbagai bank dan asuransi syariah. Di antaranya Bank Muammalat, Bank BNI Syariah, dan Bank Mega Syariah. Ma’ruf memang berperan cukup penting dalam pembentukan perbankan syariat di Indonesia.


Tahun 1992 lahir bank pertama yang sesuai dengan syariah, yaitu Bank Muammalat, di mana Ma’ruf terlibat penuh di dalamnya. Dari tahun 1992 sampai 199`8, tidak ada perkembangan bank syariah yang signifikan karena baru berdiri satu bank dengan konsep yang demikian. Melihat hal itu, pada tahun 1999 dibentuklah Dewan Syariah Nasional yang, dengan tugas menumbuh-kembangkan ekonomi syariah, termasuk bank syariah.

Ma’ruf Amin merupakan keturunan Syaikh Nawawi Banten (Cicit Syekh Nawawi Banten). Ia menerima penganugerahan Gelar Kehormatan, Doktor Honoris Causa, dalam bidang Hukum Ekonomi Syariah dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta pada tahun 2012. Ma’ruf Amin hingga kini juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pengawas Ekonomi Syariah Nasional. Pasca meninggalnya sang isteri pertama pada 2013 lalu, Ma’ruf lalu menjalani pernikahan yang kedua pada Mei 2014 dengan seorang janda bernama Wury Estu Handayani.

Mei 2018, namanya masuk ke dalam 200 orang mubalig yang direkomendasikan Kementerian Agama. Pada tanggal 9 Agustus 2018, Ma’ruf Amin dideklarasikan menjadi pendamping Joko Widodo untuk maju di Pemilihan Presiden 2019.

https://tirto.id/m/maruf-amin-bM
image-url-apps
Rapiin gan. Biar banyak yang nimbrung
image-url-apps
Uluulululuu emoticon-Ngakak
KASKUS Ads
ahoker terguncang mah terguncang aja
bentar lagi juga mereda

tinggal bani KARDUS bin KAMPRETOS yg malah bingung.
mo pilih kalangan ulama kubu wiwi
ato kubu yg menyepelekan "ijtima ulama"?

ato masih mo tebar isu golput?
ini paling ga bisa bertahan lama

emoticon-Imlek emoticon-Imlek emoticon-Imlek emoticon-Imlek emoticon-Imlek
image-url-apps
Yang menarik bagi gw, salah satu penggagas bank syariah, ketua dewan pengawas syariah...

Hayoo, Yusuf Mansyur, Syafii Antonio, sampe para setengah HTI yang pengen syariah... dukung donk...
perlu ditunggu kemampuan ekonomi pak kyai yang notabene dianggap sebagai ulama saja. moga pengalaman pak kyai bisa ngarahin ahli ekonomi kowi yang ke barat baratan

Dan sukses pula punya istri masih muda emoticon-Kaskus Banget


JANGAN SALAHKAN JOKOWI

Penulis Denny Siregar
Diterbitkan Jumat, Agustus 10, 2018


"Kenapa Jokowi pilih Maruf Amin, bang?".

Lepas dari banyaknya teori konspirasi strategi catur Jokowi yang hebat-hebat yang ditulis teman-teman, sebenarnya permasalahan "Kenapa Maruf Amin?" itu sederhana saja.

Sekitar dua jam sebelum deklarasi, Jokowi masih mengantongi nama Mahfud MD sebagai pendampingnya. Dan saya sudah melakukan banyak konfirmasi terhadap itu ke banyak pihak yang kompeten. Dan Mahfud MD pun sudah ada disana, di dekat tempat deklarasi acara.

Tapi tiba-tiba semua berubah, ketika beberapa partai memaksakan supaya jangan Mahfud MD. Pertanyaannya, "Kenapa?" Jawabannya, "Karena berbahaya untuk Pilpres 2024 nanti.."

Pilpres 2024, masing-masing partai koalisi sudah punya jago. Mereka semua mengalah di tahun 2019, karena ini memang tahunnya Jokowi. Tetapi 2024 nanti dianggap tahun kosong, dimana semua mempunyai peluang yang sama untuk bertarung karena tidak ada petahana.

Nah, kondisi ini akan dirusak jika ada Mahfud MD disana. Jika Mahfud menjadi Wapres, maka diperkirakan ia akan membangun citra sehingga malah bisa menjadi lawan nantinya.

Jadi ini sebenarnya bukan masalah Mahfud MD saja. Seandainya Moeldoko atau CT atau Sri Mulyani yang ada di posisi Mahfud pun akan mengalami hal yang sama. Mereka akan disingkirkan juga.

