alexa-tracking

Prabowo Khianati Komitmen Koalisi

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b6ce240d9d770d9558b4579/prabowo-khianati-komitmen-koalisi
Prabowo Khianati Komitmen Koalisi
Jakarta, CNN Indonesia ‐‐ Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief menyebut Ketua Umum Partai Gerindra telah mengkhianati komitmen koalisi dengan cara memilih Sandiaga Uno sebagai calon wakil presiden di Pilpres 2019. Namun Andi menyebut Demokrat dapat memahami sikap khianat Prabowo tersebut.

"Prabowo terpaksa mengkhianati komitmen untuk menang seperti saat pertama kali bertemu Demokrat sebulan lalu. Partai Demokrat. Sayangnya alasan pengkhianatan yang menyangkut persoalan hidupnya itu dikemukakan jelang akhir pendaftaran. Ini soal aib yang tak perlu kami jelaskan," kicau Andi di akun twitternya @AndiArief__.

Dalam kicau sebelumnya Andi menjelaskan bahwa Demokrat menolak Sandiaga menjadi cawapres Prabowo karena baik Prabowo maupun Sandi sama-sama berasal dari Partai Gerindra. Fakta itu disebut Andi melanggar etik koalisi.

Lihat juga:

Prabowo Pilih Sandi, Demokrat di Simpang Jalan Pilpres 2019

Selain itu, Andi mengatakan partainya pun belum bisa menerima penjelasan dari Prabowo yang tidak memilih Agus Harimurti Yudhoyono karena ada PAN dan PKS menolak.

Andi menulis kicauan itu sebelum SBY bertemu Prabowo kembali bertemu kemarin malam. Andi pun mengatakan partainya masih membuka dua opsi bagi Prabowo untuk memulihkan koalisi. 

Opsi pertama adalah kembali ke komitmen atau janji Prabowo yang meminta AHY cawapres karena faktor elektabilitas. Opsi kedua mencari figur alternatif untuk dibicarakan bersama dengan mempertimbangkan kemungkinan mengalahkan Jokowi-Ma'ruf Amien.

Dua opsi tersebut tak digubris Prabowo Subianto. Mantan Danjen Kopassus itu tetap mendeklarasikan Sandi sebagai cawapresnya. Pukul 00.00 WIB, Andi melanjutkan kicaunya dengan menyatakan bahwa Demokrat tak lagi berkoalisi dengan Prabowo di Pilpres 2019.

Lihat juga:

Demokrat akan Dukung Salah Satu Paslon Demi Pilpres 2024

"Penyebabnya karena Pak Prabowo mengkhianati kehendak dan janjinya di dua hari menjelang 10 Agustus 2018. Jenderal Kardus belum berubah, dia masih seperti yang dulu," tulis Andi.

Andi mengatakan Demokrat tak mempersoalkan penghianatan Prabowo itu. Dia menyebut langkah itu terpaksa ditempuh Prabowo karena menyangkut keadaan hidupnnya. Namun, Andi menegaskan bahwa Demokrat tetap harus mengambil langkah untuk tidak bersama Gerindra.

Di kicau penutupnya Andi mengatakan Demokrat tetap mendoakan Prabowo meski tak lagi berkoalisi. Hanya saja Andi menitipkan sebuah pesan. 

"Siapapun yang memiliki masalah cukup besar dalam hidup terutama soal ekonomi, sebaiknya jangan berpolitik. Karena akan memicu penghianatan," kata Andi.

Lihat juga:

Demokrat: Elektabilitas Sandiaga Rendah

Demokrat sendiri pada hari ini akan menggelar rapat Majelis Tinggi untuk menyikapi perkembangan Pilpres 2019. Namun Kepala Bidang Advokasi dan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengatakan hingga saat ini pihaknya belum dapat memastikan apakah akan berbalik mendukung kubu Jokowi usai deklarasi Prabowo-Sandiaga.

"Saya belum tahu persisnya, tapi yang melakukan komunikasi politik kan tingkat tinggi, ada waketum, sekjen. Sampai hari ini kita belum ada update ada komunikasi dengan pihak istana atau tidak," katanya.
[URL=Jakarta, CNN Indonesia ‐‐ Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief menyebut Ketua Umum Partai Gerindra telah mengkhianati komitmen koalisi dengan cara memilih Sandiaga Uno sebagai calon wakil presiden di Pilpres 2019. Namun Andi menyebut Demokrat dapat memahami sikap khianat Prabowo tersebut.

"Prabowo terpaksa mengkhianati komitmen untuk menang seperti saat pertama kali bertemu Demokrat sebulan lalu. Partai Demokrat. Sayangnya alasan pengkhianatan yang menyangkut persoalan hidupnya itu dikemukakan jelang akhir pendaftaran. Ini soal aib yang tak perlu kami jelaskan," kicau Andi di akun twitternya @AndiArief__.

Dalam kicau sebelumnya Andi menjelaskan bahwa Demokrat menolak Sandiaga menjadi cawapres Prabowo karena baik Prabowo maupun Sandi sama-sama berasal dari Partai Gerindra. Fakta itu disebut Andi melanggar etik koalisi.

