alexa-tracking

Kiai Ma'ruf Amin: Dulu Saya yang Menggerakan Aksi 212

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b6cc3f612e25781398b4568/kiai-maruf-amin-dulu-saya-yang-menggerakan-aksi-212
Kiai Ma'ruf Amin: Dulu Saya yang Menggerakan Aksi 212
JawaPos.com - Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Maruf Amin yang kini menjadi cawapres Joko Widodo, menyebut akan merangkul ulama alumni 212 yang selama ini dinilai bersebrangan dengan pemerintah.

"Saya selalu merangkul mereka, karena saya juga alumni 212, dulu kan saya yang gerakan aksi 212, cuma sesudah Ahok (dipenjara), saya selesai," kata Kiai Ma'ruf di rumahnya, Jalan Lorong 27, Koja, Jakarta Utara, Kamis (9/8) malam.

Kiai Maruf Amin yang juga menjabat Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (NU) ini menyebut telah berkomunikasi untuk tidak lagi membuat gerakkan setelah mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama ditahan, namun itu tidak diindahkan.

"Mereka keterusan, makanya saya bilang sudah cukup selesai, mari kita membangun bangsa," ucapnya.

Dengan ditunjuk sebagai cawapres Jokowi dalam Pilpres 2019, Kiai Ma'ruf menyebut akan sekuat tenaga mendukung program nawacita jilid 2 Jokowi.

"Tentu saya mendukung Pak Jokowi, yang seperti biasa Pak Jokowi punya nawacita, saya akan membantu sekuat tenaga program beliau," pungkasnya.



(rdw/JPC)



https://www.jawapos.com/nasional/politik/09/08/2018/kiai-maruf-amin-dulu-saya-yang-menggerakan-aksi-212


ayo nastak jilat yg bersih emoticon-Ultah


Presiden Jokowi Pernah Bela Ma'ruf Amin Saat Diancam Ahok di Kasus Penistaan Agama




PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) resmi menunjuk Ma'ruf Amin menjadi Cawapresnya di Pilpres 2019. Tapi kedekatan Presiden Jokowi dan Ma'ruf Amin ternyata sudah lama.
Bahkan Presiden Jokowi pernah membela Ma'ruf Amin ketika diancam Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di persidangan kasus penistaan agama.
Dalam persidangan ke-8 kasus penistaan agama, Selasa (31/1/2017), Ahok sempat mengancam akan memproses hukum Ma'ruf.
Ahok mendesak Ma'ruf Amin bahwa kuasa hukumnya memiliki bukti adanya telepon dari SBY kepada Ma'ruf.

Telepon itu disebut Ahok berisi permintaan SBY agar Ma'ruf bertemu dengan Agus-Sylviana.

SBY pun disebut meminta Ma'ruf untuk menerbitkan fatwa penistaan agama untuk pidato Ahok di Kepulauan Seribu.
Ahok pun mengancam akan melaporkan Ma'ruf Amin ke polisi terkait hal tersebut.
Tapi Presiden Jokowi rupanya merespons negatif pernyataan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) beserta kuasa hukumnya terhadap Ma'ruf Amin yang merupakan Rais Aam PBNU sekaligus Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin.

"Suara beliau (Presiden) agak tinggi kemarin karena Saudara Ahok bicara seperti itu," ujar Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan di Kompleks Istana Presiden, Jumat (3/2/2017) sore.
Presiden, lanjut Luhut, selalu berupaya menghindari konflik serta mengedepankan persatuan bangsa.

"Jadi, jangan bangsa ini kita bawa menjadi bangsa yang suka konflik. Kita harus bersatulah," ujar Luhut.
"Sekarang ini orang di seluruh dunia fokus soal bagaimana mengatasi domestik ekonominya. Lihat Amerika, lihat Timur Tengah. Kita jangan sampai terbawa seperti itu," lanjut dia.

Respons negatif Presiden terhadap pernyataan Basuki tersebut, lanjut Luhut, sekaligus meluruskan pandangan sebagian orang bahwa Presiden Jokowi mendukung dan melindungi Basuki.
"Jangan lagi ada pikiran-pikiran buruk atau bilang Presiden dukung si ini, si itu, enggak. Presiden firm sekali bahwa beliau tidak mau mendukung sana sini. Beliau netral dalam kasus ini," ujar Luhut.

Bukan hanya Presiden Jokowi yang bergerak membela Ma'ruf Amin terhadap ancaman Ahok, Mahfud MD pun ikut membela.
Mahfud MD mengaku keberatan dengan cara Ahok dan kuasa hukumnya, dan menyebut dirinya tersinggung.