Dan para petinggi partai mendesak supaya Mahfud tidak jadi Wapres pada menit-menit terakhir. Mereka tahu, kalau Jokowi didesak pada waktu awal, Jokowi bisa berkelit. Dan disana Jokowi jagonya. Sedangkan Jokowi sebenarnya tidak terlalu penting siapa wakilnya, karena toh ini periode terakhirnya.

Desakan itu termasuk "ancaman" untuk mogok atau membentuk poros ketiga, jika Jokowi sampai memaksa supaya Mahfud MD menjadi Cawapresnya. Dan disanalah Jokowi tersandera, melihat situasi berbahaya koalisi yang dia bangun berpotensi rusak dan tidak solid.

Jadi keputusan memilih Maruf Amin, bukan sepenuhnya keinginan Jokowi, tetapi demi soliditas koalisi. Jokowi tidak akan bisa menang tanpa koalisi, begitu juga sebaliknya.
Pilihan terbaik untuk itu jelas Maruf Amin. Awalnya ada JK, dan semua partai setuju. Tapi karena JK terbentur di peraturan MK, maka persetujuan itu menjadi masalah. JK disetujui semua partai koalisi, karena 2024 gak mungkin nyalon lagi.

Sesederhana itu, bukan sesuatu yang aneh dengan gerakan strategi yang tampak rumit. Semua pragmatis, ada kepentingan yang berbenturan, karena begitulah politik kita yang harus mengakomodir kepentingan banyak orang.

Lalu, seandainya anda jadi Jokowi, apa yang harus anda lakukan? Memaksa dengan keras kepala, "Pokoknya gua pilih ini. Titik!" Begitu, ya?

Ya gak bisa. Karena kalau koalisi rusak dan pecah, pihak lawan akan bersorak dan mereka berpotensi menang.

Jokowi mengambil keputusan itu juga bukan senang, karena ia pasti berfikir lebih luas dari sekedar siapa "nama" pendampingnya. Ada saatnya kompromi demi soliditas, toh nanti dia juga yang kerja, kerja, kerja.

Saya juga termasuk yang kecewa, bukan karena Mahfud gak jadi, toh saya juga gak dapat apa-apa, apalagi dijanjikan Komisaris seperti kata kampret yang durhaka. Saya kecewa karena Ma’ruf Amin yang bagi saya pribadi banyak keputusannya yang tidak saya setujui.

Cuma yang saya pahami, ini bukan sepenuhnya kesalahan Jokowi. Saya juga akan mengambil langkah yang sama ketika melihat alasan yang kuat seperti itu.

'Lalu kita Golput, bang?" Tanya seorang teman.

Golput? Apa itu??

Sejak awal saya sudah mendeklarasikan berperang melawan kaum radikal yang nangkring di kubu sebelah, para kampret berbaju agama. Kalau golput, berarti saya membiarkan mereka menang dan berkuasa di negeri ini dong??

Nehi!! Saya akan tetap mendukung Jokowi karena dia saya anggap sebagai simbol perlawanan terhadap para kampret yang durjana.

Ini bukan masalah Jokowi atau Mahfud atau Ma’ruf Amin atau siapapun juga. Ini masalah NKRI versus HTI, PKS dan kelompok khilafah yang mencoba menunggangi politik dengan berada di kubu sebelah.

Membiarkan mereka menang, sama saja dengan membiarkan negara ini hancur pelan-pelan.

Jadi seandainya Jokowi pasangan ma secangkir kopi pun, saya akan tetap kawal dia, pilih dia dan membela dia. Karena dia adalah simbol perang saya terhadap kampret yang wajahnya sudah mirip-mirip unta.

Meski agak kecewa, tetap seruput kopinya.. glek glek glek... Secangkir-cangkirnya.. krauk krauk kraukkk..
Quote:


yang jelas, pilihan ini membuat semua kubu cair, kecenderungannya malah kubu si kowi yg punya nilai lebih dalam bidang agama, jadi kubu oposisi cuma bisa pake isu TKA, dan ekonomi, yang tentu itu bukan barang 'sexy' bagi rakyat emoticon-Bingung
Reply to qavir's post
Quote:


kewajiban itu buat fanatik arabis wannabe emoticon-Recommended Seller
image-url-apps
karirnya hanya berkutat di masalah keagamaan.
image-url-apps
Hey Jangan bawa2 ulama ke politik emoticon-Embarrassment
Reply to qavir's post
image-url-apps
Quote:


boleh juga pemikirannya ini.
semua strategi untuk ke depan dipikirkan.
semoga tahun politik di indo yang seperti ini cepat berlalu.
udah jengah mata memandang.
×