Lihat juga:

Prabowo Pilih Sandi, Demokrat di Simpang Jalan Pilpres 2019

Selain itu, Andi mengatakan partainya pun belum bisa menerima penjelasan dari Prabowo yang tidak memilih Agus Harimurti Yudhoyono karena ada PAN dan PKS menolak.

Andi menulis kicauan itu sebelum SBY bertemu Prabowo kembali bertemu kemarin malam. Andi pun mengatakan partainya masih membuka dua opsi bagi Prabowo untuk memulihkan koalisi. 

Opsi pertama adalah kembali ke komitmen atau janji Prabowo yang meminta AHY cawapres karena faktor elektabilitas. Opsi kedua mencari figur alternatif untuk dibicarakan bersama dengan mempertimbangkan kemungkinan mengalahkan Jokowi-Ma'ruf Amien.

Dua opsi tersebut tak digubris Prabowo Subianto. Mantan Danjen Kopassus itu tetap mendeklarasikan Sandi sebagai cawapresnya. Pukul 00.00 WIB, Andi melanjutkan kicaunya dengan menyatakan bahwa Demokrat tak lagi berkoalisi dengan Prabowo di Pilpres 2019.

Lihat juga:

Demokrat akan Dukung Salah Satu Paslon Demi Pilpres 2024

"Penyebabnya karena Pak Prabowo mengkhianati kehendak dan janjinya di dua hari menjelang 10 Agustus 2018. Jenderal Kardus belum berubah, dia masih seperti yang dulu," tulis Andi.

Andi mengatakan Demokrat tak mempersoalkan penghianatan Prabowo itu. Dia menyebut langkah itu terpaksa ditempuh Prabowo karena menyangkut keadaan hidupnnya. Namun, Andi menegaskan bahwa Demokrat tetap harus mengambil langkah untuk tidak bersama Gerindra.

Di kicau penutupnya Andi mengatakan Demokrat tetap mendoakan Prabowo meski tak lagi berkoalisi. Hanya saja Andi menitipkan sebuah pesan. 

"Siapapun yang memiliki masalah cukup besar dalam hidup terutama soal ekonomi, sebaiknya jangan berpolitik. Karena akan memicu penghianatan," kata Andi.

Lihat juga:

Demokrat: Elektabilitas Sandiaga Rendah

Demokrat sendiri pada hari ini akan menggelar rapat Majelis Tinggi untuk menyikapi perkembangan Pilpres 2019. Namun Kepala Bidang Advokasi dan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengatakan hingga saat ini pihaknya belum dapat memastikan apakah akan berbalik mendukung kubu Jokowi usai deklarasi Prabowo-Sandiaga.

"Saya belum tahu persisnya, tapi yang melakukan komunikasi politik kan tingkat tinggi, ada waketum, sekjen. Sampai hari ini kita belum ada update ada komunikasi dengan pihak istana atau tidak," katanya.]sumber[/URL]
jadi ini sebabnya andi ngarip ngamuk-ngamuk.. gara2 agus udah siap dilamar, ternyata purabowo pengantinnya dibawa lari sama uno dengan mahar 500 M..

Bakal seru ini, mengingat :
1. Andi ngarip, paoknganan, dan mnuh adalah dedengkot triomeong2000 dan Saracen genk
2. kubu purabowo punya genk Micin Cyber Kremi

Bakal ada gontok-gontokan antara Cyber Kremi vs Saracen?
ntap... maju tak gentar emoticon-Ultah
KASKUS Ads
image-url-apps
Nunggu manuver sir beye
Biasanya jenius
jokowi menang telak 2019
kita tunggu siang ini ....
demokrat merapat kemana ...
merapat ke jokowi ... nahan malu sama mega
merapat ke prabowo ... nahan perasaan sakit hati
abstain ... urusan 2024 kehilangan hak buat nyapres

kasian si agus ... pangkat baru mayor udah resign
yg diincar bani KARDUS bin KAMPRETOS itu sekarang golputnya
apalagi golput dari golongan ahoker

karena mereka sadar kubunya sendiri meragukan sosoknya
udah bikin ngamuk bemokrat
udah gitu isu kardus masih dianggap isu panas yg sulit terelakkan

tapi klo bani KARDUS bin KAMPRETOS masih ngincer wiwi+KH Ma'aruf dg isu agama dan pki
berarti emang sudah ga bisa "diselamatkan" lagi mereka2 ini


emoticon-Imlek emoticon-Imlek emoticon-Imlek emoticon-Imlek emoticon-Imlek
image-url-apps
mari kita dukung Ustad Uno emoticon-Malu
Prabowo Khianati Komitmen Koalisi
image-url-apps
Kardus.. Kardus..
Quote:


berlaku juga utk rakyat jelata
siapapun yg punya masalah ekonomi besar, sebaiknya jangan terlalu dekat hubungan persaudaraan nya, nanti akan memicu makan hati emoticon-Wakaka
Belum apa2 udah berani berkhianat gan...apalagi klo kepilih nanti ya....

emoticon-Takut emoticon-Takut emoticon-Takut