Berakhir Singkat
Tapi kondisi panas antara Ma'ruf Amin dan Ahok hanya berlangsung singkat. Ahok cepat meminta maaf usai aksinya mengancam Ma'ruf Amin di persidangan.
Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menyampaikan permintaan maaf kepada Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) hanya berselang 3 hari usai ancaman dalam persidangan.
Berikut isi lengkap pernyataan permintaan Ahok kepada Ketua MUI Ma'ruf Amin yang disampaikan melalui media dan unggahan video:
*Klarifikasi dan Permohonan Maaf Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kepada KH Ma'ruf Amin, Rais Aam PBNU*
Bahwa saya ingin menegaskan bahwa apa yang terjadi kemarin merupakan proses yang ada dalam persidangan, saya sebagai terdakwa sedang mencari kebenaran untuk kasus saya. Untuk itu saya ingin menyampaikan klarifikasi beberapa hal di bawah ini:
1. Saya memastikan bahwa saya tidak akan melaporkan KH Ma'ruf Amin ke polisi, kalau pun ada saksi yang dilaporkan mereka adalah saksi pelapor, sedangkan Kyai Ma'ruf bukan saksi pelapor, beliau seperti saksi dari KPUD yang tidak mungkin dilaporkan.
2. Saya meminta maaf kepada KH Ma'ruf Amin apabila terkesan memojokkan beliau, meskipun beliau dihadirkan kemarin oleh Jaksa sebagai Ketua Umum MUI, saya mengakui beliau juga sesepuh NU. Dan saya menghormati beliau sebagai sesepuh NU, seperti halnya tokoh-tokoh lain di NU, Gus Dur, Gus Mus, tokoh-tokoh yang saya hormati dan panuti.
3. Terkait informasi telepon Bapak SBY ke Kiai Ma'ruf tanggal 7 Oktober adalah urusan Penasehat Hukum saya. Saya hanya disodorkan berita liputan6.com tanggal 7 Oktober, bahwa ada informasi telepon SBY ke Kiai Ma'ruf, selanjutnya terkait soal ini saya serahkan kepada Penasehat Hukum saya.
Demikian klarifikasi saya sampaikan, saya berharap klarifikasi ini dapat menjernihkan persoalan dan saya juga berharap agar pihak-pihak lainnya tidak memperkeruh suasana.
Jakarta, 1 Februari 2017

Diterima Tapi Tak Bertemu
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ma'ruf Amin, kemudian memaafkan Gubernur non-aktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.
Bahkan Ma'ruf mengatakan sudah memaafkan Ahok sebelum mendengar mengenai permintaan maaf Ahok yang sudah disampaikan melalui media.
Namun, pada prinsipnya, dia memaafkan Ahok yang sudah bersedia meminta maaf.
"Namanya orang sudah minta maaf masa tidak dimaafkan," kata Ma'ruf kepada Kompas.com, Rabu (1/2/2017).

Ma'ruf yang juga Rais Aam Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ini mengimbau kepada semua kader PBNU di seluruh Tanah Air untuk juga memaafkan Ahok.
Menurut dia, kader PBNU harus tenang dan bisa menahan diri. "Kami enggak ada yang musuh-musuhan," ucap Ma'ruf.
Namun Ma'ruf Amin memilih tak bertemu dengan Ahok walau sudah menerima permintaan maaf tersebut.
Ada 2 alasan Ma'ruf Amin tak mau menemui Ahok.

Alasan pertama, Ma'ruf Amin takut umat salah paham, dan ujungnya dia jadi dimarahi umat.
Sedangkan alasan kedua, yakni Ma;ruf Amin berpikir apabila ia menerima Ahok, maka ia mesti menerima pula kunjungan dari Anies Baswedan.
Padahal ketika itu Ahok dan Anies sedang bertarung memperebutkan kursi DKI 1.
"Daripada menimbulkan conflict of interest dalam pilkada ini, lebih baik saya tolak keduanya," kata Ma'ruf Amin.
Menurut Ma'ruf, waktu untuk menerima Ahok mungkin terbuka setelah pilkada Gubernur DKI Jakarta putarankedua yang tinggal menghitung hari itu. "Ya, itu mungkin saja," kata dia.
Ma'ruf pun mengharapkan semua persoalan sosial, politik, dan kenegaraan di Indonesia bisa diselesaikan pasca-penetapan pemenang pilkada serentak, termasuk pemilihan Gubernur DKI Jakarta yang akan masuk putaran kedua itu.
Mengenai adanya gerakan-gerakan yang mengatasnamakan umat Islam, Ma'ruf juga memprediksi akan segera berakhir. "Ormas Islam yang anti-kebangsaan dan Pancasila, silakan itu diurus atau berurusan dengan pihak keamanan," ujarnya.

http://wartakota.tribunnews.com/amp/2018/08/10/presiden-jokowi-pernah-bela-maruf-amin-saat-diancam-ahok-di-kasus-penistaan-agama?page=all
image-url-apps
Semoga perang nasbungXnastak tetap berlanjut
image-url-apps
Idola baru nastak!!
Wkwkwk..
KASKUS Ads
image-url-apps
y udah si
gw sih nerima2 aja siapapun wapresny
image-url-apps
Katanya kemaren gencatan senjata emoticon-Big Grin
Ma'ruf sama Uno emang beneran plot twist, tinggal nunggu pepo bakal bikin manuver terkahir ato ngga
image-url-apps
Lawan nya Uno gan emoticon-Malu
Quote:


semoga tetep
klo ga isi trit kaskus paling tentang berita perkosaan, dukun cabul atau dua sejoli kepergok mesum
Quote:


yg memenjarakan ahok juga, nastak dilema nih emoticon-Big Grin
Pilpres itu memang untuk memilih racunmu sendiri toh. Hanya harus memilih yang paling tidak beracun saja.
Reply to 0d1n's post
image-url-apps
Quote:


nah gue mikirnya juga kesana bre, kasian mimin dagu kalau dua spesies ini gencatan senjata.

Kiai Ma'ruf Amin: Dulu Saya yang Menggerakan Aksi 212 benci2an nya dikaskus aja. Gak usah di real life
image-url-apps
TSnya kelojotan nih gegara banyak makan kardus hahaha
image-url-apps
Nastak2 sih setia gan
Kalau Nasbung kan kesetiaannya ama ulama, kecuali kalau ternyata cuma settingan doank aja itu GPNF
Wkwkwkwk
berita2 semua isinya kegaduhan koalisi kardus.. kasihan nasbung kagak ada bahan adu domba.. emoticon-Big Grin
image-url-apps
moga2 nastak banyak yg dapet hidayah😂😂😂😂. amin
image-url-apps
berarti fix..yg jatohin ahok sebenernya pdip hihi
image-url-apps
Quote:


baru mo komen kaya gini udah keduluan agan..
maklum Ahok dolo bekas anak buah Gerindra emoticon-Malu
DUlu para nastaik sudah gw kasih tahu, yang mempolitisir itu ya lingkaran Joko & nunung sendiri..
wong FPI itu yg bikin wiranto kok...hehe.. hehe


Basuki itu kan anak buahnya pak Prabowo, tapi kehasut rombongan joko & nunung.. akhirnya basuki sekarang menyesal karena ditikam dari belakang.. coba tetep gabung pak Prabowo, pasti karirnya tidak berakhir di penjara

Nunung & Joko itu kan takut kalah pamor dibanding basuki, makanya bikin aksi yang menjatuhkan Basuki


Mari bergabung dengan koalisi bapak Prabowo saja
image-url-apps
Bakalan muncul spesies baru di kaskus nih... Panasdus (pasukan nasi kardus)


emoticon-Ngacir2
"Saya selalu merangkul mereka, karena saya juga alumni 212, dulu kan saya yang gerakan aksi 212, cuma sesudah Ahok (dipenjara), saya selesai," kata Kiai Ma'ruf di rumahnya, Jalan Lorong 27, Koja, Jakarta Utara, Kamis (9/8) malam.


emoticon-Matabelo

strategi yang cerdik dari kowi, terlepas dari hasilnya nanti.
pro :
- memakai tokoh 212 untuk 'cuci piring' hasil perbuatannya. emoticon-thumbsup
- mencuci label 'pendukung penista agama' bagi para partai pendukung kowi.
- menetralisir dukungan hoktod yang rentan akan digoreng oleh toko sebelah.
- meredam isu ayat dan mayat

cons:
- kapabilitas dari maaruf
image-url-apps
Alhamdulillah ...
banyak fentolan nasbung yg insyaf & bertaubat lalu lompat ke kubu jokowi emoticon-Big Grin

Semoga makin banyak nasbungtol2 yg sadar & tetap 2 periode 2019 .. Amin YRA
emoticon-Big Grin
×